Proses Menjadi seorang Ibu yang kulewati bersama The Urban Mama

Aku dedikasikan tulisan ini untuk memeriahkan dan ikut berpartisipasi   dalam “TUM’s 1st Anniversary Writing Contest”

Menjadi seorang Ibu adalah anugerah terindah dalam hidupku. Tak pernah terbayangkan  ketika masih single rasanya  bagaimana dan seperti apa suka dukanya.  Aku percaya bahwa segala sesuatu berjalan melalui sebuah proses. Begitu pula perjalananku menjadi seorang ibu. Dimulai dari sebuah ikatan suci sebuah pernikahan, pada akhirnya memutuskan aku harus mengikuti  suamiku. Merelakan pindah  dan keluar dari pekerjaan yang selama beberapa tahun telah menyeretku menjadi bagian dari keruwetan Ibukota negara ”Jakarta” yang penuh hangar bingar dengan segala kemudahan yang ditawarkan. Untuk kemudian memulai hidup baru disebuah pulau kecil nun jauh diujung  selat malaka, propinsi Kep. Riau. Pulau Bintan namanya. Dipulau inilah  kehidupan baru sebagai istri dimulai, dan kemudian berproses menjadi calon Ibu.Dua bulan setelah pernikahan aku positif mangandung dan itu begitu membuat kami bahagia karena kami memang ingin segera memiliki momongan.

Masa Sembilan bulan mengandung adalah masa yang membuatku bahagia dan menyadari betapa besar anugerah Allah yang telah diberikan untukku. Bulan demi bulan selalu dipantau perkembangan anakku  didalam perutku. Asupan gizi  selama mengandung, suplemen, dan segalam macam keperluan nanti ketika melahirkan dipersiapkan dengan sepenuh hati semampu yang bisa aku lakukan dan aku berikan untuk calon anakku.

Saat usia kandunganku 2 bulan, aku  diterima bekerja di sebuah perusahaan Multinasional yang ada dikawasan Industri di pulau dimana aku tinggal. Kesempatan ini tidak aku sia-siakan, karena jarang ada perusahaan mau menerima karyawan dalam kondisi hamil saat masuk.  Benar benar sebuah perusahaan yang beriklim jauh dari diskriminasi dan SARA. Aku bersyukur tidak mengalami morning sickness, jadi bisa dengan leluasa memulai bekerja. Semua kujalani dengan senang hati dan penuh suka cita. Karena keterbatasan tinggal didaerah kepulauan dan  juga karena kesibukan pekerjaan baru, aku hanya menggantungkan diri  dengan cara mendapatkan informasi-informasi baru dan berguna tentang Ibu Hamil dan Calon baby dari googling di internet. Saat itulah aku mulai tahu  banyak blogger ibu-ibu  yang menuliskan detail-detail kebutuhan untuk calon baby.  Sangat bermanfaat buat aku yang memang tinggal dirantau dan jarang bisa nge-mall atau shopping ketempat dimana dijual banyak perlengkapan parenting. Waktu itu The Urban Mama.com belum belum lahir, tapi yang pasti aku sering mampir di blog nya mbak Ninit Yunita (founder The Urban Mama) yang dulu aku ketahui  dari hasil searching dari link mbak Okke dengan blog sepatu merahnya ketika aku masih single dulu. Aku sering membaca cerita ceritanya bersama si kecil  Aldebaran di blog. Betapa internet menjadi the bigest library dan membantu sekali buat aku mengetahui seluk beluk kehamilan dan parenting.

 Sampai akhirnya tibalah saat itu, saat yang dinantikan mama, saat dirimu siap untuk dilahirkan. Akhirnya aku harus melahirkan secara sectio cesaria tanggal 20 Agustus 2009, jauh dari harapanku yang ingin melahirkan secara normal. Tapi, hidup harus terus berjalan dan kini aku adalah seorang Ibu dari anakku Ghina Artya Kinanthi, aku harus bisa memberikan yang terbaik semampuku  untuk anakku tercinta. Kesedihan karena gagal memberikan Asix, tidak boleh berlarut larut. Aku harus tetap semangat dalam memberikan yang terbaik untuk anakku. Sebagai Ibu baru dan juga working moms aku tak boleh lagi ketinggalan informasi tentang dunia anak, dan satu satunya jalan adalah dengan harus sering googling melalui dunia Maya,yang bagiku adalah sumber informasi yang tak terbatas.

