Book Review: 99 Cahaya Di Langit Eropa

Buku 99  Cahaya di Langit Eropa dan kinan

Buku 99 Cahaya di Langit Eropa dan kinan

Judul Buku: 99 Cahaya di Langit Eropa

Karya : Hanum Salsabiela Rais & Rangga Almahendra

Penerbit: PT.Gramedia Pustaka Utama – Jakarta

Jangan terkecoh dengan judulnya ya, judulnya  sepertinya adalah sebuah review buku seperti yang banyak para penulis atau blogger biasa menuliskan  tapi aslinya  ini hanya review abal abal ala emak kinan kenapa disebut review abal abal, karena maafkan isinya mungkin kesana kemari dan tidak hanya fokus pada isi buku yang keren dari Hanum Rais ini saja.

Buku ini sebenarnya sudah saya dapat lama dari Bunda Monda Siregar yang ada diblog ini saat menang kontes atau give away yang diadakan bunda monda saat itu disini.  Tulisan saya disini,tentang Pulau galang dan jejak peninggalan Manusia perahu yang pernah saya kunjungi bersama keluarga mendapatkan apresiasi dengan mendapatkan buku pilihan saya saat itu “99 Cahaya Di Langit Eropa” duh senangnya buku incaran yang sudah lama idamkan kala itu. Jazakillah yah bunda Monda🙂

Sudah lama sebenarnya pingin  mereview buku ini di blog, bahkan kala ada lomba “resensi buku 99 Cahaya Di Langit Eropa” yang diadakan pengarang buku ini di blognya yang ada disini, sebenarnya udah kepingin ikutan atau kontes photo dengan buku ini, tapi semuanya  tidak terlaksana hehehe..emak kinan sering kali akhirnya menjadi pemalas untuk sekedar menulis, eh pemalas atau tidak ada waktu yah?? hahaha ..kalo waktu sih ada sebenarnya nggak pinter ngatur dan memanfaatkannya aja..*duh merugi rasanya….

Lalu ketika beberapa  malam lalu mendapatkan gambar Istanbul lewat WA  dari seorang kawan blogger pecinta kuning dari Jombang yaitu mbak Elsa Yellow Life-nya Princess dija yang sedang berada dinegeri itu, duh hasrat untuk mereview buku “99 Cahaya di Langit Eropa” begitu menggebu gebu. Waduh asli photonya tentang “Hagia Shopia” saat senja di Istanbul, Turki begitu memukau, pengin merasakan sensasinya kalau melihatnya langsung disana suatu saat * Aamiin..halah emak satu ini ngayal aja..lho aslinya emang penghayal pingin travelling ke tempat tempat yang indah dan memukau di muka bumi ini dan tentunya yo ke eropa  juga salah satunya serta melihat jejak jejak peninggalan Kejayaan Islam di benua eropa seperti yang dituliskan mbak Hanum rais dalam bukunya  “99 Cahaya Di Langit Eropa”. Terimakasih banget mbak Elsa mau sharing photo2 liburan Indahnya diTurki eksklusif di WA sebelum tayang di Blog mbak elsa ini hehehe……duh Masyallah seneng banget dan  jadi tahu banyak tentang Turki dari mbak Elsa. Jazakillah.

Senja di Istanbul, Turki Courtessy dari FB 99 Cahaya di Langit Eropa link disini

Senja di Istanbul, Turki Courtessy dari FB 99 Cahaya di Langit Eropa link disini

Baiklah back to novel perjalanan  Hanum Rais “99 Cahaya di Langit Eropa”.  Novel ini sungguh membuat saya penasaran dan ingin menamatkannya dalam satu hari. Perjalanan mbak Hanum mengikuti Suaminya untuk menempuh program doktoral di Wina, Austria dan mengukir cerita tentang jejak Kejayaaan Islam di benua Eropa sungguh mengalir indah, seperti sebuah kisah nyata. Saya  merasa buku ini dan tokoh tokoh selain penulis dan suaminya *yang ini pasti nyata yah…maksudnya  adalah tokoh  tokoh yang ada di buku ini seperti Fatma, Marion, lalu kawan kawan dari suami mbak hanuun seperti khan,dsb adalah sebuah tokoh yang nyata dan bener bener ada namun namanya disamarkan. Bisa jadi perkiraan saya ini benar adanya karena jelas di dalam  novel halaman prolog (hal 8) dijelaskan diawal bahwa “Catatan perjalanan ini berdasarkan kisah nyata saya dan Rangga dalam berinteraksi sosial dan mengusung fakta sejarah yang sebenarnya.Namun untuk melindungi privasi orang-orang yang terlibat dalam cerita ini, nama mereka sengaja disamarkan”.

