Keracunan Makanan dan Diare Pada Balita

Hmmm judulnya serem yah kayaknya..”Keracunan Makanan” dan “Diare” tapi ini ingin mendokumentasikan tentang Kinan yang sempat Diare dan demam karena keracunan makanan. Yakin mak keracunan makanan?? Suspect-nya  sih itu…karena terjadinya mendadak kurang lebih setelah 4 jam dari makan malam. Kinan di usia-nya yang sekarang Alhamdullilah sehat sehat, meski berat badannya naik tidak terlalu significant, Awal  januari tepatnya  tanggal 4 januari pas imunisasi MMR di Awalbross  berat badan saat di timbang naik berada di kisaran 15 Kg, tapi akhirnya karena sempat terkena diare tanggal 16 Januari kemarin turun jadi 14.5 Kg. Ngomong-ngomong soal MMR kenapa baru memberikan imunisasi MMR sekarang, saya terus terang masih ragu ragu dan memang ingin memberikannya kalo kinan sudah usia 4 tahun-an untuk melengkapi imunisasi yang dianjurkan dari IDAI.

11 January 2014  Sepulang dari Awalbross Batam dan sedang telp Yang Ti di Jawa

11 January 2014 Sepulang dari Awalbross Batam dan sedang telp Yang Ti di Jawa

Minggu lalu itulah kali pertama kinan mengalami diare, selama usianya 4 tahun 5 bulan inilah kali pertama dan ya allah semoga nggak lagi terjadi diare sehat sehat terus yah nduk. Kayaknya dari makanan yang dikonsumsinya, malamnya memang kebetulan kita beli soto diluar hari kamis sore, soalnya ayahnya juga mengalami hal yang sama.  Kalo kinan dibarengi dengan panas dikisaran 38-an derajat, sempat buat saya panik soalnya kinan jadi banyak ngeluh. Alhamdullilahnya nggak ada Muntah atau pusing. Dari jam 2 malam bangun menangis mengeluh perutnya sakit BAB 1 kali, tapi perutnya masih sakit dan berulang setelah jam 4 pagi, dan jam 10 siang, hanya 3 kali sebenarnya dan masih ada kotorannya. Tetap membuat saya panik karena kinan ekpresif banget mengeluh sakit. Tiap kali sakit perut dan terasa mau BAB tapi tidak bisa dia akan mengeluh sambil bilang

 “Mama, apa yang mama lakukan pada adek? Kok Adek E’eknya nggak berhenti berhenti , perutnya sakit” waduh…miris campur kasihan dengarnya…Ya Allah, sampai bingung saya, apalagi ayahnya panik…tetap saya kasih oralit yang ada dirumah dan banyak banyak cairan atau minuman dan turun panas. Jam 4 sore karena masih panas juga saya ajak ayahnya ke dokter anak di Tanjung Uban ini saja dulu, soalnya saya takut dehidrasi.  Pas di dokter kita ceritakan kronologisnya suspectnya sama dengan perkiraan kita mungkin keracunan makanan, dan itu biasanya terjadi 4 jam setelah makan makanan yang terkontaminasi. Pada orang dewasa mungkin bisa tahan  tapi pada anak anak dampaknya bisa seperti itu katanya. Dikasih antibiotic dan zinc , karena kita bilang ada tempra dirumah dan oralit jadi tidak dikasihkan serta obat flu yang berbentuk puyer.  Saya bukan anti pada antibiotik tapi saya mencoba ingin  Rasional dalam penggunaan obat atau istilah kerennya di milist “RUM” Rational Use Medicine  jadi saya hanya meminumkan Zinc nya saja. Ayah kinan sempat mendelik dan sedikit marah ke saya…apa gunanya ke dokter…

Saya alasan coba kita lihat dulu kondisinya dan dilihat frekuensi BAB-nya coba dengan cara saya dulu kata saya, dan saya juga berkilah kalo kita belom mantep besuk bawa ke Awal bross ke DSA langganan  nanti kalo udah diminumkan antibiotic apa guna juga besuk kita kesana. Akhirnya  karena saya meyakinkan begitu ayahnya juga  menerima alasan. Aslinya saya harap harap cemas, malam itu menemani kinan yang akhirnya bisa terlelap setelah dari dokter saya searching banyak banyak tentang diare dan keracunan makanan. Antibiotic diperlukan dengan syarat….jadi pada kondisi umum diare apalagi menurut saya diare kinan tidak parah yang hampir setiap jam atau keluar hanya air saja…dan terlihat anaknya masih mau minum dan makan walaupun sedikit serta tidak muntah saya rasa masih belom diperlukan antibiotic dan saya juga searching tanda tanda untuk dehidrasi pada balita.  Saya bukan dokter yang bisa mendiagnosa, masak berbekal “googling di internet” aja bisa memutuskan sesuatu tentang obat ini diminum atau tidak, tapi paling tidak saya sebagai orangtua mengerti juga dan biar tidak terlalu khawatir. Dan ini agak berseberangan dengan ayah kinan yang mau kita nurut apapun yang dibilang dokter.

