Ada Apa dengan YKS – Yuk Keep Smile-nya Trans TV

Update 14 April 2014:

Peringatan: Sebelum membaca tulisan unek unek saya dibawah ini tolong pahami bahwa ini tulisan adalah tulisan opini pribadi, jadi mohon tidak perlu ditanggapi atau dibaca dengan emosi. Saya berusaha menjadi netral pada posisi yang tidak kontra dan tidak pula pro. Saya berada pada posisi yang juga pernah menjadi penonton YKS dan  bagi saya itu adalah rasa, suka atau tidak suka kembali kemasing masing individu yang melihatnya. Ada mungkin yang dengan Nonton YKS jadi lebih alim karena bertobat saat melihat ada ustad maulana datang ke  acara itu dan memberikan pencerahan. Nah sisi objektif saya akan bilang lho berarti YKS bagus dong bisa bikin insyaf atau taubat seseorang kembali kejalan yang benar. Terus juga mengajarkan cinta kasih sayang kepada ibu, saudara keluarga dan lain lain. Saya pun angkat topi dan  acungi jempol serta salut perjuangan para pemain dan kru-nya…soimah dengan talentanya dari bawah hingga tenar seperti sekarang,  wendy dan deny cagur, olga, rafi, Olga yang pecinta anak yatim dan dermawan, yanto, kru dkk…bukan “judgment”  yang saya tuliskan dibawah ini..ini hanya diskusi saya dengan ayah kinan dan juga tentang bagaimana saya selektif milihin acara TV untuk anak saya….dan ini tentunya setiap orang tua atau masing masing pribadi dan keluarga berbeda beda yah…jadi tulung banget…please…tulisan ini bukan provokasi dan propaganda..baca dengan hati hati tulisan saya…apakah saya menjudge YKS…please hati hati baca dan memaknai tulisan saya supaya nggak emosi…karena mau YKS, mau Facebookers, mau Campur campur, mau OVJ…sama semua bagi saya…..kita serahkan pada pasar…dan semoga lebih “wise” untuk para kreatif dan kru dan pemain untuk melihat dampak jangka panjang dari tayangan yang mengandung sisi negatif misalnya untuk anak anak, perhatikan jam tayang….dan sebagainya…jadi kesimpulannya jangan sampai emosi pas mbaca postingan saya tentang YKS ini…seperti yang beberapa hari ini saya dapati ada komentar2 yang maaf saya moderasi karena kurang sopan menurut saya…marilah kita lebih dewasa  dalam memahami segala sesuatu..saya pake judul “Ada Apa dengan YKS??” bukan bermaksud menghujat atau memberikan judgement…..dan tak perlu dengan penggunaan kata kata atau menyebut saya atau para komentator disini yang kontra dengan YKS dengan kata kata “MUNAFIK” ….saya hanya emak emak penulis di blog biasa yang menyuarakan unek unek saya..dan berusaha jadi emak yang baik dan berusa selektif dan mimilihkan tayangan yang saya rasa  baik dan mempunyai dampak positif  serta meminimalisir  segala sesuatu yang mempunyai dampak negatif. Namanya juga orangtua….dan setiap orangtua punya gaya berbeda beda dalam mengasuh anaknya tho…begitu juga dengan  saya dan anda..jadi mohon….lebih damai yah komentarnya…:)  Peace…:)