Asli saya bisa ikut larut dalam alur cerita ini, berusaha membayangkan situasi disana sesuai penggambaran dalam novel tersebut. Bagaimana indahnya Wina, Austria, bagaimana Spanyol dan Cordoba, bagaimana Istambul Turki, bagaimana indahnya persahabatan Penulis dengan Fatma, bagaimana saya begitu ikut terlarut bahkan sampai menangis ketika mendapati cerita tentang Ayse putri fatma  yang masih kecil meninggal karena leukimia akut. Dan saat saya membaca untuk yang kedua kali masih saja mewek alias menangis pada bab tersebut. Penggambarannya sederhana namun kuat dan menyentuh bagi saya yang membacanya.  Boleh saja dibilang emak kinan ini lebay…tapi itulah kenyataannya saya tidak lebay..saya begitu hanyut dan tersentuh…sampai sampai saya bermimpi punya keinginan suatu saat nanti insyallah kalo Allah mengijinkan kami punya rejeki setelah yang wajib wajib kami jalankan insyallah kami ingin travelling ke Eropa. Maklum  masih sangat pas pas-an keadaannya jadi untuk jalan jalan yang seperti ke Eropa dan sekitarnya itu saat ini bagi saya dan keluarga adalah masih sebuah mimpi. Dan semoga mimpi kami kelak bisa terwujud *Aamiin

Penulis Novel 99 Cahaya di Langit Eropa ini membagi alur kisahnya dalam 4 bagian perjalanan yang didalamnya mengisahkan banyak jejak jejak kebesaran dan kejayaan Islam di Eropa. Seperti yang dituliskan penulis pada halaman 8 novel ini “Perjalanan ini membuka mata saya bahwa Islam dulu pernah menjadi sumber cahaya terang benderang ketika Eropa diliputi abad kegelapan. Islam pernah bersinar sebagai peradapan paling maju di dunia, ketika dakwah bisa bersatu dengan pengetahuan dan kedamaian, bukan dengan teror atau kekerasan”.

Bagian I Wina
Bagian II Paris
Bagian III Cordoba & Granada
Bagian IV Istanbul

Bagian I Wina
Menceritan tentang tempat tinggal penulis dan suaminya yang sedang menempuh studi doktoral di sebuah uniersitas di Wina, Austria. Disinilah penulis yang sedang kursus bahasa Jerman berkenalan dengan Fatma seorang imigran dari Turki yang juga kursus ditempat yang sama. Persahabatan mereka akhirnya membawa banyak cerita  yang dianggap penulis sebagai  pembelajaran tentang makna kehidupan yang sebenarnya dan juga tentang islam  dan ajaran islam yang penuh cinta kasih dan  kedamaian. Bagaimana kisah Fatma  yang membalas penghinaan sekelompok turis  terhadap islam  dan Turki negaranya malah membalasnya dengan  mengulurkan sebuah pertemanan dan membayar order mereka di cafe saat itu. Subhanallah, bagaimana fatma  ingin menjadi agen islam yang damai, teduh indah yang membawa keberkahan di komunitas non muslim. Di Wina diatas Bukit Kahlenberg fatma menceriterakan pada penulis bahwa negaranya 300 tahun yang lalu Islam Ottoman Turki hampir menguasai eropa barat dan akrhinya di pukul mundur oleh gabungan pasukan jerman dan polandia di bukit kahlenberg. Tokoh fatma ini yang begitu bangga pada Islam sebagai agamanya dan juga Turki sebagai negaranya. Tokoh Fatma menceriterakan pada penulis tentang dinasti Islam Usmaniyah atau Ottoman Turki yang  terkenal dan pernah merebut ibukota kerajaan Romawi Byzantyium di Konstantinopel. Penulis juga menceriterakan tentang jejak Islam di Musium Wina dimana ada lukisan “Mustafa Kara” sang pemimpin pasukan Turki yang kalah dalam pertempuran 300 tahun yang lalu di bukit Kahlenberg.

