Ketika Kinan Sakit dan harus dirawat di RS

Kalo saat ini aku ditanya tentang hal apa yang paling ditakutkan dan paling menyedihkan  yang dialami  seorang ibu saat menghadapi anaknya?
Pasti aku akan menjawab hal yang paling ditakutkan dan menyedihkan adalah ketika menghadapi anak yang sedang menderita sakit.
Betapa pasti semua Ibu akan berucap dalam do’a, Ya Tuhan, kenapa bukan aku saja yang merasakan semua penderitaan sakit anakku ini, atau Berikanlah kesembuhan untuk anakku Ya Tuhan,Biarkanlah penderitaan sakit anakku ini aku yang merasakannya.

Begitu pula yang terjadi padaku  minggu lalu. Rasanya baru akhir Desember aku bawa kinan ke klinik DSA langganan karena panas tinggi. Saat itu vonisnya adalah radang tenggorokan. Karena tidak ada tanda tanda lain selain panas tinggi dan tenggorokan yang memerah ketika diperiksa.Dalam hati aku bersyukur kinan anakku tidak terserang penyakit yang diakibatkan oleh virus yang sedang marak didaerah tempat tinggalku.

Namun belum genap dua minggu setelah kejadian radang tenggorokan, kinan sakit lagi, badannya panas tinggi sampai 39.8 derajat.Saat diberikan obat penurun panas yang diresepkan DSA-nya lewat drop sudah tidak mempan lagi seperti biasanya.Akhirnya karena panasnya sudah melewati angka yang mengkhawatirkan dan untuk menghindari kejang diberikan obat penurun panas lewat anus. Syukurlah suhu tubuhnya turun normal. Akan tetapi setelah lepas dari 6 jam pengaruh obatnya hilang, suhu badannya kembali naik. Sampai lebih dari 3 hari panasnya naik turun, kinan yang biasanya ceria, aktif menjadi sangat rewel karena ketidaknyamanan dan juga demamnya. Ditambah lagi nafsu makannya yang semakin berkurang. Mulanya masih mau sesuap dua suap atau susu, namun lama kelamaan tidak mau makan dan minum susu. Maunya hanya air putih.Bahkan Asi yang biasanya dia maniak, ditolaknya mentah mentah. Ini yang ditakutkan, kinan bisa lemas dan dehidrasi atau kekurangan cairan. Akhirnya hari Jum’at dibawa ke DSA langganan di klinik anak sebuah rumah sakit.

Saat diperiksa suhu badan kinan 39.6 dan ada bintik bintik merah dibeberapa tempat. DSA-nya kinan langsung memberitahukan tentang cek darah dan rawat inap untuk mengobservasi keadaan kinan. Kenapa dirawat, dengan pertimbangan dokter Dewi Meta, tentang keadaan kinan yang lemas dan juga kondisi kita yang jauh di Bintan tidak memungkingkan untuk sering bolak balik ke Batam dengan secepat kilat untuk periksa keadaan kinan.Mungkin aku bisa saja menolak untuk tidak dirawat di RS, tapi apakah aku lebih ngerti dan bisa merawatnya dirumah dengan pengetahuanku tentang medis yang terbatas. Ya akhirnya harus merelakan kinan dirawat di RS dengan pertimbangan untuk observasi dan perkembangan kesehatannya.

Saat tes darah belum dilakukan, DSA mengatakan tentang kemungkinan adanya panas karena virus, atau Demam Berdarah. Deg,betapa bodohnya aku 3 hari ini saat kinan panas, tidak pernah mengira adanya kemungkinan DB karena memang selama ini dilingkungan kami tidak terdengar adanya wabah DB baru baru ini. Baru sadar setelah mendengar dari DSA kinan. Langsung lemes dan sudah nggak bisa mikir apa apa lagi. Apalagi saat diambil tindakan untuk kinan harus di infus karena anaknya dah kelihatan lemes.Tidak kuat rasanya mendengar suara kinan yang menangis meronta-ronta sambil panggil panggil ” Mama, Mama, Mama”. Hanya air mata yang mengalir sambil terus berusaha menenangkan kinan.