==================================================

Saya tergelitik untuk menulis tentang kontraversi penghentian penayangan “YKS” atau “Yuk Keep Smile di Trans TV”  yang sedang jadi polemik didunia internet dan dunia nyata. Asli sungguh bukan karena latah dan ikut ikutan atau karena ingin sok sok-an nulis kritik tentang program program di televisi…ini tulisan curhat emak biasa yang gara gara ini sempat berdiskusi panas dengan suami…, apakah saya salah satu dari sekian ribu orang yang menentang Acara YKS? Apakah saya sudah menandatangai Petisi? Apakah saya ternyata malah salah satu penyuka atau penggemar setia acara YKS?  Penggemar goyang cesar? Penyuka Goyang Oplosan?….Baiklah saya jawab satu satu, Jujur saya bukan pecinta goyang cesar dan goyang oplosan…tapi penikmat yah mak..hehehe sama saja bohong hehehe…bukan bukan…Jujur saya belum menandatangai “Petisi” menentang YKS, duh mak kenapa??  Emak nggak mau menyelamatkan generasi bangsa? Emak nggak punya empati? Kanapa emak lebih memilih diam dan “Abstain”? Pasti emak suka dengan acaranya YKS yah…?? Saya mau jawab lagi…saya tidak suka acara YKS biasa saja…apa bedanya YKS dengan acara acara yang lain yang marak di televisi jam prime time, sinetron lah, talk show yang sama kurang lebih acaranya sama YKS, Komedi yang sama pula kurang lebih dengan YKS seperti OVJ, Facebooker, Campur Campur, Infotainment, debat tak berujung politikus yang kadang biking enek yang lihat…bersilat lidah..saling mencari pembenaran dan bukan solusi yang terbaik……*lho mak kok apal kabeh acara di TV..bener bener penyuka acara gituan di TV yah mak..hehehe nggak juga..suka kadang iseng pindah pindah channel aja jadi bisa tahu  acara cara itu…iseng apa doyan?? biarlah saya sendiri yang tahu dan bisa menjawabnya…

Balik lagi kesoal YKS dan petisi…Kenapa tidak menandatangi  atau belum  menandatangani petisi pemberhentian acara YKS? …Siap di hujat dan dilempari botol air mineral sama emak emak dan pemerhati anak yang lain se antero jaga raya!.  Jujur, polemik soal  soal YKS ini bikin saya dan ayah kinan bertengkar dalam diskusi malam minggu lalu. Udah lah lagi liburan di Hotel di Batam kemarin itu…entah kenapa saya tergelitik menyisipkan laptop ditas saya kemarin, jadinya malam itu saat kinan dah terlelap saya konek ke dunia internet dan lagi rame dengan “YKS” dan petisi,  akhirnya terlibat diskusi dengan ayah kinan soal petisi YKS ini. Ayah kinan atau suami saya sendiri adalah orang pertama  yang saya tahu dirumah saya yang menentang YKS dari awal YKS Ini ada…dari jaman dulu puasa ramadhan acara ini YUK Kita Sahur, kadang saya suka pindah keacara ini..ayah kinan ngomel ngomel dengan tegas dan langsung memindah Channel Pengajiannya “Qurais Shihab”,  “Acara sahur yang sangat tidak bermutu” katanya.  Saya pribadi lebih suka melihat sesuatu tidak secara hitam dan putih, saya ingin tahu juga ada apa dibelakang itu, mengapa, lalu, seharusnya, apa yang salah, lalu bagaimana mencoba mencari hikmah didalamnya.