Bagian II Paris
Mengupas perjalanan penulis melihat jejak jejak peninggalan Islam dimusium Paris. Penulis begitu memukau saat menuliskan perjalanannya di paris bersama Marion Latimer tokoh seorang wanita eropa asli  mualaf yang dulunya kuliah di univesitas Sorbonne dan mempunyai pengetahuan tentang islam yang dalam, membuat saya terbawa dan berimajinasi melihat dan seperti berada langsung disana. Menggambarkan  jejak islam yang ada disitu membuat rasa penasaran ingin membuktikannya sendiri kelak kalo diberi kesempatan berkunjung kesana. Musium Louvre dan keindahan Napolean Hall   seperti juga yang tergambar di filem “Davinci Code” yang pernah saya tonton. Kemudian penggambaran tentang lukisan Bunda maria di musium Louvre oleh marion dan juga “Jalan kemenangan” yang dibangun oleh Napoleon jika diambil garis lurus mengarah ke arah “Ka’bah”  tempat suci umat islam. Semua penggambarannya membuat rasa ingin tahu dan penasaran. Tentang Napoleon Bonaparte yang membangun Arc de Triomphe du Carrousel tak lama setelah  Napoleon kembali dari ekspedisinya menaklukan Mesir dan konon  banyak kutipan dalam sejarah yang mengatakan dia begitu mengagumi Al-Qur’an dan Nabi Muhammad SAW. Intinya berbagai teori yang diungkapkan penulis dari perjalannya ke paris dengan Marion tentang islam dan sejarahnya serta kedekatan Napoleon bonarparte yang merupakan pahlawan bagi Eropa dengan Islam semakin membuat saya makin penasaran juga pingin tahu lebih lanjut sejarah islam di eropa.*duh kapan yak bisa ke Eropa….menghayal dan bermimpi dulu kayaknya emak kinan  hhehehe.

Bagian III Cordoba & Granada
Menceriterakan tentang perjalanan penulis dengan suaminya dalam menyusuri kejayaan Islam di Spanyol yaitu tepatnya di kota Cordoba dan Granada. Tentang kejayaan Islam pada masa itu, tentang Mezquita yang pada masanya adalah sebuah mesjid besar  namun kini berubah menjadi Gereja Kathedral. Tentang Granada yang merupakan dinasti islam terakhir yang mencoba bertahan di Spanyol. Dan Istana Al Hamra dari kekhalifahan Narid menggambarkan semua itu.  Bagaimana kerukunan umat beragama pada masa sultan Boabdil antara Kristen, Islam dan Yahudi akhirnya tidak lagi ada setelah penaklukan Isabel dan  Ferdinand. Seperti digambarkan penulis bahwa bagaimanapun Cordoba dan Andalusia selama beberapa abad telah menorehkan tinta emas peradaban dunia.

Bagian IV Istanbul
Menceriterakan tentang pertemuan Penulis dengan Fatma yang telah kembali ke negerinya saat Isye anaknya divonis terkena leukimia akut dan akhirnya meninggal dunia namun beberapa tahun kemudian fatma telah dikarunini seorang putra sebagai pengobat hati meninggalnya Ayse. Perjalanan Penulis mengunjungi Hagia Sophia yang begitu megah pada jamannya. Yang dulunya merupakan gereja terbesar pada masanya kemudian  saat kemenengan dinasti Ottoman diubah menjadi masjid dan saat ini telah dibuat sebagai musium. Penggambaran 4 Mendalion besar di Hagia Shopia membuat saya semakin penasaran tentang betapa megahnya bangunan bersejarah ini pada masanya.  Begitu juga penggambaran “Blue Mosque” atau masjid biru yang terletak berseberangan dengan Hagia Shopia semakin menjadi daya tarik wisata religi di Turki pada saat ini. Tempat lain bersejarah lain yang rasanya harus dikunjungi saat ke Istanbul adalah “Tapkapi Palace” sebuah istana kesultanan yang jauh dari kesan megah dan sempurna,karena menurut sultan kesempurnaan itu hanya milik Allah”, dan menurut penulis Aura kesederhanaan dan kesahajaan begitu kuat melekat dalam istana ini. Dan dari membaca buku 99 Cahaya di Langit Eropa ini jadi saya jadi tahu ternyata Tulip menurut penulis sebenarnya berasal dari Anatolia, Turki  dan sebagian Asia tengah, namun  negara belanda telah menang terlebih dahulu dalam membangun imej tentang bunga tulip ini.  Begitu juga pengetahuan tentang “Harem” yang pada awalnya anggapan sayapun lebih ke tempat yang berkonotasi negatif dan sedikit banyak pengertian yang sebenarnya  saya ketahui dari membaca novel ini. Adanya istana “Dolmabache” yang megah saat para sultan setelahnya mulai terkena pengaruh kehidupan barat dan membangun istana yang megah berlawanan dengan istana “Tapkapi Palace” yang sederhana.

