Antara MRT dan Kereta Api “Rapi Dhoho”

Today  is Monday!!! … I …????? ….Monday!!!.sebenarnya mau bilang I hate Monday pas banget udahlah hari senin pas PMS. Pas pula ”cangkulan” nggak bisa diajak kompromi….hmmm tapi kayaknya kok nggak bersyukur banget dengan kehidupan yang sudah “masyallah” banget diberikan untuk  saya. Jadi mendadak pingin libur….lagi..huahuahuahau…apa hubungannya coba ..Mak eling eling!!!…sadar sadar…!!!! * minta  ditepok pake kertas dokumen segebok..baru sadar yah!!! Udah pula gajian…minta enak enakan nggak kerja!!!!…heueheuehue

Hmm ya sutralah, mungkin efek syndrome PMS dan “Monday” ini bisa ilang kalo mencoba posting sesuatu di blog, dengan menulis mungkin ada satu sisi beban hati bisa terkurangi. *jiahhhhhhhhhhhhh quote apa lagi  ini…quote sotoy…ala emak kinan….” Dengan menulis mengurangi sedikit beban hati”……huahauahu..Sound mellow…

Ayo ayo…mulai nulis….Terinpirasi dari tulisan Mbak Nana Harmanto di blog ini soal MRT pagi ini, jadi pingin “compare” eh nggak ding  bukan“compare”  bahasanya compare..kayak tulisan ilmiah aja bo’ ehehehe maksudnya….cuman mau Review aja beda MRT dan Kereta Rapi Dhoho di Jawa Timur. Kok???? Iya soalnya ini juga dalam rangka mendokumentasikan  sebagian cerita mudik kami dan keluarga Oktober tahun 2012 kemarin. Kami mengajak kinan untuk naik “public transportation” di Jawa yang bernama “Kereta APi”.  Secara kinan  dari lahir di Pulau Jawa, terus kami bawa ke Pulau Bintan melalui perjalanan dengan transportasi darat, laut dan udara. *jiahhhhhhh lengkap yah…..heheheh.

Untuk memperkaya pengalamannya tentang Transportasi darat kami melengkapinya dengan mengajaknya naik “Kereta Api” waktu mudik kemarin. Awalnya sih pingin yang sedikit jarak jauh dari Jakarta ke Tulungagung gitu, atau jalan jalan ke Tulungagung – Surabaya/ Malang/ Yogyakarta, …tapi takut dengan capeknya dan juga takut dengan reaksi kinan.., karena membayangkan dulu betapa saya juga sering bosen kalo lama lama dalam kereta api.

Akhirnya diputuskan untuk naik kereta api dari Tulungagung ke Kediri aja  antar kabupaten dalam satu propinsi aja…. yang memakan waktu kurang lebih hanya 45 menit dan melewati pemberhentian 4 stasiun kecil. Karena kinan ini termasuk anak yang nggak sabaran dan bosenan, serta tergantung “mood” jadi ngeri juga kalo mau ngajak kinan naik kereta untuk pertama kalinya dalam jarak yang jauh. Mending yang jarak dekat aja dulu.