Terus terang sebagai seorang emak yang punya seorang gadis kecil 4 tahun saya ati ati banget dan selektif untuk masalah tayangan di televisi, meskipun saya bekerja 8 jam diluar rumah dan tidak bisa mendampinginya dirumah sepulang sekolah kurang lebih  saya mewanti wanti ibu saya untuk se-ide dengan saya soal televise ini. Jangan sembarangan atau membiarkan kinan nonton TV sendirian, intinya adalah didampingi dan diarahkan kearah channel anak anak yang saya ikut langganan.  Atau aktifitas fisik dan motorik misal bermain bola, bermain ular tangga, intinya saya membawa ibu dan akung kinan yang ada dirumah untuk ikut se-ide dengan saya dalam hal “parenting” atau pola pengasuhan anak. Kalo udah ok lega rasanya..alhamdulilah ibu saya bukan pecinta sinetron dan infotainment…jadi sedikit lebih aman. Akung suka-nya berita dan acara travelling  atau masak masakan di channel Tv Singapore yang bisa ditangkap di Bintan ini. Kegiatan kinan sehari hari adalah sekolah pagi sampai jam 11 siang, Pulang kerumah jam setengah duabelasan biasanya jadwalnya yang diberikan Utinya adalah cuci kaki tangan, makan, lalu main. Terus tidur siang, kalo nggak bisa tidur siang biasanya kinan minta di putarkan CD atau nonton TV kartun Disney junior, baby tv atau CN. Setelah itu jam 4 saatnya Ngaji sampai jam setengah enam-an. Setelah saya datang magrib biasanya ikutan kami makan malam, terus  abis itu biasa acara santai santai sama saya dan ayahnya. Bisanya mengerjakan PRnya  sambil saya sambung untuk membaca atau berhitung atau aktifitas mewarnai dan bermain, intinya  apa yang jadi maunya dan moodnya kinan saat itu. Sebelum jam Sembilan kadang jam 8 lebih sedikit kalo kinan tidak tidur siang pasti sudah minta tidur. Sedangkan kalo siang tidur walaupun belom ngantuk dan protes tetep saya  bawa masuk kamar. Matikan TV, laptop dan sebagainya terus kekamar untuk aktifitas baca cerita atau cerita apa aja intinya membawa kinan kesuasana rileks sebelum tidur kadang hapalan surat pendek dari al Qur’an  atau doa doa yang pasti dibungkus semuanya tidak dengan paksaan. Jadi diusahakan tidak ada nonton TV atau DVD ..kalo pun ada beberapa kali kami kasih kelonggaran untuk nonton kartun atau dvd yang dia suka malam hari, khusus untuk weekend atau hari libur yang pasti  kami selalu mendampingi saat nonton.

Karena saya pribadi punya keyakinan kita harus dekat secara fisik dengan anak dan memberi contoh yang baik, dan memberi tahu dan membimbingnya tentang banyak hal dari kita sendiri. Kita melarang anak untuk tidak berkata kasar misalnya…Eaaa kita sendiri tiap hari berkata kasar dirumah dan didengar tiap hari sama anak…lho terus kepriye….sepur  momot ghoni tenan nho… bisa ngomong nggak bisa ngelakoni…alias bisa bilang nggak bisa menjalankan seperti yang dibilang…. Jadi TV dengan berbagai acaranya adalah dua sisi mata uang…positif dan negative…bisa kita manfaatkan untuk hal positif untuk anak kita, tapi juga bisa meracuni anak anak kita kalo yang di tonton yang negatif…makanya itu saya pribadi punya aturan dirumah kita harus tetap mendampinginya saat kinan menonton Televisi. Pendapat saya  bahwa kitalah orangtuanya yang  harus mendampinginya ketika nonton TV tontonan apapun walaupun itu misalnya kartun edukatif sekalipun di chanel berbayar ..karena belom tentu nilai nilai sebaik apapun dikartun itu bisa dicerna dengan persepsi yang sama oleh anak anak kita dan itu yang kita inginkan ada di benak anak anak kita. Misalnya nieh saya muslim lalu saya  biarkan kinan  tanpa sengaja melihat tata cara berdoa agama lain misal dari film Disney junior tanpa saya dampingi…terus dia ikut ikutan… dan minta ke saya…”Mama Ayo kita ke Gereja dan  Pasang pohon Natal dirumah?” gubrakkkkkkkkkk…apa nggak pengsan saya……yo nggak salah televisi-nya rek…bukan juga salah pembuat acaranya…atau pelakonnya tapi kita yang nggak mendampinginnya dan ngasih tahu itu untuk pemeluk agama ini lho  jadi kita sebagai pemeluk agama islam tidak ada tradisi ibadah seperti itu…tapi kita tetap harus menghargai  berbeda beda tapi kita saling menyayangi…Duh kesannya P4 sekali yah..tapi asli jujur itu yang saya lakukan..disini saya tinggal kanan kiri depan belakang rumah saya  beragam, depan saya kak anggie kawan kinan orang bali, terus sebelah rumah saya kak Abigail yang Chritian taat, tapi  kinan berteman dan kami mengajarkan perbedaan itu Indah..bukan masalah..justru seperti ini bibit bibit toleransi seperti ini yang saya berharapnya tertanam sampai kelak kinan dewasa karena negara kita bukan negara agama negara kita terdiri dari  beragam adat, suku bangsa dan agama menghargai dan saling toleransi itu penting untuk kita tanamkan kepada anak anak sejak dini.

