I love u anakku…Maafkan mama dengan segala keterbatasan ini

Bermula dari blog walking ke tempat mbak darina kamil  (http://keluargakamil.wordpress.com/2010/10/05/stop-sebut-anak-sapi/), pagi disela kerjaan week end yang  nampaknya malah kurang bersahabat.

Aku tertegun, menitikkan air mata….ya allah aku sudah hampir melupakan ini, kurang lebih 1 Tahun  1 Bulan 18 Hari  (umur kinan anakku sekarang), tapi tiba tiba teringat kembali, perasaan gagal dan kekurang gigihan seorang ibu dalam memberikan  ASI ekslusif, perasaan bersalah dan merasa tidak bisa memberikan yang terbaik untuk anak ku.

Ya allah ampuni aku,  Kinan lahir tidak dibarengi dengan keluasan pengetahuanku tentang ASI dan seluk beluknya. Aku hanya bepikir aku bisa memberikan Asi Untuk anakku, ASI itu yang terbaik dan  setiap ibu pasti bisa menyusui setelah melahirkan bayinya  ( naif dan pemahaman dangkal dan sangat salah sekali sekali). Masa selama kehamilan 9 bulan itu aku hanya fokus sama kinan yang masih dikandungan, asupan giziku, vitamin,suplemen disela sela kerjaan yang memang saat itu butuh konsentrasi dan menyita waktu tak banyak waktu untuk googling. Lagi lagi alasan kerjaan dijadikan alasan nggak sempat browsing browsing untuk mempersiapkan tentang lactasi, tinggal dirantau tidak ada sanak saudara hanya dengan suami dengan segala keterbatasan karena tinggal didaerah kepulauan, sebenarnya tidak bisa dijadikan alasan kenapa aku nggak update soal ini. SPOG kesayanganpun juga tidak menyarankan untuk prepare for lactasi…apakah dia juga tidak pro ASI???- aku tak tahu😦

 Tiba saatnya cuti untuk melahirkan, back to java, kampung halaman…pertimbangannya karena nggak ada sanak sodara di sini… jadi harus back to vilage, langsung mencari-cari SPOG yang kira kira bagus dikota ku, Kota Kabupaten kecil dengan dokter SPOG yang bisa dihitung dengan jari, ada 3 orang yang semuanya harus ngantri sampai berjam jam lamanya…hedeh..capek dot com. Dan setelah 2 kali datang di dua dokter yang berbeda akhirnya aku menjatuhkan pilihan dengan seorang dokter wanita yang praktek yang ternyata rumahsakitnya pas dengan rujukan dari Kantor. Rumah sakit yang biasa saja standard. Sebenarnya ada juga keinginan untuk second opinion rumahsakit yang lebih bagus dari ini tapi ada diluar kota dan lebih jauh dari rumah. Pada akhirnya memutuskan yang dekat rumah saja, biar nggak repot, toh ada sodara juga yang jadi perawat disitu dan berharap bisa lahir normal. Tapi apa daya…Allah yang sudah menentukan, harus berakhir dimeja operasi karena lilitan tali pusat, jangan bilang aku tidak berusaha untuk melahirkan secara normal, jangan bilang aku mau enaknya saja, Ya allah, engkau yang Maha tahu bagaimana perjuanganku, aku rela tanda tangan surat untuk diinduksi lewat apa saja, mau disuntik, mau diinfus,mau dimasukkan obat lewat manapun pokoknya supaya bisa lahir secara normal. Padahal waktu itu Ayah kinan sudah memutuskan Operasi aja, soalnya dari yang dia baca baca saat googling, ”di Induksi itu Sakit dan nggak tertahankan”, tapi aku ngeyel mengikuti aja prosedur yang ada. Dan saat itupun Ayah kinan masih nun jauh disana, jadi kinan lahir tidak ditungguin Ayahnya. Stag dibukaan 5 dan aku sudah tidak tahan lagi…dan sampai dokter SPOG itu berkata  ”siapkan untuk SC!!!”, ya allah ampuni aku….24 jam lebih aku berjuang agar kinan lahir normal tapi apa daya…(apakah aku kurang gigih dalam memperjuangkan kelahiran secara normal anakku??? Ataukah ini Takdir??? Ya allah ampuni aku, cukup lama bagiku untuk bisa menerima bahwa ini semua sudah digariskan dan harus berakhir dengan Sectio cesaria!!!

