Weaning with Love Or Weaning with Counting

Hmm seminggu yang melelahkan…sampai hari jumat ini badan masih pegel pegel kayak digebukin…lemes…males banget kerja tapi tumpukan document sudah menunggu dan audit minggu depan sudah menunggu “support HSE Team” untuk pre Audit….hmmm kereeeeeeeeeennnnnnnnnn…bisa pulang sampai jam tujuh lagi jumat ini..dan ini pasti akan di complain sama Ayah kinan dengan sangat…dan bisa ditebak…pasti sepanjang perjalanan saya akan didiamkan…..membisu………karena kesalahan saya ini….*semoga tidak terjadi hari ini…maafkan saya ya Ayah..bukan maksud hati seperti ini dan pulang telat….karena rasa tanggung jawab ..yang tidak bisa dielakkan….maafkan…andai bisa memilih saat ini!!!! Ah sudahlah….kita isi  posting hari  ini dengan hal hal yang positif…biar hati cerah ceria..sumringahhhhhhhhhhhhhh….dan nggak mellow… lagi..!!!!

Kinan dan Tata ( teman mainnya dirumah) sedang bermain playdough....melihat senyummu yang  Happy jadi obat kangen mama di tempat nyangkul nduk :)

Kinan dan Tata ( teman mainnya dirumah) sedang bermain playdough….melihat senyummu yang Happy jadi obat kangen mama di tempat nyangkul nduk🙂

Dan apalagi yang membuat saya cerah ceria dan sumringah kalo nggak ngomongin soal kinan, yang alhamduilah sejak satu setengah bulan lalu sudah bisa menyapih dirinya sendiri untuk tidak nenen dimalam hari mau tidur. Finally alhamdulilah Ya allah. Mungkin kelihatannya sepele dan mudah untuk menyapih dari teori-teori yang saya baca, namun praktiknya begitu sulit untuk saya. Benar ternyata untuk menyapih harus ada kesiapan dan kesadaran dari kedua belah pihak. Saya dari awal memang berniat untuk mencoba menyapih kinan dengan cinta…yang istilah kerennya “Weaning with Love”….mengingat seperti yang saya tuliskan disini “I love u anakku,Maafkan Mama dengan segala keterbatasan ini”  sejak itu saya bertekad tidak akan memaksa kinan untuk berhenti nenen atau menyapihnya dengan cara yang sifatnya memaksanya dengan mendadak, misal dikasih pahit pahitan lah…dikasih inilah …itulah…walaupun memang kadang terjadi pertentangan batin yang sangat..waduh kinan udah 3 tahun kok malam masih suka minta nenen pas saya pulang kerja ataupun malam mau bobo. Saya dah kasih pengertian banyak banyak masih nihil…lalu ayahnya juga nggak dukung..malah bilang “biarin aja”…terus ayah kinan certia dulu  ayah kinan juga sudah gede sekitar 5 tahunan masih  nenen…begitu juga adiknya katanya.

Saya kadang pernah putus asa, mau pake plester aja..seperti salah satu seleb blog menceritakan pengalamannya. Terus pernah pingin dan tergoda pake daun apa gitu dibawakan teman dari kantor yang rasanya pahit…dulu beliau menyapih putranya dengan daun itu…*salah satu daun herbal…terus pernah pingin kasih kunyit, asem atau garam.. dan lain sebagainya.. tapi entahlah semua tidak terlaksana…karena saya sedih..saya merasa akan merenggut sesuatu dari kinan….dan ini membuat saya sedih…*lebay kali yah emak kinan..tapi itulah kenyataannya…saya takut banget kehilangan moment kebersamaan ketika berdekatan dengan kinan dalam prosesi ini…entahlah mellow banget rasanya…nggak  sanggup membayangkannya dan sampai saya menitikkan airmata…lagi lagi sama ayah kinan dibilang lebay…tapi itulah kenyatannya….

