Surat Untuk Dija

Dear Dija Anakku Tersayang,

Saat  membaca surat dari  Ibu hari ini,Dija sudah  genap  berusia empat belas tahun. Ijinkanlah Ibu kecup keningmu walaupun hanya lewat sapaan selembar kertas, rasakan kehadiran ibu bersamamu saat ini  dan mengucapkan “Selamat Ulang Tahun,  ya sayang”. Semoga Dija senantiasa dalam lindungan dan kasih sayang Allah SWT, selalu diberikan karunia kesehatan dan umur panjang, kelak menjadi anak yang sholihah seperti harapan Ayah dan Ibu.

Dija Sayang,

Dija pasti tidak akan mengerti kenapa Ibu menganggap usia 14 tahun ini sangat penting, kenapa tidak usia 17 tahun, dimana mungkin kebanyakan oleh para orangtua dianggap sebagai sebuah usia  menuju kedewasaan dan itu berarti  dija sudah boleh mempunyai KTP dan SIM. Hmm…tapi menurut Ibu usia  14 tahun adalah gerbang menuju sebuah kedewasaan,masa pra remaja dan juga  masa transisi perubahan dari kanak-kanak menuju kedewasaan dan justru di usia inilah Ibu ingin dija mulai mengerti dan mulai belajar agar kelak tidak berjalan pada jalur yang salah.  Diusia Dija yang ke 14 tahun ini dija pasti berusaha untuk mencari identitas diri. Dija pingin menjadi diri Dija sendiri, pingin memilih kegiatan yang disukai sendiri, memiliki keinginan , impian dan cita cita yang tentunya mungkin tidak sama seperti yang di inginkan Ayah dan Ibu. Yah, Ibu mengerti dija sudah seorang gadis sekarang, tumbuh cantik, pintar dan mandiri. Ibu bangga akan hal itu.

Dija sayang,

Mungkin berat bagi Dija karena Ibu tidak bisa mendampingi dija sejak kecil sepanjang hari. Membelai rambut dija saat tidur dipangkuan Ibu, Memeluk Dija dan menenangkan dija saat dija merasa sedih, menjadi pendengar yang baik saat dija curhat tentang banyak hal disekolah, teman teman dan yang lainnya,menemani dan membantu dija saat mengerjakan tugas-tugas sekolah,menyiapkan sarapan pagi kesukaan dija, tertawa bersama dija saat menyaksikan kartun lucu kesayangan dija, menghabiskan waktu memasak bersama diakhir pekan, berjalan-jalan bersama ketempat tempat yang indah dimuka bumi ini. Ibu mengerti nak, bahkan Ibu sangat mengerti dija merindukan  kebersamaan seperti itu. Kalo boleh memilih dan meminta kepada Allah Yang Maha Kuasa tentu ibu  akan memilih mendampingimu.Tapi hidup ini sudah digariskan oleh Yang Kuasa dija,Ibu tidak bisa memilihnya. Dan hidup  harus berjalan anakku, Dija anak yang kuat ibu yakin sekali sejak  Ibu lihat dija pertama kali keluar dari rahim Ibu. Dija kecil yang yang kuat, yang kini mulai tumbuh jadi seorang gadis menginjak usia remaja.  Yakinlah anakku, bahwa semua berlaku sesuai kehendak yang Maha Kuasa.  Dija akan melihat begitu banyak yang menyayangi Dija. Walaupun semua itu tentunya tidak bisa menggantikan kasih seorang Ibu. Kasih yang Abadi tak lekang dihempas waktu dan terpisahkan ruang atau alam yang berbeda. Dija ingat kan  syair terakhir dari lagu kasih Ibu ”Bagai sang surya menyinari dunia”. Ya, meski ibu tiada disisimu tapi yakinlah dihati Dija ada kasih dari Ibu dalam setiap hembusan nafas dija, dalam aliran darah dija yang selalu ada mengiringi setiap langkah dija kemanapun dija pergi.

