Serba Serbi Pepaya

Hmm..betapa lamanya menunggu-mu menguning…*apa itu??

Ini adalah tentang buah pepaya yang ada didepan rumah kontrakan kami. *masih kontraktor bo’ jadi rada males mau aktifitas tanam menanam, secara selain nggak ada lahan karena dah dipaving semua sama yang punya rumah,alasan lainnya adalah males menunggu lama. Tentang buah papaya ini dia tumbuh begitu saja dari biji yang tidak sengaja terbuang didekat sumur didepan rumah kontrakan kami. Pada awalnya takut takut akarnya mengganggu sumur. Tapi saya bilang sama Uti-nya kinan dan Ayah kinan waktu itu, biarin aja lah toh akarnya juga agar serabut dan nggak jahat?? Benerkah pemikiran ini, takut nanti mengganggu keberadaan sumurnya, secara ini rumah dan sumur bukan milik kami. Property “sumur” di Bintan ini harus dijaga benar karena air sedikit susah kalo musim kemarau, dirumah yang kami tinggali ini alhamdulilah sumurnya bagus,jernih tapi kalo musim kemarau sering ketar ketir habis airnya. Tapi so far (selama kurang lebih nanti bulan oktober 3 tahun) airnya masih ada terus dan jernih.

Betapa senangnya pada akhirnya pepaya yang ada didepan rumah kami itu tumbuh subur, dan berbuah. Padahal dah hampir putus asa dan mending di tebang saja, akan tetapi kesabaran itu berbuah manis. Mulai bermunculan buah,pada awalnya banyak juga yang rontok dan nggak jadi buah. Sampai akhirnya muncul satu buah yang hijau kuat bertengger di bagian bawah. Entah berapa bulan kami menunggu proses itu, dari sebuah buah kecil menuju buah yang semakin hari semakin besar, dan menua kemudian menguning. Alhamdulilah, subhnallah akhirnya pepaya itu menjadi buah pepaya yang mengkal.

pepaya oh pepaya

Kenapa begitu heboh dan lebay sehingga perlu diabadikan di blog? Ini adalah buah pertama yang tumbuh dihalaman rumah kontrakan kami dan bisa dinikmati. Masih ingat dengan rumah di Jawa, betapa kebun dibiarkan saja terbengkalai dengan banyak pepohonan dan buah buahan. Pepaya, mangga, rambutan..walah istilahnya bagi yang mau silahkan aja ambil, tidak perlu membayar mau pepaya mateng atau mentah, mangga, atau rambutan kalo musim silahkan. Indahnya berbagi dengan tetangga dan sodara jika ada banyak buah yang bisa dipanen. Makanya saya sekarang begitu menghargai proses tumbuhnya tanaman dan tidak ingin menyia-nyiakannya. Alangkah indahnya kalo bisa berkebun dirumah sendiri yah pasti akan menyenangkan. Jadi ingat kebun di Jawa…hiks..*dasarnya adalah wong ndeso jadi suka berkebun dan bercocok tanam..*

Kinan dan pepaya,akhirnya matang juga🙂

Pepaya ini banyak vitamin dan manfaatnya buat tubuh kita. Sayang sungguh sayang, anak saya kinan tidak begitu suka pepaya. Jadi jarang kita membelikannya. Dulu sebelum usia satu tahun mungkin kita masih bisa memaksakannya untuk makan buah pepaya, semakin gede dan bisa bilang “nggak mau” dan “nggak enak” jadilah kita tidak memaksanya untuk suka pada pepaya. Yah pake metode diimingi imingi aja..misalnya kita akting didepannya saat makan pepaya ini dengan pura pura Nampak lezat sekali dan mengiming-iminginya, sejurus kemudian kalo dia tertarik pasti dia bilang “Dek nana mau”, walaupun nggak banyak lumayan lah, daripada tidak sama sekali. Karena kinan cenderung moody banget soal makanan dan berganti ganti.

Kandungan Vitamin Buah Pepaya

Buah pepaya sebaiknya dikenalkan pada bayi untuk MPASI kurang lebih pada usia 6-8 bulan atau usia 8-10 bulan.

Kandungan gizi Pepaya ( sumber-wholesomebabyfood)

(Papaya in Baby Food Recipes – When Can Baby Eat Papaya and what is the Age for Introducing Papaya to Baby: (as early 6-8 months) or 8-10 months –Source http://wholesomebabyfood.momtastic.com/)

Buah pepaya matang sangat unggul dalam hal betakaroten (276 mikrogram/100 g), betacryptoxanthin (761 mikrogram/100 g), serta lutein dan zeaxanthin (75 mikrogram/100 g). Betakaroten merupakan provitamin A sekaligus antioksidan yang sangat ampuh untuk menangkal serangan radikal bebas.

