Renungan Jum’at: Manfaat Sholat Dhuha

Dududu….hari yang melelahkan…rehat sebentar “refreshing” sebelum pulang 5.44 PM.. duh bilang aja melarikan diri sejenak dari tumpukan dokumen dan email yang menunggu di follow up. Duh akhir minggu  alias dihari jumat kayak hari ini ditempat nyangkul emak kinan malah kerjaannya kayak dikejar-kejar apa aja. Bisa dimaklumi ngejar target “shipment” minggu ini. Duh jadinya untuk beranjak ke toilet aja kayaknya menyempatkan diri banget…..dari tadi pagi..silih berganti ping IM maupun Email bersliweran dari SG dan juga dari “in house” Bintan…duh..jadi bener bener dimanfaatkan waktunya untuk “close” hari ini daripada pulang telat.

Mari Rajin sholat!

Mari Rajin sholat!

Bukan tentang Pamer soal Ibadah tapi lebih kepada “Sharing”.Dari duduk di kubikal setelah “Meeting” pagi di first floor….udah aja disibukkan ini itu…hiks jadi tidak ada waktu untuk turun ke mushola untuk “sholat Dhuha” bener bener  dimanfaatkan bener, nanti sekalian release ke production sekalian mampir ke mushola untuk sholat dhuha. Masyallah legaaa banget kalo pada akhrinya bisa menunaikan sholat dhuha disela sela kerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Alhamdulillah, jujur sejak jarang bisa bangun malam untuk “sholat Tahajud” saya selalu berupaya untuk tidak meninggalkan sholat dhuha, selagi bisa dilaksanakan diusahakan untuk tidak bolong. Soalnya waktunya pagi bo’… Kalo sudah terbiasa terus tadi lupa atau terlewat karena bener bener tidak bisa ditinggal kerjaan rasanya kayak ada yang hilang.

Quantity or Quality dalam Ibadah??!!!. Bingung juga yah kalo ditanya lebih baik kualitas atau kuantitas dalam beribadah? soalnya saya pernah dengar  daripada melakukan banyak banyak  sholat tapi nggak khusyuk mending sedikit tapi khusyuk dan rutin. Hmmm…iya juga sih,kalo saya pribadi sih orangnya ya kalo bisa banyak ibadah dilaksanakan dan berusaha untuk khusyuk dan rutin kenapa tidak. Walah maruk mak…soale yo pegimana…ukuran khusyuk atau tidak khusyuk atau diterima atau tidak ibadah sholat kita hanya Allah SWT yang tahu jadi ya berusaha untuk melakukannya dengan khusyuk.

Makanya untuk sholat sunnah sholat dhuha dipagi hari  ini rasanya saya pribadi plongg dan puas banget kalo bisa menyempatkan diri sejenak disela sela kerempongan duniawi biar seimbang gitu.  Asli maaf saya tegaskan disini bahwa saya tidak bermaksud pamer atau pegimana soalnya saya sendiri belom sempurna, jangankan pamer ibarat katanya, orang saya kadang mengajak dan mengingatkan orang terdekat saya untuk melakukan sholat sunnah ini aja sering gagal dan seringnya ada aja alasan yang katanya jadi kendalanya. Jadi asli ini hanya untuk sharing dan juga mengingatkan diri saya sendiri untuk lebih “istiqomah” dan lebih rajin lagi menjalankan ibadah sholat dhuha.

Sejak kapan mengenal sholat dhuha. Saya mau jujur saya ini berasal bukan dari keluarga yang religius, biasa saja jadi banyak ilmu agama yang saya dapatkan setelah saya sudah gede. Tapi alhamdulillah basic kebaikan dan basic dasar dari agama Islam pastinya saya dapatkan dari orangtua saya. Seingat saya saya mulai tahu dan rutin sholat dhuha sejak jaman kuliah , di kos kosan Gubeng Airlangga xxx kebetulan mbak kos saya yang ada disitu pada rajin dan sholiha gitu..keikut dah..:) terimakasih untuk mbak D, mbak M, mbak E yang telah jadi teman seperjuangan di kos kosan dulu…:). Sejak itu berusaha menyempatkan untuk sholat dhuha dimanapun berada ketika waktunya tiba.

Apa sih Sholat Dhuha itu? Menurut Wikipedia yang saya baca disini  Sholat Dhuha adalah Salat Sunah yang dilakukan seorang muslim ketika waktu Duha. Waktu duha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu zuhur. Jumlah rakaat salat duha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat.[1] Dan dilakukan dalam satuan 2 rakaat sekali salam.

Niat sholat Dhuha:

أصَلِّي سُنَّةَ الضُحَى رَكَعَتَيْنِ لِلهِ تَعالىَ
Latinnya : “Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa”
Artinnya : “Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah.”  (sumber link ini)

Do’a sesudah sholat dhuha: Do’a  Tidak diwajibkan membaca doa tertentu. do’a dibawah bukanlah dari hadits, tapi boleh diamalkan selama tidak dirutinkan dan tidak diyakini datang dari Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam.

