Renungan Jum’at: Tentang Julukan Kepada Seseorang Berdasarkan Fisiknya

Alhamdullilah…bertemu dengan hari jum’at lagi minggu ini. Alhamdullilah atas segala nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepada hamba dan keluarga Ya Allah. Alhamdulillah banyak hari libur minggu ini…selasa dan hari kamis…sisanya harus tetap ngantor…alias cangkul mencangkul karena patner mengambil cuti 3 hari untuk acara keluarga. Jadi saya harus jaga kandang… menjelang  DNV Audit  akhir juni mendatang…Ya Allah mudahkan ya allah…semoga Engkau memberi kelancaran dan kemudahan untuk Audit bulan depan.

Pagi  ini bener bener melow  sampai membuat saya menangis, *emak kinan memang cengeng yah…asli  sampai  saat menuliskan inipun saya masih menitikkan airmata. Cerita berawal ketika aktifitas pagi..masak memasak…dan menyiapkan sarapan untuk kinan. Saya dan ibu biasanya bareng bareng didapur, sambil ngobrol ngobrol becanda…seperti biasanya *tapi asli pinginnya ngobrol yang baik baik bukan ghibah dan bergosip ngomongin orang..saya dan ibu berusaha menjaga banget supaya saya dan ibu jangan sampai ngomongin orang. Lalu tiba tiba topik beralih tentang salah seorang kawan Kinan di PAUD dulu yagn kebetulan saya ketemu beberapa hari lalu.

Saya : ” “Ibuk, aku kapan  hari ketemu sama mamanya kawan Kinan dipaud yang namanya O itu lho bu”….terus saya tambahin…ternyata orang itu kenal yah sama mantan tetangga kita yang pindah itu” begitu tambahan saya.. sebut aja Mama A.

Lalu ibu tiba tiba berkata sambil sedih…”Iya aku tahu, orang Mama A itu pernah bilang ke ibuk, pas dulu main kesini, dia bilang kenal sama mama O dan pas mama O tanya tentang alamat rumah mama A dia cerita kalo rumahnya ada didekat rumah Kinan kawan sekolah O anaknya. Lalu mama O ini bilang…ke Mama A ini…”Oooo kinan yang Sxxxxx..itu yah” …begitu kata ibu saya …hanya bagian akhir kata kata yang saya sensor tentang kinan yang dikatakan  sesuatu berdasarkan fisiknya, ini yang membuat ibu saya tiba tiba sedih dan menangis…saya juga ikutan menangis…sedih pagi ini.

Saya sebagai orangtua pasti sedih…..apalagi ibu saya sebagai neneknya yang begitu sayang dengan kinan. Hmm saya ambil sisi positifnya…saya tenangkan hati saya..saya tenangkan ibu saya. semua jelas tidak seperti yang bilang Mama O itu, itu tidak benar. Memang fisiknya seperti itu tapi tidak perlu di label seperti itu. Andai mama O tahu dampak dari perkataannya itu membuat hati kami sakit dan sedih. Setiap manusia dan juga setiap anak dilahirkan  dengan kelebihan dan kekurangannya masing masing.  Saya bersandar bahwa tidak ada manusia yang sempurna didunia ini. Kesempurnaan adalah  hanya milik Allah SWT semata.

Kesedihan saya hari ini  saya sampaikan kepada Ayah kinan pagi ini sambil berbisik saat sambil menyuap kinan sarapan pagi. Air mata saya menetes….sampai kinan yang melihat bertanya “kenapa mama menangis?” saya bilang kena bawang merah tadi…*maaf mama bohong nduk…sampai dirimu nggak puas  terus bertanya ” Ini tentang Adek ya ma” saya jawab ” bukan bukan tentang adek, ini tentang mama dan ayah”…… biarkan dirimu dengan keceriaanmu nduk…keceriaan masa kecilmu…

Hari ini dirimu begitu pintar dan tenang saat mama mengantarkanmu sekolah, membuat mama malah semakin sedih…Ya Allah nduk…dirimu ternyata peka dan amat sensitif mengerti banget dan kooperatif saat mama lagi sedih. Sepanjang perjalanan ketempat kerja mama merenung…..ada air mata menggenang…Fisik kita sebagai manusia adalah karunia dari Allah SWT apapun itu keadaannya, entah itu kecil, gemuk, kurus, tinggi, pendek, putih, hitam, hidungnya mancung, pesek, giginya cantik rapi atau agak besar besar dan lain sebagainya….semua adalah ciptaan Allah yang wajib dan  harus kita syukuri serta harus kita hargai dan jaga dengan penuh rasa syukur dan terimakasih.