Pada suatu waktu aku secara tidak sengaja menemukan sebuah situs The Urban Mama pada saat googling. Terus terang kesan pertama yang aku dapatkan dari situs  The Urban Mama adalah tentang Smart Moms yang tinggal di kota besar atau megapolitan atau metropolitan, namanya saja  The Urban Mama  sedangkan aku kan tinggal didaerah terpencil daerah kepulauan jadi agak keder juga ketika melihat penampilan dari web dan logonya yang keren seorang ibu yang sedang menggondong anaknya dengan menenteng tas belanjaan. Apalagi setelah melihat founder nya yang salah satunya sudah aku kenal tulisan dan webnya jauh hari sebelum aku menikah, Mbak Ninit Yunita. Karena aku termasuk salah satu secret admirer dari tulisan-tulisan mbak Ninit Yunita dan Mas Aditya Mulya. Begitu juga setelah membaca founder lainnya yang kebanyakan menetap di luar negeri ataupun paling tidak tinggal di kota besar seperti Jakarta. Tapi karena aku bertekad kuat, aku ingin memberikan yang terbaik untuk anakku, aku harus tahu banyak update terbaru tentang dunia anak dan seluk beluk parenting. Mengesampingkan arti harafiah situs  The Urban Mama  yang artinya setelah kulihat dikamus online adalah  ”Mama Perkotaan”. Go head,  The Urban Mama  jadi pilihanku walaupun sifatnya masih silent reader waktu itu.Secara merasa malu untuk ikut unjuk gigi sebagai wong ndeso. Barulah saat  The Urban Mama ada kontes dibulan Agustus dan karena saya tertarik untuk ikut akhirnya mendaftar jadi member walaupun pada akhirnya tak jadi  mengikuti kontesnya.

Akan tetapi setelah dijelajahi dan akrab dengan  The Urban Mama ternyata kesan yang membuatku keder itu akhirnya hilang. Banyak Ilmu aku dapatkan disana. Misalnya saat  aku mulai menyiapkan MPASI buat anakku yang sudah masuk usia 6 bulan, aku juga mendapatkan banyak tips yang berguna dari situs  The Urban Mama. Kemudian saat anakku yang sudah lebih dari 6 bulan belum tumbuh gigi sebagai orangtua tentunya takut kenapa kok si kinan belum tumbuh gigi, padahal anak tetangga si Theo baru 6 bulan dah punya gigi 4.  Aku banyak mendapatkan jawaban dari hasil forum diskusi di situs  The Urban Mama . Begitu juga masalah Imunisasi dan seluk beluknya yang harus diberikan pada bayi. Pokoknya semua yang jadi pertanyaan pertanyaanku sebagai seorang ibu baru yang belum berpengalaman terjawab ketika mengunjungi situs  The Urban Mama. Begitupula saat kegundahanku yang memuncak sebagai seorang ibu bekerja diluar rumah yang harus bisa pintar pintar membagi waktu dan juga tetap ingin memberikan yang terbaik untuk  kinan-ku, lewat  The Urban Mama aku semakin yakin aku bisa menjalankan dua fungsi ini. Tips-tips dari Super Mamas yang juga bekerja diluar rumah yang Share di  The Urban Mama memantapkan langkahku untuk mengambil keputusan ini. Aku yakin aku bisa melewati proses ini.

Sebagai Ibu yang bekerja selama lima hari kerja diluar rumah, ditambah lagi dengan keterbatasan tinggal didaerah kepulauan membuat aku tidak banyak waktu untuk harus shopping ke Mal-mal besar yang  ada di Batam (kota besar paling dekat denganku selain Tanjung Pinang). Dengan berkunjung ke Situs  The Urban Mama aku bisa melihat link iklan shopping online untuk bisa membelikan keperluan baby-ku yang tidak aku jumpai dikota tempat tinggalku. Ini tentunya sangat mempermudah aku untuk bisa berbelanja keperluan kinan tanpa aku harus kehilangan waktu week end-ku bersamanya. Karena kalo harus Shopping ke Batam aku jarang mengajak kinan anakku, karena pertimbangan perjalanan yang harus ditempuh dengan speed boat takut dia terlalu capek. Barulah kalo kita ada rencana menginap di Batam atau untuk keperluan Medical kita ajak kinan. Intinya dengan  The Urban Mama dan banyak iklan Online shop didalamnya bisa jadi referensi dan alterntif belanja. Menyenangkan sekali, aku bisa update seperti Super Moms di  The Urban Mama  meskipun aku tinggal di daerah kepulauan yang serba terbatas. Istilahnya nggak jadi orang ”udik” dan ”katro” .

