Rasa Empati dan Petisi Hukum Berat Pelaku Kejahatan Seksual Kepada Anak

Selamat Sore Blog!….*mencoba untuk tulis menulis lageee….hua hua hua…kangen nulis..

Beberapa hari ini di Wall sosmed saya banyak berisi tag dan status dari kawan kawan yang banyak menyoroti masalah masalah yang sedang heboh akhir akhir ini.

 Menumbuhkan rasa empati

Kemarin ada kawan yang share tentang bagaimana seseorang yang mangkel banget nggak rela ngasih tempat duduknya di kereta untuk seorang ibu hamil. Hmm pro kontra….sejatinya saya bingung mau berkomentar apa…mungkin mbak cewek yang bikin status itu sedang masa PMS kali yah..coba berbaik sangka..mungkin lagi pegel kakinya dan nggak bisa berdiri lama sehingga tidak mau lebih empati kepada ibu hamil yang memang tidak mendapatkan tempat duduk…walah atau mungkin lagi mbak cewek yang bikin status ini pastinya belom merasakan “hamil” kali yah..jadi nggak tahu mungkin gimana beratnya si ibu hamil ini yang tentunya juga seorang ibu bekerja, menurut saya nggak mungkin dong seorang ibu hamil logikanya bisa berdesakan berebutan masuk ke kereta untuk dapat tempat walaupun datangnya lebih pagi, saya nggak tahu pasti aslinya soalnya…..jadi salah kalo saya menjudge

Karena diserang massa, si mbak cewek ini curhat unek uneknya….bagaimana dia susah payah harus berangkat pagi dari rumah, naik ojek, angkot untuk kestasiun, mencari kursi, akhirnya setelah dapat ada ibu ibu hamil minta, bagaimana dia juga sakit bergeser tulangnya…*duh….begitu yah mbak??? Ya baiklah, dari sisi situ mungkin kita juga perlu berempati sebagai mbak itu,tapi ya mungkin nggak wise juga yah nulis statusnya seperti itu *mungkin memang sedang emosi.. jadinya yang ada “statusnya”menimbulkan polemik pro dan kontra…….hmmm…..kembali kepada hati dan ajaran kebaikan yang ada dan tertanam dihati kita…(cerita lengkapnya bisa di googling salah satunya di web ini)

Haduh jadi inget tulisan mbak noni yang tentang Peduli satu meter…walah ini mah bukan peduli satu meter lagi namanya ..ini mah namanya nggak peduli walaupun tidak ada satu meter..walah…maaf saya tidak mau menambahi tulisan yang memperkeruh suasana dan situasi..saya cuman ingin belajar dan mengajarkan rasa empati, nggak usah jauh jauh untuk orang lain mencoba nya untuk diri saya sendiri, suami, anak, dan juga keluarga terdekat.

Yah kita ambil hikmahnya untuk belajar lebih empati dan berempati kepada orang lain..sepersekian detik di share di sosmed ya udah…akhirnya kemana mana…pro dan kontra…hmm …mari mencoba mencari hikmah dan belajar dari peristiwa ini untuk lebih bisa merasakan pada posisi orang lain dan belajar bahwa sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan tidak demi ingin dipuji oleh orang lain melainkan itu adalah bentuk dari sebuah ibadah yang insyallah walaupun kita capek pegel kaki kita tapi insyallah Tuhan Yang Maha Esa akan memberikan balasan setimpal pada kita.

Haduh apa ini gara gara nggak ada lagi didengung dengungkan tentang penataran P4 kayak jaman generasi saya dulu yah hehehe…sorry out of topic..tapi sekedar mengingat dulu sering kali ada yang namanya penataran p4 hehehe🙂 dengan segala bentuk doktrin pengamalan pengamalannya tentang baik dan buruk dalam kehidupan sehari hari.

Menandatangani Petisi Memberikan Hukuman yang lebih berat untuk pelaku kejahatan Seksual.