Sampai akhirnya saya bismillah….insyallah udah siap dan karena kinan juga udah 3 tahunan lebih..….lalu mulai saya gencarkan hipnoterapi..*halah bahasanya…saya sering kasih tahu kinan saat dia mau nenen….sambil elus kepalanya dengan lembut…”Adek udah besar lho, jadi adek harusnya udah nggak nenen. Coba deh Tanya kawan kawan disekolahnya atau kawan kawan main adik, ada yang masih nenen?..adek udah besar kan..tuh lihat adek aja kalo berdiri udah mau kayak mama tinggi badannya” *kinan emang punya kebiasaan nggak mau dibilang masih kecil..kalo dibilang masih kecil dia akan berdiri sambil menunjukkan badannya..nih kan adek udah besar..hehehe….makanya saya pake kata kata ini untuk membujuk..…nggak begitu manjur…bisa kadang tidur tanpa nenen..tapi kadang masih glibak glibek  dan akhirnya menyerah….” Ma adek nggak bisa tidur…boleh tak nenen dikit”…lalu saya begitu trenyuh Kasihan…

Akhirnya seringnya dikasih syarat…boleh nenen tapi dihitung yah….begitu syarat saya…Lalu saya memberi keleluasan dengan balik bertanya ..adek maunya hitungan berapa…selalu saja awalnya dia bilang 4 kali…nah begitu akhirnya hitungan ke 4 kali bener bener dia menepati janji dia lepas sendiri…tapi lama lama dia pinter..bilang maunya 10 kali..lebih banyak kan…terus pernah saking ngantuknya dia marah…”Mama…adek nggak mau dihitung!”….walahhhhhh..ya sudah….tetep saya nggak henti hentinya bilang bahwa adek udah gede adek harus bisa manyapih sendiri yah…kasihan mama kan kegelian karena adek udah gede……dan rupanya kata kata “Kasihan Mama” ini yang pada akhirnya membuat kinan sedikit demi sedikit mulai tidak nenen…alhamdulilah…..

Apakah ini berarti kinan bisa menyapih dirinya sendiri, dengan “Weaning with Love”  maknanya?? Atau  itu berarti dipaksa dengan  “Weaning with Couting”??? Entahlah…..walaupun kadang sekarang dia suka ndusel…dan masih minta kelon kalo bobo sama saya..….tapi sudah tidak nenen lagi..malah kalo iseng mau dikasih malah nggak mau…….Entahlah , tapi yang pasti sebenarnya saya tidak mau memaksanya…saya sudah siap..tapi kalo kinan belum…seperti dulu dulu kalo saya kasih tahu selalu terlihat sedih,marah atau kayak mau nangis..terus entah ada kaitannya atau tidak kalo niat itu disampaikan kok ya tiba tiba badannya anget atau panas…jadi ya sudahlah sampai pada akhirnya 3.5 tahun kemarin adalah yang terindah….kinan sudah menyapih dirinya sendiri…..alhamdulilah.

Kenapa soal  tiba tiba hari ini emak kinan posting soal ini. Pagi ini teman kantor tetangga kubikal, Mbak H accounting baru, cerita berniat menyapih putranya yang hampir 2 tahun, lalu minta sharing saya menyapih kinan..walah wong kinan juga baru bulan lalu  berhenti nenennya….jadi malu saya sharing…akhirnya teringat posting status emak jule eh mbak julia wingantini ding.. yang punya blog disini, kemarin tentang  kutipan  dari Jack Newman, yang akhirnya saya sharing ke mbak H….