Vitamin A yang diperoleh dari 100 g buah pepaya matang berkisar antara 1.094-18.250 SI, tergantung dari varietasnya. Sementara betacryptoxanthin, lutein, dan zeaxanthin lebih banyak berperan sebagai antioksidan untuk mencegah timbulnya kanker dan berbagai penyakit degeneratif.

Sumbangan vitamin yang sangat menonjol adalah vitamin C (62-78 mg/100 g) dan folat (38 mikrogram/100 g). Kadar serat per 100 gram buah masak 1,8 gram.
Serat pepaya sangat dikenal manfaatnya dalam memperlancar proses buang air besar (BAB) dan mencegah sembelit. Satu potong pepaya berukuran 140 gram mampu memberikan sumbangan vitamin C sebanyak 150 persen dari angka kecukupan gizi yang dianjurkan per hari (AKG), serta sumbangan serat sebanyak 10 persen dari AKG.

Komposisi mineral pada buah pepaya matang sangat bagus, yaitu dominan potasium (257 mg/100 g) dan sangat sedikit sodium (3 mg/100 g). Rasio potasium terhadap sodium yang tinggi sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya hipertensi.
Mineral lain yang terkandung dalam jumlah lumayan adalah kalsium, besi, magnesium, fosfor, zinc, dan selenium. Keunggulan lain dari buah pepaya adalah rendah lemak, tanpa kolesterol, rendah sodium.

Pepaya Dengan 250% RDA dari vitamin C yang terdapat dalam buah pepaya ternyata dapat menghindarkan sistem tubuh Anda dari demam. Kandungan beta-caroten, vitamin C dan juga vitamin E dalam pepaya mengurangi peradangan yang terjadi di dalam tubuh dan mengurangi timbulnya asma.
(Sumber Internet)

Atau bisa klik disini untuk mau tahu lebih lengkap tentang kandunga gizi dan manfaat pepaya.

Pepaya hasil kebun, Mak nyusss...

Dari buah pepaya ini kita bisa mengolahnya menjadi makanan sehat dan bergizi, apalagi saat bulan puasa seperti saat ini,bisa dimakan langsung atau untuk campuran es buah,atau dibikin manisan seperti yang Uti-nya kinan kemarin buat, ternyata enak …Mak Nyus…:) berikut penampakan dan juga cara membuatnya *versi Uti-nya kinan :

Manisan Pepaya

Manisan Pepaya:

Bahan:

  • Pepaya yang masih mengkal atau baru masak (tapi masih keras) jangan yang terlalu matang
  • Gula pasir (secukupnya, sesuai selera)
  • Kapur sirih (biar empuk mak nyus, saat digigit – secukupnya sesuai banyaknya pepaya yang ingin dibuat manisan)
  • Kayu manis dan  cengkeh  (secukupnya sesuai selera bagi yang tidak suka aroma dua bahan tersebut boleh tidak memakai dua bahan tersebut)
  • Air secukupnya.

Cara Membuatnya :

Kupas pepaya kemudian cuci bersih, potong potong pepaya  sesuai selera. Rendam pepaya kedalam larutan air kapur sirih selama kurang lebih lima jam (biar berasa mak nyus saat digigit). Kemudian cuci bersih dengan air bersih, setelah itu rebus kedalam laruran air gula dan diberi kayu manis serta  cengkeh sesuai selera. Dididihkan sampai air gula mengering tapi awas jangan sampai gosong. Ditiriskan, masukkan dalam lemari Es, disajikan dingin lebih nikmat. Bagi pecinta manisan kering setelah direbus bisa dijemur atau dimasukkan kedalam oven. Manisan siap disantap…Hmm…Yummy..:)

Pepaya buah yang terkesan “ndeso” bisa tumbuh dimana saja tanpa perawatan khusus, hasilnya  besar manfaatnya. Hayo siapa yang suka pepaya dan siapa yang tidak suka pepaya  diantara  para sahabat bloggers? Hayo bikin pengakuannya  di kolom komentar🙂

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Gado-gado and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

30 Responses to Serba Serbi Pepaya

  1. hilsya says:

    hwadoooh… postingan cakep dan lengkap.
    betapa rajinnnya mengambil kebetan sana-sini.. pasti karena udah ga sibuk yah? hahay..

