Mosque for Perfect Escape

Bukan bermaksud sok religious atau “pencitraan” tapi inilah kenyataannya yang sering terjadi . Ketika sudah tidak ada lagi tempat untuk mengadu dan juga untuk curhat tentang banyak hal yang sedang mendera. Tempat inilah yang jadi “pelarian”. Dulu ketika masih tinggal ditanah rantau jauh dari sanak sodara, kangen dengan orangtua dan saudara yang tidak terbendung,ketika  rasanya lidah menjadi kelu dan kehabisan kata kata untuk bercerita kepada anak manusia, akhirnya disinilah aku bisa bercerita dengan sang khalik. Dan sampai saat ini-pun tempat yang bermana “Masjid” ini selalu jadi pelarian yang nyaman dan menentramkan jiwa.

"Masjid"

“Mosque – Masjid”

Tidak perlu mengeraskan suara

Tidak perlu bicara panjang lebar

Tidak perlu bahasa tubuh untuk penjelasan

Tidak perlu dengan tekanan

Tidak perlu dengan cibiran dan hinaan

Tidak perlu dengan caci maki

Cukup dalam “Diam” dan belajar mencerna kehidupan…

Ditempat “Pelarian” ini

Mencari penawar rindu

Belajar menerima

Belajar memaafkan

Belajar Mencintai

Belajar menjadi lebih baik

Belajar tentang betapa Indahnya Karunia yang telah diberikan oleh NYA

Dalam balutan awan suka maupun kabut duka..

Tulisan ini mau saya ikut sertakan pada turnamen foto perjalanan ronde 16

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Gado-gado, Jalan-Jalan, Quis & Contest and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Mosque for Perfect Escape

  1. mba kok samaan…. *nyama nyamain…. mesjid memang tempat paling nyaman buat raga dan buat hati…. *edisi lempeng

  2. mama hilsya says:

    hasil jepretannya bagus..
    entah harus nunggu berapa lama lagi supaya bisa liat live..
    semoga ada umur dan rejeki untuk sampai ke sana lagi.. aamiiin

  3. Evi says:

    Di rumah Allah, keheningannya serasa meninggalkan semua hiruk pikuk dunia ya Mbak..Ah damainya berada di dalam🙂

  4. Mudah2an menang mbak🙂

  5. BunDit says:

    Ihik…saya jarang ke masjid euy..😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s