Lebih tak tega lagi ketika melihat perawat perawat yang berusaha mencari pembuluh darah kinan untuk ditancapkan infus disitu. Dari dua kali tusukan yang gagal, akhirnya perawatnya minta aku menenangkan kinan. Alhamdulilah kinan mau nenen masih sambil terdengar isaknya sesekali. Baru setelah tenang dimulai lagi tindakan untuk memasang infus saja, sedangkan sampel darah akan diambil diruang perawatan. Ya allah, masih ada lagi pengambilan sampel darah kinan, aku tak tega rasanya. Begitulah yang aku dengar, kinan kurang cairan dan pembuluh darah yang rapuh sehingga susah diambil darahnya. Saat pengambilan sampel darah berulang lagi kejadian kinan yang meronta ronta sambil memanggilku. Kali ini lebih parah rasanya tangan kiri kinan aku kira ada 3 suntikan yang semuanya tak bisa diambil darahnya karena terlalu sedikit. Ya allah, tolonglah, bisikku saat itu. Setelah itu baru dicari dikaki kiri kinan.Kulihat jarum itu bergerak kesana kemari dikaki kecil kinan yang saat itu meronta ronta, dan syukurlah akhirnya dapat ukuran untuk dapat dibawa ke laboratorium.

Aku takut sekali kinan mengalami traumatis akibat kejadian pengambilan darah dan pemasangan infus. Rasanya sedikit banyak ketakutkanku itu menjadi kenyataan. Setiap kali perawat yang berbaju seragam khas itu masuk, kinan dengan spontan langsung menjerit dan memelukku erat sekali,kemudian menangis keras sekali, walaupun sudah ditenangkan dan berusaha diyakinkan tidak akan diapa-apakan dan hanya dilihat suhunya saja atau diberitahu bahwa tante suster mau mengantarkan obat saja.
Sedih rasanya melihat kenyataan itu. Belum lagi kondisi kinan yang tersiksa tidak bisa berbuat banyak hal karena infus yang menempel ditangan kanannya.

Dari hasil cek darah di laboratorium negatif  Demam berdarah ataupun malaria. Angka leukositnya yang melebihi batas maksimal ditenggarai dokter akibat reaksi tubuh melawan virus. Ya virus semacam campak, begitu kata dokternya. Tiga hari dirawat di Rumah sakit bagiku serasa berminggu minggu, mehitung detik ke menit, menit ke jam, dan melihat perkembangan kesehatan kinanku yang semakin membaik.
Masih selalu bertanya dalam hati kenapa kinan bisa terjangkit virus ya? Apa memang karena cuaca yang sangat tidak bersahabat akhir akhir ini?? Udara yang lembab dan hujan yang datang hampir setiap hari bahkan seharian?? Atau aku yang lengah dengan asupan gizinya akhir akhir ini sehingga daya tahan tubuhnya menjadi drop dan terserang virus?? ukah memang karena secara daya tahan tubuh kinan kurang begitu bagus karena tidak lulus ASIX dan dah campur sufor?? Sampai sampai terbersit pikiran dari sisi religi apa aku kurang sodaqoh kepada kaum yang kurang beruntung?? Apakah aku terlalu sombong dan kurang bersyukur kepada Tuhan??

Aku berpikir keras, luluh lantak sudah rasanya perjuanganku untuk menjaga daya tahan  tubuh kinan dari serangan penyakit. Aku harus mengalah dengan takdir bahwa kinan harus sakit dan dirawat di Rumah sakit, hal yang tak terpikirkan dibenakku sebelumnya. Aku yang sangat berhati hati menjaga segala makanan dan asupan gizinya, peralatan makan dan minumnya yang selalu disterilkan terlebih dahulu serta lingkungan tempat tinggal kita yang dijaga kebersihannya akhirnya tak bisa melawan takdir.

Aku dan Ayah kinan berusaha mengevaluasi dan introspeksi apa yang mungkin salah dan mengakibatkan kejadian ini. Supaya kita bisa mengambil hikmah dari kejadian ini.

  • Berusaha untuk tetap tenang dan tidak panik ketika menghadapi anak yang sedang sakit. Bersabar dan bersikap rasional dalam pemberian obat-obatan untuk anak untuk menghindari dampak buruk yang diakibatkannya dikemudian hari.(Walaupun point ini susah sekali dilaksanakan selalu saja panik yang melanda ketika mengetahui anak sakit, rasanya mau diminumin obat apa aja lah yang penting sembuh!!..padahal sebagai orangtua kita harus Rasional juga terhadap penggunaan obat-obatan untuk balita, mungkin lain kali akan ada posting tersendiri soal ini…soalnye sering pro dan kontra…)
  • Tetap semangat dan tidak menyerah dengan mempertahankan pola makanan dan asupan gizi yang sehat sebisa mungkin dipertahankan homemade food buat kinan.
  • Bersyukur kinan masih mau ASI,walaupun kinan sudah campur dengan sufor dan UHT, saat sakit dimana tidak mau makan dan minum sufor atau UHT,ASI jadi andalan untuk menenangkannya dan memberikan tambahan makanan walaupun mungkin produksi ASI tidak sebanyak ketika usia kinan dibawah satu tahun paling tidak ada cairan yang masuk kedalam tubuhnya.
  • Lebih menjaga kebersihan lingkungan.