naik kereta api rapi dhoho tulungagung  ke kediri

Naik kereta api Rapi Dhoho dari Tulungagung ke Kediri

kinan dan tiket kereta Api Rapi Dhoho

Kinan dan tiket kereta Api Rapi Dhoho

Tepat pada hari H yang di tentukan, waktu itu tanggal  06-Nopember-2012, kita pergi ke stasiun Tulungagung untuk melihat jadwal kereta api,  kita pilih yang jadwal berangkat dari Tulungagung jam 11, maunya sih kalo ada yang lebih pagi-an dikit mau kita ambil ternyata yang jam 9 atau jam 10 gitu nggak ada.  Menunggu dan ternyata telat, sebelum pintu peron dibuka kita harus nunggu diluar, nggak kayak dulu yang kita boleh menunggu didalam. Para pengantarpun sekarang nggak boleh ikut masuk ke ruang tunggu. Harga tiket Rp. 4000 rupiah per orang,  dan anak anak separohnya. Hmm jadi ingat jaman dulu waktu kuliah harga tiket kereta api dari Tulungagung  ke Surabaya Rp. 4000 …berarti ini mengalami kenaikan, dan jaman dulu tiketnya kecil tebal gitu..sekarang bentuk tiketnya sama seperti tiket untuk yang kereta eksekutif dan ada langsung disebutkan tempat duduknya. Hmm berarti  lumayan “improve” untuk pelayanan dalam hal ini. Sedangkan untuk fasilitasnya diatas kereta api?? Hmmm kita lihat setelah naik…??

Ternyata, masih juga suka ngaret alias telat, jadwalnya yang tadinya jam 11 tepat ternyata molor menjadi jam setengah dua belas …hehehe, dan ternyata seperti yang ditebak kinan begitu  nggak sabaran dalam menunggu, kinan sifat ngggak sabarannya ini mewarisi ayahnya…ayahnya langsung bilang “Ini yang aku nggak suka dari kereta api, Suka telat”. Terus ayah kinan cerita selama dulu kuliah di Surabaya hampir tidak pernah naik namanya Kereta api saat mudik atau balik kesurabaya, lebih memilih naik Bis yang cepat dan nggak banyak berhenti. Hmm…kalo saya kebalikannya apalagi ditunjung lebih deket ke Stasiun Gubeng dari tempat kos saya dibanding harus ke terminal Bungur Asih, jadi suka duka naik kereta api ini ibarat makan nasi dan sayur lodeh buat saya , *maklum termasuk mahasiswa yang uang jajannya pas pasan, jadi cari alternative kendaraan yang irit untuk pulang beda dengan ayah kinan yang “allowance”nya lumayan dari Yang Ti dan Kung Ri dulu…:D. Kereta api jadi altenatif kendaraan jaman kuliah dulu saat mudik mau ke Tulungagung maupun ke Yogyakarta.

Sampai diatas kereta api kondisi sedidkit ramai, seperti biasa dan seperti jaman dahulu saat saya kuliah, banyak pedagang bersliweran, mulai jualan kacang, kerupuk, buku, pengamen, tukang sapu dan semprot pewangi ruangan…duh saya masih menjumpai bapak bapak yang jualan “onde-onde”jaman saya kuliah dulu itu masih ada…Ya allah bapak ini begitu awet dan sabar menjalani profesinya….sempat mewek melihat bapak ini dan orang orang yang sama berjualan di kereta api ini…walaupun tidak kenal tapi entahnya begitu saja tiba tiba melow ***.dan namanya juga angkutan kelas ekonomi masih juga banyak orang yang merokok dengan santainya “asap”nya kena ke penumpang lainnya…terus kondisi kursi dan meja yang sudah rusak, lantai kereta yang kotor, menghitam…….hmmm tidak banyak berubah….

Kinan awalnya antusias dan seneng banget, sampi akhirnya dua stasiun terlewati, dan masih ada 2 lagi kemudian dia terlihat bosen dan pingin turun “Kok lama sih?, Adek mau berhenti”, walah……syukurlah masih bisa dibujuk bujuk dengan beli “Kacang rebus” dan kita makan bareng…kemudian bercerita dan melihat pemandangan sawah dan gunung di sisi jendela….hmm akhirnya sampai juga di Stasiun Kediri.  Kita punya waktu kurang lebih 2 jam lagi  sebelum jadwal kereta api “Rapi dhoho” dari Surabaya kearah Tulungagung”  yang akan membawa kita untuk pulang. Jadi kita manfaatkan untuk jalan jalan ke “Kediri Mall” yang terletak diseberang Golden swalayan tidak jauh dari Stasiun, dengan naik becak kita akhirya  sampai kesitu.

