Tentang Bapak

Bismillah, bukan bermaksud untuk mengumbar kegalauan hati ini di blog yang bisa dibaca banyak orang yang kebetulan mampir disini…wong banyak orang orang  yang  diberikan cobaan sama Allah SWT lebih dari saya bahkan mungkin tidak ada seujung kuku dibandingkan cobaan dan perjuangan mereka,bukan pula untuk pamer kesusahan dan kesedihan di blog, tapi rasanya bingung mau mengungkapkan kemana, pada siapa dan bagaimana….akhirnya jari jari ini mengetik sekenanya disini, ingin mengungkapkan isi hati. Cerita ke pak Ne alias ayahnya si nduk yang jadi “soulmate”,, iya sudah kami bicara dari hati ke hati  tadi malam tapi masih belum “plong” juga… bahkan dengan pertimbangan ini itu logika rasional dan irasional ala khas wanita. Bermohon kepada Allah SWT, ya sudah saya lakukan setiap saat dan setiap waktu bila ingat langsung berdoa memohon kepada-NYA Yang Maha Kuasa atas segalanya, dan pastinya atas segala kehidupan yang ada dimuka bumi ini.

Yah kegaluan saya tentang bapak, orangtua yang telah membesarkan saya hingga saya ada dan jadi seperti ini. Selama hampir beberapa tahun sekitaran 3 tahunan lebih bapak tinggal di Bintan bersama kami disini bersama ibu. Bapak dan ibu-lah dulu yang tiap pagi ngantar jemput si nduk kinan saat bersekolah di PAUD ketika umur sekitar 3 tahunan. Alhamdulillah mereka senang dan betah tinggal dengan saya disini ngemong cucu begitu kata mereka. Saya merasa senang bisa setiap hari melihat bapak dan ibu disini. September 2014 tahun lalu bapak minta balek jawa duluan sebelum kami yang akan mudik  bulan oktober 2014 akhir. Dengan alasan ada pesanan tenda yang akan diurusnya di Wonosari Yogya. Bapak ini biarpun di Bintan masih juga menerima pesanan untuk bengkelnya di Jawa yang kadang dikerjakan oleh kakak disana.

Setelah kami mudik saat mau balek ke Bintan bapak tidak ingin dibelikan tiket  sama  sama kami ataupun ibuk saya ketika harus balik ke Bintan setelah meninggalnya nenek saya (ceritanya disini).Begitu pula ketika saya mendesak ingin bapak segera balik ke Bintan  dan akan saya belikan tiket januari bapak mengelak dan bilang jangan dulu mau periksa check up kesehatan lengkap di Jawa katanya begitu kalo dah selesai mau dibelikan tiket ke Bintan. Sampai kemudian kabar itu datang tanggal 20 january 2015, yang akhirnya saya minta ibu untuk pulang menemani bapak di Jawa untuk pengobatan dan supaya membujuk agar mau dirawat di Rumah sakit. January tanggal 24-2015 ibu saya balik ke Jawa, dan saya akhirnya memutuskan “Maternity Leave” lebih awal dari jadwal yang saya rencanakan. Menurut Dokter SPOG saat kontrol untuk SC saya paling tidak akhir February 2014 bisa dilaksanakan sekitar minggu ke 38 kehamilan.  Saya ambil hikmahnya saat itu satu bulan dirumah saya bisa menemani kinan si sulung kinan yang bakal jadi kakak,  biar lebih dekat lagi dengan saya dan bisa memberitahukan dan mengkondisikan mental tentang adeknya yang sebentar lagi akan hadir ke dunia dan menjadi bagian dari keluarga sebagai anggota baru.