Dija Sayang,

Ibu tidak ingin dija tumbuh sebagai gadis  cantik yang pemalu dan merasa kecil hati karena hidup tidak didampingi Ibu, seperti kawan kawan yang mempunyai keluarga dan kasih sayang yang lengkap dari Ayah dan Ibu. Ibu ingin dija bisa meraih segala mimpi dan cita-cita dija. Kejarlah nak, setinggi awan dilangit, gapai dan  teruslah belajar untuk menggapi cita-citamu itu. Jangan pernah menyerah dan berhenti untuk belajar. Hadapi halangan dan rintangan dengan senyuman terindahmu. Berjuang dengan ikhlas dan tanamkan  bahwa hidup adalah sebuah perjuangan yang harus dihadapi. Ibu ingin dija jadi gadis kecil ibu yang punya kepribadian tangguh dan teguh. Namun tetap berperilaku santun dan ramah. Jangan pernah  bersikap sombong dan acuh anakku, asahlah kepekaanmu pada lingkungan. Karena kita tidak hidup sendiri,tebarkan kasih sayang,kebaikan serta  kejujuran. Sentuh hati untuk berbagi pada sesama.

Dija anak Ibu tersayang,

Berhati-hatilah dalam pergaulan karena pada saat usiamu yang ke 14 tahun ini tentunya banyak hal baru yang akan dija temui.  Jangan segan segan untuk berbagi dan curhat dengan Ayah, abang,nenek, kakek, keluarga atau tante tantemu karena mereka adalah keluarga terdekat yang begitu menyayangimu.Ibu ingin dija menjadi diri dija sendiri sesuai dengan tuntunan dan norma yang ada. Jangan pernah berpaling dari Allah SWT dan jangan tinggalkan sholat yah nak. Saat dija gundah pada satu pilihan dan bersedih  atas suatu masalah, pergilah berwudhu, bersujud memohon bimbingan dari  Yang Maha Kuasa. Tenteramkan jiwa dengan lantunan ayat ayat suci Al Qur’an yang menyejukkan jiwa. Yakinlah bahwa setiap permasalahan dan cobaan pasti ada jalan keluarnya. Bersyukurlah dengan segala apa yang telah Allah SWT berikan untuk Dija. Walaupun dija diuji dengan hidup tanpa Ibu disisi Dija. Tetap yakinlah bahwa Dija tidak sendiri. Ada keluarga dan kawan kawan yang begitu menyayangimu.

Dija belahan hati Ibu Tercinta,

Hmmmmmm jangan bosan yah nak baca surat ibu yang  panjang dan berisi wejangan-wejangan tentang kebaikan, karena yang ibu inginkan dari dija adalah segala kebaikan dan kebahagian. Itulah doa yang selalu dipanjatkan setiap orang tua untuk anaknya. Begitu juga untuk dija tersayang. Menuliskan sesuatu yang serius untuk wejangan hidup di ulang tahunmu yang ke 14 belas yang panjang dan  bermakna ini, membuat ibu melupakan satu hal yang penting yang harus dipesankan untukmu. Coba sekarang dija berdiri tegak, dan berkaca didepan cermin dan kemudian kembangkan senyuman terindahmu, bagaimana Dija putri ibu yang sekarang, sudah bertambah semakin besar dan cantik kan. Ibu ingin kecantikan fisikmu juga diimbangai dengan kecantikan hatimu nak. Dija jangan lupa jaga kondisi badan yah nak, makan yang teratur dengan makanan yang bergizi supaya badanmu tumbuh sehat dan kuat. Jangan jajan sembarangan yah nak, pesan ibu yang ini khas seperti pesan ibu ibu yang lain yang khawatir dengan kesehatan anaknya. Jangan malas olahraga yah nak, ajaklah tante elsa untuk jogging, berenang atau  aerobic biar badan tetap sehat.Karena didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Nah bait bait surat ibu sudah berubah tidak serius lagi kan??  Yang ingin ibu lihat adalah Dija yang cantik dengan senyuman. Bukan dija yang selalu bersedih dan menangis. Apalagi kala mengingat Ibu. Ingatlah Ibu dengan senyuman terindahmu dija. Seperti indahnya namamu  “Khadijah Putri Nur Aini” nama seorang wanita cantik yang kuat, tegar dan sholihah pendamping hidup rasulullah.