Kediri Mall kita ketemu sama Pizza Hut dan juga Hoka hoka bento. Membeli pake makan siang untuk kinan sambil dibawa kearah Playground dilantai paling atas. Kinan seneng banget kesana kemari bermain. Relatif sepi..jadi saya dan ayah kinan bisa sambil duduk duduk leyeh leyeh mengawasi kinan yang sedang bermain. Sampai apa akhirnya kita memutuskan untuk segera balik kestasiun untuk pulang dengan kereta api lagi.

Hmm begitulah perjalanan kinan dengan kereta api untuk pertama kalinya dengan kereta api ekonomi “Rapi Dhoho”  dari Tulungagung ke  Kediri.  Cukup membuat kinan senang dan selalu teringat akan cerita “naik kereta api pertamanya” tapi ketika kemarin saya tanya “Adek, enakan mana naik kereta api di jawa apa naik kereta api yang di Singapore?”  lalu apa jawaban kinan…??? Dengan, mantep dan logat kinan,  dia menjawab “ Enak naik MRT” …..nah tuh…anak kecil dah tahu membedakan mana yang bagus dan nyaman dan mana yang tidak….hehehe….

Kinan dan ayah di MRT singapore

Kinan dan ayah @MRT

 Lalu review beda  naik MRT dan juga Kereta Api Rapi Dhoho??

MRT aliat Kereta Api di Singapore:  Stasiunnya  bersih  dan nyaman, Jadwal  yang Tepat waktu banget,   didalam keretanya  bersih dan nyaman,  Menyediakan tempat duduk khusus untuk Para lansia, ibu yang sedang menggendong anaknya maupun ibu hamil yang menggunakan kursi roda. Selama di SG dengan kinan ketika naik MRT, nggak pernah yang namanya pada kondisi yang ramai dan desak desakan saya harus berdiri. Selalu saja ditempat diujung yang dikhususkan untuk ibu yang menggendong atau memangku anaknya diberikan untuk saya.  Pasti mereka langsung  berdiri dan mengatakan kepada saya untuk duduk disitu. Awalnya dalam hati saya berpikir hmm baik banget yah selalu dikasih tempat duduk, lalu check diatasnya ternyata “Reserved” untuk yang saya sebutkan diatas dan itu mereka kesadaran tinggi banget dan tampak ikhlas memberikannya untuk saya. Nggak kayak yang selama ini saya lihat di Indonesia jarang banget ada yang mau ngalah untuk kasih tempat duduknya untuk orang-orang yang membutuhkan,apalagi kalo yang lagi asyik berduaan muda mudi waduh mana mau …ehehehe ya iyalah jeng….dunia kan milik berdua kalo kayak gitu…

Di MRT Bebas Asap rokok dan bau makanan! Ini yang saya suka…bebas asap rokok. Hmm kapan yah di Indonesia kalo naik angkutan umum yang kelas ekonomi bisa seperti di Singapore ini?? semoga kelak banyak yang sadar. Orang dikapal roro yang ruang AC aja jelas jelas dikasih tulisan “No Smoking” aja  masih ada yang merokok dan itu “oknum” aparat keamanan lho…hmmm masih saja teringat peristiwa masa lalu itu…Soal makanan apalagi, di kereta ekonomi  di Indonesia sektor informal berkembang pesat..banyak orang berjualan macam macam diatas gerbong kereta. Berbeda banget dengan MRT yang rapi. Jadi ingat niat hati ingin menyuapi kinan dengan nasi lemak di MRT ceritanya disini..duh untung nggak jadi  yah bisa bisa didenda SGD 500 padahal harga nasi lemaknya cuman SGD 5…

