Manfaat Ikan Gabus alias Iwak Kutuk

 

Gambar ikan gabus atau ikan kutuk

Ini Dia penampakan ikan gabus atau dalam bahasa jawa disebut Iwak kutuk. Gambar diambil dari sini

Hari hari ini adalah hari  hari yang melelahkan untuk jiwa saya, ini itu berita datang silih berganti dan bertubi tubi…*jiahhhhhhhhhhh lebay lagi…..rasanya jadi nggak ada semangat untuk  “nyangkul” diladang…tapi demi tugas dan tanggung jawab serta cita cita bersama “Bismillah” dijalani dengan penuh semangat.

Disela sela  break  jum’at yang lumayan panjang meluangkan waktu sejenak untuk browsing tentang penyakit yang diderita kakek saya.  Banyak hal saya temukan dari aktifitas browsing hari ini.  Banyak obat obat herbal dan pengobatan alternative ditawarkan dari berbagai macam. Hmmm banyak sekali bertebaran di dunia maya ini….daun ini itu…makanan ini itu…subhallah…..yang pasti sekarang masih penangangan medis dirumahsakit, semoga semuanya lancar dan dimudahkan pengobatan dan diberikan kesembuhan olah Allah SWT. *amien..

Tak sengaja saat browsing tertambat pada sebuah artikel tentang Ikan Gabus dengan judulnya yang mencolok “  Kandungan Vitamin Ikan Gabus Ternyata Lebih Tinggi dari Ikan Salmon”   karena bagus dan menarik saya bermaksud share ke email kawan” nggambas” dikantor , langsung dibales email share saya sama  umi habib dengan kata kata “ Jadi pingin ketawa, kekekekekekke”. Masih bingung dan penasaran sama umi habib, saya datangi kubikalnya sambil tanya ;

Me : “Mak, kenapa kok emailku malah dibales sama kata kata  jadi pingin ketawa gitu? tanya saya

Umi habib : “ Ya iyalah, pingin ketawa, secara dirimu kalo dah abis stock salmonmu, suka nitip nitip yang dari batam atau beli sendiri ke Batam, ternyata kandungan gizinya malah lebih banyak  ikan gabus daripada salmon, dipasar baru banyak tuh  dijual ikan gabus”

Me : “JLEB” hehehee…..iya iya…” jawabku sambil nyengir…

Ikan gabus atau dikampungku dijawa disebut dengan “IWAK KUTUK” atau “IKAN KUTUK”, ikan yang setia menemaniki sebagai lauk pauk setelah kelahiran kinan dengan SC. Entah itu di goreng, disayur, di bumbu rujak, di brengkes/pepes…apapun lah… istilahnya sampai mau muntah dan nggak doyan lagi, karena saking bosennya hari hari menu itu “HARUS” ada dan “WAJIB” sama ibuku disajikan. Katanya harus aku makan agar mempercepat proses recovery operasi kelahiran kinan kemarin. Bahkan masih ingat ibu sampai nyetok ikan yang hidupnya di gentong besar…huahuahua…. Ternyata setelah aku baca artikel ini aku jadi mengerti…dan bener sungguh besar khasiat dan kandungan gizi ikan ini.  Thanks emakku…sangat pengertian dan baik sekali…*alhamdulillah…

Pas mau browsing gambar ikan gabus ini, malah nemu berita terhangat soal anak rano karno  yang kena ciduk gara gara pesan online ekstasi, apa hubungannya coba. Baca disini, ada komentar dari politikus partai demokrat “Sutan Bhatoegana”  yang menganalogikan  penangkapan anak rano karno ini dengan ikan gabus, dengan kalimat seperti ini “Ikan Gabus..! Kelihatan gagah tapi busuk..! Kasihan,” kata Bhatoegana,  waduh pak anda, salah besar sekali…..busuk gimana….wong manfaatnya banyak sekali je, saya termasuk salah satu penerima manfaat dari Ikan gabus ini untuk mempercepat recovery SC kemarin. Wah boleh lah baca copasan saya yang dibawah ini hehehehe…*walah mak mak jadi kemana mana nieh bahasannnya tentang ikan gabus…*peace deh pak sutan …. Iseng aja…