Saat diare kemarin saya tetap memberikan makanan pada kinan berupa nasi lembek atau juga bubur, dan menghindari dulu makanan berserat tinggi yang memicu diarenya semakin menjadi seperti sayur sayuran dan buah buahan serta menghindari makanan yang terlalu keras yang  memaksa lambungnya bekerja lebih keras untuk mencerna serta susu dan minuman yantg terlalu manis.  Alhamdullilah kinan masih mau makan walau porsinya sedikit sedikit, nasi dan kaldu suop ayam, roti dengan teh yang tidak terlalu manis. Jadi saya tidak terlalu khawatir kinan dehidrasi. Untuk panasnya saya kasih tempra seperti biasa. Apalagi dari keadaan kinan yang masih mengeluh sakit sakit dan masih cerewet ini itu saya  masih berpikiran positif insyallah tidak dehidrasi, soalnya dulu pas kinan panasnya waktu radang sampai hampir 40 derajat celicius itu dan harus dirawat dan di infus karena takut dehidrasi, itu kondisinya udah lemes hampir tidak ada suaranya. Jadi kita masih berpikiran positif semoga tidak dehidrasi dan alhamdulilah ternyata tidak.

Dan bener besuknya Sabtu tanggal 18 kita ke DSA Dokter Dewi Metta di Awalbross,  ditengah cuaca yang tidak menentu  untuk menyeberang dari Bintan ke Batam penuh perjuangan, Bismillah niat cari pengobatan untuk kesembuhan kinan, naik speed duh…keren ombaknya masyallah banget…kayak arum jeram…”fear factor’ banget…speednya tidak lewat rute biasanya tapi lewat dibalik pulau pulau kecil yang biasanya 15 sampai 20 menit sampai ini lebih lama sekitaran 30 menit..hmmm…sampai di pelabuhan pungur kinan udah aja bilang “ Mama adek kayaknya udah nggak sakit lagi, nanti adek mau diperiksa dan nggak nangis, tapi pulanngya kita ke Time zone yah?” duhhhhhhhhhh ini anak…hehehe “Mbok yo kalo mau ke Batam bilang tho nduk…jangan pake sakit segala “….sampai ketawa dokter Dewi Metta pas saya ceriterakan hal ini. Saya dan ayah kinan sepakat nggak cerita kalo kita sudah ke dokter di Tanjung Uban, saya bilang ke Ayah kinan, biarkan dokter dewi metta mendiagnoasa lalu kita lihat obat yang diberikan dan simpulkan dari situ. Nggak usah bilang kalo di dokter di uban dikasih antibiotic…begitu kata saya…pada ayah kinan.  Dan benar tidak dikasih  antibiotic sama dokter dewi metta…hanya Zinc dan obat alergi Citrizin seperti biasa aja, kalo dokter di Uban tidak menganjurkan Lacto B, dokter Dewi Metta memberikan resep lacto B dan memang untuk kinan Lacto B ini selama ini cocok untuknya dan ini bukan obat hanya suplemen yang berisi bakteri baik untuk pencernaan. Soal dehidrasi saya juga sempat tanyakan ke dokter Dewi Metta, beliau menjawab tanda tanda dehidrasi nggak ada pada kinan. Dehidrasi tanda tandanya anaknya terlihat lemas, jarang pipis, pipis yang keruh, kurang lebihnya seperti itu saat searching malam itu saya menemukan artikel dari link ini tentang dehidrasi.

Alhamdullillah kinan sudah sehat walaupun kadang mengeluh perutnya masih sering kayak mules beberapa hari setelahnya. Tapi paling tidak pertentangan batin saya antara memberikan antibiotic dan tidak memberikan bisa saya atasi dengan baik. Dan sekali lagi saya membuktikan ke Ayah kinan bahwa kita harus lebih sabar dan rasional dalam pemberian obat ke anak. Siapa lagi kalo bukan kita orangtua-nya. Alhamdullilah kinan bisa sekolah kembali hari selasa minggu lalu.

Berhati-hati dalam pemberian obat kepada anak-anak adalah lebih baik dan bijaksana. Bukan saya anti terhadap antibiotik bukan, tapi lebih rasional dan bijak pada penggunaannya. Dampak negatif  dan jangka panjang untuk penggunaan obat yang tidak tepat perlu kita perhatikan.  Yang pasti ketika anak anak sakit  itu adalah ujian buat kita orangtuanya dan pastinya pengalaman untuk kita agar lebih berhati hati dalam memberikan makanan atau jajanan yang dibeli dari luar.Semoga kita dan anak anak kita selalu diberikan kesehatan dari Allah SWT. *Aamiin

 Referensi tentang Diare dan keracunan makanan dari web web yang sempat saya baca ada dibawah ini;

