Selamat Hari Guru 25 Nopember 2013

“A teacher affects eternity; he can never tell where his influence stop”

Kutipan dari Henry Adams

Kenapa saya memakai kutipan Henry Adams pada permulaan tulisan saya  ini.Dan menurut saya Ibu adalah juga guru, guru pertama buat anak anaknya walaupun bukan sebuah profesi secara formal.Ya begitulah menurut saya  seorang ibu punya peran yang besar  terhadap kesuksesan putra dan putrinya dimasa depan. Sejatinya seorang Ibu adalah guru yang pertama untuk anak anaknya. Jadi perannya tidak hanya sebagai seorang wanita yang secara fisik melahirkan saja tetapi lebih dari itu dalam kehidupan sehari-harinya seorang ibu mempunyai peran yang sangat penting dalam membangun pola pikir anak anaknya. Bagaimana  cara ibu mendidik, mengasuh dan membimbing anak anaknya dari sejak didalam kandungan sampai kemudian terlahir kedunia, tumbuh dari seorang bayi, balita, anak anak dan kemudian menjadi manusia dewasa. Oleh karena itu rasanya tidak berlebihan jika saya sebut bahwa seorang ibu adalah seorang guru yang pengaruhnya abadi dan kita tidak bisa tahu sampai dimana pengaruhnya berhenti seperti kutipan Henry Adams diatas.

Sumber Internet

Sumber dari link ini

Sejatinya tulisan ini  adalah tulisan yang dulu pingin saya ikutkan untuk lomba di blog nutrisi untuk bangsa dengan judul “Ibu adalah Guru pertama untuk Generasi Penerus Bangsa yang Unggul”  tapi karena alasan ini itu dan kerempongan ini itu yang nggak jelas…halah hehehe akhirnya mangkrak dan nggak jelas nasibnya sampai deadline ditutup pendaftaran hehe….ya udah dari pada menguap preambulenya bisa dipake untuk tulisan “Selamat hari Guru” untuk semuga guru yang ada di Indonesia dan juga seluruh dunia, dedikasi guru yang besar untuk mendidik generasi penerus bangsa  tanpa pamrih patut diapresiasi…guru menjadi pahlawan tanpa tanda jasa semoga kita tidak melupakan jasa jasa para guru kita dari mulai kita TK, SD, SMP, SMA, Kuliah…*dosen juga guru kan yah hehehe….dan special juga menurut saya IBU/MAMA/EMAK dan juga Bapak/PAPA/Ayah  juga guru bagi anak anaknya.

Sebagai guru pertama bagi anak-anaknya orangtua atau ayah dan ibulah yang mempunyai kuasa untuk membentuk kepribadian mereka. Ibarat kertas putih ibulah yang  pertama bisa memberikan warna dikertas putih itu.  Sebagai seorang ibu kita harus bisa belajar jadi ibu sekaligus  guru yang baik untuk anak anak kita. Dengan ibulah anak anak berinteraksi pertama kali dan juga ibu adalah orang terdekat dari anak anak kita. Lalu beranjak ke lingkungan Sekolah dimana Guru adalah pengganti orang tua kita. S

Semoga kedepannya tidak ada lagi berita berita buruk dari tingkah laku seorang guru, karena guru seperti filosofi dari bahasa jawa “Gu= di GUGU”  “Ru=Ditiru” yang kurang lebih dijabarkan dalam bahasa INdonesia, Guru adalah panutan untuk muridnya, Di Gugu = kita percaya omongannya dan juga wejangan atau ilmu yang diberikan kepada kita lalu Ru= Ditiru  yang maknanya adalah guru diharapkan bisa menjadi “Role model” yang baik jadi panutan dan memberikan contoh yang baik.

Jadi semoga tidak ada lagi berita berita yang negatif tentang guru guru di Indonesia, yang selingkuh lah, yang pake drug lah, yang bertindak keji dan melakukan pelecehan terhadap murid atau anak didiknya lah *amit amit naudzu billah, yang  memukul atau bertindak dengan kekerasan kepada muridnya lah dan lain sebagainya. Karena tugas dan profesi guru adalah Mulia dan menurut saya lebih kepada pengabdian dan  panggilan jiwa, semoga para guru mampu memahami secara mendalam tentang tanggung jawab yang diembannya adalah sebuah tanggung jawab yang besar dan  bisa dipertanggungjawabkan secara moral apa yang telah diberikan kepada para murid muridnya baik dihadapan sesama manusia maupun tanggung jawab dihadapan Tuhan Yang Maha Esa. Jelas banget kan ternyata tugas seorang guru  adalah berat alias tidak mudah.

