Renungan Jum’at: Tiada Kekuatan Kecuali Dengan Pertolongan Allah

Alhamdulillah sudah hari jum’at..ini bearti horeee besuk libur..tapi libur nggak tenang soalnya berarti audit DNV tinggal seminggu lagi…sering kali meriang dan deg deg-an kalo ingat itu…ambil nafas panjang..dan bismillah…berdo’a..duh saya jadi rajin berdoa dan berusaha rajin bangun untuk sholat malam beberapa hari ini…hehehe tumben bisa bangun..pasang weker soalnya…dan pingin rajin ngaji lagi..alhamdulillah Al Kahfi sudah terbaca pagi ini setelah sholat subuh jum’at pagi ini…lega…. *walah segitunya yah kalo ada maunya baru rajin ibadah hehehhe…..lho kemana lagi tempat mengadu dan berdoa memohon untuk dilancarkan kalo tidak meminta dan berdo’a kepada Allah SWT, hehehe berarti mau audit ada hikmahnya juga yah hehehe…pastilah sesuatu itu ada hikmah besarnya dibalik itu

Saatnya belajar sesuatu, walaupun itu satu ayat dan mencari hikmah dari suatu peristiwa. Beberapa hari yang lalu menerima curhat dari seseorang, dan saya ikut merasakan bagaimana kepedihan yang dirasakan. Sedang galau dan sedih karena lalai dan mendapat teguran. Kemudian menjadi seperti seperti hilang motivasi, menyesali kenapa bisa terjadi seperti itu, seharusnya bisa dihindari dan seharusnya tidak seperti itu, menyalahkan ini itu, menyalahkan diri sendiri. Berandai andai seandainya waktu bisa diputar dan bisa lebih berhati hati lagi. Saya sebagai orang dekatnya juga pernah mengalami hal seperti itu,wajar reaksi seperti itu terjadi, lalu saya biasanya untuk menenangkan hati saya sendiri dan kemarin juga saya gunakan untuk menenang dan saya bagi kepadanya, saya mikirnya gini;

“Tidak ada sesuatu yang terjadi didunia ini tanpa ijin dari Allah SWT, dan tidak ada pula yang lepas dari pandangan Mata Allah SWT, semuanya sudah diatur dan tertulis untuk kita”

Nah sekarang kita harus bijsaksana dan bisa menerima keadaan serta kejadian yang terjadi, untuk kemudian mencari hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi dan telah kita lewati.

Dari pemikiran seperti diatas itu, biasanya yang seperti saya alami akhirnya saya akan lebih tenang dan menerima keadaan, bersyukur dan berserah kepada Allah SWT. Pasrah dan berserah bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa untuk kita bisa memperbaiki diri atau memperbaiki keadaan. Tetapi kita harus bisa berpikir, mengambil hikmahnya, lalu memperbaiki keadaan dan juga mengambil langkah supaya hal serupa tidak terjadi lagi pada kita. ‘

Saya kasih contoh nieh,: misalnya nieh kita setiap tanggal 10 harus bayar listrik kalo enggak bayar listrik maka listrik kita akan diputus sama PLN, nah sudah kejadian nieh listrik dirumah kita diputus sama PLN karena lalai dan lupa serta tidak ada waktu untuk kita pergi ke PLN untuk membayar jadilah kita membayar telat melewati batas dan listrik dipadamkan atau diputus, nah gimana kita supaya nggak lalai supaya nggak telat bayar listrik? Caranya mungkin bisa pake “reminder” di HP, atau pesan ke orang rumah, atau nitip set untuk kita autodebet untuk listrik kebank atau ke jasa pembayaran atau juga ke teman yang buka jasa pembayaran listrik online, minta tolong kita di set untuk pembayaran listrik tiap bulan biar tidak lupa atau telat bayar.

Nah..berarti kan ada problem lalu ada aksi kita untuk mencegahnya terulang untuk kedua kalinya….dan seterusnya.

Hmmm lalu apa hubungannya dengan renungan jum’at mak?? Hehehe…saya hanya ingin menggaris bawahi bahwa janganlah kita menyesali segala sesuatu yang terjadi, bersedih atas segala sesuatu dengan sangat, dan bergembira dengan sesuatu dengan begitu sangat. Yakin dan percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi dan menimpa kita tidak ada yang terlepas dari pandangan Allah SWT. Bahkan Daun jatuh dari Pohonnya pun dengan seijin Allah SWT. Dari pemikiran seperti itu akhirnya biasanya saya bisa belajar untuk mengambil hikmah dari setiap peristiwa dan mejadi lebih:

  1. Bersyukur dengan segala apa yang telah diberikan Allah SWT untuk saya dengan segala sesuatu dan segala keputusanNYA.
  2. Positif Thinking dengan setiap kejadian yang terjadi dan menimpa saya, mengambil hikmah dibelakangnya.
  3. Hati menjadi tenang dan tenteram kerana merasakan bahwa semua adalah Kehendak Allah SWT.
  4. Menjalani hidup dengan lebih tenang karena setiap manusia pasti dicoba dengan berbagai macam ujian masing masing, berbeda antara satu dan yang lainnya.
  5. Semakin meningkatkan Ibaadah dan selalu berdoa kepada Allah SWT serta yakin dengan pertolonganNYA.

Seperti yang tercantum dalam Ayat yang terdapat dalam Al Qur’an surat Al- Kahfi ayat 39:

وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ۚ إِنْ تَرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنْكَ مَالًا وَوَلَدًا
Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan,
(QS: Al-Kahfi Ayat: 39)

Saya hanya manusia biasa, asli bahwa terkadang saya juga terlupa, tidak pernah sempurna, kadang untuk meningkatkan ibadah supaya lebih rajin, istiqomah dan juga tepat waktu saja susahnya duh, jadi selalu berusaha untuk memperbaiki diri dan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi.

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Gado-gado, Religi, Renungan and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Renungan Jum’at: Tiada Kekuatan Kecuali Dengan Pertolongan Allah

  1. dhira rahman says:

    Betul.
    Aku dulu ada di dalam keadaan yang semuanya aku pertanyakan.. kenapa gini, kenapa gitu, kenapa aku harus diginiin??
    And then.. someting big hit my life.. dari situ aku berbalik arah dan sadar aku udah sangaaat keliru..
    Aku lagi belajar meresapi ttg ini semua sudah diatur🙂

    • iya bunda dhira thank komen-nya…..pas musibah dulu seringkali saya selalu bertanya kenapa bisa begini, kenapa bisa begitu..harusnya …seandainya…yang ada malah membuat semakin terpuruk terus pada akhirnya sekarang saya lebih memilih mencari hikmahnya dan “bismillah” …belajar dari kesalahan untuk memperbaiki diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s