Mudik 2012 : Bintan – Batam – Surabaya – Tulungagung

Break sejenak untuk tulis menulis, setelah demo kenaikan UMK usai dengan kesepakatan yang membahagiakan para pekerja dengan ditetapkannya UMK Bintan sebesar Rp. 1.980.000 beritanya bisa dilihat disini.  Syukurlah demo berakhir  kemarin, walaupun kita masih di “arrange” untuk naik speed lagi karena terlanjur di sewa, yah itung itung menikmati senja dengan speedboat…:) semilir angin senja …eh tapi sedikit ngeri juga saat mau nyampai terlihat kilat yang menyambar diujung langit…terlihat indah tapi penuh misteri dan terkesan menakutkan….

Nggak terasa yah…bulan demi bulan terlewati…Emak kinan tanggal 26 November kemarin ulang tahun..*hedeh emang penting gitu diceritakan hehehee…enggak penting juga sih…sekedar menulis saja..terimakasih untuk semua kawans yang telah mendoakan dan memberi ucapan selamat…*terharu…..sungguh..tapi asli ada kesedihan yang terlintas..umur bertambah, jatah umur dari Allah SWT berkurang satu tahun untuk saya…..jadi pingin mewek…Ya Allah ampuni saya dengan segala dosa dan kekhilafan yang pernah saya perbuat, semoga hamba bisa membawa bekal ibadah yang cukup dan selalu Engkau beri petunjuk agar tidak salah melangkah dalam menggunakan usia yang telah Engkau berikan dikehidupan saya ini … …asli awalnya nggak ngeh kalo hari itu tanggal kelahiran saya, Ayah nya kinan entah kenapa “mesam mesem” terus..hari itu..alias senyam senyum dan bersikap manis banget dan sok sok romantis gitu.. “aneh” karena selama ini duh..jauh dari romantis pokoknya…… lain dari biasanya..asli bikin saya penasaran..dan bertanya ” Yah kenapa sih kok tumben baik banget dan manis” apa  jawabnnya…”Kan Mama, ulang tahun!” gubrakkkkkkkkkkkkkkkkkk baru ingat……….terus sorenya dibeliin martabak durian…walahhhhhhhhh hadiahnya kok cuman martabak durian seh…aslinya ayah kinan bertanya, mau hadiah apa?? kalo saya minta mobil sekarang yo nggak bakalan dibelikan wong uangnya nggak cukup hehehehe…..becanda aja…nggak minta hadiah apa apa, cukup doa dan kasih sayang  dan cinta yang tidak lekang oleh waktu dan keadaan aja buat saya….

Lalu mau menulis tentang apa ini….ya sudah ingin mulai mendokumentasikan perjalanan mudik kami  ke kampung halaman tanggal 26 Oktober 2012 lalu.  Walaupun sudah lama dan sudah basi ceritanya tapi karena saya tidak ingin kehilanga memori tentang itu, jadilah sedikit dipaksakan untuk ditulis.

Karena kita tinggal dirantau, rencana liburan atau cuti pasti urusannya nggak jauh jauh dari “mudik” ke kampung halaman….jadi priority dana liburan ya dialokasikan untuk mudik..maklum penghasilan pas pasan…nggak bisa mengambil banyak rencana  untuk liburan kesana kesini..apalagi sampai keluar negeri…*harus nabung dulu di celengan banyak banyak kali yah..hehehe selain juga memikirkan untuk rumah idaman, kendaraan idaman… dan juga biaya sekolah untuk kinan kelak…yah dibagi bagi supaya cukup…bersyukur alhamdulilah …

Idul adha di masjid baitul makmur tanjung uban - Bintan Kita sengaja memilih  tanggal  merah “Hari Raya Qurban 1433 H” untuk efisiensi cuti , dan kebetulan waktu itu ada tiket promo dari Batavia Air jadi langsung kita ambil. Walah ternyata dari maskapi Lion air juga akhirnya banting harga tiket pas hari itu setelah beberapa minggu  setelah pembelian..tapi eman jadwalnya agak pagian…tetap nggak boleh disesali dan diambil hikmahnya kalo Batavia berarti kita masih bisa Sholat Idul Adha di Tanjung Uban terus berangkat naik roro ke Batam, mampir beli oleh oleh dibatam terus kearah Bandara dengan penerbangan jam 4 untuk Batavia air Batam-Surabaya. Masih cukup waktu untuk itu…tetap harus diambil hikhmahnya.. Atung kinan memutuskan tidak ikut dengan kami ke Jawa, karena kata beliau masih ingin tinggal di Bintan, pingin nganterin kinan sekolah katanya, kalo nanti ikut ke Jawa takut jadi males ikut ke Bintan lagi, ya udah setelah melalui perdebatan dan diskusi panjang akhirnya saya dan ayah kinan mengiijinkan…sebenernya was was dan tidak enak banget Atung tidak ikut ke Jawa apalagi saat itu Atung lagi demam kena flu dan batuk.