 “Kita seringkali memaksa anak untuk menjadi mandiri terlalu cepat. Tidur sendiri terlalu cepat, menyapih  dari payudara terlalu cepat, melakukan hal-hal tanpa orang tuanya terlalu cepat. Jangan memaksa, maka anak akan menjadi mandiri segera. Mengapa terburu-buru? Dalam waktu singkat mereka akan meninggalkan rumah. Anda ingin anak anda meninggalkan rumah pada usia 14 tahun? Jika suatu kebutuhan sudah terpenuhi terpenuhi, maka anak tidak akan mencarinya lagi. (Jack Newman)

Penjelasan mbak julia dari comment saya di FB kemarin ”

Julia wrote: “mb Sugih Arti hukum apa ya maksudnya .. Tapi ini artikelnya dr. Jack Newman yang akhirnya membuat sy sedikit ‘tersadar’ dan akan membiarkan Hanif menyapih sendiri ^_^”Apakah menyusui membuat anak menjadi tidak mandiri? Jangan percaya akan hal ini. Anak yang menyusu sampai dia menyapih sendiri (biasanya dari 2 sampai 4 tahun), biasanya lebih mandiri, dan, mungkin, lebih penting lagi, lebih merasa aman dalam kemandiriannya. Dia telah mendapatkan kenyamanan dan keamanan dari payudara ibu, hingga dia siap mengambil langkah sendiri untuk berhenti menyusu. Ketika anak membuat keputusan sendiri, dia tahu bahwa dia telah mencapai sesuatu, dia tahu bahwa dirinya sudah melangkah maju. Ini merupakan kejadian penting dalam hidupnya yang membuat dia bangga.””

Karena saya tanya dari status mbak julia tersebut, gimana hukum menyusui anak setelah usia dua tahun dalam agama islam?  Status mbak julia di FB itu akhirnya saya kok jadi teringat lagi soal kinan yang  lebih dari dua tahun masih nenen. Malah banyak yang bilang ” Wah mana boleh udah lebih dari dua tahun masih nenen, haram lho!” lalu giliran saya tanya mana dalilnya bingung nggak dijawab…hmmm seharusnya gak boleh dong ada “judgement” different parent have their own parenting style…bener kan TUM..alias The Urban Mama….maaf pinjam slogannya yah disini..:)….lalu seringnya akhirnya bikin saya galau…makanya saya hari ini juga nyempatin lagi bener bener browing…dan saya mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya ini…seperti dibawah ini dari sebuah mailist  yang ada disini, *ijin copas dan sharing yah…mohon maaf kalo ada salah ketik dan salah copas…dan mohon dikoreksi kalo ada tulisan yang kiranya kurang tepat….

Jangan khawatir ibu2 kalau masih menyusui walaupun anaknya dah 2 tahun
 lebih. menurut WHO setiap ibu dianjurkan untuk menyusui anaknya secara
 exclusive 6 bulan, dan dilanjutkan sampai 1 tahun, 2 tahun, atau
 sampai kapanpun ibu dan anak menginginkannya. (1)

 Memang betul saat anak > 1th, ASI bukan lagi kebutuhan utama baginya.
 Namun bukan berarti tidak ada nilai gizinya. Berdasarkan penelitian
 dilakukan pakar2 laktasi di WHO menyatakan bahwa ASI > 1 th tetap kaya
 akan nutrisi yang tidak ternilai harganya.

 Breastfeeding your toddler can provide: 31% of his daily energy needs,
 38% of protein requirements, 45% of Vitamin A requirements, and 95% of
 Vitamin C needs. (2)

 Bahkan menurut penelitian Goldman et. Al, kandungan zat imun dalam ASI
 makin tinggi seiring dengan bertambahnya usia bayi.(3)

 Menyusui utk anak > 1 th atau > 2th tetap memberikan manfaat tidak
 hanya utk anak, tetapi juga utk ibu. (4)

 Juga tidak benar bahwa secara psikologis, menyusui > 2th akan membuat
 anak jadi tidak mandiri, apalagi beresiko membuatnya mengalami
 penyimpangan seksual. Tidak pernah ada penelitian yg berhasil
 membuktikan statement di atas. Bahkan American Academy of Pediatrics
 (AAP), semacam IDAI nya Amerika, merekomendasikan : "Susuilah anak di
 tahun pertamanya dan susuilah terus selama ibu dan anak saling
 menginginkan. Makin lama ibu menyusui anaknya, makin memberikan
 keuntungan bagi ibu dan anak dari segi kesehatannya dan
 perkembangannya. Tidak ada batasan pasti kapan anak harus berhenti
 menyusu dari ibunya. Dan TIDAK ADA BUKTI bahwa menyusui anak-anak > 2
 th akan membuatnya terganggu secara psikologis ataupun." (AAP 2005).

