Renungan Jum’at : Ikhtiar, Pasrah, Ikhlas dan Taat

 

Alhamdulillah udah  hari jum’at lagi…merasakan waktu berjalan begitu cepat, rasanya 24 jam kurang untuk ini itu dan belum ini itu. Astagifirullah…saatnya untuk re-fresh ingatan…saatnya sejenak merenung seminggu yang telah dijalani dan dilewati kemarin.  Yang pasti  jangan lupa untuk selalu bersyukur dengan segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT, atas nikmat sehat, kelancaran, kemudahan  dalam hal ibadah dan kehidupan serta rejeki yang telah diberikan semoga penuh berkah dan barokah.

Mumpung jum’at dan sedikit bisa meluangkan waktu untuk “ketak ketik” disini  pingin posting sesuatu. Tak terasa  bulan Ramadhan sebentar lagi tiba, sudah didepan mata “Marhaban Ya Ramadhan” Ya Allah semoga bisa menjalani puasa ramadhan tahun ini dengan ikut berpuasa khusyuk saat jadi busui alis ibu menyusui. Rasanya yang ada laper mulu solanya. Persiapkan bulan ramadhan dengan hati penuh suka cita dan gembira.  Bismilllah.

Ingin bercerita tentang bagaimana ketika sedang mengalami kegalauan menghadapi suatu masalah, apa yang biasanya saya lakukan? Walah saya dulu orangnya sangat nggak sabaran dan panikan…”mumet” begitu  suka saya akhirnya menyebutkan ketika ada masalah dan nggak ngerti cara mengatasinya. Seperti kemarin Allah SWT menguji saya dengan keadaan yang  sempat membuat bingung. Tentang sakitnya bapak seperti cerita disini , tentang kehamilan saya dan kelahirannya, tentang pengasuh dan siapa yang menunggui saya melahirkan nantinya, tentang  siapa yang menjaga anak anak ketika saya masih harus bekerja, tentang wacana untuk resign dari pekerjaan dan fokus dengan anak anak. Berkecamuk dikepala, ketika sudah nggak bisa berpikir dan tidak bisa menemukan jawaban dan penyelesain masalah biasanya saya hanya berpasrah berdoa kepada Allah dan tentunya tetap juga usaha mencari jalan keluar, tapi setidaknya sudah tidak lagi panikan seperti dulu. Pasrah…..bukan berarti diam lho ya tetap usaha, sambil berdoa lalu keputusannya terserah Allah SWT dan ikhlas menerimanya. Begitu setidaknya akhirnya saya memutuskan agat tidak terjebak dalam “stress”  menghadapi masalah.

Dan Subhanallah…ketika hal hal diatas dijalankan ….dan ketika udah mentok sudah tidak bisa lagi mikir tapi tetap punya keyakinan bahwa Allah akan memberikan bantuan dan penyelesaian. Alhamdulillah  selalu ada jalan dan penyelesaian. Alhamdulillah  kadang penyelesaiannya diluar yang kita rencankan dan diluar pemikiran kita. Seperti ketika saya menghadapi masalah kelahiran dan kebingunan siapa yang membantu dan merawat saya setelah lahiran, Alhamdulillah ibu mertua datang dan mau tinggal dirumah selama sebulan untuk menunggui sambil membawa tetangga yang mau ikut dengan saya barang 3 bulan lamanya, alhamduilllah masalah teratasi. Setelah itu muncul lagi masalah, kalo saya sudah habis cuti dan emak yang mbantu dirumah balek ke kampung siapa lagi yang mau  mengasuh dan menjaga anak anak selama saya tinggal kerja?. Usaha cari cari dan telp ibu dijawa, Alhamdulillah dapat sodara jauh ibu dari kampung. Allah Maha besar, Maha penolong.  Kita kadang hanya diminta untuk bersabar. Ya Allah saya hanya bisa berdoa semoga Engkau memudahkan segala urusan hamba dan keluarga untuk dunia dan untuk akherat, begitu juga semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan petunjuk untuk selalu beribadah dan ketetapan iman.

