Curhat dari hati

Tadi malam kupandangi  kinan yang tertidur pulas, tampak wajah damainya disitu…tiba tiba tak tertahan airmata menetes juga, Ya Allah, Terimakasih atas nikmat “Menjadi Ibu” yang  Engkau berikan untukku, semakin kupandangi anakku dalam tidurnya, semakin aku merasa  sedih  yang tak tertahankan, rasanya saya belom menjadi  ibu yang baik untuk-nya,

 Maafkan mama yah nduk, kalo mama selama ini belom bisa jadi ibu yang baik buatmu.

Mama sering bilang “Jangan” ini dan juga “jangan” itu, “ harus” begini “harus” begitu

Mama masih sering  “cerewet” kalo adek nggak menuruti kata kata mama, tentang“ini itu..” (Adek lucu jawabnya kalo ditanya tentang bagaimana ekspresi mama kalo lagi marah, adek pasti langsung menjawab dengan ucapan “cuit cuit cuit cuit” menggambarkan bagaimana kecerewetan mama kayak burung berkicau, sedangkan kalo ditanya Ayah kalau marah bagaimana?, pasti adek langsung menampakkan ekspresi “memonyongkan bibir kedepan”  tanda manyun kalo  lagi marah…)

Maafkan Mama yah dek, kalo mama harus berangkat kerja, meninggalkan adek dirumah tiap pagi.  Pada suatu hari sungguh mama justru malah menangis ketika melihat adek “bersikap manis” mau salim dan bilang “hati-hati ya” sama mama lalu berucap “da da”. Anak mama sudah semakin besar dan pintar rupanya, sudah tahu kalo mamanya harus kerja untuk cari uang sama Ayah.  Tapi pernah pula  adek nggak mau mama tinggal kerja dan bilang “nggak usah kerja mama” lalu mama jawab, “lho nanti nggak dapat uang, kalo uangnya habis gimana?” lalu adek spontan jawab “ nanti beli lagi kalo   uangnya habis” sambil merajuk minta digendong mama. Ya Allah, nduk mana ada toko yang jual uang…:D

Maafkan mama kalo mama saat ini masih menuruti “Ego” mama untuk bekerja, insyallah untuk kepentingan bersama, demi cita cita keluarga kecil kita.

Maafkan mama kalo mama belom bisa memberi  adek contoh yang baik dalam tingkah laku, ucapan dan ibadah, rasanya mama jauh dari sempurna dari seorang ibu yang di idamkan dan di impikan.

Satu yang pasti untukmu nduk, Cinta mama yang besar sampai akhir hayat.

Mama juga belom bisa jadi Istri yang baik buat Ayah, Maafkan Mama ya Ayah. Mama masih sering bawel dan cerewet untuk “ini itu”.

Mama masih sering membuat Ayah marah dan sering gundah dengan banyak hal dan permasalahan  yang terjadi dengan mama.

Maafkan kalo mama sering “moody”

Maafkan mama, karena sering memaksa Ayah harus menuruti pendapat-pendapat mama dalam banyak hal.

Maafkan mama yang   belum bisa jadi istri dan ibu yang baik .

Insyallah  kedepannya semakin baik dan lebih baik, karena belajar dari kesalahan dan pengalaman.

Satu yang pasti untukmu suamiku, Cinta, kasih sayang dan kesetiaan sampai akhir hayat.

Terimakasih suamiku, untuk jadi pengingat agar istrimu lebih baik dalam tingkah laku, berucap dan, berhati hati dalam bersikap serta bertindak. * mohon  maaf kalo ada hati yang terluka…

Terimakasih Ya Allah kau hadirkan suami  yang pengertian dan juga  anak yang jadi pendamping  saya melintasi hari hari.