Packing mendadak dari jam satu malam hingga pagi nggak tidur lagi, karena bener2 tidak punya banyak waktu, malam takbiran atau malam sebelum berangkat itu semua masuk dalam satu koper, tidak mengulang kesalahan tahun lalu, yang kita kehilangan travel bag di speedboad ceritanya disini,  jadi kita putuskan tidak membawa banyak mainan kinan yang disuakainya..hanya satu boneka pengii *boneka yang mirip pororo hasil tukar point MCC di matahari….kinan lagi senang senangnya sama itu boneka jadi kita putuskan dibawa.

Berangkat dengan kapal roro jam 10 an lebih, kinan begitu senang awalnya mau duduk anteng dikapal roro sambil mengerjakan aktifitas.  Lalu kinan bilang pusing, mungkin mabuk karena ombak, dan akhirnya saya ajak turun ke dek bawah tempat mobil yang memang tidak sedang penuh jadi bisa leluasa, sempat muntah  setelah muntah kinan jadi sedikit tenang…rupanya mabok laut nieh anak. Udah dari sepagian makannya nggak mau…was was juga dengan kesehatan kinan.

mengerjakan aktifitas dari majalah bobo junior

Mengerjakan aktifitas dari majalah BOBO Junior

Akhirnya diputuskan istirahat sambil makan dirumah makan  The Melting pot di foodcourt  Nagoya Hill Batam tempatnya nyaman dan enak, dekat Ace Hardware Nagoya Hill Batam, sambil beli oleh oleh untuk keluarga di Jawa.  Kinan suka banget dari dulu Sop Iga-nya jadi kita putuskan makan disitu karena memang hari itu kita di sibuk-kan sama kinan yang nggak mau makan dari pagi. Duh….ada ada aja…kinan makin pinter dan suka merajuk…harus ekstra sabar. Untungnya ada Mbak dwi juga yang memutuskan mau mudik bareng sama kita ingin tengok keluarga jadi kinan sedikit banyak terhibur dan senang banget ada kawan yang mengajaknya bercanda dan mengobrol. Sampai dibandara tepat waktu dan nggak ada waktu lama untuk menunggu…saat saya sholat ashar malah sudah ada panggilan masuk pesawat….tumben cepat dan nggak delay…*Alhamduillah.

menunggu ayah check in

Menunggu ayah check in, bermain bersama mbak Dwi

ayah didepan mesin penjual minuman ringan

Waduh si Ayah sedikit katro, nggak tahu cara beli minuman ringan lewat mesin penjual-nya..heueheuehu…gagal dong minum Coke…huahua…:D

Kami berlima  dapat tempat duduk satu deret, Saya, kinan, ayah kinan , dalam satu deret disebelah ayah setelah lorong untuk jalan duduk Mbak dwi dan Uti kinan. Sepanjang perjalanan sibuk bercerita ini itu.. menjawab pertanyaan kinan yang semakin menuntut jawaban….kenapa begini kenapa begitu..lalu …walah ya sudah …alhamdulilah tidak rewel walaupun tidak tidur dan banyak bercerita. Perjalanan 2 Jam dengan pesawat Batam- Surabaya jadinya tidak  terasa lama.  Sudah mengantisipasi membekali kinan dengan aktifitas dan membelikan Bobo Junior.

kinan di pesawat Batavia Batam - Surabaya

Kinan di pesawat Batavia jurusan Batam – Surabaya

Pesawat Landing di Bandara Juanda – Surabaya dengan selamat, pukul 6 sore lebih  sedikit. Sudah dijemput sama Kung Ri dan Pak dhe Woyo. Selama menunggu ayah dan Uti serta mbak dwi ambil bagasi ada insiden kinan yang terasa pipis tapi tidak mau pipis di toilet umum….dipesawat beberapa saat sebelum pesawat landing juga mengeluh perutnya sakit, ya karena nahan pipis ini, tidak mau diajak pipis di toilet pesawat. Akhirnya sedikit dipaksa saat di bandara Juanda. Hmm ada ada aja..masak mau pipis dirumah..piye tho nduk…akhirnya mau juga dengan sedikit dipaksa….disela sela antrian toilet bandara yang ramai….