Dalam perenungan saya sepanjang perjalanan  saya berpikir, Ya Allah….saya bersyukur dibesarkan dan didik oleh orangtua saya walaupun kami bukan keluarga berada tapi kami diajar sopan santun dan tata krama dan etika, serta yang paling penting adalah ajaran bahwa untuk menghargai keadaan fisik orang lain dan tidak menjadikannya bahan olok olokan atau bahan cemoohan dan pasti ” “labeling” seperti ini akan membuat sakit bagi orangtua maupun yang bersangkutan ketika mendengarnya. Bukan lebay…sebagai seorang ibu atau orangtua yang mempunya anak..pasti ibu ibu, bapak bapak sekalian bisa merasakan apa yang saya rasakan ketika pada posisi misalnya seperti ini.

Bersyukur Alhamdulillah dengan segala keadaan fisik saya, bahagia dengan keberadaan apapun yang diberikan Allah SWT.   Alhamdulillilah kinan anak saya yang  seperti dibilang mama O anak saya begini keadaannya dengan tanda lahirnya…….alhamdulillah sehat secara fisik dan mental lengkap serta tidak kurang suatu apa dan  perkembangan fisik motorik halus dan kasar sesuai dengan tahapan usia-nya…

Ya Allah kenapa saya mesti bersedih dengan keadaan fisik yang telah diberikan Allah SWT untuk kinan dengan segala keadaan fisiknya itu hanya penampakan lahiriahnya. Sampai tadi pagi dalam perenungan saya saya sampaikan kepada Ayah kinan, “Ayah kita bekali anak kita dengan kepercayaan diri yang kuat, dengan bekal agama yang kuat, dengan bekal pelajaran agama, norma, etika  dan akhlak yang baik, mengajarinya untuk selalu bersyukur menerima keadaan fisik apapun yang diberikan Allah SWT sebagai tanda lahir yang telah ada sejak kehadirannya yang harus disyukuri.

Dalam perenungan saya tadi pagi dan dalam derai air mata….untuk curhat kepada Allah SWT  saya bersyukur dan harus selalu mengucap syukur kepada Allah setiap waktu. Saya bersyukur sekali Ya Allah dengan segala kelebihan dan kekurangan yang telah Engkau berikan. Dan betapa saya hanya diuji dengan keadaan fisik kinan  dengan tanda lahir yang dibilang Mama O  itu hanya sebagian kecil …coba bandingkan dengan keadaan seorang kawan yang di uji 2 putranya mengalami Down syndrom karena lahir secara prematur. Betapa kuat kawan saya ini menghadapinya dengan senyuman dan yakin dengan ujian ini adalah bagian dari rencana Indah Allah SWT terhadap dirinya dan sebagai ladang amal untuk kelak kehidupannya di akherat. Subhanallah….Belum lagi teringat dalam sebuah satu episode  acara hitam putih dedy corbuzer yang mendatangkan seorang ibu yang begitu kuat merawat ketiga buah hatinya yang  memiliki kekurangan secara fisik dan mental.

Ya Allah saya tidak ada apa apanya dibandingkan dengan kawan saya itu dan juga ibu yang mengurus 3 putrinya yang memiliki kekurangan….Kalau melihat dan mengingat itu rasanya “mak deg” ..menangis dan memohon ampun kepada Allah SWT . Orangtua manapun atau siapapun orangtua  pasti  menginginkan  yang terbaik dan terindah untuk anak-anak yang  kelak dilahirkannya, lahir selamat, sehat wal afiat  dan tidak kurang suatu apapun.