 Sementara itu penelitian yg dilakukan Sally Kneidel in "Nursing Beyond
 One Year" (New Beginnings, Vol. 6 No. 4, July-August 1990, pp. 99-103)
 (5) menyimpulkan bahwa anak-anak yang menyapih dirinya sendiri
 memiliki rasa sosial dan kemandirian yang jauh lebih baik dari mereka
 yang disapih secara paksa. Ferguson et al 1987 juga melakukan
 penelitian pada anak usia 6-8 th. Bahwa ternyata anak2 tsb disusui
 oleh ibunya hingga usia > 2th dan mereka memiliki social adjustment
 (adaptasi sosial) yang sangat baik.

 Banyak ahli laktasi menyarankan agar menyusui anak > 1th membantunya
 menemukan rasa percaya dirinya dsbnya. Jadi menyusui di usia ini
 justru memenuhi kebutuhan psikologisnya. Tentu saja saja komunikasi
 selama masa menyusui ini adalah kunci dari ikatan kuat antara
 ibu-anak.

 Yg dapat dilakukan oleh para ahli medis & ahli laktasi adalah
 memberikan saran bagaimana cara menyapih yg terbaik. Bahwa menyapih dg
 memberikan jamu pahit ke putting payudara ibu, atau melarang anak utk
 menyusu lagi secara drastis, dan berbagai cara menyapih yang sering
 disampaikan hanya akan menodai bonding yg begitu indah terjalin selama
 masa menyusui. cara menyapih yang paling tepat adalah dg strategi I
 "do & don't". Jangan menolak jika anak ingin menyusu, tapi jangan
 tawarkan jika ia tidak ingin menyusu. Dan hal yg paling penting tapi
 sering terlupakan dalam masa menyapih adalah KOMUNIKASI. Ajaklah anak
 utk diskusi tentang rencana menyapih dsbnya. Berapapun kecil usia si
 anak.

 adapun menurut syariat, bismillah...

 Ibnu Katsir -rahimahullah- ketika menafsirkan surat Al Baqarah 233
 yang artinya: "Para ibu hendaknya menyusukan anaknya selama dua tahun
 penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuannya." berkata:
 "Ini adalah bimbingan Allah Ta'ala bagi para ibu supaya mereka
 menyususi anak2nya dengan sempurna, yaitu dua tahun penuh. Dan setelah
 itu tidak ada penyusuan lagi. Oleh karena itu Allah Ta'ala berfirman,
 artinya: "yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan." Kebanyakan
 para imam berpendapat bahwa tidak diharamkan penyusuan yang kurang
 dari dua tahun. Apabila ada bayi yang berusia lebih dari dua tahun
 masih menyusui, maka yang demikian itu tidak diharamkan."

 saya katakan: yang dimaksud dengan "setelah itu tidak ada penyusuan
 lagi." adalah berkaitan dengan hukum tentang mahram karena penyusuan,
 yaitu bahwa setelah anak mencapai usia dua tahun, maka bila ada anak
 lain yang menyusu pada ibunya, maka tidak berlaku hukum mahram.

 Ibnu Katsir mengatakan: "Hal itu diperkuat dengan apa yang
 diriwayatkan dari ad Daruquthni dari Ibnu Abbas, Rasulullah
 -shallallahu 'alayhi wa sallam- bersabda, artinya: "Tidak menjadikan
 mahram karena penyusuan kecuali yang dilakukan kurang dari dua tahun."

 Kemudian ad Daruquthni mengatakan: "Hadits tersebut tidak disandarkan
 pada Ibnu Uyainah kecuali oleh al Haitsam bin Jamil, dan ia adalah
 seorang yang dapat dipercaya dan seorang hafidz."

