Bekerja Saat Demo Memblokade Jalan

Hmmm selama bekerja di kawasan Industri di Pulau Bintan ini…banyak suka duka dirasakan emak kinan saat berangkat dan pulang kerja..mulai hujan, angin,  petir, banjir…..sebenarnya disini menurut saya relatif aman dan tenang, jauh dari huru hara dan demo demo, biasanya hanya diakhir tahun  atau diawal tahun saat penentuan KHL, dan penentuan Upah Minimum biasanya  ada demo  dari serikat pekerja.  Tahun lalu saat ada demo menutup jalan masuk ke kawasan Industri ditempat emak kinan nyangkul, akhirnya saya balik kerumah karena memang bener bener tidak ada  jalan lain menuju tempat kerja yang aman. Bagi yang tinggal di Dorm tidak menjadi masalah karena mungkin bisa tinggal ngesot pergi ketempat kerja karena satu kawasan. Nah repot bagi seperti saya dan suami yang tinggal diluar kawasan (didaerah Tanjung Uban). Saat itu akhirnya suami dan kawan kawan bisa melewati jalan tikus yang berbukit bukit dan berbahaya, sedangkan saya sedari awal memang tidak diijinkan oleh ayah kinan. Biarkan “Crucial/Important Support Function” aja yang berusaha untuk tetap bisa masuk ke PT tempat bekerja dan  melaksanakan tugas harian. Sedangkan yang lainnya tidak usah dipaksakan. Begitulah tahun lalu….saat demo besar besaran berlangsung..

Dan tahun ini, Demo besar besaran kembali terjadi untuk menuntut kenaikan upah minimum, Dilema..saja juga buruh..saya sebenarnya juga ingin mendukung untuk kenaikan kenaikan ini agar buruh sejahtera..tapi tidak dengan cara anarkis dan merugikan perusahaan…karena yang saya tahu bukankah perusahaan juga rugi kalo tidak berjalan…pengiriman barang bisa terlambat dan tentunya akan fatal juga akibatnya..customer bisa claim yang jumlahnya mungkin bisa jadi sangat besar dan merugikan…..OTTF/OTTS dan matrix bakalan kacau…. Karena akses  satu satunya selain jalan darat adalah  jalan lewat laut dengan speedboat.dan akhirnya ada “arrangement” yang tinggal diluar Dormintory dan “Crucial support function” hari ini di-rental-kan Speedboad dari pelabuhan Tanjung uban, setelah arrangement hari ini akhirnya saya berangkat dengan kawan kawan lainnya di cloter pertama jam setengah dua belasan dari Pelabuhan Tanjung Uban dan sampai jam 12 an  di pelabuhan Ferry Kawasan (BIE) tempat biasa kapal fery ke singapore berangkat.  Malah terpisah dari Ayah kinan, karena harus mengkoodinir kawan kawan yang ada di Tanjung uban… ya sudah…Hati hati Ayah… Suasana sedikit mencekam…dan kami ragu sesaat untuk turun..karena ada SMS gelap  yang beredar bakalan ada “sweeping” bagi yang masih ada didalam PT dan masih bekerja…semoga saja tidak terjadi…

Hmmm..gerimis dan mendung..sempat was was dan ngeri kalau ada ombak…..alhamdulilah tidak ada ombak….masih ingat wajah sedih kinan saat saya pamit tadi..mama kok kerja, katanya nggak kerja…Pagi hari ini saya masih bisa menjemput dari sekolah dan mengajak kinan bermain main sebentar itulah yang justru membuatnya sedih dan berkaca kaca…kinan tidak menangis…tapi saat melihat saya berganti baju dia cuman bertanya ” Mama nggak kerja kan???  Kok mama kerja?!!!” dengan nada dan mata yang berkaca kaca…
Ya Allah, sabar yah nduk….insyallah dirimu mengerti..

Bagi kawan kawan yang berdemo..bukan bermaksud mengkhianati perjuangan kalian dan merasa cukup dan jadi “antek” Perusahaan………bukan mau enak sendiri…..tidak tidak sama sekali……saya juga mendukung perjuangan kalian…tapi satu sisi ada juga  tugas dan tanggung jawab yang telah saya setujui sebelum saya masuk dan teken kontrak dengan tempat dimana saya bekerja ini…DILEMA….entahlah..tidak bisa ngomong banyak tentang ini….semoga bisa jadi pelajaran untuk kita semua..semoga perjuangan kalian mendapatkan hasil yang terbaik…pemerintah dan organisasi yang berwenang  bisa mangatasi hal ini dan memberikan keputusan yang terbaik buat semua..demo dengan damai…dan tidak merugikan supaya investor yang ingin menanamkan modalnya ke kawasan dan negara kita tercinta ini nggak lari…nggak takut,  dan butuh jaminan rasa aman akan aset dan modal yang mereka telah tanam…Pemerintah mampu memberantas pungli pungli tidak resmi untuk para investor dan calon investor…para pengusaha tidak semena mena dan mampu memberikan jaminan kesejahteraan bagi para buruh atau karyawan yang telah ikut menjalankan roda bisnis mereka disini…semoga simbiosis mutualisme bisa berjalan, tidak lagi banyak pengangguran dan masalah masalah sosial dinegara kita.

