Turut Berbela Sungkawa untuk Yang Telah Tiada

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (انا لله وانا اليه راجعون)

Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali.”

Beberapa hari  ini banyak berita bela sungkawa yang saya terima, salah satunya tadi malam dari rekan sesama blogger, bunda  dita yang rumahnya disini. Lewat WA Mengabarkan bahwa telah berpulang ke rahmatullah  Ayahanda tercinta Bunda Dita atau mbak ririn di Yogya pada hari sabtu lalu.  Dari lubuk hati yang terdalam kami sekeluarga turut berbela sungkawa yah bunda dita,semoga almarhum Bapak bunda dita diterima disisi Allah SWT sesuai dengan amal perbuatan beliau semasa hidup dan diampuni segala dosa dan kesalahan selama di dunia. *Amiin. Turut merasakan betapa sedih dan berdukanya kita ketika  harus berpisah dari orang yang dekat dan menyayangi kita untuk selamanya.Semoga keluarga yang ditinggalkan Tabah dan kuat. Mohon maaf yah bunda kami di Bintan hanya bisa turut mendoakan dari jauh dan tidak bisa bertakziah secara langsung.

 Hari Sabtu lalu  ada juga salah satu tokoh nasional yang juga berpulang ke pangkuan sang khalik yaitu Bapak Taufik Kiemas, suami Ibu Megawati Soekarno Putri.  Terus terang saya tidak kenal secara pribadi dengan beliau …*halah siapa saiya….tapi pernah “cross” dan bersua dalam suatu acara dimana saya ikut jadi panitia saat itu ketika bekerja di Jakarta. Ibu dan bapak pimpinan yayasan dimana saya bekerja itulah yang kenal secara personal dengan beliau. Jadi dari para atasan saya itulah saya mengenal  cerita almarhum Bapak Taufik Kiemas. Masih ingat banget saya diajak Ibu pimpinan untuk booking catering “soto” jawa saya lupa banget namanya…terkenal..ada didaerah Tebet yang jadi kesukaan beliau Bapak Taufik Kiemas. Malamnya tempat acara di sterillkan dan dijaga ketat karena waktu itu IBu Megawati Soekarno putri masih menjabat sebagai Presiden RI, kamar mandi harus sterill, mana pintu…mana dapur bla bla bla “blue print” atau denah lokasi bener bener di cek sama Paspampres….walah…bener2 ketat dan dijaga aparat …pikir saya waktu itu..ini baru suaminya yang datang udah kayak gini lho kalo presidennya langsung pasti lebih ketat…makanan harus di cek  sama Tim Dokternya…..di incipi….bla bla…dan Alhamdulillah acara berjalan lancar. Sempat berphoto satu ruangan dengan beliau dan  dengan panitia lainnya, sayang tertinggal di rumah kampung halaman nggak ada softcopy, yang ada hanya softcopy  saat di “outdoor” didepan panggung acara.

 Kenangan ketika bersua dalam suatu Acara dengan Bapak Taufik Kiemas

Kenangan ketika bersua dalam suatu Acara dengan Bapak Taufik Kiemas

 Selamat Jalan Bapak Taufik Kiemas, semoga jasa baik dan amal ibadah beliau diterima disisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan kesalahan selama di dunia. Semoga segala sesuatu kebaikan yang beliau ajarkan  seperti 4 pilar kebangsaan , tentang nasionalisme dan lain sebagainya bisa diteruskan oleh generasi penerus bangsa …seperti kita kita ini…*terlepas dari berita berita miring dan negative yang beredar…intinya adalah kita patut menghargai jasa baik beliau untuk nusa dan bangsa ini. Namanya manusia didunia memang pada dasarnya selalu ada dua, ada yang suka dan tidak suka, ada yang pro ada yang kontra….itu semua adalah pilihan kita masing masing semoga kita lebih bisa melihat pada sisi “hikmah”, kita kembalikan pada diri kita sendiri….kalo saya pada prinsipnya…”jangan suka menghujat orang lain karena belom tentu kita lebih baik dari yang kita hujat atau kita cela”…kata orang jawa…harusnya kita melihat “Gitok” atau apa yah bahasa indonesianya…”Gitok” punggung bagian belakang ini lho…saya cari di google translate dulu yah….intinya susah kan melihat perilaku kita sendiri, kalo orang lain mah gampang banget…jadi semudah itulah mencela orang lain…makanya kita harus berhati hati..

Inilah kehidupan, kita tidak tahu  rahasia Ilahi berkenaan dengan Lahir, HIdup, Mati, Rejeki dan Jodoh semua telah diatur oleh Allah yang Maha Kuasa. Kita hanya bisa menjalani dan semoga bisa mengisi kehidupan kita ini dengan bekal  ibadah dan yang cukup  ketika Allah SWT memanggil kita kembali.

 *sekian posting singkat sebelum makan siang….semoga kita bisa mencari hikmah dibalik setiap peristiwa yang kita lalui, dan kita lewati….ataupun dari cerita orang lain.

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Cerita Mama, Renungan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Turut Berbela Sungkawa untuk Yang Telah Tiada

  1. ndutyke says:

    Semoga keluarga yg ditinggal diberi ikhlas dan sabar.

  2. Lidya says:

    Innalillahi, oh ya ayahnya bundit juga meninggal bun

  3. desi says:

    Innalillahi…aku jadi merinding setiap ada berita kematian..

  4. yeye says:

    Innalillahi wainalillahi rojuin.. semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan..

  5. Pingback: Happy 5th Birthday « Lumongga Anandita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s