Akan berusaha memberikan yang terbaik untuk kalian berdua, semampu yang bisa mama lakukan

Terimaksih  untuk seorang kawan yang begitu pengertian mendengarkan keluh kesah dengan segala permasalahan, terimakasih sharing do’anya

 “Allahumma la sahla illa ma ja’altahu sahla, wa ‘anta taj-alul hazna idha shi’ta “                                                                   ( Ya Allah tiada kemudahan melainkan apa yg Engkau jadikan mudah, yang sulit itu jika Engkau kehendaki mudah maka mudahlah ia)

 * posting ..disela break makan siang ….sebagai pengingat untuk lebih berhati hati dalam segala hal…..*bilang saja emak kinan lagi “galau berat”…

 Tambahan: mohon maaf untuk semua kawans bloggers blom ada waktu untuk full BW dan juga meninggalkan jejak dirumah kawan semua, dikarenakan banyak “ini itu” ditempat cangkulan. Begitu juga terimakasih atas segala koment dan dukungan, mohon maaf blom bisa me-reply satu persatu. Terimakasih, meminjam istilah pak dhe cholik,  ” Sungguh bersahabat dengan anda semua membuat hidup berwarna warni”

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Gado-gado and tagged , , , . Bookmark the permalink.

22 Responses to Curhat dari hati

  1. IbuDini says:

    Tetap berusaha mb..menjadi ibu yang baik dan perhatian, menjadi istri yang nurut juga perhatian. yang pasti apa yang kita lakukan semua demi keluarga kita mb…Kinan pasti ngerti. Dini pun kadang begitu mb, malah udah besar kayak sekarang maunya kit ayang jemput sekolah..hmmm

    Aku setia menemanimu mb, semoga tidak galau lagi ya mb.

  2. Mbak galau kenapa ? *usap-usap punggung Mama Kinan*
    Aku bisa ngerasain kok yang Mbak rasain. Wong aku kan juga working mom.
    Tapi Insya Allah Kinan tau kalo emaknya udah berusaha memberikan yang terbaik, udah memberikan cinta sepanjang jalan sampai akhir hayat.
    Setiap harinya kita semua belajar untuk menjadi ibu yang lebih baik….
    Cemunguuuddds!!

  3. tidak ada yang sempurna mam,, tapi tetap berusaha untuk memberikan yg terbaik, di situlah letak kesempurnaannya.. *halah sok nasehatin…😀

    salam sayang buat Dd Kinan, smoga sehat slalu

  4. Lidya says:

    ada apa bun?mudah2an semua dalam keadaan baik ya

  5. rina says:

    hiks… hiks…. aku juga lagi jadi emak-emak galau niy mama kinan… *berpelukan*

  6. Inda Rozalia says:

    Huhuhuhu.. Jadi sedih krn inget kurangnya waktuku bersama Farrel..😦

  7. Ahmad Alkadri says:

    Kita tak akan pernah bisa menjadi sempurna… namun kita bisa terus berusaha untuk mengejarnya. Karena, tidak seperti banyak hal lainnya, mengejarnya akan memberikan kebahagiaan kepada kita, tak ada yang sia-sia.

    Tetap semangat mbak…😀

  8. hilsya says:

    semangaaat mam… aku sudah kembali kok..hihihi

  9. haaaahh, mam, dhe jadi ikutan sedih baca curhatan hati mama.. insya Allah semua akan baik-baik saja, dan bagaimapaun mama Kinan dan ayah akan selalu menjadikan mama sebagai wanita terhebat yang mereka punya.. tidak maslaah kalau sekarang ego mama memilih untuk bekerja, mungkin nanti jika Kinan sudah beranjak ABG mama akan lebih memilih untuk mengalah pada ego mama.. salam sayang dari dhe.. jangan galau lagi yaaaaa..😀

  10. sheno monkey says:

    terus melakukan yang terbaik dan percaya kalau merekapun bersyukur atas kehadiran mba🙂

  11. Waduh, mbak, ada apa?

    Tenang aja, mbak, semua pasti akan baik-baik aja. Kita memang gak sempurna dan manusia mana sih yang bisa sempurna segala-galanya? Yang terpenting, kita terus belajar untuk menjadi lebih baik kan?