 Diriwayatkan pula oleh ad Darawardi dari Tsaur, dari Ikrimah, dari
 Ibnu Abbas, dan ia menambahkan, artinya: "Dan penyusuan setelah dua
 tahun itu tidak mempunyai pengaruh apa pun."

 Wallahua'lam bis showab,
 ana yang dhoif, umi sumayyah

 Referensi:
 -Tafsir Ibnu Katsir
 -Tulisan Luluk Lely Soraya Ichwan, Pemerhati masalah ASI & kesehatan keluarga

 Footnote:
 (1) WHO. Global Strategy for Infant and Young Child Feeding.
 2001WHA55/2002/REC/1.
 (2) WHO. 2004. "Infant Feeding in emergencies : A guide for
 mothers"(www.who.int)
 (3) Kelly Bonyata, BS, IBCLC "Extended Breastfeeding Fact Sheet"
 (http://www.kellymom.com/bf/bfextended/ebf-benefits.html)
 (4) Jack Newman, MD, FRCPC. "Breastfeed a Toddler—Why on Earth? "
 (http://www.kellymom.com/newman/bf_toddler_01-03.html)
 (5) Lalecheleague International, "What are the benefits of
 breastfeeding my toddler?"
 (http://www.lalecheleague.org/FAQ/advantagetoddler.html)

Hmmm alhamdulliah……lega saya…..nambah lagi pengetahuan saya sebagai orangtua…tuh kan benar ternyata jadi orang tua itu proses belajar yah..dari yang nggak mengerti menjadi mengerti…..semoga saya dan ayah kinan bisa selalu update, belajar dan belajar jadi orangtua yang lebih baik lagi…

Dan bentuk dari rasa syukur saya  karena kinan udah mau menyapih dirinya sendiri saya memenuhi permintaannya….memberikan hadiah sebuah sekuter  yang memang dari bulan bulan sebelumnya sudah diinginkannya…Proud of you my girl….nggak perlu lagi mama bingung  untuk menyapih dirimu….alhamdullilah…

Semoga sharing saya tentang “Weaning” atau “Menyapih” ini bisa bermanfaat.

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Cerita Mama, Gado-gado and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

12 Responses to Weaning with Love Or Weaning with Counting

  1. Aku juga tipe orang tua yang suka maksa-maksain anak mencapai level kemandirian yang kata orang seharusnya. Yang penting mah diajarin, kalo nanti anak udah siap ya dia bakal bisa sendiri kok. Termasuk untuk urusan menyapih. Raja bisa disapih di usia 2 tahun 7 bulan, cuma karena dia pengen sekolah. Simple banget tapi karena anaknya udah siap, ya tersapih dgn sendirinya aja😀

    Selamat ya Kiinan, akhirnya selesai juga proses penyapihannya. Selamat juga buat mamanya karena udah berhasil memberikan ASI buat Kinan sampe Kinan sendiri ngerasa gak butuh lagi🙂

  2. Lidya says:

    sesiapnya si anak aja ya bun, masing-masing kan punya kesiapan sendiri beda-beda umurnya

  3. Lyliana Thia says:

    Alhamdulillah… Kinan, sehat selalu ya Nak..? Cantiiik deh😉

    Mama Kinan… Tos dulu ah🙂

    Vania jg nenen smpe usia 3 tahun 9 bulan..!
    Lebih lama dari Kinan kan..
    Duuuh selama 1 tahun 9 bln itu sy selalu menghadapi “nasihat” dari tante2 yang katanya haram, bikin anak nggak mandiri, dll.. Dan katanya lg klo lebih 2 thn itu yg dihisap anak itu darah… Duh ada2 saja… Malah kerabat jauh sy sampe ke dukun biar anaknya nggaknnenen lagi, jd anaknya spt melihat cacing gtu setiap mau nenen… Ckckck…

    Tp sy percaya sm hati nurani aja, mak kinan…
    Alhamdulillah, vania berhenti sendiri nggak pake yg aneh2… Setelah dibujuk dan diberi pengertian tentu sj, sama persis spt yg mak Kinan lakukan itu..

