I miss nge blog !! & Tentang “Kentang Busuk”

Huadahhhhhhhhhhhhhhh….i miss nge blog…..!!!!!  tempat mencurahkan cerita dan mendocumentasikan moment moment berharga saya dan keluarga…

Kangen nge blog euuuuyyyyyyy…..saat blog walking ketempat bunda bunda yang dah sempat mampir ke blog saya…melihat semangat mereka menulis cerita..membaca tulisan bunda dita soal mudiknya ke yogya , bunda amira juga soal mudiknya ke gresik..…Hedehhhhh….kemana aja selama ini saya???!!!!….Libur yang nggak lama…Cuma jumat sabtu dan minggu aja…senin dah mulai start  working day….huahuahua….beginilah nasib pegawai swasta…

 Sebenarnya bayak tulisan yang dah disiapkan kemarin soal first year nya kinan anakku sama picturenya….tapi nggak selesai selesai…kepending pending…kecapekan…lebaran pertama dirantau  minus family  jauh dari sanak keluarga, Cuma ada saya,ayah kinan, kinan dan Uti aja…karena mudik ditunda nanti oktober akhir sampai awal nopember..ternyata hedeh..ramai heboh..…silih berganti berdatangan….ada kawan pula dari batam nginap 2 hari satu malam dirumah…seneng …plus cuapek polll….ngurus kinan…ini itu buat tetamu…hedeh…bikin capek tapi seneng….pergi bareng kawan ke Lagoi…ke “Nirwana garden Beach” yang ada di lagoi..

Kerukunan antar umat beragama di kompleks perumahan kami yang patut diacungi jempol Tetangga yang non muslim pun berkunjung kerumah kami silih berganti mengucapkan selamat hari raya buat kami… (50 % muslim 50% non muslim dari jawa,bali,dari sumatera, sulawasi..beragam dan plural), Baru sekali ini saya merasakan lebaran di Bintan, karena lebaran tahun lalu kita ada dijawa bertepatan dengan lahirnya kinan pas mau bulan puasa…

 Mumpung masih dibulan Syawal… untuk semua rekan rekan dan  juga rekan sesama blogger…saya mengucapkan Mohon Maaf  Lahir dan batin, semoga setelah berpuasa di Bulan Ramadhan 1431 H , selama satu bulan  kemarin, Jiwa dan Raga kita kembali menjadi Suci, diampuni dosa dosa kita dan selalu dalam berkah dan barokah Allah swt  *amien

Beginilah,,,karena kemalyesan emak kinan atau emang bener bener capek…jadi lupa nge blog…hehehe dirumah malah sudah tak sempat pegang2 compie, buat nulis-nulis atau edit photo…full untuk kinan…yang semakin hari semakin minta perhatian dari emaknya..ditinggal dikit aja teriakkkkk…..atau kalo ditungguin Uti atau  Ayahnya harus super banyak bicara dan mengalihkan perhatian  dengan mengajaknya bermain supaya dia enjoy dan mau diam…nggak nyari nyari mama nya…masyallah…dah semakin pinter dirimu nduk….

Kemarin malah berhasil membuat emaknya cuti setengah hari…waduh nduk …pakai acara nangis keceng…sampai mageb-mageb segala..dan nggak mau ditinggal mama kerja. Saat dikasih ke gendongan Uti saat tidur pun langsung terjaga dan nangis kenceng…waduh nduk….padahal alhamdulilah kondisi badannya juga lagi sehat nggak ada keluhan apa apa, mungkin dia bangun kepagian kemarin jam 4 pagi…jadi saat dimandikan pagi udah mulai ngantuk dan rewel..

Saat blog walking ke blognya bunda amira  terbaca postingan tentang Kentang  Busuk….minta ijin copas yah bunda amira…hedeh nggak kreatif amir yah bun..hehehe…

Abis saya suka membacanya…pingin mempostingnya diblog saya…hehehe..

 Taken from http://bundadanaku.wordpress.com/ and http://indriatahir1207.multiply.com/journal/item/57

             Kentang Busuk

Kisah diawali dari sebuah padepokan Budi Pekerti. Guru Bijaksana menutup pelajaran hari itu dengan sebuah pertanyaan empiris.