Jujur kadang capek, sebagai manusia biasa saya yang seorang anak, seorang istri, seorang ibu dari dua anak, seorang pekerja….kadang suka mengeluh dan capek *saya hanya manusia biasa* masalah rasanya ada saja datang bertubi tubi…pagi pagi nyiapin ini itu untuk anak anak yang akan ditinggal kerja, 8 jam ditempat kerja, pulang masih harus mengerjakan ini itu, belom lagi ketika galau melanda dan ada masalah masalah yang diluar kontrol datangnya ujian secara tiba tiba, yang sering dilakukan adalah berdoa dan berpasrah serta ikhlas. Dikembalikan lagi bahwa niat kita semua ini adalah hanya satu “ibadah” bahwa tugas kita didunia ini sebagai hamba Allah adalah Taat menjalani takdir yang telah digariskanNYA, setelahnya biarkan tangan tangan Allah SWT bekerja dengan indahnya, tugas kita hanya taat kan??    seperti tulisan copas yang saya pernah dapat dari sebuah group WA, tulisan dari Ustad Salim A. Fillah, mengena banget (mohon ijin share disini)…

“Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?”

Ketika ijazah S1 sudah di tangan, teman-temanmu yang lain sudah berpenghasilan, sedangkan kamu, dari pagi hingga malam sibuk membentuk karakter bagi makhluk yang akan menjadi jalan surga bagi masa depan.
Mainkan saja peranmu, dan tak ada yang tak berguna dari pendidikan yang kau raih, dan bahwa rezeki Allah bukan hanya tentang penghasilan kan? Memiliki anak-anak penuh cinta pun adalah rezeki-Nya.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika pasangan lain mengasuh bersama dalam cinta untuk buah hati, sedang kau terpisah jarak karena suatu sebab. Mainkan saja peranmu, suatu hari percayalah bahwa Allah akan membersamai kalian kembali.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika nyatanya kondisi memaksamu untuk bekerja, meninggalkan buah hati yang tiap pagi
melepas pergimu dengan tangis. Mainkan saja
peranmu, sambil memikirkan cara agar waktu bersamanya tetap berkualitas.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika katamu lelah ini seakan tiada habisnya, menjadi punggung padahal rusuk. Mainkan saja peranmu, bukankah semata-mata mencari ridha Allah? Lelah yang Lillah, berujung maghfirah. 
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika belahan jiwa nyatanya bukan seperti
imajinasimu dulu, mainkan saja peranmu,
bukankah Allah yang lebih tahu mana yang terbaik untukmu? tetap berjalan bersama ridha-Nya dan ridhanya, untuk bahagia buah cinta.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika timbul iri pada mereka yang dalam hitungan dekat setelah pernikahannya, langsung Allah beri anugerah kehamilan, sedangkan kau kini masih menanti titipan tersebut. Mainkan saja peranmu dengan sebaik-sebaiknya sambil tetap merayu
Allah dalam sepertiga malam, menengadah mesra bersamanya. 
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika hari-hari masih sama dalam angka menanti, menanti suatu bahagia yang katamu bukan hanya untuk satu hari dan satu hati. Mainkan saja peranmu sambil perbaiki diri semata-mata murni karena ketaatan pada-Nya hingga laksana Adam yang menanti Hawa di sisi.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika ribuan pasangan pengantin mengharapkan amanah Ilahi, membesarkan anak kebanggaan hati, dan kau kini, membesarkan, mengasuh dan mendidik anak yang meski bukan dari rahimmu. Mainkan saja peranmu, sebagai ibu untuk anak dari rahim saudarimu.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ibrahim, melaksanakan peran dari Allah untuk membawa istri dan anaknya ke padang yang kering. Kemudian, rencana Allah luar biasa, menjadikannya kisah penuh hikmah, catatan takdir manusia.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ayub yang nestapa
adalah bagian dari hidupnya, dan kau dapati ia tetap mempesona, menjadikannya kisah sabar yang tanpa batas berujung surga. 
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ya, taat. Bagai nabiyullah lainnya. Berkacalah pada mereka, dan jejaki kisah ketaatannya, maka taat adalah cinta. 
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Taat yang dalam suka maupun tidak suka.Taat yang bukan tanpa keluh, namun mengupayakan agar keluh menguap bersama doa-doa yang mengangkasa menjadikan kekuatan untuk tetap taat.
Mainkan saja peranmu, dalam taat kepada-Nya, dan karena-Nya.

Jum’at penuh berkah semoga kita selalu dalam Lindungan Allah SWT, dalam cinta dan kasih sayangnya.

Happy Weekend

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Religi and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Renungan Jum’at : Ikhtiar, Pasrah, Ikhlas dan Taat

  1. nyonyasepatu says:

    tapi walau cepet ke Jumat tetep seneng ya hehe

  2. bemzkyyeye says:

    Selamat berakhir pekan yah mbak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s