Kinan dan Cidera Otot Tangan di Penghujung Tahun 2011

Selamat Tahun baru  2012 Masehi, Semoga ditahun 2012 ini harapan dan cita cita kita terkabul, diberikan kesehatan dan panjang umur untuk seluruh keluarga kita tercinta,dimudahkan segala urusan baik urusan dunia dan akherat, peningkatan iman dan takwa, serta kesabaran menghadapi ujian hidup, rejeki dan karier yang lancar, sejahtera dan bahagia baik  fisik maupun bathin kita semua * amien

Postingan ini harusnya dah publish di hari Jum’at 30 Desember 2011, tapi karena nggak kelar kelar, begitupun hari sabtu dan minggu dirumah kemarin, akhirnya baru hari ini bisa publish..buat dokumentasi tentang kinan, maklum ini blog juga sekalian merangkap untuk jadi jurnal pribadi keluarga kami, mendokumentasikan segala pernik pernik *accesories kali yah pernik pernik  hehehe yang terjadi dalam keluarga kami.

Jumat, 30 Desember 2011

Hari ini merasa sendirian dan kesepian ditengah keramaian…* halahhhhhhhhhhhhh…gubrak…mak mak..lagi lagi..!!! eits jangan berprasangka buruk dan macem macem dulu..ini murni efek PMS, kliyengan, pusing, letih, lesu, lelah…kayaknya tambah parah aja….kapan hari saat check tensi sempat 90/60 artinya apa itu, ra ngerti aku???!!! tensi rendah vonis pak dokternya…yo wis dinikmati siap siap morotin ayah kinan buat sate kambing tiap hari  :D (padahal gak begitu doyan sate kambing nanti yang ada ganti efeknya dan jadi darting..hmm naudzubillah jangan  ya allah, saya pingin sehat) *padahal masih dekat tanggal 25 lho …*lirik mbak Indah mommy Athia yang pernah bilang sering merasakan gejala kayak PMS saat  mendekati tanggal 25,  di koment postingan ini,(haduh sebenarnya ada apa sih dengan tanggal 25 hehehehe mau tahu??? Tanggal yang ditunggu tunggu bagi para emak  dan bapak yang bekerja ataupun yang menunggu gaji suami…:)

Tulisan ini  sudah ada di draf dari kemarin, saat bingung mau mempublish tulisan apa lagi yang ada didraf *lirik tulisan yang lagi mengena dihati….hari ini saat break mewek mbaca tulisannya seleb blog  yang terkenal dijagad  “parenting” , mbak darina  yang ada disini. Jadi ingat hari selasa malam lalu bagaimana kekhawatiran yang kurang lebih sama terjadi  malam itu, kinan bangun tengah malam menjerit dan mengeluh sakit pada tangannya. Nangisnya kali ini bukan seperti nangis pas kayak mimpi, nangis sambil merem terus cepet diem saat ditenangkan, tapi jejeritan dan berteriak mengeluh sakit, kinan sadar, matanya terbuka dan bilang sakit ditangan kirinya, *alhamdulilah kinan  sudah bisa berkomunikasi dua arah dengan kita yang dewasa, saat itu kinan menangis dengan menjerit dan benar benar keluar airmata saat tengah malam itu. Kinan tidak mau menggerakan tangannya, saat saya pegang dan coba digerakkan langsung berteriak menangis kesakitan gitu, pasti sesuatu terjadi dengan tangannya, dari jam 11 sampai jam 2 malam akhirnya bisa  tenang dan mau tidur, kita pindah tidur diruang tengah didepan televisi untuk menenangkannya sebelumnya.