    btw, era pepaya californiaku yg tumbuh di halaman sudah berlalu..sekarang nunggu mangga mateng🙂

    hehehe..tau nggak mbak …hush aku kasih rahasia yah..postingan tentang pepaya…itu udah ngendon di draft dari hari senen..tiap abis kinan bobo, atau abis sahur ditambahin sedikit sedikit kebetannya..contekannya…heheh jadi lah tulisan itu dan posting hari ini disela sela sirah yang cemot cemot… jeng..banyak banget “cangkulan” hari ini…hiks..berasa kuli banget..:P

  2. alamendah says:

    Saat yang kita pelihara tumbuh kemudian berbunga dan berbuah, wah terasa sangat membanggakan sekali.

    iya pak bener..senengnya masyallah…nggak ketulungan..:) sekecil apapun itu rejeki dari Allah swt..dinikmati disyukuri..

  3. Gaphe says:

    pepaya kadang nggak terlalu suka kalo pahit rasanya, kalo ngupasnya nggak bener atau nyucinya nggak bersih rasa sepet dari getahnya masih ada yang bikin pepaya nggak enak… tapi kalo saya paling suka, pepaya diiris trus dikasih jeruk nipis dan ditaburi gula. dulu pas kecil suka dibikinin sama bundaa.. hehehe

    iya phe bener kadang ada yang berasa pahit gitu yah…ooo itu karena ngupas dan cucinya nggak bener yah jadi masih ada getah…sip sip tambah ilmu…Hmmm….mantap phe..iya dikasih jeruk nipis…jadi nambah sensasi rasanya…thanks yah phe tambahannya🙂

  4. @yankmira says:

    dr ga sengaja bisa jadi rejeki ya mam, karen pohonnya tumbuh, aku sendiri penggemar pepaya, kalau panen sisain buat aku yoo, sapa tau bisa sekalian kopdar, hehehe

    iya mbak..:) rejeki dari Allah🙂 hehehe buahnya jarang jarang tuh bisa dilihat dari penampakannya, dan mungkin bakalan ditebang kalo pemilik rumahnya keberatan mbak..hehehe..abis sayang sing menurutku sumurnya juga nggak papa…:)kalo kopdar dibawakan aja pepaya dari kios buah atau supermarket aja yah mbak hehehehe…

  5. ainuq says:

    ay, ay, ay…lengkapnya info tentang pepaya ini;) resep manisan pepaya nya ku contek ya Mba……;)

    biar sekalian buat pengingat mbak apa aja nilai gizinya…:) iya uminya dek hanuun..boleh boleh….gampang kayaknya dipraktikkan..enak lho disantap manis..dan pas dingin dingin gitu….apalagi dipakai cemilan bulan puasa gini🙂

  6. mulyonoaja says:

    foto pepayanya bener-bener mangkel dan suegerr tenan!
    rasanya pasti beda dengan pepaya di pasar.
    saya juga suka pepaya, kandungan AKGnya itu loh .. maknyus!
    salam

    iya je mas, lebih mak nyus..apa gara gara lebay dari kebun sendiri jadi berasa beda🙂

  7. fitrimelinda says:

    dihalaman rumahku ada beberapa batang pepaya mbak..😀
    tapi aku jarang makannya nih, ga trelalu suka..🙂

    iya mbak biasanya kalo berlimpah dan banyak malah cenderung nggak suka,🙂 wah enak yah bisa berkebun dirumah mbak fitri..:)

  8. Lidya says:

    jadi postingan ini dibuatnya nyicil ya bun kaya arisan aja hehehe.
    Psacal juga udah ga suka pepaya skr

    hehehe..iyo mbak..secara ditempat kerja kadang nggak sempat “cangkulan” yang dari hari kehari kok semakin berat ya mbak…”apa pensiun dini aja yah” hehehe..halah lemah dan lebay kali nieh emak kinan…* semangat semangat..:)…tos nieh kak pascal dan dek kinan yang juga nggak begitu suka mbak..

