Travelling With Google Map

Google Map

Repost dari status di FB beberapa waktu lalu

Keenakan tinggal di pulau #Bintan yang mana pulaunya menurut Mbah Google hanya seluas 23.188 mi² yang mana jalannya ya itu dan itu saja membuat kita terkaget kaget saat bepergian di Jawa mudik lebaran kemarin.
Dan walhasil aplikasi “Google Map” jadi andalan. Sudah install “WAZE” juga tapi karena nggak mudeng lebih enak pake google Map. Walah katro alias #ndeso banget yah baru kenal ginian.

Lho kalo dibintan dan Batam wong jalannya itu dan kesitu saja jadi selama ini tidak pernah menggunakan applikasi seperti ini. Paling kalo nyasar yah tanya ke orang yang ditemui muter muter eh ketemu lagi jalannya.

Seperti pas kami jalan jalan ke Yogya, kemarin gimana kepriben daya ingat tentang jalan tikus atau jalan alternative yang suka saya lewatin bersama almarhum bapak dulu udah nggak keingat sama sekali. Jalan utama jalan jalan propinsi iya masih ingat dengan jelas, lho kalo jalan jalan tembusan yang jalan jalan kecil, walah itu sudah belasan tahun lalu yo wis ndak ingat sama sekali. Akhirnya mengandalkan “Google Map”.

Ajaibnya Mbah Google Map ini memberikan jalan jalan alternative yang ajaib juga, jalan jalan sepi, perkampungan, sawah…yang Ya Allah kalo saya ingat jadi ngeri sendiri, iya sih jalannya sepi bukan jalan utama, jadi tidak banyak simpangan pengendara lainnya, nah maksudnya seperti kadang bikin bimbang dan tidak berujung karena bener bener buta dan tidak tahu arah hanya bergantung “Turn right” ..dan “Turn Left”nya mbah google Map nanti tembusnya mana? Wis nggak ngerti yang penting destination akhirnya seperti yang kita inginkan.

Beuhhh….Lega kalo dah nemu pemukiman dan simpangan kawan pengendara yang lain. Mungkin yah buat menghindari kemacetan jalan utama kali yah jadi dicariin alternative yang sepi itu sama mbak google. Tapi memang secara jarak tempuh pas diskusi sama Kakak yang memang sudah biasa “ngukur jalan” sehari harinya, dengan route dari google MAP ya emang jatuhnya lebih cepat.

Dan sepanjang perjalanan banyak berdoa untuk Almarhum Bapak karena teringat banget dengan banyak kenangan saat bepergian atau travelling dengan almarhum bapak, yang paling suka ngajak saya MBOLANG keseputaran area seperti trenggalek, ponorogo, wonogiri, wonosari,yogya, pati, rembang, Malang, dan area jawa timur lainnya. Dan jalan jalan itu seperti nostalgia bagi saya dan ibu yang kami ajak bepergian kemarin.

Kembali ke Google Map yang ajaib nyariin jalannya menurut saya, itulah dia kelemahannya jadinya, kalo misalnya kita berangkatnya melihat toko cinderamata A misalnya nanti baleknya mampir kesitu mau beli oleh oleh ini itu, nah baleknya dari Lokasi itu kita pakai google Map lagi maka bisa jadi kita akan dilewatkan jalan lainnya yang tidak sama dengan jalan berangkatnya lagi. Hedeh mau balik lagi ke destination itu dan ngetik dimana itu tadi tempat oleh olehnya atau rumah makannya alamatnya nggak tahu apa yang mau diketik..walah walah…akhirnya yah udah gigit jari alias ngiler…

Inilah plus minusnya, setelah beberapa kali menggunakannya baru ngeh akhirnya disetting perwilayah yang akan kita kunjungi…lagi lagi #ndeso, dan kebetulan baik saya dan pak Ne adalah traveller yang payah banget dengan logika mengingat jalan, masak 200 meter balik ke hotel lagi aja harus pake google MAP dan bolak balik nyasar…huhuhuhu…dududu..untungnya mbah google Map ini baik banget….udah nyasar di “Recenter” lagi…Alhamdulillah.

Pelajaran berharga dari “Mbolang” kita kemarin, kayaknya kita memang harus tetap tahu jalan jalan utama juga selain jalan alternative yang diberikan Mbah Google Map.

Kenangan itu akan terasa indah dan ingin di ulang setelah kita melewatinya. Ya iyalah namanya juga kenangan….Hehehe pas proses perjalanannya karena capek ini itu …drama ini itu…kesasar rempong ini itu ya pastilah rasanya berat dan belom terasa asyiknya.

Ini ceritanya masih belom move on dari ngomongin#mudik2017 yang selalu membuat kangen, terimakasih
#googlemap, siap buat mbolang lagi, coba kapan kapan kita coba google map di pulau Bintan. 

Advertisements

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Gado-gado and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Travelling With Google Map

  1. nyonyasepatu says:

    Asikkkkk udah siap2 mbolang lagi

  2. Orin says:

    tapi kadang aku meski pake google maps nyasar lho hahahaha *nasib ga bisa baca peta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s