Latin: “Allahumma innad dhuha-a dhuha-uka, wal baha-a baha-uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ismata ‘ismatuka. Allahumma in kana rizqi fis sama-i fa-anzilhu, wa in kana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kana mu’assaron fa yassirhu, wa in kana haroman fathohhirhu, wa in kana ba’idan faqorribhu, bihaqqi dhuha-ika, wa baha-ika, wa jamalika, wa quwwatika, wa qudrotika, aatini ma atayta ‘ibadakas sholihin”.

Artinya: “Ya Allah, bahwasannya waktu dhuha itu adalah waktu dhuha-Mu, dan keagungan itu adalah keagungan-Mu, dan keindahan itu adalah keindahan-Mu, dan kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rizkiku masih di atas langit, maka turunkanlah, jika masih di dalam bumi, maka keluarkanlah, jika masih sukar, maka mudahkanlah, jika (ternyata) haram, maka sucikanlah, jika masih jauh, maka dekatkanlah, Berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMU yang sholeh”.

Niat dan tata cara sholat dhuha bisa disearching banyak sekali yang membahas mulai dari Niat sholat dhuha, tata cara, Doa sesudah sholat dhuha, fadilah sholat duha, surat apa saja yang di sunnahkan dibaca dan lain sebagainya.  Dari forum kompas yang ada link ini, saya mendapatkan banyak hal tentang sholat dhuha.

Manfaat Shalat Dhuha:

Abu Dzar r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Setiap tulang dan persendian badan dari kamu ada sedekahnya; setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap amar ma’ruf adalah sedekah, dan setiap nahi munkar adalah sedekah. Maka, yang dapat mencukupi hal itu hanyalah dua rakaat yang dilakukannya dari Shalat Dhuha.” (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud).

Abu Hurairah r.a. berkata, “Kekasihku, Muhammad Saw. Berwasiat kepadaku agar melakukan tiga hal: Berpuasa tiga hari pada setiap bulan(Hijriah, yaitu puasa putih atau Bidl, tanggal 13,14,15), dua rakaat shalat Dhuha, dan agar aku melakukan shalat Witir dulu sebelum tidur.” (HR Bukhari-Muslim).

Rasulullah Saw. bersabda: “Shalat Dhuha itu shalat orang yang kembali kepada Allah, setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak unta bangun karena panas tempat berbaringnya.” (HR Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalat Dhuha itu dapat mendatangkan rejeki dan menolak kefakiran. Dan tidak ada yang akan memelihara shalat Dhuha melainkan orang-orang yang bertaubat.”
[HR. Turmuzi dan Ibnu Majah, hadis hasan]

Semoga saya pribadi bisa lebih rajin lagi menjalankan ibadah  sunnah sholat dhuha ini, syukur alhamdulillah misalnya malah kalo bisa mengajak orang orang terdekat saya untuk bisa menjalankan ibadah sholat ini. Ya Allah, semoga sedikit tulisan ini jadi reminder untuk diri saya sendiri dan juga kalo bisa untuk orang orang terdekat saya  dan  bisa diambil hikmah dan manfaatnya, semoga kelak si nduk kelak juga rajin menjalankan ibadah ibadah baik yang diwajibkan maupun yang di sunnahkan untuk dikerjakan.

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Cerita Mama, Gado-gado, Renungan and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

13 Responses to Renungan Jum’at: Manfaat Sholat Dhuha

  1. cputriarty says:

    aku percaya mustajabnya doa-doa dalam sholat dhuha, mak. Meski aku tdk fasih sekali doanya. Maklum saya mualaf ketika menikah. Sukses untuk keluarganya ya…
    Btw kok akun saya blm difolbek ya Mak😦

    • udah aku folbek mbak yang di wordpress…:) makasih yah mbak..
      waduh iya mbak semoga kita selalu diberi kesempatan untuk belajar dan belajar serta nambah ibadah ibadah..tetap semangat mbak🙂

  2. jampang says:

    terima kash sharing ilmunya🙂

  3. Evi says:

    Sebaik-baiknya ibadah tentu quantiti dan quality ya Mbak🙂

  4. Lidya says:

    kalau sudha jatuh hari libur kadang godaan dhuha berat bun🙂

  5. ichaawe says:

    Qualitas dalam beribadah itu susaaah, Krn ngukurnya pada keihklasan. Yg penting sholat dl saja, 5 waktu ga bolong2 .. makin rajin, pasti tergerak tuk melaksanakan yg sunnah… baru deh makin lama dan makin dalem, keihklasan beribadah itu akan tercipta sendiri.🙂
    Semoga Allah sll memberi kita karunia iman dan islam yah mba. Aamiin

  6. Orin says:

    Aku masih belang bentong nih mbak sholat dhuhanya😦

    • sama mbak orin, makanya aku nulis ini buat pelecut semangat untuk melakukan sholat dhuha ini..sebisa mungkin jangan sampai bolong atau ketinggalan..sesibuk apapun diusahakan dan disempatkan..:)

  7. DIJA says:

    Dija :
    Dija lagi belajar sholat Tante….

    Elsa:
    isin aku mbak.. aku dhuha masih males jaya
    padahal orangtua ku gak pernah putus sholat dhuhanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s