Ngemeng ngemeng soal guru saya juga pernah jadi guru, haduh suka dukanya saya bisa merasakan dan masih ingat terekam dalam memory dikepala ini. Aslinya jiwa mengajar seperti itu “Saya banget” tapi entah nasib membawa saya kearah yang berlawanan sekarang…tapi yang pasti saya juga seorang ibu kini  dan pastinya saya jadi bisa guru pertama buat putri saya saat dirumah. Jadi inget saat saya mengajar dulu suka dapat pernyataan dari para orangtua murid “Kenapa anak anaknya lebih percaya penjelasan bu guru daripada orangtuanya” hehehe jadi ingat kinan sejak sekolah sering kali berkata “Mama, kata bu guru tidak boleh ini …tidak boleh itu…kata bu guru begini begitu…” hehehe emaknya agak tersingkir…hehe  tapi nggak jelous lah..ini adalah proses  dan  fase yang dilewati oleh anak anak kita. Dan yang pasti proses mendidik anak anak kita ini tidak sepenuhnya kita serahkan kepada guru guru disekolah saja, tapi alangkah baiknya kita sebagai orangtua beriringan menjadi patner yang baik dalam membangun karakter dan kepribadian yang baik untuk anak anak kita.

Duh jadi kemana mana nieh tulisan….ya udah  sebagai closing ingin mengingatkan tentang peribahasa ” Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”  benarkah peribahasa yang saya kutip diatas..hehehe..lupa lupa ingat..tiba-tiba kok jadi blank gini hehehe…apa yah maknanya……..hayo siapa yang masih ingat dengan falsafah “Guru Kencing Berdiri, Murid kencing berlari”…..monggo bisa disampaikan di  kolom komentar..emak kinan lagi Blank nggak jelas…..*lali kabeh pelajaran bahasa indonesia tentang makna peribahasa ini……

Any way…”Selamat Hari Guru”  Terimakasih atas segala jasa yang telah diberikan kepada saya dan semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas jasa baik para Guru.

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Cerita Mama, Gado-gado and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

11 Responses to Selamat Hari Guru 25 Nopember 2013

  1. nyonyasepatu says:

    aku baru ngeh hari ini hari guru karena di sekolahan dekat rumah dari jam 6 pagi udah berisik banget🙂 maklum karena ngangur gak inget hari hehheeh.

  2. citramanica says:

    Selamat hari guru ya… Dari sesama mantan guru nih, hehe…

  3. wina azam says:

    semoga guru menjadi insan yang tidak hanya bisa mengajar tapi juga mendidik. menjadi pribadi yang dicontoh murid-muridnya. tapi jujur mbak, semakin ke sini saya kok jadi makin deg-deg-an sama pendidikan di negeri ini ya.

    • sama mbak aku juga mengalami kecemasan yang sama..tapi kembali lagi “bismillah” kita siapkan mental anak anak kita….dari mulai TK, mau masuk SD ..banyak aturan yang saling bertentangan..misalnya .katanya nggak wajib calistung nggak ada tes untuk masuk SD tapi ternyata SD kelas satu diharapkan sudah bisa baca nah berarti sama aja kan..kontradiktif gitu…terus beban pelajarannya nieh skg kok masyallah banget kayak gitu….walah walah….aku juga ngeri mbak

  4. irowati says:

    Semoga Guru-guru di Indonesia bertambah ilmu pengetahuannya, bertambah kreatif dlm mengajar, bertambah makmur jg kehidupannya….amiiin…Terimakasih bapak dan Ibu guru…tanpamu kami hanya sekedar cerita dengan judul, tapi tanpa rangkaian kata….Engkau yang mengajari kami untuk mengisinya menjadi sebuah cerita hidup yang penuh makna….(hadeh kumat puitisnya…)

  5. Lidya says:

    Selamat hari guru bun, juga selamat ulang tahun ya hari ini🙂

  6. kangen bu guruku yg dulu, yg suka ngomel ngomel dan ngasih PR segambreng tapi tetep semangat kasih ilmu ke muridnya

  7. naniknara says:

    makasih….
    kemarin pas upacara hari guru kebagian jadi petugas upacara, jadi ingat jaman sd dulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s