“Murid-muridku, hidup ini ibarat pelangi. Ibarat permen nano-nano. Ada rasa cinta, ada rasa benci. Nah, siapa yang punya rasa cinta?” Tanya Guru Bijaksana. Semua murid mengacungkan telunjuk. Beberapa sembari tersipu malu. Guru Bijaksana tersenyum.
“Bagus… bagus. Siapa yang punya rasa benci saat ini?” Tanya Guru lagi. Sepi. Murid-murid saling pandang. Satu demi satu mereka mengangkat telunjuk.
“Bagus… bagus. Tidak apa. Itu wajar terjadi pada setiap manusia.” Ujar Guru. Telunjuk yang teracung semakin banyak. Kalimat Guru Bijaksana yang mendorongnya.

“Bagus. Kejujuran sangat penting, terutama jujur terhadap diri sendiri. Benci, cinta, marah, kesal, semua perlu kita rasakan agar kita bisa memaknai hidup dengan seutuhnya.” Ujar sang Guru. “Nah, anak-anakku tercinta. Guru ingin kalian mengumpulkan kentang sejumlah orang yang kalian tidak sukai, dalam satu kantong plastik. Bawalah besok. Kentang yang ukuiran sedang, ya. Beli juga tak apa.”
Para murid saling menatap, heran. Kentang? Untuk apa?

“Eng… untuk apa, Guru? Kita hendak demo masak?” celetuk seorang murid. Guru Bijaksana tersenyum menggeleng.
“Kalian akan tahu jawabannya besok. Ingat, kentang sejumlah orang yang kalian benci, iri, dendam, pokoknya kalian mempunyai perasaan negative pada mereka.”

Murid-murid padepokan Budi Pekerti adalah murid yang patuh, karena guru mereka benar-benar sosok yang bisa “diguru dan ditiru”. Mengajarkan nilai lewat perbuatan, contoh dan teladan, bukan sekedar retorika dibalut kemunafikan. Semua membawa kentang sejumlah orang yang mereka tidak sukai. Ada yang membawa 2 kentang, 5 kentang, bahkan ada yang nampak penuh kantong plastiknya. Berat. Guru Bijaksana tersenyum. Yah, tak ada manusia yang lepas dari perasaan buruk.

“Bagus… bagus. Guru akan jelaskan, mengapa kalian harus membawa kentang itu. Kentang itu akan menjadi bagian tak terpisahkan, mulai saat ini. Kalian harus membawanya, kemana pun kalian pergi. Makan, tidur, belajar, bergurau, bahkan ke kamar mandi. Bawalah terus, hingga Guru perintahkan menyudahi.”

Mulut murid-murid Padepokan Budi Pekerti serempak membuka.
“Kemana saja? Membawa kentang? Tapi… itu sangat merepotkan, Guru!” seorang murid protes. Kentang yang ia bawa 10 buah, besar-besar lagi. Semula ia ingin pamer, kentangnyalah yang terbanyak dan terbaik. Huuuh, kalau tahu begini…
“Anak-anakku, lakukanlah apa yang Guru perintahkan. Jalani. Nanti, kalian akan lebih mudah menerima pelajaran yang akan Guru sampaikankan, terkait dengan kentang itu.”
“Ya… tapi sampai kapan, Guru?” seorang anak lain terlihat enggan.
“Sampai Guru menyuruh berhenti.” Jelas Guru Bijaksana dengan senyum dikulum.

Begitulah. Semua murid melaksanakan perintah Guru Bijaksana. Ada yang patuh dengan sukarela, tetapi banyak yang bersungut-sungut tak suka. Bagi yang sukarela, tentu saja ia berusaha enteng saja membawa kentang kemana-mana. Bagi yang terpaksa, kentang itu benar-benar merepotkan dan menyebalkan, makin berat saja terasa. Bahkan, menjadi semakin berat karena satu kentang harus dimasukkan lagi. Kentang atas nama kesal terhadap Guru Bijaksana.