Persahabatan yang digambarkan oleh penulis dengan Fatma ini terasa begitu nyata bukan hanya penulis yang dapat sebuah pelajaran kehidupan namu saya sebagai pembaca novel “99 Cahaya Di Langi Eropa” ini bisa belajar dan mengambil hikmah kehidupan. “Bahwa membuat  orang bahagia sekaligus diri kita bahagia sungguh sangat mudah, asalkan kita membuka mata hati kita” (halaman 371).

Sudah dua kali saya membaca novel ini, pertama beberapa waktu lalu saat begitu penasaran dan ingin menamatkan segera buku ini, lalu kemarin  saat saya punya keinginan untuk meriview novel ini di blog saya. Sensasi membaca novel ini yang kedua kali masih saja sama dan semakin membuat rasa penasaran saya akan wujud asli dari tempat tempat bersejarah yang telah dituliskan. Dan pastinya hikmahnya saya juga tahu banyak hal dari jaman kejayaan Islam di Eropa pada masa lalu.  Apalagi setelah beberapa waktu lalu saya mendengar berita Novel 99 Cahaya di Langit Eropa ini akan dibuat filmnya dan beberapa waktu lalu saya tahu ada  accountnya di FB disini 99 Cahaya di Langit Eropa untuk mempromosikan filmnya yang akan tayang di Bioskop pada tanggal 5 Desember 2013 nanti. Membuat semakin penasaran melihat visualisasi dari novel ini dalam film-nya.

Thriller film 99 Cahaya Di Langit Eropa

Kurang lebih itulah catatan dan rangkuman saya tentang Novel perjalanan penulis yaitu  Hanum Rais dan Rangga Almahendra yang mengisahkan jejak kebesaran Islam di Eropa di masa lampau semoga bermanfaat dan bisa memberikan gambaran tentang isi didalamnya.

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Cerita Mama, Gado-gado and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

10 Responses to Book Review: 99 Cahaya Di Langit Eropa

  1. hilsya says:

    setuju… salah satu destinasi aku, moga2 tercapai.. wong yg disini aja belum kelar2🙂

  2. Ida Nurlaila says:

    keliling Eropa…bisa !

  3. himarain says:

    saya suka sekali novel ini mama kinan. tp belum jg kutamatkan bab2 terakahir lg, tp memang ya mbak rasanya ingin ulang baca novelnya. Subhanallah banyak ilmu dan sejarah yg kutau dr sini
    salam hima dari makassar *smile

  4. jadi pingin beli novelnya *ketinggalan berita pernovelan ^^ dan ga sabar menunggu fimnya. Makasiy mak Kinan atas reviewnya ^^

  5. Enno - Mama Fira says:

    Saya sudah bacaaa… saya sukaaa.. dan gak sabaarr pengen liyat film nyaaahhh….

  6. nyonyasepatu says:

    aku udah baca novelnya dan suka🙂 ini salah satu novel wajib punya ya

  7. hana says:

    aku pengen baca novelnya jadinya mak. Tahunya gegara fatin katanya mau ke eropa jadi tahu kalau ada novel ini😀 ketinggalan banget ya aku mak🙂

  8. Lidya says:

    aku belum baca bun, pingin beli ah sebelum nonton filmnya

  9. elsayellowlife says:

    aku sudah lihat trailernya mbak
    dan ada salah satu adegan dimana tokohnya harus wudlu di wastafel, angkat kaki.
    gak mudah loh… karena itu bisa diliatin orang lain, dicaci juga
    aku ngalamin seperti itu…
    sedihnya, yang mancaci malah orang indonesia sendiri. non muslim sih, jadi dia gak ngerti kebutuhan wudlu

  10. Hai ikutan review buku Bulan Terbelah di Langit Amerika yuk karangan Hanum Rais Rangga Almahendra. Ini link nya: https://www.facebook.com/notes/gramedia-pustaka-utama/review-bulan-terbelah-di-langit-amerika/10153164276006982 hadiahnya ada merchandise lgs dari Amerika looh… Buruaan ya ikutan untuk tahap kedua sampai 1 oktober2014 nanti. Oya jgn lupa nonton 99 Cahaya di Langit Eropa the Final Edition tgl 30 Oktober 2014 yaaa!! ajak kawan kawan menggapai keajaibanNya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s