Ini saya Copas tulisan dari web yang saya temukan tentang Ikan gabus dan kandungan GIZI serta manfaatnya;

Kandungan Vitamin Ikan Gabus Ternyata Lebih Tinggi dari Ikan Salmon

Posted by intisari on Oct 16, 2011

Ikan gabus sangat kaya albumin, jenis protein yang mempercepat penyembuhan pascaoperasi dan melahirkan. Zat ini juga membantu pertumbuhan anak dan menambah berat badan orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Keluar dari rumah sakit pascaoperasi, seperti sehabis persalinan, merupakan fase yang cukup kritis karena pasien harus berjuang untuk kesembuhannya. Kita sering mendengar larangan mengonsumsi makanan tertentu. Informasi itu kadang masuk akal, tetapi sering membuat bingung karena bertolak belakang satu sama lain.

Secara umum sebenarnya tidak ada pantangan makan bagi pasien pascaoperasi, kecuali bila menderita alergi atau mendapat pesan khusus dari dokter. Sehabis menjalani operasi usus misalnya, tentu kita tidak boleh mengonsumsi makanan yang sulit dicerna. Sebaliknya, pascaoperasi persalinan, makan banyak merupakan solusi untuk mempercepat proses penyembuhan, terutama makanan kaya protein, vitamin, dan mineral.

Zat gizi sangat diperlukan untuk membantu tubuh melakukan proses penyembuhan pascaoperasi, yaitu memperbaiki sel dan jaringan. Zat gizi berkualitas juga diperlukan untuk memperkuat imunitas (sistem kekebalan) tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.

Salah satu bahan pangan yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi pascaoperasi adalah ikan gabus. Ikan gabus banyak dijual di pasar tradisional dan modern, umumnya dalam bentuk kering asin. Karena itu, ikan gabus lebih dikenal sebagai ikan asin yang bergengsi.

Jenis ikan gabus

Ikan gabus adalah sejenis ikan buas yang hidup di air tawar dan rawa. Sering dijuluki “ikan buruk rupa” karena kepalanya menyerupai kepala ular. Di negara Barat, ikan ini disebut snakehead, ditakuti karena merupakan pemakan daging dan sangat agresif.

Di Indonesia, ikan ini dikenal dengan berbagai nama, yaitu kutuk (Jawa), haruan atau bogo (Sunda), dan kocolan (Betawi). Ikan gabus jenisnya beragam, di antaranya gabus biasa (haruan), kehung, kerandang, toman, dan gabus unggui.

Ikan gabus biasa atau haruan (Ophiocephalus striatus) paling sering ditemukan di pasar. Bentuknya mendekati lonjong (bulat memanjang) dengan bagian pangkal ekor pipih. Tubuh bagian punggung berwarna cokelat kehitaman dan bagian perut putih kecokelatan. Mudah ditemukan di perairan umum seperti danau, rawa, sungai, juga bisa hidup di perairan payau di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Ikan gabus jenis toman (Ophiocephalus micropeltes), populer kedua setelah ikan gabus biasa. Bentuk badannya memanjang dan bulat. Mulut berukuran lebar terletak di ujung hidung.

Jenis toman muda warna tubuhnya merah, setelah dewasa menjadi hijau kebiruan ke arah ungu. Panjangnya dapat mencapai 65 cm. Hidupnya di rawa dan sungai, khususnya daerah banjir. Banyak dikonsumsi di daerah Jawa, Sumatera Selatan, dan Kalimantan.