 Setelah operasi, kondisiku sempat drop, pengaruh anestesi atau entah apa, dan sempat dipakaikan selang oksigen, Ya allah, yang aku rasakan adalah semakin kedinginan dan hampir tidak sadar, tapi ibu dan ibu mertua  terus mengajak mengobrol dan memberi semangat, sampai aroma teraphy tak henti hentinya dideketin ke hidungku…Aku sudah tak ingat lagi untuk minta ”IMD (Inisiasi Menyusui Dini)” tak ingat lagi anakku sudah diapakan saja..alhamdulilah keluarga yang sudah take care semua keperluan kinan.Kenapa bidan bidan dan perawat disana tidak PRO ASI??? Kenapa tak di bantunya aku memberikan anakku ASI biarpun aku operasi??, kenapa mereka malah memberikan sufor??? Dan tanpa ijin dariku?? Atau karena aku tak minta?? Atau,atau…kenapa  kenapa…ini yang akhirnya berkutat dikepalaku sampai akhirnya hari Ketiga baru aku menyusui anakku…?? Jawabannya adalah karena mungkin kekurang tahuanku…dan situasi lingkungan dan keluarga yang tidak mendukung….

Lepas dari itu semua aku bersyukur anakku lahir dengan selamat…alhamdulilah sehat dengan berat 3.5 Kg dan panjang 47 Cm.

Kemudian pulang dari rumah sakit, aku masih membiarkan ada sufor dirumah, jadi secara tidak langsung kalo misalnya aku sedang mandi, dan kinan nangis langsung dibuatkan sufor untuk menghentikan tangisannya, dan lagi lagi aku membiarkannya…walaupun itu sehari mungkin hanya sekali dan hanya 30 ML,tapi tetap saja judulnya sufor dan aku membiarkannya, mengiyakannya, Ibu macam apa aku ini!!! Saat semua orang memberi saran jangan hanya ASI ajarin minum SUFOR juga pake Dot biar nanti kalo kamu tinggal kerja dia mau pake dot, dan aku lagi lagi seperti menyetujuinya…tapi selama kurang lebih 2.5 bulan kinan banyakan ASI nya jarang sekali dia minum sufor sampai akhirnya ada yang kubuang karena lebih dari 3 minggu kebuka kalengnya tapi nggak habis.Dah beli breast Pomp, tapi lagi lagi karena kekurang gigihan dan kekurang tahuan dan karena saat bersama dan merawat anakku aku  tidak punya banyak waktu untuk perah/pompa, (atau kurang gigih berusaha yah??!!!) sehingga nggak ada stock ASIP …Dan hari H back to work yang ada dia harus minum SUFOR, saat hari pertama kerja aku bisa dapat 350-an ML saat pompa..tapi dari hari kehari semakin menurun…sampai akhirnya 50 an ML saat kinan usia 1 tahun, sedangkan saat aku pulang kerja, kinan langsung minum dari sumbernya…segala vitamin, sayuran, petunjuk dan petuah untuk memperbanyak ASI dah dilakukan dan hasilnya hanya segitu gitu saja, akhirnya yah sudah…kinan  harus memang harus nyampur SUFOR, …sering bingung puting juga…kalo malam ditolaknya nenen dan lebih suka SUFOR….Duh pedih rasanya…harus nyerah!!!

