Perubahan….dan tentang Farewell Letters dari sahabat

Perubahan…

Kenapa saya tidak begitu suka dengan kata itu…sesuatu yang sudah  ada atau sudah terbiasa yang kemudian harus berubah karena sesuatu dan lain hal…

Hmmmmmmm…begitu sulit dan lama untuk saya biasanya menerima… Masih ingat jaman lulus SMA dan akhirnya harus berpisah dengan Orangtua untuk nge-kost karena diterima kuliah diluar kota, Sedih banget..memulai sesuatu yang baru, padahal seharusnya bahagia kan semakin dewasa..belajar mandiri menapaki kehidupan yang sebenarnya..tapi itulah saya..begitu mellow,sensi dan terlalu bersedih..sampai sampai saya memutuskan untuk setiap minggu harus balik kerumah..untungnya tempat kuliah dan kota kelahiran saya berjarak kurang lebih 150 KM, jadi Surabaya – Tulungagung  bisa ditempuh dengan bus atau kereta kurang lebih 4-5 jam.

Sabtu-Minggu diawal awal kuliah terutama lepas dari kegiatan ospek jangan ditanya atau jangan coba cari saya di kos-an, pasti nggak ada. Hehehe..sampai hapal kawan kawan dengan kelakukan ini. Kenapa saya berbuat begitu?? Dan demi menjawab pertanyaan kawan kawan saya saya selalu berdalih dengan cerita seperti ini.  Mumpung saya masih bisa mudik dan bersama sama keluarga ya dinikmati, coba bayangkan setelah ini lepas kuliah, pasti kerja kan?, nah kalo kerjanya diterima ditempat yang lebih jauh lagi dari kampung halaman berarti nantinya akan lebih lama lagi bertemu dengan keluarga kan. Betapa saya sangat “mbok-mbok-ken” istilah sangat homesick – dalam bahasa jawa. Nah terus setelah bekerja, pasti lebih meningkat lagi…”Merried” punya suami..nah ini pastinya akan lebih jarang lagi berhandai handai dengan Bapak dan Ibu…hmmm pemikiran yang pada saat ini saya benarkan..biarken kawan kawan ngomong apa tentang setiap minggu saya pulang kerumah, yang penting saya bisa berhandai handai dengan Bapak dan Ibu.

Begitupun ketika mau balek ke tempat kuliah, Bapak atau ibu nganter ditempat halte/terminal atau Stasiun pas pamitan selalu disertai dengan acara “mewek” netes airmata…sampai didalam bus atau kereta  kemudian melaju…pasti menangis, nggak rela dan ada rasa takut dan was was menghadapi esok hari. Perlu waktu sekitaran 2 harian untuk bisa menetralisir perasaan mellow seperti itu…bisa lebih cepat kalo intensitas tugas dan lain lain di kampus meningkat..jadi perlu konsentrasi lebih..nggak kepikiran homesick.Hiks itulah saya..!!!* btw mau ngomong masih “mbok-mboken” aja mbulet kesana kemari …*

Begitupun sekarang, saya masih suka sedih dan mellow terhadap perubahan….

 Small example…*walah  bahasanya…:)   Contoh kecilnya …

 3  Minggu-an  yang lalu kurang lebihnya, salah satu diantara kawan di tempat saya bekerja yang biasa kita makan siang bersama, akhirnya memutuskan harus re-sign tentunya untuk mencoba “new challenges”. Hiks…sedih, kita yang biasanya bersepuluh satu meja saat makan siang harus kehilangan salah satu membernya …dan entah siapa dulu yang kasih nama “ibu-ibu PKK”   untuk gerombolan kelompok kita ini. Nggak ada lagi Mbak Di yang jadi “Smasher” guyonan kita saat makan siang. Tentang salah satu kebersamaan kami bisa dibaca disini.

Begitu email farewell  dari Mbak Di  ini sampai..kembeng kembeng *berkaca kaca* mata saya ini. Apalagi farewell emailnya menyentuh banget…nggak lazim seperti farewell email kawan kawan saya yang lain…ijin aku share disini yah mbak Di…buat kenang kenangan..dengan sedikit modifikasi tidak menyebutkan tempat kita bekerja mencari segenggam berlian ini huahuahua…

 Mbak Diana Farewell Letter

 To All of you Guys

 Dear all,

 Starting the project from the scratch were my pleasure when I was joining H*** on April 2007

I still can remember very clearly the empty space at D27 when we kick-off the Redmond (Rose) project

Still can smell the new painted room and echo..