Hari demi hari lewat. Kentang mulai membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap. Beberapa murid mulai terpikir untuk membuang saja benda itu, tetapi nasehat dan ilmu sang guru menghalangi niatan tersebut. Beberapa berharap Guru Bijaksana segera menghentikan “penyiksaan”, apalagi saat pelajaran Guru Bijaksana dengan jelas bisa melihat kentang-kentang yang murid-muridnya bawa, dan mulai menebar aroma. Beberapa hari lewat lagi. Kentang benar-benar telah busuk. Lembek. Bau. Hitam berhias jamur putih. Plastic pembungkusnya telah berganti warna, kecoklatan dengan rembesan air menjijikkan. Murid-muridksudah tidak tahan, terutama yang mempunyai koleksi kentang cukup banyak. Beberapa bahkan telah membuang kentang-kentang itu, diam-diam.

Guru Bijaksana tahu apa yang terjadi, dan menanyakan keadaan kentang-kentang itu di suatu pagi, saat berlangsung pelajaran budi pekerti.
“Anak-anakku, bagaimana kabar kentang kalian?” Tanya Guru ramah.
“Busuk! Bau! Menjijikkan!” teriakan lantang terdengar.
“Merepotkan! Memberatkan!” timpal yang lain.
“Sudah saya buang, Guru! Saya benar-benar tak tahan!” sambung lainnya lagi.
Berbagai komentar negative segera saja memenuhi udara ruang pengajaran. Guru Bijaksana tersenyum, mengangguk-angguk.

“Jadi, tak seorang pun menyukai kentang itu?” Tanya Guru. Semua mengangguk.
“Semua sepakat membuangnya?” kembali Guru Bijaksana bertanya. Murid-murid sama mengiyakan. Guru Bijaksana pun memerintahkan semua kentang dikumplkan dan dibuang jauh-jauh melewati halaman padepokan.

“Nah, anak-anakku. Rasa benci, iri, dengki, dendam dan apa pun perasaan negative kita terhadap orang lain, ibarat kentang tadi. Tak ada manfaat kita dapatkan. Kita merasa sesak, sempit, repot, berat dan terbebani. Semakin banyak orang yang kita tidak sukai, semakin berat beban jiwa kita. Andai kita bisa membuang semua rasa buruk itu, seperti kita membuang kentang-kentang, niscaya hidup kita lebih menyenangkan. Tak ada yang rugi saat kita banyak mengidap perasaan dengki, benci, dendam dll, selain diri kita sendiri. Tak ada yang beruntung saat kita membuang perasaan buruk kita, selain diri kita sendiri. Mulailah membuang kentang-kentang itu, anakku.”

Semua murid terpekur. Kentang busuk. Perasaan busuk. Buang. Benar-benar Guru Bijaksana.

It’s by forgiving that we’are forgiven… (from a movie of YA).

Sebuah motivasi untuk diri sendiri bahwa sesungguhnya perhitungan dengan manusia, bahkan dalam konteks pengorbanan sekalipun, tidak akan mendapatkan balasan yang sejati kecuali datangnya dari Ilahi, dari sisi manapun datangnya sekarang atau nanti. Maka, emosi negatif adalah pemicu utama yang menghalangi.

 Dan semoga saya yang hanya manusia biasa ini bisa terbebas dari segala rasa rasa negative yang seperti diatas..Hayo..hayo..Bismilah…pasti bisa..:)

 

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Gado-gado. Bookmark the permalink.

3 Responses to I miss nge blog !! & Tentang “Kentang Busuk”

  1. Hehehe kalau saya pas di rumah juga jarang ngeblog. Mending main sama Dita. Jadi ya pas istirahat kantor aja buat tulisan. Kalau yang lain main FB, saya masih setia dengan blog. Salam buat dedek Kinan dari Dita. Selalu sehat ya sayang🙂

    • iya nieh bunda dita…saya juga lebih suka nge blog…FB ada..tapi ya nggak exist..pingin meniru semangatnya bunda dita neh..tetap exist ngeblog dan tulisannya bagus bagus…males nya ini yang harus dilawan yah bun..:)
      thanks bunda dita dah mampir..

  2. Herlina says:

    Saya sangat tertarik dengan situs ini, karena isi postingannya sangat informatif, terutama topik yang sedang dibicarakan ini.

    Sebenarnya saya sedang mencari tahu mengenai Rumah Minimalis, tapi saya tidak bisa menemukannya di google informasi yang rinci. Saya berharap Anda dapat menulis topik ini, dengan senang hati saya akan mengunjungi lagi situ Anda ini… ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s