 Ayah kinan banyak kasih masukan …….tidak Asi Full bukan berarti kita nggak sayang dan kurang perhatian dan kurang kegigihan, jangan merasa gagal jadi ibu yang baik. ASI sangat bagus untuk anak untuk perkembangan, daya tahan tubuh, kecerdasan, tapi kalo kita dah mengusahan yang terbaik tapi tetap belum bisa??? Jangan malah jadi beban, stress dan tidak enjoy dengan anak, justru itu berpengaruh buruk dan kualitas yang nggak bagus saat dengan anak, …Dijalani aja sambil memberikan imbangan yang lainnnya. Ada hal lain disamping ASI yang jadi faktor pendukung untuk kecerdasan dan perkembangan anak. Duh….aku kadang masih tetap tak terima sering pula kita berdebat, tapi ya mau diapain….tapi kadang Ibuku juga membesarkan hatiku…”Kamu dulu malah 3 bulan aja kayaknya nenennya,habis itu malah dah full SUFOR”  …tapi ini bukan pembenaran kan?? Hanya untuk meredam rasa bersalahku???

 Alhamdulilah sampai sekarang kinan 1 Tahun 1 Bulan 18 Hari, masih minum ASI ketika aku pulang kerja, Tapi SUFOR masih tetap ditambah dengan UHT. Dan selama usia ini alhamdulilah daya tahan tubuh kinan menurutku lumayan baik, kinan jarang sakit, bisa dihitung dengan jari, pertama kali usia 6 bulan batuk pilek dan panas (musim, saat itu aku dan ayahnya juga batuk) suspectnya ya ketularan kami. Alhamdulilah 1 minggu dah sembuh. Kemudian saat tumbuh gigi usia 11 bulan batuk pilek, 2 hari saja.  Anaknya juga tetap lincah aktif dan ceria, perkembangan motorik  halus dan kasarnya sesuai dengan  usianya….Aku bersyukur saat banyak anak tetangga atau kawan yang sakit diare, atau panas, batuk pilek yang sampai dirawat di rumahsakit…alhamdulilah aku bersyukur ya allah kinan diberi daya  tahan tubuh yang bagus, aku berharap seterusnya dan seterusnya ya allah…makanya aku berusaha menjaga sekali pola makan dan asupan gizinya supaya paling tidak dapat menopang kekebalan dan daya tahan tubuhnya. Berikan aku ketetapan hati Ya allah….memberikan yang terbaik semampuku, untuk anakku tercinta…

Aku juga pernah dengar komentar suatu waktu, ketika melihat seorang ibu dengan dua orang anaknya yang lucu lucu, lalu ku tanya ” Full Asi ya bu putrinya?” dan  kemudian dia menjawab ” Ya iyalah, aku nggak mau anakku jadi anak  Sapi”…Duh degggggggg….aku langsung terpikir kinan anakku..kinan kan minum SUFOR juga….tapi aku nggak mau anakku  dapat ”labeling” anak Sapi..heuehueheueu……

Janganlah kita pake labeling seperti itu….SUFOR bukan racun…SUFOR tidak dibikin dalam sekejap, tapi melalui riset riset yang panjang sampai tercipta formula yang bisa dan aman diminum oleh bayi…walaupun tak bisa dibandingkan dengan ASI…Tetap Asi adalah yang terbaik nggak ada bandingannya…..makanya berbahagialah ibu ibu yang bisa memberikan FULL ASI untuk putra putri mereka….aku rasa setiap ibu pasti menginginkan yang terbaik untuk anak anaknya…..begitupun Aku, apa daya…ini curhatanku soal Asi yang kadang kalo aku ingat selalu menitikkan airmata…makanya aku tak ingin berpikir kapan aku planing menyapih kinanku…biarkan sesukanya kinan ..”Weaning with Love”….semoga bisa ya allah

Aku rasa ada pelajaran besar buat aku yang harus dipetik dari pengalaman ini, walaupun sudah sangat terlambat untuk menyadarinya ” Bahwa pengetahuan tentang Menyusui dan ASI  itu penting untuk Calon IBU” dan sayangnya di kota kecil dimana aku tinggal dulu tak ada AIMI atau kelas lactasi,atau klinik lactasi..aku juga waktu itu tidak menemukannya di Batam,… dan pengetahuan itu aku dapatkan ketika kinan sudah lahir dari banyak banyak googling di internet dan blog walking ke tempat smarts mommies yang bisa memberikan FULL ASI kepada bayi mereka meskipun mereka Working Moms.

