3 Tahun 3 Bulan 13 Hari

Rehat sejenak dari urusan “cangkulan” yang melelahkan akhir akhir ini…bertumpuk tumpuk…ditambah dengak kondisi badan yang sedang tidak bisa diajak kompromi…dan berbagai macam hal yang datang silih berganti beberapa minggu ini….mau nulis sesuatu tentang kinan sebelum akhirnya terlewat dan terlupa…bukan soal ulbul atau perkembangan kinan dari bulan kebulan…tapi tentang sakitnya kinan kemarin.

3 Tahun 3 Bulan 13 Hari, itu Angka yang tertera pada gelang pink  sebagai tanda pasien yang dirawat di Rumah Sakit AwalBross ruang Opiris lantai 3, Batam tanggal 3 December 2012, hari senin lalu. Sedih itu hanya perasaan itu yang ada saat itu, *pokoknya nggak bisa ngomong banyak soal bagaimana menggambarkan perasaan pas anak kita sakit…bingung soalnya..nggak bisa dideskripsikan..takutnya nanti malah lebay…saya yakin setiap emak, ibu, mama, bunda…orangtua pokoknya mengerti bagaimana rasanya itu….

Kinan panas tinggi karena infeksi/radang tenggorokan, bagian tonsil/amandelnya  juga meradang begitu kata Dr. Dewi Metta. Disinyalir karena virus karena emang sedang mewabah katanya, *bingung juga membedakan apakah karena bakteri atau virus?? Karena sudah 3 hari panasnya naik turun sejak  hari Jum’at malam, terus sabtu hanya dikisaran 38-an derajat celcius malam seninnya tengah malam kinan bangun dan mengeluh “Ma adek geli” kaget saya..oo maksudnya anak ini “menggigil” tapi bilangnya “geli” langsung saya peluk dan selimutin.  Saat di termo  hampir 39 derajat, bertahan dan cenderung naik sampai jam 1 malam akhirnya saya kita putuskan memberikan ibuprofen/proris,  Alhamdulilah turun, tapi tetap dikisaran 37.5 lebih dan setelah dua jam kembali naik. Paginya kita putuskan ke Awalbross dengan Speedboat, diperjalanan karena mungkin panas, rewel banget pas sampai di Awalbross kaget pas ditermo hampir 40 derajat dan cenderung terus naik, suster jaga di poli anak segera menyarankan tindakan ke UGD karena kalo menunggu praktek Dr. Dewi Metta bakalan lama jam 10 siang baru mulai. Akhirnya ke  UGD, setelah di cek dan langsung diberikan proris/ibuprofen lagi. Kinan nangis kejer nggak mau diruang UGD, mungkin keingat jaman pas dia kecelakaan dibersihkan luka lukanya itu kali, nangis kejer nggak mau kelambu ditutup, berusaha ditenangkan sampai pemeriksaan selesai dan saya minta cek darah sekalian biar jelas karena sudah 3 hari panasnya turun naik.*parno DB, atau typhus, atau Malaria karena dari kemarin ngeluhnya Pusing dan perutnya sakit.

Alhamdulilah dari cek darah semua negatif, leukosit, HB, trombosit, dan segala macamnya normal. Dokter di UGD mendiagnosa radang tenggorokan dan juga amandelnya. Karena kami masih ingin konsultasi ke Dr. Dewi Metta akhirnya resep yang diberikan oleh Dokter di UGD tidak kami tebus. Selesai dari UGD kita menunggu di ruang poli anak, dan ternyata proris/ibuprofen dari UGD tidak bertahan lama, belum ada 2 jam panasnya sudah 39 lebih lagi, setiap saat saya check dengan thermometer yang saya bawa, panik saya langsung bilang ke suster yang jaga boleh tidak minta ke Dewi metta dipercepat giliran karena “case” nya panas tinggi, *saya melihat ada tulisan yang dipasang “Bila anak demam tinggi segera sampaikan ke suster jaga. Giliran kami sebenarnya nomer 10 awalnya tapi kerena cancel dan kami ke UGD tadi kami akhirnya dapat nomer 29. *hari itu saat saya dengar dari susternya pasien Dr. Dewi Metta sudah pada antrian terakhir sampai 45 anak. Suster check panas kinan lagi, dan bener 39 lebih, segera disuruh menunggu didepan ruang praktek Dr. Dewi Metta, setelah diperiksa dan men-check hasil lab tes darah kinan, Dr. Dewi Metta memutuskan untuk rawat inap karena panasnya lebih dari 39 derajat. Pertimbangan karena kami jauh juga.