Dilihat dari kandungan gizinya, ikan gabus tidak kalah dari ikan air tawar lain yang cukup populer, seperti ikan mas dan ikan bandeng. Kandungan gizi berbagai ikan air tawar dapat dilihat pada tabel.

Komposisi gizi per 100 gram beberapa ikan tawar dan payau

Jenis ikan Protein (g) Lemak (g) Karbohidrat (g) Mineral (g) Air (g)
Mas 16 2,0 1,0 1,0 80
Bandeng 20 1,3 1,5 1,2 76
Tawes 9,7 5,1 1,7 1,5 82
Gabus 20 1,5 0,2 1,3 77
Betok 17,5 5,0 0,5 2,0 75
Lele 17,7 4,8 0,3 1,2 76

Seperti ikan lain, keunggulan ikan gabus adalah kandungan proteinnya yang cukup tinggi. Kadar protein per 100 gram ikan gabus setara ikan bandeng, tetapi lebih tinggi bila dibandingkan dengan ikan lele maupun ikan mas yang sering kita konsumsi.

Kandungan protein ikan gabus juga lebih tinggi daripada bahan pangan yang selama ini dikenal sebagai sumber protein seperti telur, daging ayam, maupun daging sapi. Kadar protein per 100 gram telur 12,8 gram; daging ayam 18,2 gram; dan daging sapi 18,8 gram. Nilai cerna protein ikan juga sangat baik, yaitu mencapai lebih dari 90 persen.

Selain itu, protein kolagen ikan gabus juga lebih rendah dibandingkan dengan daging ternak, yaitu berkisar 3-5 persen dari total protein. Hal tersebut yang menyebabkan tekstur daging ikan gabus lebih empuk daripada daging ayam ataupun daging sapi.

Rendahnya kolagen menyebabkan daging ikan gabus menjadi lebih mudah dicerna bayi, kelompok lanjutt usia, dan juga orang yang baru sembuh dari sakit. Bayi memerlukan asupan protein tinggi, tetapi belum memiliki saluran pencernaan yang sempurna.

Albumin pembentuk sel

Keunggulan protein ikan gabus lainnya adalah kaya akan albumin, jenis protein terbanyak (60 persen) di dalam plasma darah manusia. Peran utama albumin di dalam tubuh sangat penting, yaitu membantu pembentukan jaringan sel baru.

Tanpa albumin; sel-sel di dalam tubuh akan sulit melakukan regenerasi, sehingga cepat mati dan tidak berkembang. Albumin inilah yang juga berperan penting dalam proses penyembuhan luka.

Di dalam ilmu kedokteran, albumin biasa dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah, misalnya karena operasi atau pembedahan. Itulah sebabnya pasien pascaoperasi sangat dianjurkan mengonsumsi ikan gabus, dengan harapan dapat membantu proses penyembuhan di dalam tubuh.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Prof. DR. Dr. Nurpudji A. Taslim dari Universitas Hasanudin, Makassar, menunjukkan kadar albumin pasien di RS Wahidin Sudiro Husodo Makassar, Sulawesi Selatan, meningkat tajam setelah beberapa kali mengonsumsi ikan gabus. Hal tersebut mempercepat kesehatan pasien.

Penelitian serupa juga pernah dilakukan pada bagian bedah RS Umum Dr. Saiful Anwar Malang. Hasil uji coba tersebut menunjukkan pemberian 2 kg ikan gabus masak setiap hari kepada pasien pascaoperasi dapat meningkatkan albumin dari kadar yang rendah (1,8 g/dl) menjadi normal.

Penelitian yang dilakukan di Universitas Hasanudin juga menunjukkan pemberian ekstrak ikan gabus selama 10-14 hari dapat meningkatkan kadar albumin darah 0,6-0,8 g/dl. Para ODHA (orang dengan HIV/AIDS) yang diberi ekstrak ikan gabus secara teratur, dapat meningkatkan kadar albumin di dalam darah, sehingga berat badannya akan naik secara perlahan.