*Jadi inget cerita Umi Habib yang berangkat subuh setelah sholat tadi pagi, katanya saat itu udah ada polisi banyak berjaga tapi pendemo belom blok akses jalan. Umi habib ada closing sangat penting di bagian finance hari ini….jadi mau tidak mau harus datang pagi….Ayah kinan sempat bekerja dari rumah tadi sebelum akhirnya ada instruksi “arrange” speedboat untuk karyawan diluar kawasan. Hmm umi habib menimpali lagi tadi saat berdiskusi masalah KHL..harusnya pemerintah juga harus PEKA…wong disini biaya hidup lebih mahal dari BATAM kenapa KHL lebih rendah dari Batam..secara apa apa sayuran dan lain lain banyak disupply dari Batam atau luar pulau..pastinya ongkir jauh lebih mahal dan berpengaruh pada harga barang…dan memang benar …saya merasakan harga2  disini yang jauh sekali dari jawa ataupun Jakarta sekalipun….masih suka Shock kalo berbelanja dipasar untuk kebutuhan pokok beras sayur mayur dan lauk pauk…kalo  yang lain lain kayaknya masih standard. Hmm malah jadi kemana mana…ya sutralah..

Selamat “Monday” semoga hari ini penuh berkah dan penuh hikmah…dijauhkan dari mara bahaya dan  segala hal hal yang tidak diinginkan. *Amien

Update Tanggal 27-November-2012:

Berangkat dan pulang kerja masih dengan Speedboat karena masih ada demo memblokade jalan. Sorenya sebenarnya sudah Deal dan ada penetepan UMK Untuk Bintan Sebesar kurang lebih  sebesar…RP.1.980.000 untuk pastinya mungkin bisa googling berapa sebenarnya hasil penetapan UMK . ….Sore yang cerah menikmati naik speedboat di saat sunset..sedikit mendung tape entahlah tidak terlalu takut lagi naik speedboat yang hanya 15 menitan ini..mungkin karena rame rame sama kawan kawan kerja….hmm jadi catetan dan  kenangan yang tidak akan terlupa…Semoga hasil yang indah ini membawa perubahan yang Indah pula untu kedepannya….*Semoga

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Gado-gado and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Bekerja Saat Demo Memblokade Jalan

  1. applausr says:

    kena demo juga ya… iya saya juga mendoakan semoga yang terbaik yang mereka bisa dapatkan.. sehingga semua dapat diuntungkan…

  2. vera says:

    amiiinn…moga dijauhkan dr segala mara bahaya.

    kirain demo itu cuma di pulau jawa ckckckkc….

  3. Pingback: TAWAKAL: Kumpulan Cerita Hikmah – Bijak | bijak.net | bijak.net | lazionews.info

  4. Lidya says:

    disana ada demo juga ya ternyata

  5. rina says:

    klo demo di daerah malah lebih ngeri ya mbak, karena akses jalan terbatas… membayangkan situasi seperti mama kinan

  6. Ngebayangin situasinya, jeng, pasti cukup mengerikan yah…

    Semoga semua aman-aman ya mam…

  7. BunDit says:

    Di Jakarta juga demo minta kenaikan UMP tapi krn pabrik saya gak di kawasan industri, jadi relatif aman lah. Tahun ini banyak demo nih, ya kenaikan UMP, outsourcing, org HRD pusing banget lah🙂

    • hehehe..iyo kapan hari kawan dijakarta sempat telp juga…cerita keadaan dijakarta…bener2 kuat juga SPSI-nya sampai bisa menekan perusahaan atau management bahkan nekat menyandera manajemen kalo nggak dipenuhi tuntutannya…walah walah..UMK jakarta juga tinggi yah bun…kebayang kalo udah plus plus OT juga..yah semoga semakin sejahtera..kebaikan untuk semua pokoknya …simbiosis mutualisme

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s