Kegalauan melanda saat itu, saya mau lahiran SC dijawa atau di Batam, Si ayah karena concern dengan pengangkatan kista sekalian maunya saya tetap lahiran di Batam karena dokter SPOGnya sudah tahu history medical record saya, dan juga tentunya alasan tentang pekerjaannya yang tidak memungkinkan harus sering cuti untuk jangka waktu yang lama. Ditambah si nduk kinan lagi seneng senengnya sekolah dan sudah mau pendaftaran SDIT. Yah saya mengerti, satu sisi saya ingin menjenguk dan menemani bapak saya yang sedang sakit…satu sisi saya sedang menunggu lahiran juga, sedih bingung rasanya hampir tidak bisa mikir saat itu ..hanya bisa menjalani dan sambil berdoa…hari hari selalu dalam kegalauan  karena keputusan harus diambil selama saya masih dimungkinkan untuk boleh naik pesawat. Sampai akhirnya si ayah bilang ” Bismillah lahiran disini, dan insyallah bapak disana di jawa dirawat ibuk dan insyallah segera diberi kesembuhan. Saya sudah takut dan sedih seperti yang pernah saya tuliskan cerita tentang sakitnya bapak disini.

Saya dulu begitu dekat dengan bapak dari kecil, bapak layaknya seorang teman dan membuat saya merasa aman dan nyaman ketika curhat atau bercerita. Dulu kami sering bepergian jalan-jalan dengan mobil “Truntung” begitu kami menyebut mobil butut kesayangan bapak. Saya masih ingat ketika pulang  dari ujian skripsi saya ketuk pintu bapak yang membukakan pintu langsung mencium kening dan mengacak acak rambut saya. Sambil bilang “Akhire nduk, jadi sarjana”. Diteruskan dengan kata kata bapak ” Maaf bapak mampunya hanya sampai S1 yo nduk”…ya Allah membahagiakan banget saat itu saya nangis…terharu….bagaimanapun juga bapak banting tulang tidak karuan untuk menyekolahkan saya hingga jadi sarjana. Saya sayang bapak sangat!!

Dulu ketika masih kuliah diluar kota kenapa saya putuskan tiap weekend atau libur harus pulang, dan itu berarti setiap minggu, tidak peduli cibiran teman teman yang bilang saya “mbok-mboken” atau saya mahasiswa yang tidak aktif di kampus dengan berbagai aktifitas lain selain kuliah. Yang terpenting adalah kuliah dan nilai kuliah saya tetap bagus. Dan terpenting lagi saya bisa jumpa bapak dan ibu saya walaupun capek dan lelah mendera, sabtu pagi balek kampung senin pagi atau senin dinihari saya harus sudah berada di Bis biar tidak ketinggalan kuliah di senin pagi. Saya berpikir selagi saya masih bisa sering kumpul dan jumpa bapak ibu itu membahagiakan. Saya sudah punya gambaran kalo saya lulus kuliah dan saya dapat kerja jauh diluar kota tentunya tidak akan sering lagi bisa sama sama bapak dan ibu  secara fisik, paling mungkin hanya bisa berkomunikasi lewat telepon. Saya masih ingin berdekatan dan bersama sama mereka sebelum sautu saat mungkin saya bekerja jauh diluar kota ataupun saya sudah berkeluarga dan tinggal bersama suami yang mungkin jauh dari kota dimana bapak ibu tinggal. Begitu dulu pikiran saya…saya masih merindukan kedekatan dan kebersamaan bersama mereka…rasanya tenteram dan nyaman…entahlah tidak bisa digambarkan kekangenan dengan rasa seperti itu.

Akhirnya bulan february kemarin bapak keluar dari rumahsakit, tapi sampai saat ini masih recovery, apa yang saya takutkan di postingan yang ini nampaknya terjadi, diabetes dan hypertensi sepertinya menurunkan fungsi ginjal bapak dan itu berarti indikasi untuk cuci darah, begitu yang saya dengar kemarin dari telp ibu setelah saya paksa ibu untuk membawa bapak berobat dan check kerumah sakit yang lebih besar di Kediri kemarin, tempat bapak jaman dulu di operasi tumor pankreas. Tetap shock dan sedih walaupun jauh jauh hari dari searching searching saya dan ibu sering berbicara dan membicarakan kemungkinan itu terjadi, karena dari gejala gejala yang dialami bapak selama ini.