Duh maaf jadi melebar kemana mana balik lagi soal diskusi panas saya dengan ayah kinan… hehehe diskusi panas maksudnya dekat kompor ya  mak hehehe..…Pas diskusi kemarin ayah kinan marah. Yo wis kalo begitu kamu beranggapan bawah nonton YKS boleh tapi didampingi yo wis sak karepmu?” Lho lho mas mas…kok emosi gitu dan jadi bikin emosi saya juga terpancing..slow aja…siapa juga yang mau nonton atau maniak nonton YKS dan mau ngajak kinan nonton YKS tiap hari?? Catet yah!,  Emang pernah gitu??” balik nyolot juga saya hehehe..…terus terang kinan emang pernah beberapa kali minta  nonton YKS karena yang dibilang kawan kawannya, saya sempat kasih  kinan nonton YKS beberapa hari lalu pas libur saat itu kalo tak salah ada Coboy junior bintang tamunya. Karena kinan juga suka Coboy Junior. Terus ayah kinan bilang “Tugas kamu mendampingin “24 jam” anakmu kalo begitu”…lho lho…mas mas..kok jadi marah dan diskusinya jadi emosional gini…saya hanya mewacanakan “Kita ini orangtuanya harus pinter pinter milihin acara mana yang boleh ditonton dan mana yang tidak, dan itupun sudah jadi kewajiban kita tetap mendampinginya walau sebagus apapun acaranya atau film kartunnya ataupun seberapa terpercaya atau berkualitasnya acara itu”

Yang bikin miris kenapa?? Saya mati matian protect atau melindungi kinan dari serangan goyang cesar dirumah..dengan tidak nonton YKS dan sebangsanya dirumah…aman kinan nggak ngerti dan nggak mudeng itu goyang…anak ini cuman bengong aja pas lihat ada lomba acara goyang cesar di Family day perusahaan  september 2013 lalu. Sampai kemudian disekolah TK-nya beberapa bulan lalu tiap pagi goyang cesar. Duhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…tuh kan…saya protect mati matian kinan..eaaa dilingkungan sekolahnya pun dikenalin goyang cesar, tak berdaya…suatu hari saya sempatkan nganter kinan pagi dan melihat aktifitas senamnya, anak anak begitu heboh goyang cesar dan para orangtua pada seneng anaknya pinter dan luwes goyang sesar. Lho saya melongo…kinan cuman diam…tangan aja kadang gerak gerak…kakinya diam..nggak pindah tempat hehehe….Emak lain bangga bercerita kehebatan anaknya goyang cesar bahkan sampai pulang menggondol hadiah dispenser saat acara ini dan itu, apakah saya malu anak saya nggak bisa goyang cesar?? Hehehe  jujur enggak sama sekali… saya  emak  ndeso biasa dengan pemikiran sederhana dan apa adanya, saya malu kalo anak saya nggak bisa Ngaji dan baca Al Qur’an…nggak bisa baca dan tulis…nggak hormat sama orang tua , nggak punya kepribadian dan karakter yang baik,  lalu tidak punya perangai dan hati yang baik, nggak taat sama Allah dan Islam agamanya, berani sama orangtua, suka mem”bully” atau mengolok olok teman temannya, nggak punya rasa kasih sayang, ..itu baru saya harus  malu semalu malunya….