  9. kips says:

    Bertanam pepaya pun pasti menyenangkan, tak terlepas dari manfaat juga yg memang benar adanya. Kalau didepan kontrakan sini sudah ditumbuhi pohon mangga jadinya gak bisa bercocok tanam hehe.. *sesama kontraktor juga nih*😀

    hehehe bener mas..aslinya hobby berkebun..tapi apa daya….nggak ada lahan..:D Tos sesama kontraktor..ayo semangat lagi mas biar kita bisa menyudahi status “kontraktor” ini🙂

  10. Asop says:

    Hiiii, itu pepaya di foto kedua, kayak mangga ya…:mrgreen:

    Pepaya bener2 terbukti bisa melancarkan BAB.😀

    iya bentuk pepayanya kayaknya jenis yang “gemesin” jadi kayak mangga yang besar gitu..kata Ibuku waktu dibelah dan dikupas nggak ada bijinya sama sekali🙂

  11. Estika Badry says:

    mantappps, mama Kinan klo mosting ttg makanan sering dcantumin kandungan giziny jg.
    rasany pasti beda y, klo menikmati buah tanpa beli, alias lansung panen dr pohon sendiri.
    Anin, Damar doyan banget sm pepaya🙂

    wah kak anin dan dek damar suka pepaya yah…kinan dah nggak begitu suka mbak…dicantumin nilai gizi buat catatan mbak..biar selalu ingat..kalo lupa kan tinggal review lihat di blog..:)

  12. bundamahes says:

    Pepayanya ginuk-ginuk😀
    merahnya meriah euy!

    *ngiler

    hehehehe…ginuk ginuk..bahasanya itu lho aku suka….:) itu bahasa juga mbak untuk segala sesuatu yang gemuk segar..ya ginuk itu..:)..mantap pokoke..:)

  13. Mbah Jiwo says:

    Aku ngga begitu suka mbak, sama pepaya… nguk nguk!!

    wah gak suka tho mbah…dijawa timur banyak kebon pepaya yah mbah…malah pepaya dari daerah Blitar banyak dikirim ke Jakarta🙂

  14. Owww..owww…owww…. *apa sihhh??? hihihi*

    Kalo kami sangat sukaaa dengan pepaya. Resep andalan saya dalam mengolah pepaya ini adalah mencampurkan pepaya potong dengan air jeruk nipis plus sedikit gula. Rasanya mantep deh, manis asem segeeerrrr dan pas banget juga untuk saya yang punya sakit maag😀

    wah mantep, persis resepnya “gaphe” dicampur air jeruk nipis…dan gula..iya aku dah baca yang jeruk nipis bagus untuk maag dicerita patin-nya mama raja..saya juga penderita maag …jadi pingin mempraktekkan yang dengan air dingin…:)

  15. BunDit says:

    Wow..manisan pepayanya bikin ngiler. Thanks resepnya mam🙂

    iya bun sama sama….semoga bisa cepet praktek bun..:)

  16. tuyi says:

    Pepaya saya suka…..
    manis dan menyegarkan, kandungan vitamin banyak dan menyehatkan…hehehe

    iya mas..apalagi ditambah harga buah ini “murah meriah” tapi khasiatnya manfaat vitaminnya gede🙂

  17. Masbro says:

    Saya pernah menanam pohon pepaya. Sedari kecil hingga gedhe dan berbuah, trus panen. Hmmmm, seneng banget rasanya.

    wah pengalaman yang sama dengan saya nieh mas bro..:) senangnya..sensasinya ruar biasa

  18. Sy juga disarankan makan buah pepaya untuk gejala ambeienku..
    nice post……

    benar, kawan saya yang terkena ambien juga melakukannya..mengkonsumsi pepaya setiap harinya …thanks

  19. craft4kidz says:

    salam kenal Bunda..
    wah ternyata pepaya banyak kandungan gizinya ya…
    thanks 4 sharing…keep writing..Bunda kinan

    salam kembali🙂 bener buah murah meriah yang kaya gizi dan vitamin ….thanks..insyallah🙂

  20. riliarully says:

    mantap juga mam pepanya..
    rumah kami juga banyak nanam pepaya..mungkin ada sekitar 5 pohon lah..tp yang paling enak cm 1 buahnya hehehe..nah akhirnya itu yg dipertahanin. emang beda ya metik dari kebun sendiri sama beli😀 mantap deh pokoknya, kemarin kita jg habis panen pisang ambon. Selain pepaya n pisang, rumah kami jg ada avocado, kelapa ijo, jeruk bali, rambutan n mangga manalagi n harum manis…
    btw resep manisannya oke kpn2 dicoba😉

    wah mbak kebunya lengkap sekali..:) lahannya masih banyak yah mbak…kayaknya mbak tinggal diperumahan khan?? kok lahannya masih luas yah..jadi pingin…hmmmmm enaknya menikmati hasil kebun sendiri yah mbak..emang beda rasanya🙂

  21. mauna says:

    wah enak nih, tp sepertinya aq sdh lbh dr setahun ini g mkn pepaya … knp ya? *jd mikir

    iya mbak…kenapa yah lama nggak makan pepaya…:)

  22. ientanainie says:

    wah…. senengnya bisa nikmati hasil kebun sendiri… hehee…. sama kaya aku yg ada jambu biji n mangga dpn rumah. pas berbuah, senengnya gak ketulungan. rasanya nikmat banget, lebih enak dari buah manapun… hehehe….. selamat berkreasi dg pepaya mbak ^_^
    lam kenal….