Peta serta rute perjalanan atau  papan petunjuk ada dipasang dibanyak tempat di station MRT dan juga didalam kereta. Saya masih ingat banget dan bikin saya dan ayah kinan ketawa ngikik saat pulang dari Tampines kearah Harbour Front, ada tempat yang sedikit bergoncang dan tanjakan gitu aja dikasih tahu lewat pengeras suara untuk kita agar siap siap dan berpegangan. Duhh…coba kalo di Indonesia…mau  mogok mau jalannya kelok kelok walah bablas aja..hehehe..PR buat pengemban tugas Perkereta Apian di Indonesia  semoga kedepannya semakin bagus pelayanannya dan jadi Transportasi Massa yang bisa diandalkan dan penuh kenyamanan, nggak lagi ada copet yang merajalela, nggak lagi ada  percaloan, nggak lagi ada pelayanan yang tidak menyenangkan, pokoknya istilahnya memberikan servis yang baik untuk yang menggunakannya. *amien

Bagaimana dengan pengalaman Kawans naik kereta Api??? mari mari berbagi……:)

Naik kereta Api tut tut tut..Siapa hendak turut Ke Bandung  – Surabaya, bolehlah naik dengan percuma, Ayo kawanku lekas naik, Keretaku tak berhenti lama…*duh gimana PT. KAI nggak merugi terus …wong lagunya didengung dengungkan ke Bandung surabaya kok gratisan terus..hehehe….

6.00 PM…waktunya pulang….Happy Monday kawanss…

About mama-nya Kinan

Ghina Artya Kinanthi, Anak perempuan pertamaku. Semoga kami bisa menjadi keluarga Yang Sakinah, Mawadah dan Warohmah, bisa membimbing dan m
This entry was posted in Gado-gado, Jalan-Jalan and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

29 Responses to Antara MRT dan Kereta Api “Rapi Dhoho”

  1. Lidya says:

    bun, waktu kecil pascal menyebut kereta api berwarna orange itu kereta bau loh, karena pas melewati kereta itu bau pesing

    • hmmm iya mbak ini yang lupa juga aku tulis…walah toiletnya ampun ampunan kotor dan bau-nya..hmmm thanks ditambahkan mbak..
      bener banget itu kak pascal..hebat dan kritis ini anak mama lidya🙂

  2. hilsya says:

    saya lumayan jarang naik kereta.. soalnya jalur mahasiswa dulu jalur angkot
    tp pernah sih naik kereta ekonomi jurusan rangkas dr tn abang buat turun di serpong dan nyaris pingsan krn pengap

    sebenarnya naik kereta itu enak kalau nyaman

  3. enno-mama fira says:

    Waaaaaa…. ini niey yang belum pernah Fira coba. Kereta api. Wong mamanya aja seumur hidup baru sekali lho naik kereta api…. hihihihihihi…. Semoga Fira besok sekalinya naik kereta api ya MRT di S’pore yah.. Amin…..

  4. Whoaaaaa…
    baru nyadar bahwa ternyata Kayla dan Fathir belon pernah naik kereta lho mbaaaa…
    kesian sekali mereka ituh…hihihi…

    Pasti Kinan seneng banget yah naik kereta🙂

  5. yuniarinukti says:

    Mbak Riri..
    baru tau saya klo kereta Dhoho duduknya berderet gitu ya, jadi kayak kereta Komuter😀
    Wah Kinan pasti senang nih naik kereta api.. :

  6. Orin says:

    pas liburan kemarin akhirnya ngerasain naik kereta api zaman baheula yg pake kayu bakar itu mba, serasa hidup di zaman Belanda😀

  7. applausr says:

    ternyata kereta api tidak banyak berubah ya… kirain dengan harga yang semakin mahal mereka sudah mulai berubah… ternyata sama saja ya.. hiks…

  8. naniknara says:

    Udah lama nggak naik kereta api mbak. Dulu sering naik KA ekonomi Progo, jogja-jakarta. Paling suka sebenarnya kalau pas naik kereta itu banyak pedagang asongan, jadi banyak jajanan dan pilihan camilan🙂
    Terakhir naik bulan mei 2012, gajayana, malang-jakarta. Udah nggak ada lagi pedagang asongan, mana ga bawa makanan, nggak dapat makan lagi. Mau beli, pastinya sangat mahal. alhasil minum ajah, laparnya ditahan🙂

  9. Aku pernah naek kereta waktu SMA dulu, perjalanan dari Jakarta ke Surabaya. Diitung2 keknya gak lebih dari 3 kali aku naek kereta seumur hidup. Kereta di Palembang sini juga kondisinya kurang begitu baik, apalagi kalo dibandingin sama punyanya luar negeri…jauh banget lah pastinya..