Pagi ini dapat notifikasi dari subscriber posting mbak dira disini, tentang kejadian yang akhir akhir ini juga jadi berita hangat di sosmed. Tentang seorang anak TK berusia 5 tahun yang mengalami pelecehan seksual di toilet sekolahnya. Duh dari beberapa hari yang lalu membaca sharing beritanya di Sosmed saya coba mengikuti perkembangannya. Ya Allah, miris saat membacanya berita ini pertama kalinya, sekolah yang dianggap sebagai tempat yang aman untuk anak anak menuntut ilmu ternyata juga bisa jadi tempat yang membawa trauma untuk anak anak. Bisa dibayangkan betapa sedih dan pilunya kedua orangtua dan juga bagaimana traumanya anak kecil itu.

Bisa membayangkan karena saya juga punya anak seumuran segitu. Astaghfirullah…semoga tidak ada lagi kekejaman dan pelecehan seksual terhadap anak anak. Anak laki laki maupun perempuan sama sama harus kita jaga dengan baik. Waspada terhadap segala kemungkinan yang bisa jadi celah adanya kejahatan kejahatan serupa dari lingkungan kita. Membangung komunikasi yang baik dengan anak agar mau terbuka dengan kita sebagai orangtuanya. Termasuk membekali pengetahuan dasar tentang bagian tubuh harus dijaga dan tidak boleh sembarangan orang boleh memegangnya istilahnya “sex education” untuk anak anak kita, tentunya dengan bahasa yang bisa dimengerti mereka. Mengawasi dan selalu waspada dengan lingkungan tempat anak anak kita berada didalamnya, baik dilingkungan rumah, sekolah, tempat bermain atau les dan sebagainya. Anak adalah amanah dan titipan Tuhan untuk kita, semoga kita dapat mendidik,mengasuhnya dan menjaga anak anak kita dari segala mara bahaya yang mengancam dan mungkin menimbulkan trauma hingga kelak dia dewasa.

Setuju dengan lebih wise tidak mengungkapkan atau menyamarkan identitas korban dan keluarga. Karena trauma kejadian itu saja tentunya sudah membuat hati dan perasaan mereka sakit, terlukai dan tidak tenang, Belum lagi traumatik korban yang pastinya akan menancap dibenak seumur hidup. Pas membaca tulisan mbak dira tadi, nggak sampai berpikir satu atau dua kali langsung setuju dan segera meluncur untuk menandatangani petisi. Petisi yang sedang digerakkan saat ini untuk memberikan hukuman peleceh seksual/pemerkosa/predator seksual anak anak seberat beratnya, mempetisi Komisi VIII DPR untuk merevisi UU NO. 23 tahun 2002, Memberikan hukuman yang lebih berat untuk para pelaku kejahatan seksual terhadap anak anak.

Bagi yang berkenan dan ingin tahu serta menandatangani petisi bisa meluncur ke web ini http://www.change.org/id/petisi/komisi-viii-dpr-hukum-peleceh-seksual-pemerkosa-predator-seksual-anak2-seberat2nya-revisi-uu-no-23-tahun-2002-5-15thn-tidaklah-cukup?share_id=XmaYCJQIZt&utm_campaign=friend_inviter_chat&utm_medium=facebook&utm_source=share_petition&utm_term=permissions_dialog_true

Senyum anak anak yang polos…

Celoteh mereka yang lucu, jangan sampai terampas dan terhempas oleh trauma

Ya Allah, Ampuni kami jika kami lalai, dan semoga kami bisa menjaga anak anak kami dan terhindar dari segala mara bahaya yang mengancam

Jadikanlah kami orangtua yang selalu belajar dan belajar untuk mejadi lebih baik dari hari ke hari.

ffff

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Cerita Mama, Renungan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Rasa Empati dan Petisi Hukum Berat Pelaku Kejahatan Seksual Kepada Anak

  1. nyonyasepatu says:

    Berita soal anak TK itu bikin shock parah. Sedih banget. Soal anak ABG itu baru baca dan emang jadi rame bgt

  2. jampang says:

    saya sudah ikut tanda tangan petisinya😀

  3. mama hilsya says:

    setuju kalo pelaku dihukum beraaaat banget!

  4. Lidya says:

    yuk ikuatn petisinya juga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s