Curhat emak Labil dan tentang “#SaveRisma”

Break Maksi…ambil waktu sebentar untuk relaksasi ..nulis nulis curhat dikit….*Maaf kalo isi curhatan nggak sesuai dengan judul…hehehe…biar lebay aja..:)

Hmmm……umpek….sesek…bingung….too many issue, too many problem, too many project….deg-degan…walah ini itu belom waktu di tempat kerja 8 jam rasanya kurang aja…….walah…..bingung nggak iso ngomong…satu satu datang dengan issue ada  ada aja…udah kalo kayak gini ini…bukan cemen bukan tidak bermental baja…pingin menyudahinya….pingin dirumah aja sama kinan *walah siapa juga yang suruh kerja selalunya pak ne bilang seperti itu…….heueheueheu….tapi mosok gitu aja nyerah…walah satu sisi hati merasa dan meyakinkan..”Kamu pasti bisa”….kuat kuat  yang lebih parah dan nggak ada system yang jelas aja kamu  bisa lewati ..ini jelas jelas udah “settle”…ilmu katon alias kelihatan dan bisa dipelajari masak nyerah……inilah bekerja di pabrik…manufacturing…punya swasta (mau asing, mau PMDN, MNC sama saja..) yo wis emang ini kalo masih bekerja sama orang…walah jadi curcol disini…biarinlah biar sedikit lega…apalagi akhir akhir ini sering diskusi soal ini sama Pak Ne…pulang kerja selalunya kita bawa becanda karena aslinya ini di otak ini tersita beban pikiran tentang pekerjaan..pekerjaan dan pekerjaan..walah…terus Pak ne bilang…Ya gini ini kalo masih jadi karyawan dan kerja sama orang…resikonya yah seperti ini. Kalo mau yah usaha sendiri dirumah, terus saya respon gini.. ok  misalnya nieh saya atau dirimu usaha dirumah *contoh kayak bapak saya dulu di yogya…punya usaha perbesian , bengkel dll….terus apa yang terjadi enak gitu….sama juga…kalo gak selesai tepat waktu nggak sesuai target konsumen yo di complain, dikejar kejar terus, belom lagi salah ukuran dikembalikan…terus di “re-work”..belom lagi di omel omelin customer…belom lagi kena tipu cek kosong loh….orangnya minggat gak karuan lah…duit amblass…belom lagi masalah kompleks dengan para karyawan atau pekerjanya….heuehehueu…apapun itu walapun misalnya dagang-pun dirumah…juga banyak suka dukanya..makanya akhirnya kita sepakat..”NIkmati aja….” Inilah bekerja dengan berbagai macam suka dan dukanya. Diatas semua ini adalah yang terpenting “kita niatkan bekerja untuk Ibadah” biar hati lebih tenang….*self esteem…minggir dulu…pencarian jadi diri dan pembuktian eksistensi dengan bekerja …minggir dulu…kita niatkan ibadah untuk memenuhi kebutuhan keluarga kita.

Lega dengan pikiran seperti itu???? Jujur..iya kadang lega….mau berangkat udah lah komat kamit do’a…dan jangan lupa mengawali hari dengan “Bismillah”  tapi kadang saya yang nyinyir….terus gentian kayak tadi malam Pak Ne yang nyinyir…maksudnya berkeluh kesah….ini itu…ada audit ini itu…belom ini itu…walah akeh wis pokokke….terus cerita cerita. Tentang beberapa analogi seperti dibawah ini

Tentang pekerjaan dan wacana pindah ke jawa pak Ne pernah bilang dan tanya ke saya; “Mau jadi Ikan Besar di kolam kecil atau Jadi Ikan  Kecil tapi di kolam Besar?” tanya Pak ne…yo saya jawab sak enak saya..ya kalo bisa jadi “IKAN BESAR di KOLAM BESAR dapatnya juga Besar,  kenapa tidak .hehehhee”……..*sotoy jawaban emak kinan….kata kawan  Singaporean saya dibilang “Money Face”….hahaha…lho  kita nggak dipungkiri buat apa sih kita kerja capek cepek…ujung ujungnya gaji juga kan..salary alias duit kan…bonus juga..…