Dari link ini dari closing, makin menguatkan saya untuk tidak memberikan Antibiotic pada kinan;

Yang perlu dicatat, tidak semua anak diare perlu antibiotik. Antibiotik hanya diberikan jika ada indikasi, seperti diare berdarah atau diare karena kolera serta diare dengan disertai penyakit lain. Pemberian antibiotik bisa mengakibatkan resistensi kuman (kuman tidak mempan), membunuh kuman normal yang ada dalam tubuh, dan tentunya berefek samping. Begitupula anti diare yang seharusnya tidak boleh diberikan. Anti diare tidak boleh diberikan karena ketika diare, tubuh akan memberi reaksi peningkatan gerak usus untuk mengeluarkan kotoran atau racun. Anti diare akan menghambat gerakan itu, sehingga kotoran yag seharusnya dikeluarkan, justru dihambat. Anti diare juga dapat menyebabkan efek samping usus terlipat/terjepit.

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Gado-gado and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

13 Responses to Keracunan Makanan dan Diare Pada Balita

  1. danirachmat says:

    Makasih ya Mbakyu sudah menyebarkan soal RUM. Bener banget gak semuanya perlu antibiotik. Kesalahan jaman dulu yang apa-apa dikit-dikit dikasih antibiotik.
    Hihihi. Anak kecil ya Mba, begitu tahu kalo bisa ke timezone langsung sembuh. Semoga sehat terus ya Kinan…

    • iya dan ini catatan dan pengingat buat aku sendiri aslinya biar lebih sabar dan rasional…soale sering kali pak ne nggak setuju dengan pendapatku…pak ne terbiasa dokter oriented ..tapi setelah kejadian beberapa kali aku tidak minumkan antibiotiknya dan alhamdulillah kinan juga sembuh tidak terlalu lama recoverynya mungkin pak ne skg mulai mikir juga..awalnya ngotot banget mau minta diminumkan karena nggak tega kinan ekspresif bilang sakit…ya pas anak sakit emang kita sebagai orangtuanya harus banyak banyak sabar dan berdoa selain tentunya yang pasti berobat dan menegakkan diagnosa ke dokter..tapi kita sebagai ortu juga harus tetap rasional

  2. nyonyasepatu says:

    udah sembuh kan ya?
    aku juga sekarang ngurangin banget minum antibiotik padahal pas kecil kata ibuku apa2 dikasih antibiotik huhu

  3. Lidya says:

    Pascal pernah keracunan minuman botol mbak sampai muntah2 ,Allhamdulillah gak sampai ke rumah sakit langsung aku kasih minum yg banyak & air kelapa

    • Kemarin aku juga minumkan air kelapa juga tapi sedikit…terus karena dia ada panasnya ini kan aku minumkan tempra jg jadi agak takut takut kasih minuma air kelapa..air putih dan oralit aja banyak banyak kemarin…kita harus hati hati yah mbak sebagai ortu pas ngasihkan makanan dan minuman beli diluar ke anak anak kita, jadi pelajaran berharga mbak🙂

  4. nophi says:

    Hehe Kinan mau jalan-jalan ke Batam ya hihihi, ohh masih nyebrang to mbak, aku fikir tinggalnya di Batam. Memang ya kalau anak sakit itu bingung luar biasa dan musti berfikir rasional, aku juga tidak sreg kalau sampai memberi antibiotic saat kynan sakit, apalagi harus habis minumnya dan biasanya buanyak jumlahnya. Pernah diresepin tapi enggak aku kasih minum. semoga sehat selalu ya Kakak Kinan🙂

    • iya mbak aku di pulau bintan tepatnya di tanjung uban..seberangnya pulau batam…walah perjuangan kalo mau ke Batam nyeberang lagi🙂
      bener banget itu kemarin bersih bersih tempat obat di kulkas…antibiotik antibiotik utuh jaman lama lama yang dikasihkan dokter baru aku buangin..bukan anti terhadap antibiotik tapi mencoba belajar rasional obat…karena bagaimanapun juga obat2 kimia terutama antibiotik pasti ada dampaknya juga..

  5. naniknara says:

    sama mbak, aku juga nggak au buru2 kasih obat ke anak-anak. biar kekebalan alami mereka bekerja dulu. dan alhamdulillah anak2 sehat selalu

  6. wealah….
    koq Kinan kena diare

    Favian pas tahun 2012 kena diare juga, dokternya juga gak kasih antibiotik tapi aq tambah obat tradisional sie, rebusan daun jambu biji sama kunyit🙂 dan masih nongkrong di draft…emak males posting nie

  7. mama hilsya says:

    iya.. dulu jaman kita, antibiotik memang berjaya tapi sekarang rasanya antibiotik sudah mulai tergeser..
    alhamdulillah sudah sembuh dan main lagi ya, Nana..

  8. Kink says:

    nice job mom, take a good care Kinan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s