Bertemu dengan kung ri pertama kali  kinan masih nggak mau salam…”Enggak” katanya..ya sudah ….nggak usah dipaksa…akhirnya selama perjalanan menuju Tulungagung kinan tertidur. Sekitar jam 9 malam sampai di daerah Jombang singgah untuk makan malam, di Warung Pojok II. Maaf yah mbak elsa nggak sempat mampir di Jombang..nggak enak mengajak singgah karena kebetulan mertua yang jemput. Maksud hati lain waktu kalo sempat kearah Surabaya lagi…. Entah apa yang istimewa dari Warung pojok II ini selama ini kalo bepergian atau balek kearah Tulungagung makan malamnya selalu disitu…rawonnya kali yah yang istimewa…pak de woyo dan pak man yang nyetir pesan pecel lele, kung ri rawon terus uti dan mbak duwi soto ayam, ayah kinan dan saya rawon…kinan ngambek…nggak mau makan..ruewelll…heueheuehu…dan pada akhirnya setelah melihat mbak dwi makan soto..setelah semua orang selesai makan malah dia minta pesan soto…jadi tambah lama aja istirahatnya..*duh nduk… sabar sabar sabar….malah kinan sempat bilang..Mama adek minta ganti mobil nggak mau naik mobil itu pusing katanya….walah nduk nduk….akhirnya buat meredam kemarahan terbelilah boneka Hello Kitty dan Mickey Mouse yang dijual di warung pojok II Itu. Dan betapa ayah kinan masih nggak percaya dengan bon yang dihitung sama kasir dengan semua makanan yang kami pesan tadi, ditambah ada Tape ada teh hangat, ada es jeruk ada kerupuk semua hanya RP. 120.000  *what???  Membandingkan dengan makanan yang kami pesan di Melting siang harinya yang jumlahnya lebih dari 2 kalinya atau sekitar Rp.300.000  untuk 5 orang-an…maksudnya lebih sedikit tentunya yang dipesan…

Sampai rumah Yang Ti dan Kung ri sekitar jam 11 malem setelah mendrop Uti dan Mbak Dwi dirumah Atung..untung kinan nggak rewel karena sudah jauh jauh hari saya kasih pengertian nanti kalo kita ke Jawa, Uti tidur dirumah Atung yah…Mbak dwi pulang kerumah ibuknya terus adek, ayah dan mama menginap dirumah Yang Ti dan Kung ri yah!!!, Akhirnya tidak terjadi drama….alhamdulilah… setelah lap-lap-an dan ganti baju malah kinan ngajak main dan baru tidur setengah dua malam.   Hmm akhirnya melewatkan malam pertama sampai dikampung halaman dengan tidur nyenyak dan bangun jam 6 pagi yang sudah sangat terang sekali berbeda dengan di Bintan yang jam segitu masih terlihat gelap.

 Hari pertama dirumah Yang Ti…

Duh khas kampung halaman..hari pertama sudah disediakan sarapan nasi pecel bungkus sama Kung Ri….walah nikmatnya, pecel asli kampung halaman dengan lauk tempe goreng dan peyek aja sudah membuat sangat nikmat, dan tebak berapa harganya??? satu bungkus hanya Rp. 3000 rupiah….masyaallah…lagi lagi  membandingkan dengan harga makanan di Bintan.

Alhamdullilah sekali kinan kooperatif…dan semakin pinter.. Hari pertama itu paginya kinan semangat bangun…udah mulai mau salam saya Yang Ti, apalagi saat Yang Ti kasih hadiah kaos warna Pink dan gelang tangan yang dibeli saat Yang Ti ikut Dharma Wisata ke Gunung Kelud di Kab. Blitar bersama perkumpulan senam Manula yang di ikuti beliau..kinan seneng banget warna kesukaannya soalnya pink. Langsung minta dipake walaupun tanpa di cuci dahulu…walah nduk…ya udah  diikuti aja daripada jejeritan lagi…

Kinan dengan kaus hadiah Yang Ti dari Gunung Kelud

Kinan dengan kaus hadiah Yang Ti dari Gunung Kelud

Pagi itu kami pergi ke rumah Mbah Uti di Karangrejo untuk ambil barang kami yang terbawa Uti dan juga  sekalian silaturahmi sama UYut nya kinan. Alhamdulilah Mbah Kung saya..yang dulu sempat saya ceritakan sempat operasi gara gara prostat disini, akhirnya sudah sehat, walaupun usia-nya yang semakin menua semakin terlihat…inilah kehidupan …manusia beranjak menjadi tua..semoga mbak kung dan Mbah Uti saya…*uyutnya kinan semakin banyak ibadahnya kepada Allah SWT dan bahagia dengan keterbatasan dan keadaannya…*hanya itu yang bisa saya sebagai cucu-nya…