Slogan  The Urban Mama yang menyentuh,”There is always a different Story in every parenting style”, Ya, selalu ada banyak cerita yang berbeda di setiap pola asuh pada sebuah keluarga.  The Urban Mama menyajikannya dalam berbagai ragam artikel  tentang keberagamanan ini. Sebagai ibu baru tentulah ini sangat berguna. Kinan-ku butuh seorang ibu yang Update dengan informasi informasi seputar ”parenthood” , kinanku butuh seorang ibu yang sehat jiwa dan raga untuk bisa mengantarkannya menjadi anak yang hebat. Dan  untuk jadi Ibu yang hebat buat  kinan-ku aku tak akan ragu melangkah bersama  The Urban Mama.

 Seperti yang aku singgung diawal tulisanku diatas, aku percaya bahwa segala sesuatu berjalan melalui sebuah proses. Begitu juga aku ketika memulai ”My New World”, hidup baruku sebagai seorang Ibu, ini adalah sebuah proses pembelajaran seumur  hidup. Proses aku belajar menjadi seorang ibu yang baik buat anakku dan aku melewatinya dengan salah satunya banyak belajar dan menyerap ilmu dari situs The Urban Mama.  Kalau boleh aku ibaratkan, proses diriku menjadi seorang ibu dan juga keberadaan  The Urban Mama, mungkin sama dengan filosofi sebuah Pohon. Pohon banyak memberikan inspirasi bagi kehidupan kita. Dari pohon lah kita bisa mendapatkan sesuatu baik untuk dimakan, maupun untuk dipakai dan diambil faedahnya. Pohon tidak tumbuh begitu saja tapi juga perlu sebuah proses. Ketika dari sebuah biji dia ditaman,tumbuh menjadi sebuah pohon kecil, kemudian membesar, berbunga dan berbuah  dan menghasilkan biji yang berguna untuk berkembang biak. Begitupula The Urban Mama, berproses menyajikan yang terbaik dalam hal ”parenting” untuk Mamas dan Papas.  

Terimakasih untuk  The Urban Mama yang telah setia menemaniku melewati proses menjadi seorang Ibu saat ini dan untuk masa yang akan datang. Happy 1 st  anniversary for The Urban Mama. I am very Proud of  you. Happy Mother Day to all Mother in the World. 

 

 

 

 

 

 

 

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Home, QUIS and Contest. Bookmark the permalink.

12 Responses to Proses Menjadi seorang Ibu yang kulewati bersama The Urban Mama

  1. Hai Mama Kinan, salam kenal yah. Tau blog dirimyu dari BunDit🙂

    Waaahhh makin banyak yah pesertanya. Good luck ajah deh, secara gw mah sampe saat ini belom daftar jadi member (masih berstatus sebagai silent reader hehehe)

    Salam kenal dari Zahia untuk Kinan

    • hi bunda zahia, senang nieh punya teman baru, nge-blog memang bermanfaat yah bunda..
      iya nieh ngikutin jejak Bundit yang selalu semangat kalo ada contest menulis, yah ikut meramaikan aja bunda…
      Ayo bunda zahia daftar jadi member, aku pun tak aktif, tapi yang penting dah daftar kalo ada kontes maksudnya kan bisa ikut (walah banci kuis bener nieh emak kinan.hehehe..)
      Salam juga dari kinan untuk kak zahia…meluncur ah ke blog bunda zahia, aku add di blog roll yah bun..
      thanks

  2. Lidya says:

    good luck ya, udah tau dari bundit tentang urban mama tapi cuma mampir2 aja

  3. febriosw says:

    Pasti senang sekali. Sekarang pulang kerja ada Kinan di rumah. Dan informasi-informasi seputar anak dan ibu selalu didapatkan. Hidup jadi makin berimbang dan terarah. Super Mom!

    • amien…sedang menuju kearah jadi ibu yang baik dan lebih baik lagi…selalu begitu…..Super Mom untuk anakku,🙂
      Sampean kapan dipanggil Super Dad??? aku pingin lihat di postingan blog sampean suatu saat tentang anak anak…tentang sampean dan si kecil🙂 Hayooooooooooo posting🙂 terus nanti jangan lupa jadi member super Dad di The Urban Mama yah…:)

  4. Good luck mam. Maaf kasih komennya telat hiks😦

  5. ririn yanuar says:

    salam kenal bunda🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s