    Artikelnya bermanfaat sekali mama Kinan🙂

  4. ita says:

    Setujuuu.
    Aku awalnya juga maksa dina untuk weaning. Sampe tengah malem kami berdua sama_sama mewek. Akhirnya atas ijin suami, aku menyusui sampe terserah kapanpun dina siap menyapih dirinya sendiri.
    Dan diumur 2Y9m sukses menyapih🙂

  5. Menyapih dirinya sendiri, waaah…. mantap tuh Kinan🙂 Selamat yaaaa….

  6. klo bicara masalah menyapih itu memang bikin haru, dulu awal menyapih Kanaya aku yg malah nangis melulu karena ga tega, saat akunya ikhlas, eh malah gampang…..

  7. naniknara says:

    Selamat ya kinan. Sering dengar dan baca cerita haru biru proses menyapih.
    Saya sendiri nggak pernah ngalami menyapih. Babang mendekati masa cuti mamanya habis udah dilatih minum susu pake dot. Dan belum sebulan masuk kantor abis cuti, dah dapat tugas keluar pulau. Udah berusaha nolak, tapi malangnya, nggak ada teman kantor yang menguasai materi yang harus saya ajarkan itu, sementara waktunya udah mepet kalau saya mesti ngajari teman dulu buat gantiin. Jadilah seminggu di tinggal, pas pulang, si babang nggak mau nenen lagi. Udah di paksa di sodor-sodorin tetep nolak, malah nangis keras-keras. Ya sudahlah, walau sedih karena ASI nya lancar dan banyak tapi nggak bisa nyusui langsung.

    Si dd pun sama aja, nggak mau nyusu lagi setelah di tinggal keluar kota selama seminggu

  8. Elsa says:

    saya… belom berpengalaman soal weaning with love, weaning with counting, atau apapun itu tentang per ASI an…
    tapi yang jelas, betapa beruntungnya ANDA ANDA yang bisa menyusui bayi, balita atau anak-anak….jelas dong, saya iri….

    ada beberapa blogger (curhat nih ceritanya…) yang begitu mengagung-agungkan ASI nya. well, ya saya mengerti… ASI memang dan pastinya jauh lebih berharga daripada semua minuman di dunia ini,… cuman, segelintir blogger itu kemudian memandang remeh susu formula yang dibilang gak jelas lah, gak sehat lah, gak baik untuk bayi. its hurt, really!!!!

    seandainya saja, saya bisa menyusui bayi saya, niscaya saya gak akan pakai susu formula. niscaya saya akan menyusui sampai saya gak sanggup lagi, atau si bayi gak mau lagi

    menyusui bayi menurunkan resiko terkena kanker payudara, mungkin itu juga bisa dijadikan salah satu alasan ya Mama Kinan…

    ***aku kok jadi emosional gini***

    saya cuman mau bilang….. its OK kinan menyusu hingga lebih dari 3 tahun, she’s so damn lucky!!!!!

    (derita emak yang iri karena gak bisa memberikan asi)

  9. Enno - Mama Fira says:

    Fira bulan ini mau tiga taon… dan belum lepas nenen juga… Entah sampai kapan…. bulan lalu saya sedikit maksa dia biar gak nenen lagi, trus gagal, dan saya sangat menyesal. Saya janji gak akan memaksa menyapih Fira.. biar dia menyapih dirinya sendiri…. makasih buat semua ilmu persapihannya ya mam….

  10. mama hilsya says:

    si kecil juga dulu hampir 3 tahun.. brenti minum susu dari botol umur 7,5 tahun
    agak susah ngebujuk minta sapih 2 kasus itu, sampai akhirnya anaknya yang minta brenti sendiri
    akhirnya lepas juga🙂

    semoga kinan tambah mandiri

  11. Pingback: Kehamilan Dengan Kista | My new world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s