Kemudian kita berdiskusi dengan Uti dan tanya tanya, seharian itu kinan nggak jatuh yang serius saat bermain dan beraktitas, sempat jatuh tapi dikasur dan itupun nggak nangis malah ketawa ketawa dan bukan tangan kiri yang kena. Kemudian meruntut sorenya saat aku pulang kerja, pulang sendirian karena ayahnya masih ada acara dengan kawan kawannya.  Sampai rumah kinan main diluar rumah, setelah salim, cium cium, aku tinggalkan kinan dihalaman. Masuk kerumah dengan pintu rumah aku tutup. Setelah beberapa saat terdengar kinan masuk rumah sambil berteriak “aduh-aduh, Ma sakit”, kaget aku dekati mana nduk yang sakit tanyaku, karena nggak yakin mana yang sakit aku coba tiup aja  kakinya, karena aku pikir kakinya mungkin kena pintu saat dia membuka pintu tadi,setelah itu  rewel banget nggak mau nunggu aku makan, cepat cepat minta nenen dan mau bobo katanya.  Hari itu kinan juga nggak mau tidur siang banyak bermain sama kak anggie, kawan main yang paling dikagumi kinan….yang kebetulan mulai libur disekolahnya.  Uti-nya akhirnya menduga bahwa saat sore tadi kinan buka pintu itu dia mungkin menggunakan tangan kirinya untuk menjangkau pintu dan karena belom begitu kuat tenaga untuk meraih dan membuka pintu dengan “properly”menggunakan tangan kirinya *bukan dengan tangan kanan yang seperti biasanya, akhirnya mungkin kesleo atau salah urat atau mungkin terbentur, tidak jelas dan tidak tahu pasti kronologisnya. Saat itu memang Utinya ada didekatnya mencoba menenangkan anak tetangga yang ingin main dengan kinan, tapi kinannya nggak mau  dan karena sudah mau magrib Utinya ingin mengantarkan anak itu pulang, jadi tidak perhatian dengan kinan.

Bukan bermaksud lebay, saya dan Ayah kinan buta soal kesehatan dan pertolongan medis seperti ini,  kita takutnya salah urat atau apa yang bisa berakibat fatal, takut nanti berbahaya dan berakibat tidak baik untuk pertumbuhan tulangnya atau tangan kirinya dan saya tidak akan memaafkan diri saya sendiri kalo sampai hal hal buruk terjadi pada kinan, namanya juga anak, Setiap orangtua baik itu seorang ibu atau ayah akan merasakan hal yang sama bila sesuatu terjadi apa anaknya kan?. Dan ditambah lagi  Utinya malah menyarankan kami, * karena saking sayangnya sama kinan “Bawa aja besok ke Awalbross untuk check semuanya, posisi tulang dan sebagainya” begitu katanya. Ayah kinan dan saya yang memang khawatir sesuatu terjadi akhirnya bersepakat untuk bawa ke Batam, kenapa selalu Batam dan awalbross yang dituju * ini menjawab pertanyaan kawan yang pernah menanyakan, kenapa dikit dikit ke Batam dikit dikit  ke Awalbros,  kenapa nggak di klinik sini saja,atau obat biasa aja.. dan lagi pertimbangan cuaca kan lagi tidak bagus begitu tanya kawan itu..bukan bermaksud apa apa, sekalian saya jelaskan dan semoga yang menduga dan berpraduga  yang tidak benar bisa memaklumi dan mengerti. Kenapa “concern” kita selalu ke BATAM,

Alasannya; Karena  fasilitas atau benefit dari tempat kerja kita Kartu “Manuhidup” *pinjam istilah mbak darina diblog ini rujukannya di Tanjung uban hanya di sebuah klinik bernama “klinik E*s” milik Dr. E yang hanya ada 1 dokter specialis anak,  1 dokter D*d*  K SPOG, dan dokter umum, Lab yang kecil, *maaf nggak mau salah terjadi diagnosa dan salah pemberian obat karena bagi kami kalo bisa obat diminimalisir.. * . Sementara dengan dokter anak yang di klinik ini, maaf sebelumnya yah saya sampaikan kita dan  kinan tidak berjodoh *tidak usah disebutkan kenapa dan kenapa alasanya karena bisa melanggar kode etik..anggap saja berobat itu adalah jodoh jodohan, dan kami belom berjodoh dengan dokter anak disini, kami merasa lebih cocok dan berjodoh dengan dokter anak yang biasa akrab dengan kinan.  Di Tanjung Uban, fasilitas rontgent ada, tapi nggak ada dokter tulang dan analisa radiologi jadi pasti nanti bakalan dirujuk pula ke batam kalo ada “case” seperti ini. Sedangkan di Tanjung pinang, ada RS angkatan laut dan juga banyak dokter anak kenapa nggak kesitu?? kami nyerah soal perjalanan darat atau lautnya  mending ke Batam ini pilihan yang terbaik menurut kami. Jadi begitu ceritanya kenapa kami selalu ke Batam untuk urusan kesehatan dan “No Tolerance” untuk saya bisa membantah Ayah kinan soal kesehatan seperti ini, baginya apapun untuk anak harus dijalani meskipun saat itu cuaca sedang tidak menentu, ombak besar,angin, hujan, harus ke Batam. Yo wis,sayapun nggak mau jadi istri durhaka ataupun ibu yang nggak perhatian dengan tidak membawanya  ke Batam untuk check.