Sekarang saya disini dirantau….dengan kegalauan hati..hanya bisa berdo’a….dan berdo’a. Kehidupan berubah saya sudah berkeluarga dengan dua anak dan masih bekerja. Hmmm ditambah lagi  Mak T sebut saja seperti itu, yang dibawa ibu mertua menemani dan membantu saya mengasuh dua G selama mulai dari saya SC sampai saat ini, …akhir mei ini waktunya untuk pulang untuk menikahkan anaknya dulu dikampung. Galau…tentang pengasuh dan rasanya ingin memutuskan saya keluar dari kerja biar fokus dirumah dan  mengasuh anak. Ingin juga bisa mudik tengok bapak dirumah jawa…hmm…Ya Allah beri jalan terbaik….semoga bapak Engkau berikan kemudahan dalam pengobatan dan kesembuhan apapun itu keputusan pengobatannya. Ya Allah berilah keputusan yang terbaik untuk hambamu ini, mana yang terbaik menurutMU Ya Allah.

Beberapa kali saya mimpikan bapak….mungkin karena saya sangat kangen, setiap hari diusahakan untuk telp dan mendengarkan suaranya walau sesaat karena bapak sering kali tidak mau menerima telepon, jadi kalo ada ibu selalu saya bilang minta tolong kasihkan ke bapak bilang saya pingin dengar suaranya untuk obat kangen. Saat telp selalu saya bilang saya sayang bapak sangat, saya bilang semangat untuk sembuh dan sehat yah bapak, biar bisa lihat cucu cucunya terutama Ghayda yang lahir bulan february 2014 lalu. Menuliskan ini sambil meneteskan air mata, bapak dan ibu adalah orang orang yang sangat saya sayangi, semoga mereka sehat sehat selalu dan diberi umur panjang serta saya bisa membahagiakan mereka. Semangat untuk sembuh yah Bapak, kami disini masih ingin jalan jalan sama Atung (panggilan kinan untuk mbah kung jaman kecilnya dulu) Atung yang nyetir kayak dulu…pingin lihat Atung  karaokean sama si nduk….bercanda bercanda kayak dulu, ya Allah kangen masa masa itu. Saya sayang bapak sangat.

Kangen Bapak

Kangen Bapak

Ya Allah semoga Engkau memberikan kemudahan dalam pengobatan dan kesembuhan untuk Bapak. Saya serahkan semuanya kepadamu Ya Allah.  Yang Maha Tahu dan memberikan Yang Terbaik untuk hambanya.

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Cerita Mama, Renungan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Tentang Bapak

  1. nyonyasepatu says:

    itulah salah satu gunanya blog, buat curhat.

  2. Merembes membaca ini, Mbak. Semoga Bapak sehat kembali seperti sefia kala. Amin…

  3. Ikut sedih jeng…..duh, semoga bapak sembuh seperti sedia kala ya… Btw jeng, dulu juga ibu mertuaku sama dokter dan rs di indonesia udah disaranin untuk cuci darah, tapi begitu diperiksain di penang ternyata gak perlu smpe ke tahap itu, cukup dgn pengobatan aja…

    Soal pengasuh juga, semoga nemu jalan terbaik ya jeng…

  4. nophi says:

    Ikut sedih jugaa… sama-sama di perantauan, aku paham betul rasa itu mbaa, Semoga selalu sehat-sehat ya,
    Ikut mendokan yang terbaik untuk semuanya.

  5. Lidya says:

    sedih bun bacanya. Mudah-mudahn bisa sering ketemu bapak ya

  6. Pingback: Renungan Jum’at : Ikhtiar, Pasrah, Ikhlas dan Taat | My new world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s