Dija Anak Ibu tersayang,

Rasanya sudah panjang sekali surat ibu untukmu kali ini. Tapi ibu belum ingin mengakhiri tulisan dalam surat ini. Pada awal paragraph saat menulis surat untuk dija  ini, ibu  sangat sedih tak terhitung  berapa kali ibu harus berhenti,sambil menghela napas panjang dan mengusap airmata yang menetes. Kemudian ibu berpikir keras, tidak akan berguna bagi dija  kalo isi surat ibu ini hanya sebuah kesedihan. Sekali lagi tersenyumlah anakku, letakkan beban hatimu yang menanggung beribu ribu kerinduan tentang Ibu. Dija sayang, pasti pernah melihat sebatang pohon pisang kan?? Kenapa dengan pohon pisang,bukankah kelihatan ringkih, kecil, jelek dan tidak beraturan dengan daunnya yang kering?. Coba  dija cermati proses tumbuhnya sebuah pohon pisang. Dari sebuah tunas kecil kemudian tumbuh besar. Kemudian tumbuh lagi beranak dengan tunasnya disebelahnya, kemudian disebelahnya lagi menjadi satu rumpun yang terdiri dari banyak pohon pisang. Ketika batang induk berbuah hanya sekali dan tidak berbuah  dua kali. Kemudian begitu seterusnya dengan pohon pisang yang lainnya dalam satu rumpun. Rasanya tidak akan pernah bisa hilang dan mati. Selalu akan bertumbuh kecuali kalo kita memindahkan  ke tempat lain.Dija sayang  mungkin masih bingung dengan pengandaian ibu tentang pohon pisang ini. Tapi kelak ketika beranjak lebih dewasa lagi pelan pelan akan mengerti tentang  falsafah  pohon pisang ini.Bertambahnya usiamu semoga menjadikan dija semakin dewasa dalam berpikir. Dija akan terus tumbuh menebarkan segala kebaikan-kebaikan dalam kehidupan meskipun ibu dija tidak ada di sisi dija.

Dija Anak Ibu Terkasih,

Selamat Ulang Tahun yang ke 14, selamat datang dalam kehidupan pra remaja yang penuh warna warni. Ibu akan selalu berada didalam hatimu nak,SELALU. Tidak ada hadiah yang terbaik selain doa yang ibu panjatkan kepada Allah SWT untukmu nak. I love you  dija, dengan segenap angan, cinta dan kasih sayang Ibu.

Yang selalu penuh sayang dan cinta kasih

 IBU

 

—————————————————————————————–

Surat ini untuk ananda Dija yang sudah pinter nge-blog (dibantuin tante elsa ding)🙂 di sini nieh alamatnya check this out “baby Dija” or http://princessdija.blogspot.com

Pertama mengenal namamu saat membaca blog bunda dita, saat ada pengumuman kuis pas hari ibu Desember 2010 baca disini . Bunda dita mengkhususkan hadiah untuk peserta terkecil. Aku penasaran kemudian membuka blog tersebut. Deg, langsung jatuh hati melihat photo seorang gadis kecil yang cantik. Begitu membaca semua postingnya dari awal, tertegun, tersentuh, terharu bahkan sampai menangis. Teringat dengan anakku kinan. Princess Dija hanya bertemu ibunya beberapa saat setelah proses kelahirannya untuk kemudian ditinggalkan selamanya menghadap sang Pencipta.

Kemudian Mbak Elsa tantenya dija punya ide Giveaway untuk Ultah pertamanya Dija. Letters to Dija. Mama kinan dari awal di announce  dah pingin banget nulis perasaan hati untuk Dija. Semoga surat yang aku tulisankan untuk Dija diatas bermanfaat dan kelak jika dewasa Dija bisa membacanya.

Mama Kinan sayang Dija.

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Gado-gado. Bookmark the permalink.

10 Responses to Surat Untuk Dija

  1. BunDit says:

    Huhuhu suratnya very touching mam…mataku sampai kembeng2. Good idea menuliskan surat untuk Dija di usia 14 tahun nanti. Semoga Dija bahagia ya, begitu banyak yang perhatian dan mencintainya🙂

    hiks hiks..saya juga saat nulisnya mewek terus bun, saya keingat kinan, saya mambayangkan Dija, ya allah semoga dija dan keluarga kuat yah bun. Bahagia untuk Dija, dan keluarga mbak elsa.Dan semoga surat yang saya buat dari hati ini bermanfaat kelak, dan semua panjang umur, seperti doa bunda dita untuk kita semua.*amien

  2. febriosw says:

    Loh, bukannya Dija baru 14 bulan tahun ini Ma? Sy salah satu orang yang gemes dengan Dija, jadi sering liat fotonya di blognya.