Saat dirumah Uyut ini kinan juga berjumpa dengan Mbak sasa anak kakak saya, jadi tentunya sepupunya kinan yang berusia 1 tahun tanggal 24 November ini. Kinan sempat “jelous” saat melihat Uti kinan menggendong mbak sasa ini.

kinan - mbak sasa -mbak salsa

Kinan dengan mbak sasa (anak kakak saya) dan mbak salsa anak saudara sepupu saya (yang badannya masyallah chubby) ..awalnya malu malu..:).

 Begitulah pagi hari itu tanggal 27-Oktober-2012….saya masih ingat nuansa saat itu..mengharukan dan membahagiakan..berjumpa dengan sodara yang sudah lama tidak bertemu…

Hmm rasanya cukup panjang tulisan saya  tentang perjalanan dan hari pertama di Tulungagung kemarin. Waktunya untuk pulang…panggilan dari Ayah kinan…

Happy Wednesday….

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Gado-gado and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

17 Responses to Mudik 2012 : Bintan – Batam – Surabaya – Tulungagung

  1. Lidya says:

    sayang ya bun gak mampir kejakarta, kalua mampir bisa ketemuan

  2. suyono says:

    Sering-sering kunjungi dapur kami di http://www.kepribangkit.com ya….salam sukses (suyono Redpel)

  3. Evi says:

    Pertama-tama, met ultah dulu ya Mama Kinan..Insya Allah umurnya barokah dan semakin disayang oleh Allah…
    Jadi merantau ke Batam yah Mbak..Yangti pasti senang banget yah di datangi cucu dari jauh..

  4. applausr says:

    selamat ulang tahun dulu deh ya Ibu….. wah jalan jalannya ke banyak kota nih…. asyik banget ya…

  5. Nggak ada yang lebih seru dibandingan dengan pulang kampung. Katanya mau mampir ketempat saya, kalo udah ngumpul sama keluarga lupa ya hhh padahal jalan-jalan ke gunung kelud

  6. BunDit says:

    Met ultah mama Kinan, maaf telat. Waaah…akhirnya mudik ya…senengnya yang ke Jawa🙂

  7. Mommy Favian says:

    wkwkwkwkwkwkwkwk😆

    berasa banget ya kalo pulang kampung eh di jawa kita jadi orang kaya en loyal hihihihi
    coba disini…..sampe puasa dulu dech….

    • hehehe iyo mom…abis itu pulang ke Bintan *balek ke perantauan red…*kantong kering..nunggu nunggu gajian hehehhee…abis emang bener2 murah meriah banget disana..heran banget yah kok jauh banget bedanya sama harga dijawa makanannya padahal juga rasanya enakan yang murah dijawa…ya maklum sini bahan makanan dari luar pulau sih yah..

  8. mama hilsya says:

    akhirnya posting juga je…
    hehehe….

    ayo disambung lagi

  9. Elsa says:

    hiks… ini cerita yang gak jadi mampir itu yaa…
    padahal aku melek berhari hari gak tidur nungguin Kinan datang..
    (hahahha klo itu lebay…mana mungkin berhari hari gak tidur? ehehehheeeh)

    harga harga di jawa sama luar jawa memang jauh beda ya Mbak…
    makanya… pindah aja ke tulungagung… hehehehe

    sehabis dari Sine, aku sempat main main ke karanggongso loh
    menunggu matahari terbenam juga di situ… duduk duduk di dermaga kayu yang bolong bolong itu

  10. Baby Dija says:

    Perjalanan yang jauuuuuuuuuuuuuh yaaa
    pantesan Kakak Kinan capek di jalan

  11. nh18 says:

    Saya membatin …
    Wah ini perjalanan yang sungguh jauh … dan berganti-ganti moda pula …
    Kebayang waktu itu saya dari bintan ke jakarta via Batam saja … lelahnya lumayan …
    apalagi ini ditambah … Surabaya … Tulung agung pula …

    Tetapi … kerinduan akan tanah kelahiran pasti mengalahkan segalanya ya …
    Perjalanan Kinan … sangat jauh juga nih

    Salam saya

  12. Pingback: BATAVIA oh BATAVIA Riwayatmu kini… | My new world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s