Selain membantu pembentukan jaringan baru, albumin yang berada di dalam darah juga berfungsi untuk mengatur keseimbangan air di dalam sel, memberikan gizi di dalam sel, dan membantu mengeluarkan produk buangan. Albumin juga berfungsi mempertahankan pengaturan cairan di dalam tubuh.

Konsumsi Sejak Balita

Konsumsi ikan gabus sebaiknya mulai dibiasakan sejak balita. Pemberian makanan yang kaya albumin ini bukan hanya dilakukan ketika anak menunjukkan gejala sakit, tetapi juga ketika sehat. Hal tersebut berkaitan dengan fungsi albumin yang sangat penting.

Sebuah penelitian yang dilakukan Ida Samidah dari Balitbangda Sulawesi Selatan menunjukkan, balita yang mengonsumsi ikan gabus secara teratur memiliki kadar albumin jauh lebih tinggi dibandingkan dengan balita yang tidak mengonsumsinya. Selain itu, balita yang mengonsumsi ikan gabus secara teratur juga mengalami peningkatan berat badan dan kadar hemoglobin darah secara nyata.

Di pasaran, ikan gabus lebih banyak dijual dalam keadaan kering dan sudah diasinkan. Namun, tidak sedikit pula ikan gabus dijual dalam keadaan segar. Ikan gabus kering atau dalam keadaan masih segar mempunyai khasiat yang sama bagi kesehatan.

Hal yang perlu dicermati pada ikan gabus kering asin adalah kadar natriumnya yang tinggi. Natrium tersebut berasal dari garam dapur (natrium klorida) yang digunakan untuk mengasinkan ikan. Konsumsi natrium tinggi akan menyebabkan seseorang mudah mengalami hipertensi. Karena itu, penderita tekanan darah tinggi disarankan untuk mengonsumsi ikan gabus segar.

Upaya sederhana untuk mengurangi kadar natrium pada ikan gabus kering asin adalah dengan cara merendamnya dalam larutan garam encer, selama beberapa jam sebelum diolah lebih lanjut. Dengan perendaman tersebut, garam dari konsentrasi tinggi (pada ikan asin) akan mengalir menuju konsentrasi rendah (larutan garam encer), sehingga kadar garam pada ikan turun.

Mendukung Pertumbuhan Anak

Albumin bukan hanya dibutuhkan pasien yang sedang menjalani operasi, tetapi juga anak-anak yang sedang dalam tahap pertumbuhan. Bila kadar albumin rendah, protein yang dikonsumsi anak akan pecah. Protein yang seharusnya dikirim untuk pertumbuhan sel menjadi tidak maksimal.

Pada anak yang kekurangan albumin, seperti penderita tuberkulosis (TBC atau TB), daya kerja obat yang diminum menjadi kurang maksimal. Sementara pada anak yang sedang berada di fase periode emas pertumbuhan (golden age), yaitu usia 1-5 tahun, kekurangan albumin akan sangat mengganggu pertumbuhan otaknya. Semakin sedikit albumin, pertumbuhan sel di otak akan semakin lambat. Sel otak yang sedikit menyebabkan anak menjadi kurang cerdas.

Kadar albumin normal di dalam tubuh antara 3,5-4,5 g/dl. Kadar albumin yang kurang dari 2,2 g/dl menunjukkan masalah pada tubuh. Umumnya masalah gizi yang diderita anak-anak bukan hanya disebabkan oleh asupan yang kurang, tetapi juga karena zat gizi yang berhasil dibawa oleh darah sangat sedikit, sehingga tidak bisa memberi gizi pada sel. Kasus seperti ini sering ditemukan pada anak-anak yang mempunyai kebiasaan makan banyak dan cukup bergizi, tetapi pertumbuhannya sangat lambat.