    Hehehe…syarat giveaway-nya kan diminta berkhayal tuh nulis surat buat dija…boleh kapan aja…mau usia berapa aja…aku ambil yang pas usia dia 14 tahun insyallah semoga kita semua diberi umur panjang..:) ayo febri tulis lah letters to Dija-mu secara dirimu salah satu yang gemes dengan dija..:) cek di blognya tante elsa..ada syarat give awaynya

    • febriosw says:

      Ooo malah sy tidak tahu kalau ada giveaway. Soalnya terpaku liatin foto2nya. Hehehehe.

      Kearin sy sempat tanya sama istri sy sebenarnya kemarin tanggal berapa. Sebab, setelah baca2 blog sy jadi bingung. Ada yang nulis Dija 17 tahun, ada yang 14 tahun, ada yang 1 tahun. Sy kira sy dapat gangguan sistem penanggalan.

      Terpesona pada photo dija nieh, jadi nggak baca postingannya🙂, tak doakan semoga dirimu dan ibu dokter segera memiliki momongan yang lucu dan nggemesin, aku dah pingin lihat postinganan “Ayah Febri” neh..:)

  3. elsa says:

    hiks hiks….
    nangis bacanya Mbak…..

    terharu banget!!!!
    sangat penuh perasaan

    terima kasih yaaaaaaa

    gak sanggup ngomong apa apa nih aku

    Semoga berkenan yah mbak, maaf kalo terlalu panjang dan mungkin nasehat terlalu banyak..dan kesannya serius, karena aku membayangkan Dija sama seperti anakku sendiri mbak, seperti kinan, aku pun ingin menasehatkan semua itu untuk kinan kelak,..semoga bermanfaat ya mbak..Dija bahagia dan bisa menggapai cita citanya kelak, aku ingin melihat postingan baby Dija yang dah besar..:) *amien

  4. hilsya says:

    huhu.. terharu banget..
    beda banget dengan ‘obrolan’ku ama Dija

    mama Kinan, tar aku ijin copas buat si Kaka deh klo udh 14 th ya🙂

    Monggo bunda hilsya🙂 aku pun pingin kelak kinan membacanya..insyallah kita semua diberi panjang umur sama Allah SWT, kita berbagi banyak hal melalui nge blog ini..aku juga suka intip trik dan trik bunda hilsa nieh sama kakak dan adek..:) alhamdulilah kita dipertemukan biarpun hanya lewat blog…semoga silahturahim tetap terjaga ..postingan bunda soal DUfan dan Ancol untuk nanda DIJA juga OK tuh..membuat pingin segera ngajak kinan kesana🙂

  5. Lidya says:

    sedih juga bacanya ya. Semoga Dija nanti bisa membacanya

    Iya mbak, Dija layaknya kinan juga mbak.., aku pingin juga kinan kelak pas menuju kedewasaan bisa mengerti keinginan mamanya kurang lebih seperti yang dituliskan di surat untuk Dija, insyallah semua kita panjang umur dan melanjutkan silahturahim yang sudah terjalin ini🙂

  6. surat yg sarat nasihat berharga untuk dija mbak,,,

    Surat mbak putri juga syarat nasihat insyaallah berguna, aku dah baca, cuman maaf blom bisa ninggal jejak, di kantor gak tahu kenapa nggak bisa link ke koment. Semoga dija bahagia ya mbak, bersama tante elsa dan keluarga

  7. advertiyha says:

    Surat ini sukses bikin air mataku tambah deres mbak..😦

    Ah, begitu banyak yang menyayangi Dija, dia pasti senang,,,🙂

    semoga kebahagiaan selalu jadi milik Dija ya mbak..🙂

    salam sayang buat Kinan..

    Iya mbak iyha, begitu banyak yang menyayangi Dija, she is very special princess, semoga Dija bahagia, begitu banyak yang menyayanginya ..Dija sama seperti anak anak kita, titipan/amanah dari Allah SWT.
    thanks salamnya …mbak iyha april yah perkiraan due date nya..:) semoga lancar yah mbak..dah nggak sabar nieh nunggu postingan mama iyha soal dedek baby nya..sehat selalu yah mbak iyha

  8. Alhamdulillah banyak yang sayang sama Dija

    Semoga anak2 kita (Zahia, Kinan, Dija) suatu saat bisa berteman beneran seperti emak2nya ini🙂

    Amien, amien..betapa indahnya anak anak para blogger ini melanjutkan tradisi..insyallah one day..dan kopdaran kalo ada jodoh🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s