Kehamilan Dengan Kista

Break sejenak setelah ishoma dan “pumping” pingin nulis sesuatu. Sekarang waktu rasanya sungguh sungguh amat berharga, harus pandai pandai membagi waktu, dan disinilah pada akhirnya setelah memprioritaskan hal hal yang lebih penting terlebih dahulu akhirnya bagian “blogging” dan “tulis menulis” dokumentasi di blog ini akhirnya harus dikesampingkan. Kewajiban2 sebagai istri, ibu, dan pekerja dan pekerjaan harus di dahulukan, akhirnya nulis dan ngeblognya yah sesempatnya.  Kangen juga kadang pingin mencurahkan isi hati, atau sekedar iseng nulis mendokumentasikan banyak hal diblog ini, tapi yah begitulah keadaannya, emak yang bener bener rempong bagi waktu sekarang. Rasanya waktu 24 jam yang ada kurang. Bismillah dijalani dengan senang dan penuh rasa syukur…toh ini semua sudah digariskan oleh Yang Maha Kuasa🙂.

Baiklah dari pada ngalor ngidul mau mencoba menulis yang gampang diingat dan sekenanya jari ini mengetik, ide dikepala yang sedang ingin ditulis. Cerita tentang Kehamilan anak kedua, atau adiknya Ghina Artya Kinanthi si nduk yang suka jadi objek tulisan emaknya di blog ini. Cerita kehamilan ini kayaknya perlu ditulis karena tidak semulus kehamilan pertama dan juga  sebelum mendokumentasikan cerita kelahiran si nduk yang kedua, biar runtut gitu *walah…walah..

Dari setelah si nduk kinan udah mulai disapih sekitar umur  3 tahunan lebih, cerita sapihnya bisa dibaca disini, saya ingin mewacanakan pingin nambah momongan sama Pak Ne. Sebenarnya pak ne tidak masalah dan setuju tapi masalahnya adalah ada kista yang sudah besar di saluran indung telur sebelah kanan saya. Dan ini sudah saya ketahui beberapa bulan setelah kelahiran kinan saat tidak sengaja periksa ke dokter SPOG di awalbross. Awalnya saya abaikan tapi setelah 3 tahun berjalan ternyata kista ini bertambah diameter besarnya dan dari 2 dokter SPOG yang saya datangi menyarankan untuk dioperasi dulu sebelum program untuk kehamilan yang kedua. Karena diameter kista yang sudah besar kurang lebih 7 cm lebih memungkinkan pada kemungkinan ketidak suburan atau dengan kata lain kemungkinan sulit terjadi kehamilan, dan kalaupun terjadi kehamilan kemudian yang terjadi kehamilan dengan adanya kista yang beresiko.

Katanya orang orang dan mitos yang beredar kista bisa hilang saat hamil, apakah benar demikian?? saya tidak tahu pasti tapi dari penjelasan dokter SPOG yang saya datangi kemungkinan untuk hilang dari jenis kista saya ini adalah kemungkinannya sangat kecil disinyalir jenis kista padat. Kista ini bisa diketahui jenis dan bahaya atau tidaknya setelah diangkat dan di analisa patologi di lab. Jadi jawabannya memang tidak memuaskan saya. Yang pasti saya berpikir berkali kali untuk nekat ingin program untuk anak kedua dan juga untuk operasi pengangkatan kista. Suatu waktu saat berdiskusi dengan ayah kinan saat pulang periksa saya bilang begini.  “Ya memang dokter menyarankan untuk diangkat atau dioperasi dulu baru program kehamilan kedua, karena beresiko, kenapa kita tidak pasrah sama Allah SWT saja” begitu kata saya..kalo Allah berkehendak sebesar apapun kista saya kalo bisa hamil lagi yah insyallah dipermudah, kalo tidak memang berarti belom di berikan amanah lagi. Karena apa, karena saya masih trauma dan takut operasi. Operasi SC kelahiran kinan kemarin saja rasanya masih membekas lha ini mau dioperasi lagi untuk diangkat kistanya, lalu nanti program hamil, lalu nanti di operasi lagi untuk SC kelahiran anak kedua kalo diberikan amanah, membayangkan hal itu sering kali membuat saya mual. Lalu saya bilang sama ayah kinan, Seandainya kita “Bismillah” program anak kedua aja gimana, sedikit beresiko kalo hamil dengan kista, tapi setidaknya keinginan saya untuk melahirkan SC lagi kemudian sekalian angkat kista yang ada itu, bayangan dan keinginan saya seperti itu biar tidak terlalu banyak melakukan operasi. Terus terang karena saya trauma.

Saya banyak googling tentang bagaimana kita kehamilan dengan kista terjadi?? Lalu ada beberapa testimoni dan tulisan serta artikel yang sedikit banyak membuat saya sedikit lega terutama yang saya dapat dari link ini  seperti kutipan dibawah ini”

Rini TW

Juli 1, 2009 pukul 4:35 am

salam kenal..
saya juga pernah operasi pengangkatan kista & 1 indung telur krn ukrn kista saya sdh lmyn besar,sekitar diameter 10cm (sekepalan tgn). saya operasi pengangkatan bersamaan dgn operasi cesar karena tdk bisa melahirkan secara normal.alhmdlh,sy hamil setelah menikah 1bulan,alhmdlh keadaan bayi saya sehat & skrg sdh 11 bln.saya jg sdh menjalani terapi pengobatan entah sdh berapa banyak,tdk terhitung,bahkan sblmnya saya sdh divonis tdk bs pny anak,tapi alhmdlh Allah memberikan saya karunia yg luar biasa.skrg saya sdg mencoba pengobatan jintan hitam karena saya mempunyai kista di kedua indung telur saya jd saya hrs trs mencari pengobatan yg tepat.mbak jgn terlalu stress,dibebaskan saja pkrnnya,dipasrahkan kpd yang kuasa,mdh2n mbak & keluarga mendptkn karunia indah sperti saya,amin.byk mkn yg mengandg vit E,sayur2n & sebisa mgkn hindari mknn fastfood,pengawet.pkknya yg alami2 aja dan jgn lupa byk berserah diri,insyaallah berhasil.. yg sabar ya mbak..