Still can remember the busy time when prod line set up

Still can remember pile of parts at MQ due to FAI issues

Rushing the production, shipment and on and on..

Everything in hurry but it was fun…so much fun…

 Working with people like all of you guys it’s even a great moment in my life

Sharing the task in the teamwork

Sharing the thick and thin to achieve target

Sharing the smiles and grin when we met the matrix

Sharing the fun meeting and mocking to each other (will miss it…peace🙂

Sharing the togetherness in every occasions

and lots of laugh during lunch (dedicated to IBU2 PKK >> THANKS to bright up my day)

 Now, it’s time for me to leave this company

With all the memories that I will always keep in my deep inside

Thanks for all the opportunities and friendship that you have given me

Thanks for all the moments we’ve been shared together

 Apologize for the mistake that I made whether or not I realize it…

(hey…am 100% fully aware that am a pushy person hahahhaaaa…)

WISH YOU ALL THE BEST

Dan untuk acara farewellnya kita laksanakan di Sakerah beach…* Ya Allah, Sakerah lagi dan sakerah lagi..* cuman berbeda view aja..biar nggak bosen..:) hehehe

Here we are in Sakerah for Mbak Di’s  Farewell party…

(Maafken photo photo belum siap kawans…hanya sedikit di Camdig saya kemarin…semoga besuk boleh minjam atau compie saya bisa diajak kompromi untuk download picnya dari FB)

Dengan berjalannya waktu saya akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa me-manajemen emosi terhadap perubahan ini dengan baik, benar dan pada tempatnya * maksudnya nggak lebay gitchu lho…

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Gado-gado. Bookmark the permalink.

12 Responses to Perubahan….dan tentang Farewell Letters dari sahabat

  1. Lidya says:

    aku kan belum pernah ke Sakerah beach🙂

    Hehehe, iya mbak lidya saya tunggu kunjungannya ke Keppri bersama kak Pascal dan dedek Alvin…nanti kita main ke sakerah yah🙂

  2. IbuDini says:

    Jangan lupa kalau ke Sakera ajak2 IbuDini ya.
    Ya begitulah mb terkadang kita merasa sudah sangat nyaman dan akrab dengan keadaan sekeliling kita tiba2 ada yang mau meninggalkan kita…emang gak enak di tinggalkan ya Mb.

    Aman mbak, ini planing saya jangka pendek..kodaran dengan dirimu..secara dekat banget ternyata..:) kalo tak salah tinggal di perum Tanjung permai kan mbak, ok nanti saya email mbak untuk lebih lengkapnya…maaf belom sempat berkunjung..hari hari kemarin agak lumayan padat mbak…insyallah kita bisa kopdaran..apalagi di Sakerah yah mbak…asyik kayaknya🙂

  3. yuli says:

    mb,ini uli,adeknya nike,minta nomer hp mb atik boleh?

    dek Uli aku dah email ke email gmail mu yah…aku kangen banget ma kak ike pingin tahu kabarnya..

  4. tunsa says:

    hehe..nggak seru gak ada potonya…

    iya ya …huokeeee berusaha sekuat tenaga untuk mengedit dan menampilkan photo besuk..:)

  5. Elsa says:

    semua orang kalo berhadapan dengan FAREWEL kayaknya memang setengah wajib untuk “kembeng-kembeng” Mbak..
    hehheee

    IYa mbak…hmm..itulah kehidupan yo mbak..”ada pertemuan pasti ada perpisahan”😦

  6. hilsya says:

    komennya idem ama lidya dan ari🙂

    hehehe….idem berarti sama yah bun…:) huokke deh bun

  7. Gaphe says:

    sakerah beach tuh dimananya phuket ya? *plaak..

    yah, kalo mengalami apa yang ibu Kinan alami saya juga pernah.. setelah selama lebih dari 20 tahun sama ortu harus pergi meninggalkan rumah buat kerja.. jadi anak kos, mandiri, begitulah.