Udah sampai disitu aja soal TV..?? Tidak dong…begeser dari YKS dan goyang goyanga kontraversialnya…kinan pecinta “Cherrybelle” suka banget menari gerak dan lagu “cherry belle”…lalu apa bedanya?? Tuh kan ayah??. dulu kinan pecinta barney hari hari barney melulu…terus ada Pak norman kamaru jaman dulu kinan juga pernah berhenti tantrum setelah dengar dan lihat video pak norman kala itu..hehehe…,..…saya mencoba untuk objektif..lagu lagu chery belle yang  menggugah semangat  liriknya mungkin  masih ok untuk anak anak…seperti “brand new day”, “Beutiful”… tapi yang mellow mellow about “Love” dan belom sesuai usianya?? Tuh jadi PR buat saya mengarahkan kinan untuk lebih menggunakan banyak energinya yang tersisa untuk yang lebih positif.  Jadi dari sini saya ambil kesimpulan anak anak sangat dipengaruhi lingkungannya termasuk juga didalamnya apa apa yang ditontonnya sehari hari. Itulah kenapa kita orangtuanya ini harus bijak, member contoh tontonan yang baik untuk kinan. Pas kemarin kita diskusi dan sedikit memenas soal YKS  antara saya dan ayah kinan…saya bilang “ Apa beda YKS dan OVJ?” Ayah kinan pecinta OVJ…untuk obat stress katanya… SUle juga suka ke banci bancian dan ada peran ceweknya disitu…Andre juga pernah berperan cewek, juga azis..guyonannya juga ada adegan “bullying” atau kekerasan….ada cewek cewek sexynya juga….memang tidak ada heboh goyang fenomenalnya…tapi apa bedanya dengan itu???…Kinan juga tahu  dan pernah juga melihat ayahnya pas nonton OVJ ….lho apa bedanya dengan itu dan YKS?? ..Skak macth…suami saya defensive..”lho kan udah nggak lagi, itu dulu beberapa kali aja”…dan kinan somehow saya lihat dulu menikmati ikut tertawa tawa….sementara saya menantinya dikamar saat itu untuk tidur…”Hayoooooooooooooo….” Hello kita tadi ngomongin apa yah..YKS atau tayangan TV…..*nggak jelas…nieh tulisan emak kinan…salah fokus mulu…

Hmm diskusi berakhir dengan  kata kata saya..”Kita punya cara sendiri untuk mengasuh anak anak kita, kita punya pola sendiri dalam mengasuh anak anak kita” Dasarnya adalah sama tentang hal hal yang baik baik dalam parenting sedangkan implementasi sebenarnya dalam kehidupan kita masing masing ya hanya kita dan keluarga kita sendiri yang tahu bagaimana dan yang mana yang cocok buat kita. “Every parent have their own parenting style” slogannya TUM…kepake disiini..hehehe… Akhirnya kesepakatan terjadi… OK lebih berhati hati dalam menyalakan televisi, lebih baik back to basic ….memanjakan kinan dengan buku buku dan juga aktifitas aktifitas fisik dan motorik yang lebih menarik sesuai usianya, tanpa harus bersinggungan dengan televisi dan dunia online online lainya misalnya You tube dan lain lain. Kita dulu kecil juga nggak pernah ada gitu gituan dan nyatanya alhamdullilah juga bisa berhasil sekolah dan jadi sarjana, dan mampu membuat bangga orangtua dengan cara kita masing masing…*pemikiran sederhana karena mendekati diskusi yang tak berujung…hehehe atau lebih baik tanpa “Televisi aja”…”Ahsan”  lebih baik alias “ better” …Gimana Ayah?” Saya siap???…

YKS dengan rating tertinggi saat  ini, ya itu fakta, Karena terus terang saya nggak bisa paksa mak siti atau mak atun, tetangga saya yang demen sekali sama YKS dan nonton tiap hari sama anaknya sampai anaknya fasih goyang goyangnya…itu adalah urusan rasa…lalu berarti kita bidik  pemodal tv nya, pemilik TV dan semua Kru, kreatif dan juga pelakon pelakonnya untuk lebih wise mengerti dan melihat sejauh mana dampak yang ditimbulkan dari sebuah tayangan seperti YKS dan goyang goyangannya itu??… Alasan alasan kenapa  YKS bisa jadi rating tertinggi,…dengan kisah kisah komedinya..menjual “reality show dan gosipan” para selebritis pelakon dan krunya….Lalu bagaimana tentang Petisi Stop Tayangan YKS. KPI..mana KPI…yang saya baca dari sharing  berita KPI Juga sudah bertindak dengan melakukan pemanggilan terhadap penangunggjawab acara YKS…