Setelah keluar dari ruang dokter Dewi metta, lemes rasanya. Kinan memang lemas, tapi seharian itu masih mau banyak minum, karena mungkin saking panas dan berasa tenggorokannya nggak enak sering minta air minum. Awalnya saya tak tega banget kalo kinan lagi lagi harus dirawat, membayangkan tadi diambil darahnya untuk tes lab aja jejeritan kayak gitu, terus keingat pas pengalaman di infus dulu, ceritanya disini, lalu berbagai macam hal berkecamuk dalam pikiran ini.  Saya sempat memberikan option kepada ayah kinan apa coba dirawat jalan dan di observasi dirumah aja, mengingat asli saya takut sekali dan kasihan sama kinan. Ayah kinan marah, dan memberikan penjelasan panjang lebar, ini itu ,concern demi anak, toh emang kemungkinan ini sudah kita siapkan tadi dari rumah dan kita dah siapkan beberapa baju untuk saya dan kinan, kenapa mesti ada option itu dari saya.Dan lagi lagi ayah kinan menebak dengan benar..dia langsung bilang “Nggak usah dipikirin masalah pekerjaan,tanggung jawab ya tanggung jawab tapi ini lebih penting” begitu katanya..*masih ingat betapa didepartemen saya….tinggal saya saat ini karena patner cuti keguguran….Tapi ayah kinan benar sangat benar…Kinan sedang sangat membutuhkan saya ibunya, jadi saya harus berkonsentrasi hanya untuknya saat ini, jadi ingat quote dari Dr. Tompi yang pernah saya baca dilink Nutrisi untuk Bangsa, disini, 

quote Dr Tompi dari NUB

Saya hanya bisa menangis, sampai pada akhirnya ayah kinan mengingatkan ” Nangis nggak akan menyelesaikan masalah!, udah diputuskan dirawat inap, TITIK”. …Hmm….yah benar kadang kadang ketegasan seperti ini memang harus diberikan kepada saya yang suka labil dan nggak bisa mutusin hal hal secara rasional, akhirnya ayah kinan mengurus kebagian rawat inap, saat itu dikasih kabar kalo kamar yang sesuai plafon asuransi kami telah penuh hanya tinggal box dan VIP, lalu ayah kinan memilih di VIP pertimbangan kinan nggak bakalan bisa istirahat kalo model box untuk bayi itu, kinan udah gede.  Asli saya sudah nggak bisa mikir apa apa….ngikut aja sambil menenangkan kinan….sempat ke dokter Dewi metta lagi untuk meyakinkan bolehkan dirawat di rumah, tapi asli ayah kinan mengultimatum…”Kalo memang maunya mama  begitu, bilang aja sendiri ke Dr. dewi metta, aku nggak mau” begitu kata ayah kinan..aku memutuskan pokoknya dirawat aja disini, Pertimbangannya kita jauh dan nggak tahu bagaimana penangangann yang benar secara medis kalo ternyata masih demam tinggi juga, dan menurut ayah kinan saya terutama bakalan nggak akan puas untuk rawat inap di Tanjung Uban. Yah saya beranikan lagi masuk dan bertanya ke Dokter Dewi metta siapa tahu bisa rawat jalan, ternyata kata beliau tidak berani melepas karena memang tindakan emergency dan rawat inap bila pasien anak demam lebih dari 39 derajat celcius, Dr. dewi metta juga menjelaskan ada obat yang memang harus disuntikkan atau dilewatkan infus, dan ini tidak ada yang dalam bentuk diminumkan, kemudian lanjut beliau juga mengantisipasi dehidrasi pada anak yang juga berbahaya mengingat kinan panas tinggi.

