Sisi lain Film “Flipped” tentang Bayi yang terlilit Tali Pusat

Monday alias senin dihari ramadhan ini alhamdullilah sudah hari kesekian, berasa cepet banget udah berada di 10 hari  kedua dibulan suci ini. Masih “nyangkul” hari ini berasa lemes dan pusing..gliyengan banget…kayaknya efek kurang tidur.  Mau posting tentang sesuatu tapi maaf bukan nuansa Ramadhan, maaf lagi blom ada ide. Hari minggu kemarin  tidak ada jadwal kemana mana, alasannya adalah karena puasa lebih baik aktifitas santai dirumah aja, Halah mak bukannya alasannya karena lagi “old date” halah opo meneh kuwi..”old date” hehehhe maksudnya lagi tanggal tua.. yah dua duanya ya karena puasa dan tanggal tua..:), sabtunya kita udah ngabuburit dipantai sama kinan sambil beli kelapa muda untuk buka puasa, jadi minggunya dirumah aja. Karena kinan tidak puasa pagi-nya minta disuapin saya, sambil nyuapin kinan kita sambil nonton film cerita di “Global TV’ yang judulnya  “Flipped”. Film remaja yang bergenre Komedi, Drama, Romance ini menarik perhatian saya. Ceritanya sederhana tentang kehidupan 2 anak remaja usia SMP dengan setting tahun 1960-an  yang berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda. Julie Bakers dan  Bryce Loski demikian nama tokoh dalam film “Flipped” yang kemarin saya tonton.

 Poster film "Flipped" sumber dari sini

Poster film “Flipped” sumber dari sini

Pada bagian bagian tertentu film ini telah sukses membuat saya mewek. Dan kok tumben bolehin  emaknya nonton film Abg gini bukan film “disney Junior”.  Kinan sudah lumayan mau  diajak nonton film anak anak seperti “Astro Boy” dsb yang sering ditayangkan di Global TV, mungkin anak ini sudah mulai bisa mencerna, dulu boro boro mau..yang ada minta pindah channel disney jounior. Tapi tetap juga saya pilihkan yang kira kira walaupun genrenya untuk anak anak tapi tetap saya harus saya atau ayahnya  dampingi dan diberikan penjelasan. Tapi aslinya kinan nontonya suka nggak fokus sambil mainan atau lari larian gitu. Dan pada bagian bagian yang sedih kinan juga terlihat “mewek” walah ini kayak emaknya banget.

Disini saya tidak mau ngomongin dan merangkum atau mereview film “Flipped” ini bagi yang pingin membaca reviewnya bisa googling di internet banyak banget salah satu diantaranya disini  Saya sempat mewek dan berhasil tersedu sedu pada bagian yang menceritakan kenapa keluarga “Juli Baker” ini hidup sederhana, karena Ayahnya  Juli harus membiayai adiknya yang mengalami kekurangan atau dengan kata lain cacat mental, kenapa cacat mental? Disitu dijelaskan bahwa Pamannya Juli mengalami kecacatan mental akibat saat kelahirannya terlilit tali pusat dan ternyata bayi yang terlilit tali pusat didalam rahim memiliki resiko yang tinggi dalam kelahirannya. Saya juga keingat cerita kawan yang tetangganya ada bayinya yang meninggal saat dilahirkan karena terlalu lama kontraksi dan tidak segera ditangani dan diputuskan SC  akhirnya meninggal didalam rahim bundanya.

 Mak deg….bukan lebay dan bukan dibuat buat…saya mewek berat…bahkan sampai nangis…Saya tutupin dihadapan kinan dan ayahnya yang saat itu juga nonton…saya ada diposisi duduk sedang memangku kinan, saya peluk erat kinan dan saya ciumi dengan sayang… “Ya Allah, terimakasih kinan lahir dengan selamat walaupun lewat SC karena terlilit tali pusat”…saya tidak membayangkan dulu misalnya saya kekeh mau lahiran normal dan tidak dengan jalan operasi, karena ternyata ada  3 lilitan tali pusat dileher kinan.

Alhamdullilah Ya Allah,bersyukur banget dengan segala kemudahan dan taqdir yang diberikan Allah, pada awalnya asli saya sangat marah pada diri saya sendiri, kenapa saya tidak bisa melahirkan secara normal?? Kenapa?? Selalu merasa tidak terima dan merasa aslinya saya mampu melahirkan kinan dengan normal, ibu ibu yang lain bisa kenapa saya tidak? Tapi taqdirNYA adalah saya lahiran secara operasi. Ternyata banyak hikmah yang saya dapat dari pengalaman itu. Sempat saya tuangkan di tulisan disini “ I love you anakku, Maafkan mama dengan segala keterbatasan ini”  lalu entah kenapa tiba tiba juga hari ini saya  jadi mellow saat melihat wajah si mungil ini secara tak sengaja nemu difolder arsip….pingin cepet pulang dan pingin banget mendekapnya erat, menemaninya bermain dan beraktifitas  dirumah, lalu kebuka lagi blog cerita kelahirannya di jurnal kinan disini.

Miss u nduk...