Pak Ne nambahin lagi tadi malam setelah ini itu berkeluh kesah….”Enak jadi guru di Jawa” …terus saya jawab gini sama pak ne..iya itu kalo dah diangkat..misalnya suami istri guru dan sertifikasi..hidup dijawa..makmurlah hidupnya..hehehe…lho kalo honorer gak diangkat angkat…walah walah….pak ne ini terngiang kata kawannya yang seorang guru diJawa dan mengibaratkan kawannya yang merantau sebagai “ mengejar 2 digit” walah ….hehehe bingung menjawabnya…kalo saya menganalisa pak ne dan diri saya sendiri…bukan mengejar 2 digit…tapi lebih kepada Nasib dan takdir…gimana udah dari awal saya kenal pak ne udah disini..diperantauan…saya ikut terus saya nyemplung kerja juga……dulu pun juga istilahnya pas pasan..mana mikirin 2 digit 2 digitan kayak gitu…..yang penting bekerja..ibadah ..untuk anak, istri dan keluarga… kalo ternyata akhirnya berada pada zona aman secara financial itu adalah  buah dari kerja keras….dan takdir…gimana yah..Ya kalo saya sebagai istri ngikut aja…Pak Ne  misalnya udah bosan disini dan mau Challenge atau pingin pindah ke Jawa…atau ada tawaran lain yang lebih bagus dari sini…dan mau “Move ON”  …yo monggo terserah..tapi pesan saya jangan Konyol itu saja..sudah ada anak dan isteri dan kita berharap pingin jadi mandiri secara financial dan intinya jangan sampai bikin repot keluarga. Yang ada kalo bisa kita membahagiakan Orang tua Kita. Ingat perjuangan  kami dari bener bener “0” diperantauan ini. Bersyukur dengan segala yang telah diberikan Allah SWT kepada kami. Dan so far disini Alhamdulillah Pak Ne dan saya masih nyaman dengan iklim tempat kerjanya.

Kalau melihat kebimbangan dan kelabilan emosi saya sebagai emak pekerja seperti ini…halah jauh sekali mak, hehehe…kok saya jadi ingat Bu Risma  Walikotanya Surabaya yang tampil di Mata Najwa Metro TV kapan hari, dan diulang lagi hari minggu malam kemarin. Masyallah wanita ini  begitu kuat..tapi dibalik kekuatan dan ketegarannya beliau adalah juga seorang wanita, pada akhirnya sampai beliau  berucap ada niatan untuk Mundur karena merasa sudah tidak kuat lagi…betapa air mata yang berlinang membuat hati saya juga trenyuh dan haru. Sebagai salah seorang yang pernah tinggal disurabaya selama kurang lebih 6 tahun, begitu juga ayah kinan kami penasaran dengan Surabaya yang kata kawan kawan kami sedang berbenah dan menjadi cantik…selalunya kami kalo mudik kesurabaya pas malam dan itupun tidak kota kota hanya tol ke tol aja…paling mentok mampirnya di pinggirang Surabaya ketempat sodara saya yang ada di Kebraon dan juga di Sepanjang.   PaK ne ini yang selalunya update tentang Bu Risma ini karena merasa satu almamater *beda jurusan ….dan kamipun berhasil penasaran dengan wajah dalam kota Surabaya saat ini. Apapun semoga bu Risma tetap kuat, semangat dan pantang menyerah…seperti do’a dan dukungan kawan kawan yang banyak mengusung hastag #SaveRisma dijejaring social. Apapun itu semoga diberikan yang terbaik untuk semua. Bu Risma semoga bisa bertahan karena banyak rakyat surabaya mencintaimu bu..bangga terhadapmu…..termasuk yang diperantauan gini..pak ne tuh terutama nyimak isu- isunya..dan salut dengan dedikasi dan pengabdiannya.

Pinjam Gambar dari Mbah google

Pinjam Gambar dari Mbah google

Jadi intinya Tulisan emak kinan ini?? …hehehe maaf nggak ada…. Hanya curhat emak pekerja labil yang hari ini memang sedang labil udah didera PMS..udah didera banyak hal ….hueheueheu….Saya yakin banget pasti dikasih jalan sama Allah SWT. Dan tentunya adalah dukungan untuk Bu Risma.

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Cerita Mama and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Curhat emak Labil dan tentang “#SaveRisma”

  1. nyonyasepatu says:

    lagi bingung ya🙂 kalo ngeliat masalah yang dihadapi ibu Risma kita jadi gak ada apa2nya ya

  2. hilsya says:

    aku baru buka inet dan dimana2 banyak yang posting tentang ibu Risma ini….
    belum banyak baca/tau kisahnya… mungkin nanti kalo lapang

  3. danirachmat says:

    Semangat Mba! Semoga masalahnya satu-satu teratasi. InsyaAllah di mana ada niat di situ ada jalan.🙂

  4. Lidya says:

    awalnya aku gak tahu loh bu risma ini siapa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s