Dari penjelasan itu akhirnya saya berpikir ya baiklah kalo memang begitu baiknya. Ayah kinan tampak tenang akhirnya karena saya mendengar sendiri penjelasannya. Yah itulah cerita Hari senin tanggal 3 December 2012 kemarin. Tidak terlalu terjadi drama saat pemasangan infus kinan, kinan saya ajak bercerita dengan majalah cerita “Thinker Bell” yang sempat terbeli, saat suster berusaha mencari pembuluh darah dan memasangkan infus,sekali tusuk alhamdulilah langsung dapat dan infus terpasang, lalu menunggu administrasi dan saya masih ingat prosesinya, kinan saya gendong dan saya didorong pake kursi dorong ke kamar perawatan kinan.  Awalnya masih panas dan demam, lalu setelah disuntikkan anti demam dan juga infus yang terlihat dan diberitahukan kepada saya adalah obat untuk demamnya. Beberapa jam kemudian berangsur turun panasnya begitu seterusnya sampai besuk paginya. Alhamdulilah makan juga mau, dan alhamdulilah cenderung banyak. Alhamdulilah ya Allah…

Dan dari senin malam-nya ganti saya yang malam itu menggigil, kedinginan….demam ditambah pusing gliyengan…tenggorokan tidak enak banget…Ya allah jangan sakit pikir saya, hmmm memang sudah waktunya Allah kasih ujian…”perfect time” banget…saat harus menunggui kinan dirumah sakit saya demam, ini juga pasti radang…heuehueheu….bener besuknya check ke dokter umum di Awalbross, ….Observasi satu hari di rumahsakit, akhirnya dokter Dewi Metta hari selasa paginya mengatakan udah cenderung stabil, mau nambah observasi satu hari atau mau pulang, saya langsung spontan kalo boleh dirawat dirumah aja dokter hari ini kalo memang sudah memungkinkan dan boleh kita pulang saja, dan beliau mengatakan boleh tapi agak sorean setelah beberapa jam observasi. Alhamdulilah…dan akhirnya setelah check untuk kontrol ke Dr. Dewi Metta hari sabtu kemarin, sudah bersih tenggorokannya dan beliau menjelaskan lagi bahwa bukan Amandel/ Tonsilnya yang bermasalah,ini yang ini yang ingin kita pastikan karena kalo emang tonsilnya pasti akan kambuhan seperti mas naufal sepupu kinan dan juga masa kecil ayah kinan dulu.

Kinan sehari setelah pulang dari rumah sakit, minta makan sendiri

Kinan sehari setelah pulang dari rumah sakit, minta makan sendiri

Dan setelah pulang kerumah alhamdulilah kinan makan dan minum obatnya tidak begitu susah. Hari Kamis udah saya tinggal ngantor lagi, alhamdulilah juga tidak rewel, saya masih belom ijinkan untuk sekolah dulu, biar main dan istirahat  dirumah dulu. Hari jumat minta sekolah tapi alhamdulilah bisa saya bujuk untuk nggak masuk dulu.  Dalam sebulan ini tepatnya dari Pulang mudik tanggal 11 Nopember 2012 kinan 2 kali panas. Saat pulang dari Mudik saat itu kinan juga badannya panas, tapi tidak sampai terlalu tinggi, saat itu kisaran 38-an dan  berhasil home treatment, dan tanpa saya sadari setelah beberapa harinya begitu kinan bisa mengucapkan lafal huruf “R” nya dengan benar alias tidak cedal lagi, ….kemudian saat itu saya sedikit membenarkan kata kata orangtua entah itu mitos atau bukan yah..” kalo anak panas atau sakit mau nambah pintar”  percaya tidak percaya…itulah yang saya rasakan….Lepas dari itu semua, semoga kinan sehat sehat selalu…semoga ditengah satu rumah yang sedang flu ini daya tahan tubuhnya setelah sakit ini cukup kuat. Begitu juga dengan kawan kawannya disekolah semoga sehat sehat semua, jadi tidak “ping pong” sakitnya. Kata Uti-nya emang lagi musim sakit, cuaca memang sendang tidak menentu disini, kayaknya bikin virus2 penyakit berkembang biak dengan subur…kelembaban udara yang tinggi, cuaca yang sebentar hujan sebentar panas…ditambah angin…Seperti pada umumnya akhir tahun yang sering membawa cuaca yang tidak menentu.