Bersyukur Selalulah bersyukur.…Alhamdulillah, Kelak kalo kinan tak sengaja membaca ini, ingat nduk   bahwa  mama sayang dengan segenap jiwa dan raga mama tanpa syarat apapun keadaannya “Mama dan Ayah Love you just the way you are” .  Semoga selalu bersyukur dengan kadaaan fisik yang telah diberikan Allah SWT untuk mu nduk. Jadilah anak yang baik  dan kepribadian yang baik. Dimulai dengan  niat yang baik yang ada didalam hati, perbuatan, tingkah laku dan  juga baik dalam ucapan.  Jangan sampai memberikan julukan atau merendahkan kawan dengan julukan yang tidak baik. Itu adalah perbuatan yang dilarang dalam agama islam. Panggilah kawan dengan namanya yang baik, dengan julukan yang baik.

Seperti yang pernah saya tuliskan disini, saya menemukan sebuah link cerita  berhikmah yang bisa saya ambil pelajaran dari situ. http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/boleh-jadi-kamu-membenci-sesuatu-padahal-ia-amat-baik-bagimu.html

Dalam surat  Al- Hujurat: 11

Q.S Al hujurat ayat 11 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim,” (Al-Hujuraat: 11).

Ya Allah semoga catatan ini selalu jadi pengingat untuk saya sendiri, sebagai seorang ibu..untuk anak saya kelak  untuk selalu bersyukur dengan segala bentuk fisik yang telah diberikan Allah SWT untuknya.  Tidak boleh rendah diri maupun sebaliknya bersikap sombong. Dan pengingat bahwa kecantikan batin dan kecantikan hati akan lebih abadi dibandingkan kecantikan fisik yang bisa hilang dimakan usia.

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Cerita Mama, Gado-gado, Religi, Renungan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Renungan Jum’at: Tentang Julukan Kepada Seseorang Berdasarkan Fisiknya

  1. dhira rahman says:

    Peluk mama dan kinan..
    Mama, apa yang diberi Alloh pastilah baik adanya, apakah dengan sesuatu yang menurut mama temen Kinan itu kekurangan, akan jadi jaminan akan kekurangan Kinan dimasa depan? Atau apakah anak mama temennya Kinan kelak akan lebih baik dari Kinan?

    Sesungguhnya nikmat yang paling sering dilupakan adalah : sehat dan waktu luang🙂

    Selalu bersyukur yaa.. terimakasih sudah menulis sesuatu seindah ini, mama Kinan.. semoga Allah Yang Maha Indah selalu bersama kita

    • Makasih Bunda Dhira…..sampai membaca komentar bunda dhira ini masih menetes air mata..tapi insyallah lebih tegar..Aamiin Aamiin..itu yang saya cari semoga Allah Yang Maha Indah selalu bersama kita…..tulisan ini saya buat tidak dengan kondisi marah atau dendam kepada yang mengatakan tentang keadaan fisik kinan…tapi asli tulisan ini adalah sebagai pengingat dan bentuk curhat saya dalam tulisan, pengingat untuk saya lebih banyak bersyukur, berterimakasih atas segala karunia Allah SWT…sekali lagi makasih bunda dhira…:)

  2. ichaawe says:

    ((HUGS))
    Tak perlu sedih dan tersinggung mbak.
    Aku punya contoh nyata, dimana seorang anak yang terkenal pintar sejak kecil. Pas besar malah terjerembab narkoba, ujung2nya jadi malah terkena gangguan jiwa.

    Hidup ini punya jalannya masing2. Kita sebagai orang tua, ttp saja berdoa. Demi kebahagiaan hidup anak kita kelak.

    Ga perlu pedulikan tanggapan orang, karena mau itu buruk atau sangat baik sekali pun. Orang2 tetap saja be’omong-omong’ … Kalau smw tanggapan mereka harus kita pikirkan, bagaimana kita bisa mensyukuri begitu banyak nikmat yang sudah diberikanNya?
    Betul ga?

  3. Lia says:

    beri perhatian lebih buat Kinan, beruntungnya Kinan punya orang tua yang perhatian ya. Paling tidak enak kalau diberikan julukan karena fisik bun. Awalnya pasti minder tapi kalau dapat dukungan dari orang terdekat bisa menguatkan. Ya pokoknya gitu deh bun, susah aku ngonongnya karena jadi sedih nih🙂

  4. Pingback: Vihara atau Klenteng Sisi Lain Keberagaman Pulau Bintan | My new world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s