    tapi itulah hidup, maka nikmati aja kaan ^_^

    Plakkkkkkkkkkkkk juga buat gaphe..* tahu nggak suamiku ngakak aku ceritain komentmu tentang Sakerah…* mananya puket yah heheheh….terpingkal pingkal dia…walah ayo welocome to Bintan Phe..kalo ke singapore mampir dimari….
    Belajar mandiri yo phe dengan kos..sama sip sip..tapi kayaknya dirimu banyak pulang ke yogyanya juga tuh sekarang aku lihat dari postingannya🙂 hehehe

  8. Enno-Mama Fira says:

    Alo mama Kinan. Salam kenal yah, ijin ngelink blognya juga. Kalo berkenan, ini link blog saya http://www.ennosatrio.blogspot.com

    komen dikit yah…
    Sedikit berbeda dengan saya, saya ini orangnya rada gak peka, small example : waktu kuliah di jokja musti pisah sama keluarga saya di bali, saya merasa biasa-biasa sajah…. hihihihihi… kangen iya, cuman gak sampe mewek mewek dan sangat jarang merasa homesick…. :p

    Sip..boleh boleh mama fira silahkan..saya pun akan add di blogrool saya🙂..
    heheha saya aja yang terlalu cengeng dan sensi plus melow-an..saya juga suka ngiri melihat teman teman yang enjoy banget..berbulan bulan nggak pulang kampung..padahal sama juga satu kota dengan saya…walah hebat tenan pikir saya…:) meluncur ke blog mama fira ah…

  9. Huehehe, Mama Kinan emang mellow yah orangnya. Lah gw mah dari jaman SD ajah kalo pas liburan yang sebulan langsung dikirim ama Emak untuk ke Bandung. Sebulan berjauhan ama Emak diisi dengan pesantren kilat, kursusu bahasa inggris, kursus komputer, ampe kursus merangkai bunga🙂

    Makanya waktu SMA di Bandung, kuliah di Bogor, kerja muter2 dari Riau ke KalTim alhamdulillah gw teteup tegar kaya batu karang. Palingan kangen Emak kalo duit gajian dah abis padahal belom ampe tengah bulan *hihihi anak durhaka!!*
    Me : ngakak baca koment yah ini ..hehehe

    Tapi ketika sekarang duah merid kumpul lagi seatap ama Emak, meski ada konflik2 kecil tapi ekye ngerasa hepi banget
    hehehee, waduh jeng…dirimu kuat sekali dan kreatif mengisi liburan mantap!!!…alhamdulilah juga sekarang aku juga tinggal se atap sama emak..bapak aja yang masih dijawa, kadang jenguk kesini, dulu sempat 4 bulan ditempatku….

  10. Inda Rozalia says:

    dulu pas kuliah di bandung, sedih jg sih jauh sama ortu, tapi ga bikin aku nangis apalagi kl hrs pulang sebulan sekali (ya iyalah berat diongkos bandung-batam. hehe)
    Pernah tahun itu, aku ga bisa pulang lebaran. Wiiih ini nih baru menguras airmata. Telp ortu sambil nangis-nangis minta maaf. Lebaran tapi jauh dari ortu, betapa sedihnya.

    wah bunda farel kuliahnya dibandung yah…:) jauh lah bun..Batam-Bandung, iya bun berat diongkos kalo harus kayak saya sering balik….hehehe pesawat je..kalo saya kan cukup bus atau kereta dah harganya pun murce…masih ingat kayaknya keretanya itu kalo tak salah cuman 3000 rupiah atau 4000 gitu lho hehehe…Bener bunda lebaran jauh dari keluarga nggak enak, tahun lalu saya cuman di UBan aja..nggak pulang pas lebaran..sedih…

  11. nia/mama ina says:

    aku juga sedih kalo ada temen kantor yg resign…biasanya sama2 trus harus berpisah….pasti diem2 aku nangis hehehe…..

    dan aku sering banget ditinggal teman2, soale aku kalo kerja betah sech…..kalo ngga dipecat aku yach diem aja disitu hehehe….soale kalo pindah2 kerja ntar dibilang kutu loncat….dan gitu blm dapat pengalaman banyak, jadi belum ngerti apa2 klo cuma sebentar2 kerjanya….

    Iya mbak nia, hampir sama kayak saya, awet, karena males adaptasi adaptasi baru gitu, kecuali terpaksa mengharuskan pindah yo wis. dijalani..:)

  12. Pingback: Farewell oh Farewell… | My new world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s