Jadi kesimpulan dari Soal YKS dan kontroversinya silahkan diambil kesimpulan sendiri sendiri..”Like or Dislike” tidak bisa dipaksa…Menandatangi Petisi atau tidak untuk pemberhentian YKS itu juga Pilihan… ….kalo saya?? Kalo tidak suka kenapa tidak menandatangani Petisi??… Saya ya nulis ini aja dulu dan action  untuk diri saya pribadi yang pasti saya mau lebih selektif dalam memilih program televisi apapun itu untuk kinan karena yang berlabel edukatif pun juga punya   potensi negative. Entah besuk setelah membaca lagi banyak referensi dan saya  akhirnya tergerak untuk ikut andil dalam “petisi” Wallahualam bishowab ….segalanya bisa terjadi…hari ini saya   hanya ingin menyampaikan unek unek aja dampak dari “diskusi panas” saya dan ayah kinan…*Peace ya Ayah..kita sudahi perasaan nggak enak kita dengan lebih dewasa…diskusi adalah diskusi…tidak ada tendensi apa apa kita ingin yang terbaik untuk anak anak kita dan semoga kita bisa menjadi orangtua yang bertanggung jawab.

 Dari banyak berita yang saya baca tentang kontraversi YKS ini , karena dunia “broadcast”  pertelevisian ini sudah jadi industri yang jadi tempat banyak orang juga mengais rejeki disini….semoga pencarian rejeki dibidang ini masih mengindahkan norma norma dan melihat dampak dampaknya bagi generasi muda masa datang.  Nggak mau kan anak anak kita kedepan lebih tahu nama nama pemain sinetron  daripada nama nama pahlawan  bangsa kita, atau lebih hapal lirik lagi oplosan atau goyang cesar daripada apal  doa doa agama…..Tidak hanya  team kreatif di YKS dan para pemain atau pelakonnya  perlu berbenah diri, bukan hanya YKS saya rasa seluruh stasiun Televisi di Indonesia dengan beragam acaranya…sinetron, talkshow, reality show, de el el,  ini perlu lebih memahami jangan hanya ngejar duit duit, rating rating demi iklan tapi melakukan hal yang buruk dampaknya untuk generasi bangsa masa depan.  Lebih edukatif lagi, dengan tidak menayangkan  banyak hal yang pornografi, kekerasan baik fisik maupun perkataan kasar,”Bullying”  yang akhirnya takutnya jadi kebiasaan dikalangan anak anak dan sampai dewasa nantinya…, kelucuan dengan lawakan “transgender” atau peran banci” terus  Memperhatikan jam tayang jangan sampai masuk di jam jam dimana anak anak banyak masih terjaga dan mengikuti siaran ini. Terus fungsi dan peran KPI sebagai pengawas……ayo mana  semoga semakin jelas dan berani…..Diatas segalanya itu kalo memang  tidak ada perubahan dan respon dari  pihak terkait dan masih saja seperti itu..yo wis…sebagai orangtua kita harus wise..lebih baik matikan TV untuk siaran siaran yang kurang patut dilihat oleh anak anak.”Ayo kita pasti bisa jadi emak perkasa, disiplin, tegas dan memberi solusi  yang lebih baik untuk anak kita selain nonton Tayangan tidak bermutu”. Kalo pada akhirnya kayak kinan..udah diproteksi dirumah eaa ternyata lingkungan tidak mendukung teman teman dan bahkan disekolahnya malah diajak bergoyang cesar??   untung kinan nggak tahu goyang oplosan :)….Halah jadi judulnya ngisi petisi opo ora mak???…Hanya Allah SWT yang tahu…

Posting nggak jelas yang intinya adalah “diskusi Panas” saya dan ayah kinan tentang YKS dan kontroversinya.