Alasan kedua adalah terus terang istilahnya fasilitas gratis  berobat dan nggak kena biaya apapun kecuali yang memang tidak dicover dari “Manuhidup” baru bayar, paling istilahnya ongkos jalan saja, jadi kenapa tidak kita yang mengalah dengan menyeberang ke Batam.   Mendapatkan diagnose dan penjelasan yang lebih membuat kami “PLONG”.  Perlu dicatat dan diingat bahwa dengan diberi resep obat dari dokter di Batam-pun belum tentu kami minumkan atau berikan untuk kinan, karena saya berprinsip *Rational Use Medicine alias RUM, *bukan sok nggaya ikut trend emak emak di milist atau jagad parenting, ini dari ajaran bapak dan ibuk saya yang memang  hati hati dalam penggunaan obat,  kadang kita (saya dan ayah kinan) hanya ingin meyakinkan dan ingin mendapatkan kepastian diagnose dari dokter bahwa  segalanya baik baik saja sama kinan, sakitnya ini…begini…begitu….jadi biar plong…!

Inilah keterbatasan kami di Pulau ini, selalu saja ini yang membuat saya harus menangis, ini yang keberapa kali soal pengobatan kala kinan sakit harus saat cuaca yang tidak bersahabat.  Saat pertama kali kinan sakit di usianya yang 11 bulan batuk pilek demam, pulang dari batam naik speed cuaca buruk, ombak besar dan betapa saya merasakan begitu kecil saya didalam speed boat ditengah laut dengan ombak dan hujan angin saat itu, nangis dengan kinan ada dipelukan saya…*bersyukur saat itu kinan sedang tertidur.  Kemudian Desember 2010 dan Januari 2011 saat kinan harus dirawat dirumah sakit, seperti yang pernah saya posting disini, betapa saat itu ombak kuat  saat di kapal Fery, saya sampai keringat dingin dan pusing karena mabuk, kinan rewel dan akhirnya tertidur dalam gendongan sambil nenen saat itu. Terulang kembali kemarin. Saat berangkat masih pagi, kita putuskan pake kapal roro/ferry yang lebih besar takut banget kalo cuaca seperti ini saya harus naik lagi speedboat…alhamdulilah tidak terlalu kencang ombak dan angin, tapi sempat merasakan juga pusing saat ombak sedikit kencang.

Naik taxi langsung ke Awalbross,  Dr. dewi metta masih dalam perjalanan pulang liburan  dari Bandung baru praktek jam 10 an lebih, untung kita dah daftar lewat telp akhirnya dapat nomer 6 sedikit lebih awal nggak kayak biasanya yang diatas nomer 20 an antriannya…! Dari dokter Dewi metta diminta photo rontgent, *alhamdulilah pernah googling juga dampak photo rontgent buat balita, insyallah nggak ada yang dikhawatirkan, sedikit menangis saat di photo ditemani saya dan ayahnya boleh masuk.  Saat itu kinan masih tidak mau menggerakan tanggannya jangankan menggerakan tangannya diminta untuk  “close open” jari jarinya aja dia mengeluh sakit…jadi khawatir kan, masih mengeluh sakit dari bangun pagi tadi,  tapi sudah tidak se histeris malamnya.  Menunggu hasil rontgent dengan harap harap cemas,  akhirnya keluar juga hasilnya, Dr. yang bertanggung jawab di radiologi yang memberikan surat keterangan memanggil kita dan menceritakan  bahwa untuk pemeriksaan anak seperti ini harus  dua tangan dibandingkan dan di photo rontgent untuk membandingkan, hasilnya bagus simetris antara kanan dan kiri tidak ada tanda bengkak atau tanda memar, tidak ada dis-lokasi atau salah tempat engsel atau sendi,  dan bla bla bla, intinya dia bilang mungkin ototnya ketarik..untuk lebih lanjut mungkin bisa ke ahli tulang…