Dan pertanyaan PR-nya adalah mengetahui apakah traumatis kinan selama dirawat di Rumah sakit itu bisa hilang dari ingatannya?? atau berpengaruh sampai kelak dia tumbuh besar??
Aku berharap kinan tidak trauma bersentuhan dengan hal hal medis seperti yang telah ia jalani selama dia berada di Rumah Sakit.

Begitulah cerita di awal tahun 2011 pertengahan January, semoga dengan dengan cobaan kemarin semakin mengingatkan aku untuk lebih bersyukur kepada Allah Swt dan berdoa memohon selalu diberikan karunia kesehatan untuk kami sekeluarga. Dan semoga diberi kekuatan menjaga amanahmu ya Allah. Sehat itu Indah, Sehat itu Mahal, Sehat itu Nikmat..apalagi yah..nggak bisa diungkapkan…tentang betapa Sehat itu Nikmat yang tiada terkira.Ya allah jangan jadikan aku hambamu yang kufur terhadap nikmat yang telah Engkau berikan.* amien.

 

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Gado-gado. Bookmark the permalink.

11 Responses to Ketika Kinan Sakit dan harus dirawat di RS

  1. Lidya says:

    aku baru tau kalau kinan sakit, maaf ya bun. Smoga sekarang sehat ya. oh ya dulu Pascal pernah diopname tapi tidak mengalami trauma kok

    • Iya mbak lidya alhamdulilah sekarang dah sembuh, makanya nggak sempat Blog walking ketempat mbak lidya juga..oo kakak pascal juga pernah opname yah, semoga aja juga kinan nggak trauma
      thanks mbak lidya

  2. mama kinan aku baru tau juga kinan lagi sakit,,sedih ya mba kalo anak lagi sakit,,,
    azkiya juga pernah kena virus,,sakit panas dan nafsu makannya berkurang,,,
    yang utama ketika anak sakit ortu harus tetep tenang ya mba,,,
    salam sayang selalu untuk kinan mba,,^^

    • iya mbak putri, sedih…rasanya kalo boleh memilih mending kita aja yang sakit, berdoanya semoga anak anak kita selalu sehat..alhamdulilah sekarang dah sehat kinan…wah sama yah bun kasusnya kayaknya virus virus bersliweran…
      aku dah baca postingan dari palangkaranya nya..wah nice..pas lihat ikan yang dah matangnya sama sambel dan lalapannya..waduh asli langsung laper…ngiler..enaknya… (maklum tadi nggak sempat sarapan) padahal jam makan siang masih lama…hua hua…eh btw aku selalu mencoba mau kasih koment ke blog mbak putri selalu gagal..sorry yah mbak..nanti aku coba2 lagi..:)
      Enak yah mbak putri bekerja sambil jalan jalan..
      salam sayang buat azkiya dan kakak umar …:)

  3. BunDit says:

    I feel u mam. Jangankan melihat anak sakit sampai diopname, anak sakit panas di rumah aja rasanya sedih banget. Alhamdulillah, Kinan sudah sembuh. Anak sehat adalah doa yang terus saya panjatkan selesai sholat. Krn sehat adalah nikmat tak ternilai. Semoga2 anak2 kita selalu sehat ya mam. Kinan, mamam yang banyak dan bergizi ya sayang. Semoga segera cepat pulih dan ceria lagi. kiss dari Dita🙂

    • bener bunda dita, nggak tega rasanya berharapnya semua sehat terus ya bun, jangan ada lagi cobaan sakit.
      thanks doanya, semoga kinan dah GTM lagi maemnya lahap *amien*
      thanks kak dita..:)

  4. Duuuhhh liat poto2 Kinan diopname gw sedih banget Mba, ga kebayang kalo Zahia yang harus seperti itu.

    Bener Mba, kalo anak sakit pasti kita sebagai orang tua sedih dan paniknya bukan maen.

    Semoga Kinan sehat2 selalu yah dan ga trauma dengan peristiwa opname itu

    Kiss kiss dari Zahia🙂

  5. Pingback: I am Back ! After the Nightmare « My new world

  6. Pingback: Yiipieeee…finally artikelnya di share di The Urban Mama | My new world

  7. Pingback: 3 Tahun 3 Bulan 13 Hari | My new world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s