Banyak orangtua yang kemudian mengaitkan lambatnya pertumbuhan anak dengan gejala cacingan. Padahal, penyebab utama adalah karena kekurangan albumin. Kekurangan albumin menyebabkan zat gizi di dalam darah tidak dapat disalurkan dengan baik ke sel-sel tubuh yang memerlukan.

Kekurangan gizi seperti ini pun berdampak terhadap penurunan daya kekebalan tubuh, sehingga anak mudah sakit. Sementara pada anak yang menderita penyakit tertentu, semisal TBC, akan menjadi lebih lama untuk disembuhkan.

Sebenarnya tubuh memiliki cadangan albumin yang bisa digunakan bila asupan albumin sangat kurang. Cadangan albumin berada di dalam otot. Namun, bila albumin cadangan ini diambil terus-menerus, anak akan mengalami gangguan pertumbuhan. Anak tersebut akan terlihat sangat kurus dan tubuhnya tidak bugar.

Itulah sebabnya, bila anak kita sulit sekali tumbuh, sebaiknya bukan hanya diberi obat anticacing. Yang paling penting, perhatikan asupan makanannya, apakah cukup bergizi atau tidak. Usahakan untuk selalu menyajikan makanan yang kaya protein albumin, seperti ikan gabus.

Mudah Membuat Ekstrak Albumin

Tingginya kandungan albumin dari ikan gabus membuat ekstrak ikan ini mulai dilirik pihak rumah sakit untuk diberikan kepada pasien pascaoperasi, yaitu sebagai pengganti serum albumin impor, yang sangat mahal harganya.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr. Ir. Eddy Suprayitno, MS, dari Universitas Brawijaya, Malang, telah membuktikan kemampuan ekstrak albumin dari ikan gabus untuk menggantikan serum albumin impor.

Harga serum albumin impor mencapai jutaan rupiah per 10 milimeter. Padahal, dalam satu kali operasi paling tidak dibutuhkan 30 milimeter. Penggunaan ekstrak ikan gabus ini diharapkan dapat mengurangi biaya operasi pembedahan yang selama ini dikenal sangat mahal.

Membuat ekstrak ikan gabus dengan cara sederhana, dapat dilakukan sendiri di rumah tangga. Bagi mereka yang belum bisa mengonsumsi makanan berat, dapat merebus ikan gabus hingga seluruh sarinya keluar. Sari ikan tersebut kemudian disaring dan dikonsumsi seperti minum air. Agar tidak berbau amis, sari kaldu ikan gabus dapat juga dicampur jeruk nipis.

Ikan gabus dapat diolah dengan berbagai cara. Masyarakat Sulawesi Selatan dan Papua biasa mengolah ikan gabus menjadi sup asam pedas, sedangkan masyarakat jawa dan Sunda mengolahnya dengan cara digoreng. Masyarakat Banjarmasin biasa menggunakan ikan gabus untuk membuat kerupuk. Variasi lain yang dapat dilakukan adalah dalam bentuk abon atau disantan seperti ikan kakap. Untuk bayi, ikan gabus dapat dipipil dan disajikan seperti nasi tim.

Ikan gabus sebaiknya disajikan dengan cara direbus, dikukus, ataupun dibuat sup. Ikan gabus goreng atau bakar memang lebih nikmat, tetapi nilai gizinya turun. Selain itu, menggoreng biasanya dilakukan dengan minyak berlebih, sehingga dapat meningkatkan kadar lemak pada ikan.

Padahal, ikan gabus termasuk bahan makanan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi karena kadar lemak dan kolesterolnya masih di bawah rata-rata. Bahaya lain yang mengintai dari ikan bakar dan goreng adalah racun karsinogenik yang dapat mengganggu kesehatan tubuh.

Seperti ikan air tawar lainnya, salah satu kelemahan ikan gabus adalah memiliki bau lumpur. Namun, hal tersebut bukanlah alasan untuk tidak mengonsumsinya mengingat manfaatnya sangat luar biasa. Untuk menyiasatinya, ikan gabus dapat dicuci dengan air kapur. Bisa juga direbus lebih dulu dengan berbagai rempah, seperti kunyit ataupun jeruk nipis, baru kemudian diolah sesuai selera.