kinan at awalbross hospital batam

kinan at awalbross hospital batam, saat menunggu giliran setelah photo x-ray

Ada kejadian saat menunggu  dokternya, saat balik dari ruang radiologi ke ruang dokter dewi metta kinan saya ajak duduk dekat toko mainan, biar senang maksudnya  lihat mainan mainan..*alhamdulilah kinan sampai saat ini nggak maruk minta dibelikan saat lihat sesuatau…selalu begitu..apa karena usianya  masih kecil jadi nggak minta dibelikan ini itu, belom terlalu ngeh tapi itulah kinan….dia selalu bilang yang itu adek udah punya dirumah, itu pancingan sponge bob-nya kayak punya adek, adek punya tapi ayam dirumah” saat berlari mau nyamperin ayahnya sempat terjatuh dengan posisi terduduk tangan dua duanya memegang lantai dia nggak nangis dan nggak mengeluh sakit tangannya, saya kaget  tapi juga sekaligus bersyukur berarti tangannya yang kiri nggak pa pa…karena dia reflek menggerakkannya.

Akhirnya balik ke dokter dewi metta dapat penjelasan yang sama dan  untuk lebih yakin dirujuk ke dokter tulang, dr. Ronny,  kinan tertidur jadi saat terbangun diruangan yang asing  bangun,  langsung nangis jadi malah nggak mau diperiksa dan saat disuruh untuk coba pegang sesuatu atau menggerakkan tangannya malah “cranky” histeris yo wis kata dokternya nggak papa ditenangkan diluar aja bu, ayah kinan akhirnya yang sesi tanya jawab…dan diobservasi aja pak, semoga tidak ada apa apa karena semua hasil pemeriksaannya bagus, mungkin hanya ketarik otot saat melakukan aktifitas  istilah nya apa yah “kesleo” atau “terkilir” ….Akhirnya jam 2 selesai “Alhamdulilah”. Saatnya mengarungi samudera lagi untuk pulang…hmmm..was was karena saat siang menuju sore beginilah laut tidak lagi setenang tadi pagi…ombak  dan angin ditambah hujan….hmm..bismilah, mampir bentar ke carefour cari susu kinan dan “bread talk”…nggak ada acara  shopping shopingan…nggak ada waktu,…akhirnya  sampai di pelabuhan menunggu kapal roro/ ferry.

Berangkat jam setengah lima lebih,  saat mau berangkat kinan mengeluh pingin BAB, jadi ke kamar mandi di kapal roro tersebut, jongkok dipegangi saat terkena ombak dan bergoyang kinan mengeluh, “Ma takut jatuh, kok goyang goyang”  saya bilang “jangan takut kan dipegangi, mama” akhirnya selesai BAB kembali ketempat semula, mulai ombak kencang kapal bergoyang kekanan dan kekiri waduh sebesar  ini aja kerasa apalagi yang naik speed, akhirnya  nggak kuat mungkin kinan rewel dan bilang ke saya “ Mama jangan digoyang-goyang, adek pusing, adek pingin muntah” walah rupanya dia mabuk …dan begitupun saya…keringat dingin…dan lagi harus gendong kinan karena minta gendong sambil nenen…Ya allah, lagi lagi nggak kuat airmata ini..bukan lebay..bukan nggak mau menerima keadaan dan tidak bersyukur, kalo dihadapkan pada  pada situasi yang seperti ini saya selalu menangis dan berharap segera bisa pindah ke Jawa…..dan begitupun yang saya lihat  pada wajah ayah kinan, walaupun tidak banyak bicara selalu dia berucap “ Maafkan ayah yah nduk”  saya tahu dia telah berusaha semaksimal mungkin, saya juga tidak ingin menuntut banyak, Rejeki itu ditangan Allah swt, berdoa dan berharap semoga mimpi mimpi kita bisa terwujud suatu hari nanti, kita sedang menuju kearah sana. Ya Allah, semoga diberikan jalan yang terbaik..*amien