Miss u  sangat nduk…

Hmmm….inilah yang akhirnya mendorong saya untuk menyempatkan “googling” soal  bayi yang terlilit tali pusat. Walaupun “case by case” dan  tidak semua harus berakhir dengan “operasi Sectio cesaria”, setidaknya ini jadi pengalaman berharga dan bersyukur karena Allah memberi saya kesempatan yang baik dengan keputusan dan takdir yang baik, Alhamdullillah Ya Allah…tak henti hentinya hamba bersyukur.

 Copas dari http://health.detik.com/read/2010/07/29/082022/1408961/764/bahaya-bayi-terlilit-tali-pusat  tentang  “Bahaya Bayi Terlilit Tali Pusat” semoga berguna untuk kawan sebagai tambahan pengetahuan..

Bahaya Bayi Terlilit Tali Pusat

Vera Farah Bararah – detikHealth

Kamis, 29/07/2010 08:20 WIB

 Jakarta, Kasus bayi terlilit tali pusat di dalam rahim ibunya sudah seringkali terjadi. Jika terlambat diketahui kondisi ini bisa berbahaya karena bisa mengancam nyawa si janin. Bagaimana cara mengetahui bayi terlilit tali pusat?

“Bayi yang terlilit tali pusat ini bisa diketahui melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) dan biasanya terjadi jika posisi bayi tidak normal seperti posisi sungsang, bayi yang terlalu kecil atau tali pusatnya kecil (pendek),” ujar dr R Muharam, SpOG dari Klinik Yasmin Kencana RSCM, saat dihubungi detikHealth, Kamis (29/7/2010).

Tapi menurut dr R Muharam kadang kondisi ini bisa saja tidak terlihat ketika dokter melakukan pemeriksaan USG. Kemungkinan disebabkan lilitannya berada di badan bayi atau lilitannya masih longgar sehingga saat di USG tak terlihat. Lama kelamaan lilitannya ini bisa mencapai leher bayi sehingga berbahaya dan yang paling fatal menyebabkan bayi meninggal.

Beberapa penyakit juga bisa menyebabkan lilitan tali pusat pada bayi. Karena sebenarnya pada tali pusat bayi terdapat jel, jika seseorang memiliki penyakit tertentu ada kemungkinan jel ini tidak bisa berfungsi dengan baik sehingga jika melilit tubuh bayi akan menyebabkan cedera yang membahayakan kondisi bayi di dalam kandungan.

“Tidak semua kondisi bayi yang terlilit tali pusat harus dioperasi caesar, karena 40 persen dari kondisi ini bisa dilahirkan secara normal,” ungkap dokter yang juga berpraktik di RS Hermina Jatinegara.

Tapi kondisi ini tetap harus waspadai, karena saat melahirkan rahim akan mengalami kontraksi dan ada pergerakan ke bawah yaitu kepala bayi mulai turun memasuki rongga panggul.

Hal ini menyebabkan lilitan tali pusat semakin kencang yang membuat pembuluh darahnya tertekan, sehingga menyebabkan bayi mengalami sesak napas akibat kekurangan oksigen.

Pada beberapa kondisi biasanya ibu hamil disarankan untuk melahirkan bayi secara caesar, yaitu jika jumlah lilitan tali pusatnya lebih dari satu misalnya ada dua atau tiga lilitan.

Kemudian ditemukan adanya tanda-tanda gangguan pada pembuluh darahnya, detak jantung bayi tidak bagus atau semakin lama semakin menurun dan jika sampai pembukaan tertentu bayi tak kunjung turun menuju jalan lahir.

Kondisi bayi yang terlilit tali pusat ini bisa terjadi sejak trimester kedua atau saat kehamilan sudah masuk trimester ketiga. Tapi jika lilitannya berupa simpul mati, ada kemungkinan sudah terjadi sejak awal atau trimester pertama. Biasanya hal ini akan lebih berbahaya bagi bayi dan bisa menyebabkan kematian.

“Hal lain yang harus diperhatikan adalah bagaimana gerakan dari bayi yang dikandung. Jika biasanya bayi aktif bergerak lalu tiba-tiba tidak ada gerakan maka sebaiknya harus diwaspadai.

“Atau jika air ketubannya berwarna hijau bisa jadi itu tanda-tanda bayi kekurangan oksigen. Meskipun bisa juga akibat ari-ari atau tali pusat yang tidak bagus,” ungkapnya.

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Cerita Mama and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Sisi lain Film “Flipped” tentang Bayi yang terlilit Tali Pusat

  1. dani says:

    Dulu Aaqil juga dibilang terlilit tali pusat Mba, tapi Alhamdulillaah dokternya bantu mijit diputer posisinya dan bebas likitannya. Akhirnya lahiran normal.

  2. Enno - Mama Fira says:

    Makasih infonya mbak…. Bahaya ternyata yah… Alhamdulillah dulu Fira nggak kelilit tali pusar. Itu juga “ngeden” nya ampun deh perjuangannya. Ah, yang terpenting sekarang dan nanti semuanya sehat ya mbak… Amin

  3. Lidya says:

    aku cari DVDnya ah bun🙂 pingin ikutan nonton

  4. nyonyasepatu says:

    aduhh Arti…..serem banget yaa😦 aku takottttt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s