    Makasih mbak..:) iya seneng banget menikmati hasil kebun sendiri…saya malah cuman pepaya :)….thanks mbak..

  23. pasti beda deh rasanya krn hasil dr kebun sendiri ya Mam🙂
    sayangnya, bunda gak gitu suka pepaya , malahan lebih suka yg mengkal, masih kriuk2 gitu, dan enak kalau dibikin gohu (semacam asinan ala manado)
    salam

    iya bunda..beda rasanya..:) wah asinan ala menado kayaknya perlu dicoba tuh..searchinc gohu dan cara pembuatannya ah…:)

  24. Lyliana Thia says:

    Pepaya emang buah murah meriah dan menyehatkan… paling enak emang pepaya.,.. krn dia kan dingin… dimakan sama org di negara tropis paling cocok yah gak Mbak?😀
    aku paling suka tumis pepaya muda… jd kalo nggak sabar nunggu pepaya mateng, ditumis aja udah hehehe… *kebiasaan*
    dirumah jg nanem pepaya soalnya mbak… tapi sedihnya kena kutu putih itu looh… doooh… di jakarta kok banyak hama siiih >.<

    bener bunda vania…pepaya si murmer yang banyak manfaat🙂 sama aku juga suka tumis pepaya yang muda..hmm..yummy, daun pepaya muda biasanya dioseng sama teri..atau dan dikasih sedikit santan kental..atau dibikin buntil..hmmmm yummy..walah kok jadi ngomongin makanan dari bahan dasar pepaya nieh…:)

  25. dheeasy says:

    pepaya dingin, pas berbuka … maknyusss banget… *jadi kepingin nyoba ditambah jeruk nipis dan gulanya nih….

    *selamat panen pepaya bun🙂

    bener mbak…mak nyuss banget…aku juga pingin yang ditambah sensasi jeruk nipis dan gula …:)

  26. ibudini says:

    wahhhh mb postinganmu lengkap’ ini kalau ikutan aduk pasti calon pemenang. Sayang dini gak suka sama pepaya mb dia sukanya semangka. Dulu aku pernah nanem juga mb disamping rumah sampai subur banget tapi buahnya kecil2, saking keberatan tumpang pas hujan angin. Skg gak nanam lagi mb.

    itu nggak sengaja tumbuh, pas dah gede sayang mbak mau ditebang, tapi kalo yang punya rumah minta ditebang nanti ya ditebang, baru buah sekali ini terus muncul lagi yang masih kecil kecil..jarang buahnya…kinan juga nggak begitu suka pepaya mbak…:) semangka dia juga suka..:)

  27. Batavusqu says:

    Salam Takzim
    Kalau saya ga pernah lihat pepaya dari hijau sampai kuning, taunya sudah dipiring tanpa kulit dan tanpa biji. Alias siap disantap tapi nanti tunggu waktu beduk hehehe, selamat puasa ya
    Salam Takzim Batavusqu

    Hehehehe….wah enaknya yah pak tahu tahu tersedia tinggal santap🙂 sip sip.. sama sama selamat puasa juga🙂

  28. mamamia says:

    gara2 baca postingan ini jadi pengen punya pohon pepaya bangkok sendiri..insyaallah kalo rumahnya jadi ntar halaman belakang mau nanem pepaya ach..makasih ya mama u resep manisannya,chayoo!!

    wah dirumah yagn baru nanti bisa ditanam tuh mbak..:) selamat yah mbak rumah barunya..doain aku juga yah mbak🙂

  29. mamamia says:

    gara2 baca postingan ini jadi pengen punya pohon pepaya bangkok sendiri..insyallah ntar kalo rumahnya jadi==pengen nanem pepaya dihalamannya ah..makasih ya mama u resep manisannya..siap dicoba..chayoo mama!!

  30. Pingback: Musim Buah Mangga | My new world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s