Hikmah yang bisa diambil dari kisah akhir tahun kinan dan “cedera otot” minggu ini menjadi “ladang” buat kami introspeksi…perjalanan dengan cuaca buruk di laut, pasrah kepada Allah Swt, kinan jadi merasakan photo rontgent pada tangannya…*Ya Allah,semoga ini yang pertama dan terakhir semoga selalu sehat sehat dan tidak terjadi apa apa dengan kinan dan anak anak kami kelak dikemudian hari.  Alhamduillah tidak terjadi apa apa, hanya cedera otot dan semoga cepat sembuh, *alhamdulilah hari ini jum’at, saat nulis buat posting ini kinan sudah mau menggerakan tanggannya dan pegang pegang dengan tangan kirinya walaupun masih sering mengeluh sakit.Updated hari sabtu dan minggu, sempat mengeluh tangannya sakit, tapi sebentar dan sudah bisa menggerakkan tangannya seperti sedia kala, menari, memegang sesuatu walaupun kadang masih terlihat pelan atau kadang berujar, “tangannya sakit”….

Hikmah lainnya dari perjalanan kinan ke Batam kemarin adalah saya jadi tahu kinan lulus Toilet training saat bepergian, kok bisa?? Ya, soalnya untuk keamanan supaya nggak pipis sembarangan kita pakaikan pampers buat jaga jaga, awalnya kinan nolak nggak mau gatal katanya, minta dicopot aja pampersnya tapi karena saya takut nanti nggak bilang pipisnya akhirnya dengan pengertian mau tetap pake pampers dengan catatan saya bilang ke kinan, nanti kalo mau pipis tetap harus bilang yah, nanti kita bisa pergi kekamar mandi, nah saat dirumah sakit, saat ngeluh pingin pipis dia tanya “Ma, mau pipis” saya ajak kekamar mandi dan akhirnya berhasil pipis di toilet. Kemudian saat di carrefour, dia mengeluh pingin pipis dan tanya sama saya ” Ma boleh pipis dipampers, karena tergesa dan mengejar kapal Roro, saya bilang boleh,” tapi yang terjadi malah kinan bilang “nggak mau, nggak enak” akhirnya saya bawa ke toilet di carrefour dan alhamdulilah pipis di toilet. lagi lagi “Clean” alias bersih pampersnya, Hmm..apakah ini tandanya dia lulus Toilet Training 100% hmm kita tunggu saja minggu minggu seterusnya, malam hari dan sepanjang siang hari sudah tidak memakai pampers sama sakali, dan masih ada sisa 1 pack pampers ukuran L yang masih rapi sisa belanja bulan Nopember, dan juga 5 biji  yang sudah dibuka. semoga bener benar lulus 100% TT nya.

Intinya dari tulisan tentang cidera otot kinan ini adalah setidaknya kita tidak terlalu “worried” lagi tidak ada yang salah dengan letak dan  sendi atau tulang tangan kiri kinan. Inilah kami (saya dan ayah kinan)dengan segala keterbatasan dan kepanikan kami, yang masih perlu belajar banyak tentang bagaimana mengasuh, merawat  dan menjaga anak dan memberikan yang terbaik untuk amanah yang Allah telah berikan kepada kami  ini.

Di akhir kata..saya begitu menyukai  quote indah yang ada di The Urban Mama “every parents has their own parenting style, as no two kids are ever the same.”

Jadi jangan judge kami orangtua yang lebay….yang terlalu perfeksionis..misal soal imunisasi wajib atau nggak wajib diberikan *kami hanya ingin “preventif” atau lebih baik mencegah daripada mengobati,soal makanan, soal  obat obatan dan kesehatan, kami hanya mengupayakan sebisa yang kami bisa dan mampu untuk dijalankan dan diusahakan, dan kami masih dalam rangka belajar dan selalu belajar, membuka mata , membuka hati dan pikiran…untuk jadi lebih baik dan lebih baik lagi.  Masih banyak diluar sana yang Masyaallah orangtua yang sangat “Perfeksionis dan Prepare well for all any kind to their children” bahkan begitu detail  hingga kecil kecilnya… dalam artian  sebenarnya. Setiap orangtua pasti ingin yang terbaik untuk anak anaknya.