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Cerita Mama, Gado-gado and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

13 Responses to Ada Apa dengan YKS – Yuk Keep Smile-nya Trans TV

  1. danirachmat says:

    Wuih, kalo saya emang gak setuju juga ama acara YKS goyang cesar ini Mbakyu. Sudah isi petisi tapi memutuskan gak membantu menyebarkan.🙂
    Saya sedih aja sih kalo lihat acaranya yang kayak mempromosikan perbullyan..

  2. dian_ryan says:

    mak..panjang bener yah..*brb minum air dulu* :)).

    aku juga ga suka mak nonton YKS, dari pertama kali muncul di bulan ramadhan, abis acaranya ga jelas dan cuma joget2 doang, mending nonton yang lain deh, cuma penasaran sama goyang caesar kayanya hits bener, setelah tau yah udah…

  3. Desi says:

    laaah sami mawon mbaa..aku juga ga suka bgt acara yks ini..ga jelas blas konsepnya..
    nari2 doang dan kebanyakan lawakan bulying yang sangat ga lucu..

    smoga kita bisa selalu jadi filter tontonan buat anak2 kita yaa…

  4. mhdharis says:

    gak ada mendidiknya. joget gak jelas, kelemahan orang dijadikan lawakan, ngomong sembarangan. parah

  5. rhey says:

    Wah, sy jg brusan posting ttg yks, tp bukan krn goyang2nya sebal krn semalam yks curang mak kinan huhuhuuhuhuh..
    Bru tau ada ptisi pnolakan mak, sdh sdmikian jngkel nich kayaknya pmirsanya;)

  6. maylav96 says:

    Kl TV ya pasti tetap mentingin rating… Kl banyak yg suka, pasti bakal diterusin juga sampai….. pemirsanya pada bosan sendiri, hehe… Ga pro juga ga kontra… >_<

  7. sebenrnya bukan cuma YKS tapi banyak yang lainnya tetapi kenapa cuma YKS yang heboh minta dihentikan ya bun.

  8. Natural Hut says:

    Skrg ini bnyk acara2 TV yg ga bermutu dan bisa menyesatkan buat anak2. Yg jd ortu memang hrs super perhatian dengan asupan tontonan ank2. Seperti istri dr kakak suami sy (ap yah itu manggilnya??) dia sangat perhatian skali dengan ton2an anak2 dan anknya jg tumbuh dengan lbh baik dr ank2 sebayanya mnrt sy…
    Ngomong2 itu yg bagian Kinan bilang mau kegereja trus pasang pohon natal itu lucu bgt hehehhe…

  9. naniknara says:

    emang sering dilema juga mbak. dirumah sudah kita pilah-pilah apa yang boleh dan belum/tidak boleh. tapi dilingkungan luar berbeda dengan pola yang kita terapkan. jadilah anak kita disebut kuper dan bisa jadi korban bully teman-temannya.

  10. hilsya says:

    ngeliat tv indo sekarang jadi ilfil sendiri, mam.. mungkin krn udh lama ga liat ya… banyak sekali yg ga mutu.. mungkin emang bener juga ga ush liat tipi🙂

  11. liamarta says:

    Aku rindu tayangan2 televisi yang lebih mendidik dan menghibur yang ada di jaman dulu kala, salah satunya Keluarga Cemara dan kuis2 seru kayak Apa Ini Apa Itu, dan semacamnya😀

  12. Pingback: Cak Lontong dalam Tulisan Episode 2 | My new world

  13. Omi Manroe says:

    Hu’uh. Kdg kalo mw mindah channel meski cepet2 klik tombol biar channel yg ada YKS nya ke “skip” males bngt. Aplgi kalo host nya. Pagi ada, siang ada, sore ada, malem pun ada. Di channel lain pun host nya serba ada. Ponakanku jadi hafal lagu yg buka dikit joss, oplosan, bang jali. Pdhl msh kecil. Blm pantas nyanyi lagu ky gtu. Hrs nya dr pihak kreatif hrs lbh bisa menelaah, gmna sih supaya tayangan itu ga bosen, mendidik sekaligus menghibur. Jam tyg nya aja sdh dluar akal sehat =D

Comments are closed.