    Kinan pasti mengerti kok, mbak. Dan saya yakin, bukan karena ego maka mbak masih memilih untuk bekerja. Tapi memang karena kondisinya yang masih harus demikian. Kinan pasti mengerti apa yang mbak buat adalah untuk dia.

    Semangat ya mama Kinan! God bless u!

  12. irmarahadian says:

    semoga kinan bisa menjadi anak yg sholehah dan membanggakan mama & ayah
    tetep sabar y mama…:)

  13. Pakde Cholik says:

    Segalanya harus diniatkan untuk ibadah.
    kalau crewet atau bawel dengan niat ibadah kan jadilain dengan crewet dan bawel karena benci tho jeng.
    Dengan niat untuk ibadah maka kecrewetan dan kebawelan itu akan tetap “on the right track” dan tidak over dosis.
    Semoga Allah Swt senantiasa mencurahkan rahmad dan hidayat-NYA kepadamu nak. Amiin (sok tuaaa)

    Salam hangat dari Surabaya

  14. BunDit says:

    Hai Maaam, maafin baru sempat main. Duuuh…hari-hari diwarnai dengan gawe yang full konsentrasi. Semoga agak legaan ya mam sudah menmpahkan kegalauaan di blog sini. Pasti Kinan mengakui mam adalah the best mom in the world🙂

  15. Elsa says:

    hhm….. lagi sensitif ya Mbak? heheheheheee
    aku juga suka tuh melihat Dija tertidur pulas. rasanya damaaaai gitu yaa…

    idem sama Bundit, aku berani bertaruh deh, Kinan pasti bilang kalo mamanya adalah mam terbaik di dunia!
    ayooo semangat dong

  16. susisetya says:

    tidak ada yang paling membahagiakan seorang ibu selain melihat senyum riang dan canda tawa anak-anaknya…

  17. ainuq says:

    Mba….aduh aku beneran ga tahan untuk nahan airmata loh membaca tulisan Mba ini. Aku juga seringkali di dera rasa bersalah karena merasa belum jadi istri dan ibu yang baik:( padahal disisi lain Allah memberi begitu banyak nikmat, suami yang soleh, anak yang lucu dan insyaallah solehah…juga nikmat lain yang kadang kurang disyukuri…
    Semoga kita bisa lebih baik kedepannya ya Mba….#hug^_^

  18. monda says:

    Sampai setua inipun aku masih merasa belum jadi orang baik mbak, belajar memang harus seumur hidup ya

    Biar galaunya redaan dikit, nostalgia masa SD yuk mam, ada pr nih
    http://mondasiregar.wordpress.com/2011/11/02/pr-waktu-sekolah-dasar/

  19. Lyliana Thia says:

    yang penting kita berusaha ya mbak… menjadi ibu dan istri yang baik… insya Allah…

    soal moody pasti hampir semua ibu pernah ngalamin… tapi semoga moody nya cepat berlalu lah… selamat berhari Kamis! bentar lagi weekend… lebaran Haji! asyiiikk kumpul bareng keluarga! ;-D

  20. setiap peristiwa semoga menjadi pelajaran untuk kita bisa berbuat lebih baik lagi….

  21. riliarully says:

    jd ikutan mewek nih..
    iyo jeng sama, aku jg sering ngerasa gitu..apalagi skr anak2 udah mulai lebih sering protes kl ditinggal kerja.
    insyaallah, keluarga adalah tempat terbaik kita untuk pulang dan Allah satu2nya tempat kita berpasrah diri..
    Insyaallah jeng, semuanya akan terlewati dg baik untuk sebuah keindahan yg sudah ditentukan olehNya.
    with a big hug🙂

  22. Pingback: Pesawat Mainan dari Uang Saku “Sangu” Lebaran | My new world

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s