Summary/ Ringkasan dari hasil googling soal “Jika Bayi atau Balita terkilir” :

Jika Bayi Terkilir

Kapan ke dokter?

  1. Bila bayi menangis terus-menerus, tandanya dia terkilir cukup parah karena merasa kesakitan. Terkilir parah terkadang juga membuat tulang lepas dari persendian. Jangan coba mengembalikan sendiri ke posisi semula! Segera ke dokter dan usahakan bagian terkilir tidak bergerak.
  2. Dokter akan melakukan tahapan pemeriksaan medis yang terarah, sistematis, dilandasi penelitian yang bisa dipertanggungjawabkan, yaitu;
  • Anamnese (menanyakan kronologis kejadian agar bisa menganalisa keparahan cedera dan penanganan yang diperlukan).
  • Pengecekan lebih dalam (ada tidaknya cedera dan bagaimana kondisi tulang, sendi, otot serta saraf di daerah luka).
  • Rontgen (bila perlu) untuk menegakkan diagnosa.
  • Pengobatan (bila perlu), biasanya obat-obatan anti-inflamasi untuk mengurangi rasa sakit.
  • Dirujuk ke dokter spesialis rehabilitasi medik atau dokter ortopedik (bila perlu).

RICE untuk atasi terkilir

  • Rest, istirahatkan bagian terkilir, jangan banyak digerakkan dulu.
  • Ice atau es. Kompres bagian yang bengkak dengan es selama 10-20 menit untuk mengurangi bengkak, atau gunakan kompres dingin (campuran garam pendingin dan kantong air) yang dibeli di apotek. Lapisi dulu dengan kain sebelum ditempelkan ke kulit. Perlu diingat, kompres dingin hanya dapat dilakukan dalam 1×24 jam pertama setelah kejadian.
  • Compression, membebat bagian terkilir dengan perban. Tekanan bisa mencegah dan mengurangi bengkak. Sebaiknya tidak melakukannya sendiri, konsultasikan ke dokter.
  • Elevate, naikkan bagian tubuh terkilir dan ganjal dengan bantal sehingga posisinya lebih tinggi dari jantung, untuk mengurangi pembengkakan.

Berapa lama dia sembuh? Terkilir ringan butuh waktu satu minggu, terkilir parah 3-4 minggu, tergantung beratnya cedera.

Hati-hati memijat! Pemijatan/pengurutan kurang tepat justru bisa memperparah keadaan, di antaranya:

  • Hematom. Memijat bagian tubuh bayi terkilir secara berlebihan dapat menyebabkan hematom (penggumpalan massa darah di luar pembuluh darah), ditandai dengan bengkak kebiruan di sekitar daerah terkilir.
  • Patah tulang makin parah. Jika cedera mengakibatkan fraktur atau patah tulang, penanganan kurang tepat dapat membuatnya semakin parah, misalnya tadinya hanya greenstick fracture atau fissure (patah tulang mirip rambut alias tipis sekali) setelah diurut justru bertambah lebar dan serius.
  • Cedera vaskuler (pecahnya pembuluh darah).
  • Deformitas. Dalam jangka panjang, penanganan kurang tepat dan terus-menerus bisa menyebabkan deformitas atau perubahan bentuk badan yang mengarah pada kecacatan.

Hati-hati bayi terkilir.

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Gado-gado and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

32 Responses to Kinan dan Cidera Otot Tangan di Penghujung Tahun 2011

  1. Baby Dija says:

    Kakak Kinan udah sembuh???

  2. Elsa says:

    Ya Alllaaaah…..
    semoga Kinan gak apa apa.

    iya, Mbak… gak enaknya hidup di kota kecil ya seperti ini. terbatas ya
    kalo hidup di kota besar, pilihan berobatnya bisa lebih lengkap dan lebih terjamin

    oh ya, jadi inget waktu kaki Dija kena kecelakaan kecil, masuk ke roda sepeda.
    bengkak 2 hari, biru gitu…. alhamdulillah gak apa apa.