(sumber : http://keluargasehat.wordpress.com/2008/11/08/hamil-dengan-kista-harus-bagaimana/#comment-889)

Akhirnya memang pada akhirnya kami berdua saya dan pak ne sepakat untuk nambah momongan, sedikasihnya Allah dan insyallah kami sudah siap secara mental dan fisik. Dan alhamdulillah awal puasa 2014 yaitu bulan july 2014 (tahun kemarin) positif  mengandung anak kedua. Alhamdulillah, Allahu Akbar, Allah Maha besar. Kehamilan  dengan kista di saluran indung telur membuat saya dan pak ne lebih berhati hati dan juga sering  kontrol kedokter, karena takut akan resiko dan bahaya. Apalagi kehamilan kedua ini lebih berat rasanya saya mengalami morning sickness di trisemester pertama. Hmmm rasanya sungguh aduhai…teler dan saat bulan ramadhan jadi sempat beberapa hari bolong padahal sebetulnya kesempatan itu bisa dimanfaatkan supaya ramadhannya nggak bolong tapi apa daya..mabok dan pusingnya ini nggak tahan banget….rasanya??..tidak bisa di gambarkan, wis ibu ibu yang pernah mengalami “morning sickness” bisa membayangkan lagi tanpa saya harus deskripsikan🙂

Dan alhamdulillah..setelah trisemester kedua morning sickness lumayan menghilang, setelah kehamilan membesar yang saya rasakan sering kali sakit perut dibagian kanan. entah itu karena kistanya atau karena emang bayinya lagi bergerak, tapi kadang mikirnya nggak seperti anak pertama dulu ini sedikit lebih parah jadi suka kadang takut kalo kistanya pecah atau terpuntir.Seperti bahaya kehamilan dengan kista yang pernah saya baca disebuah artikel dan juga penjelasan dari dokter  3 dokter SPOG yang pernah saya datangi untuk konsultasi.

Alhamdulillah, setelah melewati masa kurang lebih 9 bulan ….akhirnya kista itu bisa diangkat berbarengan dengan operasi SC anak kedua tanggal 23 February 2015. Duh saat sedang diantara keadaan sadar dan tidak sadar diminta melihat kista yang diangkat  tadi dan sudah ditaruh di sebuah wadah toples…walah ternyata kok sudah sebesar itu.  Dan dokternya saat operasi memang bilang, sudah lumayan besar bu kistanya. Saat diruang pemulihan setengah teler para perawat disitu mengajak ngobrol dan tanya tanya “Bu, kistanya udah sebesar itu gimana bu rasanya? saat haid apa nggak terasa sakit?, Terus kok bisa hamil lagi bu?” waduh jujur saya jawabnya saat itu bingung, kalo ditanya kok bisa hamil lagi yah mungkin karena kuasa Allah SWT dan juga karena satu indung telur penghasil sel telur masih ok dan normal jadi bisa terjadi pembuahan secara sempurna. Terus kalo ditanya apa sakit saat haid? sedikit banyak memang sering kali saat haid kadang sakit banget kayak orang mau pingsan dan sering drop, entah kenapa begitu dulu mikirnya wajar aja karena saya pada dasarnya orangnya cuek dan bisa nahan sakit dan nggak terlalu rewel.

kista ovarium

kista ovarium

Operasi SC mulai jam 7, bayi keluar setengah delapan, nah yang lama itu  operasi pengangkatan kista dan juga perlengketan bekas operasi yang lama..entah kenapa begitu cuman itu yang terdengar dari penjelasan dokternya, karena saya terus terang saat operasi setengah sadar, kedinginan, dan mengalami sesak sehingga dikasih selang oksigen, duh…kalo lihat kearah lampu dan terlihat ada bayangan dokter lagi ubek ubek perut, duh…tiba tiba kayak sesak nafas, yo wis mending toleh ke kanan atau ke kiri dan berdoa. Rasanya lama sekali ….Dan jam 9 pagi lebih baru selesai dan dibawa ke ruang pemulihan, setelah  kurang lebih satu jam baru dibawa keluar ruang operasi dan menuju ke kamar.

Alhamdulillah dari hasil uji laboratorium “analisa patologi” jenis kista yang ada dalam tubuh saya adalah kista ovarium, dan tidak berbahaya sehingga tidak diperlukan tindakan selanjutnya. Alhamdullilah, terimakasih ya Allah. Sungguh ternyata tubuh kita apalagi wanita yang lebih kompleks dan rumit alat reproduksinya ini harus kita jaga dan rawat dengan baik, dan berdoa semoga senantiasa diberikan kesehatan dan umur panjang yang barokah dijauhkan dari segala penyakit yang berbahaya. *Aamiin

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Cerita Mama and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Kehamilan Dengan Kista

  1. Catatan says:

    Waahh bacanya ikutan merinding….

    Alhamdulillah semua sudah terlewati ya

  2. zpmary says:

    Lama gak maen kesini, sudah lahiran toh? Selamat ya mbak…semoga sekeluarga sehat semua, salam sayang buat anak-anak

  3. Pingback: Asuransi dan Refund | My new world

  4. Pingback: Arti Nama Ghyda Ardya Larasati | My new world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s