Jadi bagaimana kawans semua?? Pernahkah Anda makan ikan Gabus????……Ternyata kaya gizi lho..

 

 

 

 

About these ads

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Gado-gado, MPASI and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

25 Responses to Manfaat Ikan Gabus alias Iwak Kutuk

  1. adminblog says:

    pancet ae arek iki ceriwis :D ,
    ngomong2 iwak kutuk.. iku paling susah dipancing. emoh karo cacing.. asli lek iso mancing iwak kutuk handal tenan wkwkwk

  2. ainuq says:

    Ow, ow, ow…ternyata yaaa…postinganmu sangat memberikan pencerahan loh Mba. Akupun selama ini ga pernah berfikir kalo ikan gabus sehebat itu, ga rajin cari info pulak:( Dari sini aku baru tau betapa baik dan banyak manfaatnya. Oya, itu neneknya Kinan hebadnya udah tau khasiatnya;). Jadi semangat pengen nyari ikan gabus dan masakin buat Hanuun deh:)
    Hmmm…aku suka introduction-nya soal ikan Gabus loohh, sam pe bawa2 Rano karno segala, hehehe

  3. Kalo masyarakat sini, memang selalu menganjurkan ikan gabus untuk pertumbuhan otak anak, mbak, makanya dari dulu juga aku sering beli ikan gabus, banyak ini di pasar. Kalo aku selain ikannya digoreng atau dikukus, juga suka ku bikin jadi pempek atau tekwan, mbak, hehe… Sebenarnya ikan2 air tawar pun gak kalah manfaat proteinnya dibanding jenis ikan lainnya.

    Thanks buat tulisan ini ya mbak. Aku jadi teringat belom pernah nulis soal ikan gabus ini, padahal ikan ini amat sangat kaya khasiat.

  4. naniknara says:

    saya suka ikan gabus. tapi kalau di malang, jarang nemu ada yang jual. Kalau pas ada, harganya juga pasti mahal. Tapi ya namanya suka, walau mahal kalau ada dibeli juga :)

    Kalau si sumatra lumayan sering makan, gratis pula, tinggal mbujuk suami biar mau pergi mancing hihihihi

  5. Yunda Hamasah says:

    Kalau di Palembang namanya Iwak delek :-)

    Subhanallah ya ternyata banyak banget kandungan gizinya, jadi makin suka dengan ikan gabus ini. Di Palembang buanyak banget, sampe yang sudah digiling juga banyak, harganyapun bersahabat :-)

  6. Lidya says:

    kalau ikan gabus yg suka aku beli ikan asin bun :-D

  7. BunDit says:

    Wah, saya malah gak pernah beli dan makan ikan gabus. Thanks infonya mam, kapan2 cari di pasar ah :-)

  8. Baby Dija says:

    Ha??? ikan kutuk lebih tinggi gizinya dibanding ikan salmon???
    waktu Saudara sepupunya tante Elsa kecelakaan, tulangnya banyak patah, dokter suruh setiap hari makan ikan kutuk itu Tante….
    ternyata memang banyak gizinya yaaaa

    kalo gitu, besok, Dija mau minta dibeliin ikan kutuk deh

  9. Diandra says:

    aq suka ikan gabus
    walaupun gak sering2 amat mengkonsumsinya

    infonya lengkap jadi tahu semua tentang gabus
    makasih ya…

    salam kenal kunjungan perdana
    jika berkenan ditunggu kunjungannya di http://diandrarafi.blogdetik.com
    barangkali bisa berbagi pengalaman

    makasih sebelumnya

  10. vera says:

    di warung betawi ada tuh makanan khasnya gabus pucung, bentuknya ya kayak rawon gitu tp dari ikan, enyaak.
    Ohya ada PR tuh di blogku buat Mama Kinan, kerjain ya :)