  3. Anggie says:

    wahhh.. nice info… Thx ya… di masukin ke TUM aja…Pasti berguna buat semua..

  4. @yankmira says:

    semoga sekarang sudah membaik yaa Kinan. makasih juga infonya mba, berguna sekali. selamat tahun baru🙂

  5. Lidya says:

    kasihan kinan,semoga lekas sembuh ya. thanks infonya mengenai terkilir ya bun

  6. Gaphe says:

    ya ampuuun.. duh ngebaca ceritanya jadi ikutan ngilu deh. emang kadang anak kecil nggak tau harus ngomong apaan dan bagaimana mengungkapkan, jadi pilihannya yaa nangis itu. untung segera dibawa ke rumah sakit.

    di batam ada awal bross ya?.. kayak di makassar yang barusan aja buka..

  7. Ikut sedih bacanya jeng…. semoga Kinan lekas pulih benar ya…dan semoga juga jalan untuk pindah ke tempat yang lebih baik dibukakan Tuhan..

    Orang tua pasti mau yang terbaik untuk anak-anaknya, caranya bisa saja berbeda-beda karena tergantung pada kepribadian anak juga… Terus semangat ya jeng🙂

  8. mama hilsya says:

    semoga sekarang udah sembuh ya.. dik Nana..
    tante juga udah lumayan.. bosen tidur mulu🙂

  9. rina says:

    peluuuk kinan dan mamanya… semoga cepet pulih lagi ya nak….

  10. Kinan.. smg segera sembuh ya Kinan… Iya, sy bisa ngerasain..soalnya kl anak jatuh aja..kyknya mak deg atau kejedut… mak deg…. kita yang kyk ikut ngerasain..takut kenapa2.. Moga kita dan anak2 kita selalu sehat ya mbak

  11. Estika Badry says:

    alhamdulillah tulangny g knpa2 ya, ikut deg2an bacany, smga cidera ototny lekas pulis 100%
    ciri khas mama Kinan, klo mosting kompliiiiit😀

  12. adini says:

    Mb apa kabar, maaf ya udah lama banget ngak kemari..
    Kinan gimana mb, moga udah baikan ya…dan bisa main-main lagi seperti sebelumnya. Begitulah kota Bintan ya mb, tapi meskipun sepi kadang aku suka di sini mb…ngak terlalu rame dan lumayan nyaman * semoga saja nyaman selalu *.

    Kalau saya paling bawa ke Pinang aja mb , ke dokter santoso tapi juga jarang-jarang karna mikir jarak waktu yang di tempuh untuk anak sendiri sudah lelah…jadi untuk inisiatif ke dokter biasanya yang emang kebetulan udah sosok banget sama Dini.
    Soalnya susah juga mb, kalau ada apa2 musti kepinang dan kepinang takutnya bisa-bisa ngak cocok lagi sama dokter yang dekat.

  13. menyapa mama kinan & kinan dulu lah, setelah sekian lama tak berususan dengan dunia maya. Maklum mam, baru merasa sembuh beneran sekarang. Typus memang mengharuskan saya untuk benar2 istirahat total..

    Selamat tahun baru juga, semoga lebih baik dari yang telah lalu.
    Buat Dd Kinan,, semoga selalu sehat. aamiin

  14. enno-mama fira says:

    Alhamdulillah KInan udah sembuh yah, fira juga pernah keseleo gitu tangan kanannya. Kita tunggu sehari, Alhamdulillah udah normal lagi, jadi gak ke dokter. Mbak, aku juga ngerasain loh hidup di kota kecil, sedih… bukannya nggak nerima, tapi rasanya pengen juga merasakan fasilitas seperti di kota besar yah… semoga dapet jalan terbaik untuk pindah ke tempat yang lebih baik yah… Peluk Kinan…..