I love u anakku…Maafkan mama dengan segala keterbatasan ini

 

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Gado-gado. Bookmark the permalink.

19 Responses to I love u anakku…Maafkan mama dengan segala keterbatasan ini

  1. Pingback: Stop Sebut Anak Sapi « Mencoba Sakinah

  2. Udin (PPI 2000) says:

    yang semangat yah teh.!!! semuanya itu pasti ada hikmahnya
    Yakin saja Kepada Allah. SWT pasti memmberikan yang terbaik, apalagi seorang ibu memperjuangkan kelahiran anaknya.
    semoga anak yang dilahirkan bisa ta’at kepada agama dan orang tua. amin.amin.amin

    By. Muhammad Najamuddin,SP,M.Agr.Buss (Udin PPI 2000)

  3. endah says:

    mama kinan, aku punya pengalaman yang sama….sedih banget, aku dulu stress berat dan akhirnya anakku cuma minum ASI 3, 5 bulan..setiap malam aku selalu merasa bersalah, dan waktu itu hanya suamiku yang mendukungku…terimakasih mama udah mengingatkan, ayo semangat memberi yang terbaik untuk si kecil…

    • Thank comment dan mampir ke blog saya mbak endah,Ya entah kenapa setiap mengingat tentang asi, yang ada selalu pingin nangis, semoga kita bisa memberikan yang terbaik untuk anak anak kita semampu kita dan insyallah sesuai dengan tuntunan agama, dan semoga bisa jadi pelajaran anak berikutnya, insyallah kalo allah memberi amanah lagi kepada kita *amien

  4. dina.thea says:

    ceritanya berkesan sekali, setiap cerita ada hikmah sendiri2, dan bisa menjadikan kita lebih bersyukur dan menjadi lebih baik lagi. Semangat!!

    • Bener bunda amira,insyallah ada hikmah yang bisa diambil dari semua pengalaman ini, dan yang pasti selalu menjadikan kita ingat dan bersyukur kepada yang Maha Pencipta. Sip, semangat memberikan yang terbaik untuk anak anak kita🙂

  5. Don’t blame urself all the time mom. Jangan pula ambil hati orang2 yang menyalahkan mama. Mereka yang suka menyalahkan biasanya org2 yang gak tahu duduk perkara dan merasa paling benar. Kinan pasti tetep bangga dengan perjuangan mama. Setiap orang pasti pernah merasa “salah”, “gagal”. Yang terpenting kita bisa belajar dari sana. Cheers mam🙂

    • Coba saya kenal dan lihat blog bunda dita dari sebelum saya hamil kinan yah bun, insyaallah pasti lebih semangat memperjuangkan ASIX, thanks bunda dita…semoga jadi pelajaran berharga, insyallah untuk kedepannya kalo diberikan amanah lagi sama allah swt, amien

  6. Pingback: Can We Breastfeed Without Labelling Others?

  7. mpi says:

    anak pertamaku juga ga bisa ASIX mba.. tpi kali ini anak kedua bener bener bertekad.. semoga bisa ASIX.. bener2 ngerasa bersalah juga sama anak pertamaku.. hiks

    • amien,semoga mbak MPI bisa memberikan ASIX untuk anak kedua, saya dah baca blognya mbak mpi dan putra pertama, terharu sampai nangis, yang sabar yah mbak, insyallah allah memberi kita cobaan untuk kita lebih naik tingkat dalam segala hal, dalam kedewasaan,kesabaran,ketaqwaan..*amien