  11. riliarully says:

    wah mantap nih infonya..padahal ikan gabus bukan dari laut tp kaya gizi juga
    sejak di Tangerang aku kok jarang nemu ya, ok deh ntar aku hunting ah jeng ;)
    TFS :)

  12. WAWAN says:

    Jual ikan gabus hidup segar dan ikan rawa lainnnya

    ukuran 4 ekor / kg = 60000
    ukuran 8 ekor/kg = 55000

    Jual juga berbagai macam ikan rawa lainnnya
    Pembelian Min 10 Kg, Gratis Ongkir khusus JABODETABEK
    hubungi wawan 085885616088

  13. elisa says:

    apakah anak alergi aman mengkonsumsi ikan gabus?

    • Maaf sebelumnya..terus terang saya bukan ahli gizi, jadi saya menuliskan rangkuman diatas dari googling, sependek pengetahuan saya saya akan coba menjawab sebisanya, tapi mohon untuk di recheck lagi yah..dan mohon ditanyakan pada yang berkompeten seperti misalnya ahli gizi atau DSA putra/putri-nya
      ini case-nya anaknya alergi ikan laut gitu yah?? setahu saya ikan gabus ini adalah ikan air tawar, dan setahu saya tidak terlalu banyak case alergi akibat ikan air tawar, entah kalo zat zat yang terkandung didalamnya…kalo ikan air tawar sejenis ikan gabus. lele, mujair setahu saya dari baca baca jarang menimbulkan alergi dibandingkan dengan ikan air laut atau seafood.
      Masalah aman dan tidak aman untuk putra/putrinya- mungkin bisa ditanyakan lebih lanjut ke ahli gizi atau dokter anaknya yah..kalo saya dulu untuk mencobakan ke kinan biasanya sedikit aja dulu, dilihat reaksinya apakah ada semacam gejala alergi..selama kurang lebih 4 hari…kalo emang empat hari nggak ada keluhan apa apa saya anggap lulus ..dan tidak ada alergi dari ikan jenis ini.

  14. budi says:

    jangan salah dengan ikan terkutug…

  15. Pingback: Mudik 2012 : Bintan – Batam – Surabaya – Tulungagung | My new world

  16. sidik says:

    Jual: Albumin Minyak Sari Ikan Kutuk dlm kemasan
    Hub: Sidik
    Hp. 081229774567
    Sukoharjo, Jawa Tengah

  17. swastika says:

    mana dong gambarnya ikan gasbus, tx semua sy baru tahu lho

  18. ikan kesukaan ku :)
    di kalimantan tengah banyak tuch,, khususnya sungai jampo *sungaididaerahku
    dulu kalo mancing kalo blum dpt ikan kutuk gakkan pulang ke rumah *hayeehhParahh :D

  19. Rika Aldesta says:

    mas, baca di buku mana ya tentang manfaat ikan gabus?? kasih tau doonk…

  20. Derry says:

    Kalo mau makan ikan gabus di rawamangun ada di jalan pegambiran no 43, namanya Depot Banjar posisinya diseberangnya Rawamangun Square ( Giant ), menunya ada nasi kuning ikan gabus, ikan gabus bakar dan soto banjar..biasanya buka cuma sampe sore doang udah habiss…

  21. rafika says:

    di kampung suamiku, ikan gabus sudah tidak asing lagi, pengolahan secara home industri sudah bejamur, tapi yang aku suka adalah abon ikan gabusnya, karna di kampung suamiku ada tradisi makan pulut dengan di taburi abon ikan gabus, lau ada acara pesta atau acara apa aja, pasti ada pulut yang di temani abon wuuuuuuiiiiiisss enak tenan, I like it……

  22. jaka says:

    Sudah…hampir setiap hari,,, mantap jika digoreng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s