Semoga  kita semua dihindarkan dari segala macam penyakit, menjaga kesehatan  dan tindakan preventif lebih baik daripada mengobati…kalo sudah sakit bener bener akan merasakan betapa Indahnya Nikmat Sehat itu…

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Gado-gado and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

11 Responses to 3 Tahun 3 Bulan 13 Hari

  1. Lidya says:

    sedih rasanya ya bun kalau melihat anak sakit. betu juga ya kutipan itu anak-naak butuh perhatian besar kalau sedang sakit. semoga Kinan sehat ya sekarang. maaf aku baru tau bun

  2. Ah….kebayang sedihya jeng kalo anak mesti dirawat inap, diambil darah, dan diinfus… Kita aja yang orang gede gak nyaman, apalagi anak-anak ya…. moga Kinan sehat terus yaaa…

    Akhir-akhir virus flu memang lagi menebar di mana-mana. Raja sebulan ini udah 4x kena, dan tiap kena demam tinggi, puji Tuhan sekarang udah sehat-sehat aja. Aku pun juga akhirnya ketularan juga dari Raja…yah gitulah, semangat kita ngejagain anak kala sakit kadang suka bikin kita lupa ngejaga kesehatan diri sendiri🙂

  3. dey says:

    Memang iya mbak, kalau anak sampai opname, rasanya campur aduk deh.
    Mudah2an setelah ini, Kinan selalu sehat ya …

  4. Ely Meyer says:

    wah mbak, bisa dibayangkan bgmn perasaan ortu kalau anak lagi sakit apalagi sampai di rawat di rumah sakit ya mbak, semoga Kinan sehat selalu

    sekarang malah suamiku sakit mbak, kena flu, tak gojlok terus pakai wedang jahe plus madu deh, biasanya gitu kalau dia kena flu

  5. ahsinmuslim says:

    semoga dik Kinan dan Ibundanya senantiasa diberikan kesehatan. sehingga dapat bercengerama dan bercanda tawa menghias dunia. salam persahabatan dari Ahsin🙂

  6. setuju bgt sama kutipannya tompi itu.. anak2 bs cepet sembuh krn ada kita juga di sampingnya.. Semoga stlh ini sehat terus ya Kinan🙂

  7. naniknara says:

    Wah kinan pastinya sekarang dah sembuh kan? Jaga kesehatan ya nak, mamanya juga🙂
    Iya mbak, emang kata orang2 tua klo anak panas bakal nambah pinternya.
    Satria juga belum lama ini panas, alhamdulillah ga sampai ke rumah sakit. Habis panas itu, sampai sekarang nggak mau minum susu (alhamdulillah, jadi tambah ngirit emaknya hehehe)

  8. BunDit says:

    ALhamdulillah kalau Kinan sudah sehat mam. Emang sedih banget rasanya melihat anak kita yang biasa ceria terus tiba2 lemas karena sakit. Selalu sehat ya Kinan sayang🙂

  9. Elsa says:

    ya alloooh….
    alhamdulillah deh sudah sembuh. Adik sepupunya Dija juga baruuu aja masuk rumah sakit Mbak, belom umur 2 tahun. awalnya demam sampai kejang kejang segala… duh, bapak ibunya udah nangis duluan ketika dibawa ke UGD…. akhirnya langsung rawat inap… dan drama infus itu juga terjadi. si anak udah bisa nangis teriak teriak mau cabut infusnya karena sakit…
    subhanallah aku aja yang lihat jadi ikutan nangis karena gak tega… apalagi adikku, ibunya…

    untungnya Kinan udah agak besar yaa

    dan pokoknya alhamdulillaaaah sudah sehat kembali

    • iyo mbak makasih…
      itulah mbak..virus nieh makin aneh aneh aja yah…
      harus berusaha keras untuk menjaga daya tahan tubuh anak anak mbak…dija juga juga semoga sehat sehat yah..
      kiss buat dija ..nanti kalo udah dirumah aku usahakan BW melihat perkembangan princess dija..:)

  10. Pingback: Areca Water Park Tanjung Pinang | My new world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s