  8. Thanks buat sharingnya ya mamanya Kinan.. Anak pertamaku juga ga ASIX karna dari awal ASI ku ga mencukupi (atau entah bersumber dr sugestiku..) Pdhl selama di RS anakku belum dikasih apapun karena bertekad ASIX, tapi hari ke-3 pulang ke rumah, ASI ku belum juga keluar sedangkan anakku sudah menangis kelaparan. Saat itu aku tdk siapkan SUFOR di rumah shg dgn sangat berat hati segera kami beli SUFOR.. Baru hari ke-5 pasca melahirkan ASI ku keluar, itu pun hanya sedikit.. Klo dipompa kanan-kiri sehari paling 120ml hiks.. Anakku pernah menyusu langsung kanan-kiri sampai habis, tetap masih kurang. Akhirnya sejak lahir anakku ASI plus SUFOR. Perasaan bersalah pasti ada, hanya aku yakin prinsip “happy mommy, happy baby”. Kalau aku terus-menerus tertekan, akibatnya secara psikologis jg ga baik buat baby ku. Tdk bermaksud sbg pembenaran, tp sbagai anak, aku malah tdk pernah dapat ASI ibuku sama sekali karena aku anak pertama dan saat itu ibuku tdk keluar ASI sama sekali, sedangkan adikku full ASI 2thn. Tp dlm perkembangannya, aku tdk “kalah” sehat dan cerdas dibandingkan adikku.. Tnp bermaksud menyombongkan diri atau merendahkan siapapun, secara akademis aku jauh lebih berprestasi dibandingkan adikku dan daya tahan tubuhku juga sangat baik (setidaknya pertama kali aku opnam di RS itu ya sehabis melahirkan..). Keyakinanku adalah bahwa setiap ibu pasti berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya dan tdk ada satu pun pihak yang berhak men-judge kita sbg seorang ibu karena bagaimanapun setiap ibu adalah istimewa sama seperti setiap anak adalah istimewa🙂

  9. Nia Angga says:

    duh jeung aku turut priatin yah.. dirimu khan udah berusaha yang terbaik, berarti emang itu udah kehendak dari Yang Maha Kuasa. BEda ama ibu2 yang ngasi sufor karena males ribet dengan asi.
    ga sedikit koq pengalaman ibu2 yang ga beruntung dengan asi pas anak pertama, tapi malah sukses di anak kedua, tetep semangat ya buu…

    *aku dulu juga sempet marah ama RS karena “pro asi” cuma jargon, ga ada buktinya..
    jadi anakku sempet kena sufor sekitar 2 hari. padahal sebenernya asiku udah bisa keluar. tapi karena ga diajarin ama suster en aku kurang pengetahuan ttg asi, aku diem ajah. Kalo sekarang aku nyesel banget pas inget kejadian itu :(( <>

  10. Pingback: Weaning with Love Or Weaning with Counting | My new world

  11. Pingback: Sisi lain Film “Flipped” tentang Bayi yang terlilit Tali Pusat | My new world

  12. annisa says:

    assalamualaikum,lam kenal ma2 kinan kisahnya bikin ku jadi terharu,karna kisahnya sama dengan kisah ku.
    Memang rasanya sedih karna nggak bisa kasih asi tpi gimana lg,nasi dah jadi bubur.

  13. mommyritz says:

    Sya punya pengalaman yg sama dg bunda. Malah sya kena infeksi pasca SC dan dipaksa minum binahong sm ibu agar cpt smbuh yg berakibat ASI yg tdinya cm sedikit malah mkin kering. Smpe skrg berusaha mompa tp cm dpt 10ml. Anak sdh terlanjur bingung puting. Ga mau netek.
    Tp bener apa kata bunda firstcornershoppe, klo bkn cuma asi yg mempengaruhi kecerdasan dan daya tahan tubuh anak. Menurut saya faktor genetik yg berperan paling besar. Anak temenku yg dpt asiX lbih gampang sakit dan sering opname dr pada kakaknya yg cm dpt asi 3bln itu aja campur sufor. Dan anak ART saya full asi jg uda 2x ga naik kelas. Adik saya yg full sufor ga kalah cerdas sm anak asix. Jdi bkn cm asi faktor utamanya. Faktor genetik dan lingkungan yg membentuk anak. Klo bisa ngasih ASI yg cukup ngapain jg ngasi sufor.Stop judging ibu sufor. Klo ibu sufor itu malas. Malah lebih repot bkin sufor dri pada ngasi ASI langsung.

  14. Desi says:

    Sy jg bru mengalami penolakan dr ank sy..ga mau asi..maunya sufor..sedih bgt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s