  15. BunDit says:

    ALhamdulillah, tangan Kinan udah mulai baikan ya. Semoga selalu sehat ya nak. Kiss dari kakak Dita🙂

  16. Orin says:

    Huwaa….kecian Kinan, semoga skrg udh sembuh total ya Sayang…

  17. Kinan yang caem, semoga cepet sehat kembali ya….

  18. Lyliana Thia says:

    terima kasih sharingnya mama Kinan.. gimana kabar Kinan sekaran? udah lebih baik kan? mudah2an ya.. amin..🙂

  19. Dyah says:

    Gimana kinan sekarang, bunda? sudah baikkan? semoga lekas sembuh yah Kinan🙂

  20. Mommy Favian says:

    loh mba kinan koq gak nginep aza t4 abang Favian, deket koq dari awalbrosssss😉

    jadi inget masa-masa melewati jetvoil belitung-bangka hanya 4 jam kalo gak ombak, kalo musim angin barat begini…pfuichhhhh…..mampussss

  21. Mampir, kunjungan pertama nih kayaknya… Salam kenal…

  22. Bang Aswi says:

    Sungguh beruntung Mama Kinan diberi kesempatan menempuh semua perjuangan itu dengan nikmatnya. Itulah ujian kita sebagai orangtua. Saya pun pernah mengalaminya meski perjuangan untuk memilih RS mana yang dituju tidak seberat Mama Kinan. Salut untuk Mama Kinan ^_^

    Dan semoga Kinan lekas sembuh ya … cup sayang!

  23. Mama Kinan sekeluarga selamat tahun baru! Maaf baru berkunjung lagi.

    Kalau sy nunggu gajian tanggal 1 e. Bukan tanggal 25. Hehehehe.

  24. Ahmad Alkadri says:

    Semoga Kinan cepat sembuh… dan selamat tahun baru Mbak, semoga senantiasa diberi rahmat dan ketabahan… Amin..🙂

  25. Ichaawe says:

    pasti sekarang udah sembuh yaah. Mbak, aku juga paling risau kalau anak cidera otot. Tp so far, aku selalu sedia Hemoclar. Di Indonesia juga ada yang jual kok. Aku selalu pake itu kalau cidera otot…termasuk aku sendiri. Alhamdulillah cepet pulihnya. Syafakillah yah Kinan

  26. semoga kinan segera sembuh yaa mak.. sedih memang kalo melihat anak kecil harus merasakan sakit apalagi sampe menangis kesakitan gitu.. dan perjuangan mak Kinan sekeluarga ke batam, hmm semoga kelak ini akan menjadikan pengalaman berharga untuk RT mak.. dhe ikut mendo’akan semoga mak Kinan, Kinan dan keluarga semuanya selalu sehat dan selalu diberikan yang terbaik oleh Allah🙂

  27. Asop says:

    Subhanallah…. “jatuh bangun”-nya merawat anak…😥
    Doa saya menyertai Mbak sekeluarga.😳

  28. semoga hari ini Kinan dah sembuh ya Mam ….
    dan bisa kembali bermain ……….
    salam

  29. Jeng. maap ekye baru sempet mampir dimari. Lama absen dari peredaran neh, coz Zahia udah mulai sekolah jadi ekye sibyuk🙂

    Gimana sekarang kondisi tangan Kinan? Pasti udah sembuh kan? Duuuhhh ikut deg2an bacanya. Bener2 perjuangan deh Jeng, secara gw juga waktu di Tidung Pala Kaltim ngerasain banget misalnya mo beroat kudu ke Tarakan pake speedboat.

    Semoga Kinan sehat2 terus yah. Met taun baru juga Jeng, maap tyelat ngucapinnya🙂 Semoga taun ini lebih baik segalanya. Amien🙂

    Btw Mak Cebong bikin saweran Say. Ditunggu loh partisisapi Dikau🙂

  30. Ely Meyer says:

    semoga lekas sembuh ya Kinan .. ikut mendoakan dari sini🙂

  31. ainuq says:

    Ya Allah, Mama Kinan itu tensinya sampe 90/60 karena kecapean??? kasian….tapi udah sehatan kan sekarang?

    Iya Mba, kebayang lah gimana paniknya kita sebagai orangtua kalo ada apa-apa dengan anak kita, rasa cemas itu sangat manusiawi…
    Alhamdulillah Cidera otot tangan Kinan tidak parah ya, moga ga lagi-lagi ya, sayang….amin….

  32. Mama Rani says:

    Halo, kinan🙂
    Apa kabarnya hari ini?
    Semoga sudah pulih yaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s