  10. Adini says:

    Saya sih belum pernah naik kereta api mb, tapi kalau di bandingkan sama mrt s’pore kayaknya emang nyaman banget ya mb. tepat waktu, bersih dan ngak ada rasa takut juga. Paling takutnya kalau ngak tau jalan bisa2 nyasar heheheh.

    Kalau MRT saya pernah naik mb…, untuk kecepatan apa sama dgn kereta api mb.

  11. BunDit says:

    Saya penggemar KA dibanding bus, waktu sudah kerja di Jakarta sih. dari KA ekonomi, bisnis sampe eksekutif semu apernah saya rasain heehhe. Cuma memang paling males ke toilet nya😀.

  12. rina says:

    hahaha… ketawa pas baca Kinan mau turun dari kereta saat bosen, piye ngeberhentiinnya cah ayuu…. klo toiletnya kaya begitu berarti harus nahan pipis ya mbak, aduuuh ga tahan

  13. retma says:

    Aku juga pernah ngalamin, pas pulang kampung, ketemu ibu2 yang jaman dulu kala aku masih sekolah, tnyata masih jualan juga. Duh, rasanya jadi mellow gitu liatnya.😦

  14. Bang Aswi says:

    kereta api itu menyenangkan, apalagi sekarang kereta ekonominya sudah jauh lebih menyamankan. anak-anak sudah pasti senang banget kalau dah naik kereta. jadi pengen ngajak anak2 lagi naik kereta apai ke jawa timur ^_^

  15. Idebenone says:

    Naik kereta api toot toot tootSiapa hendak turutKe Bandung, SurabayaBolehlah naik dengan percumaAyo kawanku lekas naikKretaku tak berhenti lama.

  16. Elsa says:

    hehehehee kereta api apapun judulnya di Indonesia, yang paling mahal sekalipun… kalaaah jauh sama MRT nya singapore Mbak….
    aku pernah naik kereta api surabaya-jakarta yang tiketnya sama dengan tiket pesawat terbang, eeeehhhh ada kecoak jalan jalan di dalam gerbong. ngeri kan????

  17. Nice info Bro!
    Berharap pemerintah punya fokus untuk meningkatkan sistem transportasi publik kita, dan tak terus-terusan menyerahkan kebutuhan hidup rakyat ke tangan swasta.

  18. Oetie says:

    Mungkin sekarang keadaannya sudah lebih baik ya mbak dibanding setahun yang lalu,karena untuk KA Ekonomi lokal seperti Rapih Dhohopun jumlah penumpang hanya sejumlah tempat duduk di setiap gerbong.Tiket sudah bisa dibeli 7 hari sebelum keberangkatan(ada kemungkinan penumpang go show gak bisa berangakat karena kehabisan tiket) harga tiket yang cukup murah Rp.6000,-(?) sampai Surabaya dari Tulungagung.
    Semua perjalanan kereta api saat ini adalah perjalanan bebas asap rokok karena semua gerbong telah dilengkapi dengan AC termasuk KA Rapih Dhoho.Toiletnyapun sekarang sudah lumayan bersih seiring dengan ketersediaan air yang cukup dan juga ada petugas pembersih yang rutin membersihkan selama dalam perjalanan.
    Mudah2an masyarakat penumpang bisa menyesuaikan diri dengan ikut mematuhi aturan2 yang ada seperti tidak merokok ketika naik kereta api.Membeli tiket sebelum naik kereta api.Membiasakan diri untuk tidak membuang sampah sembarangan.
    Mudah2an kalau mbak ngajak simungil Kinan untuk berkereta api ria lagi dari Tulungagung ke Blitar (ziarah ke makam Proklamator) kondisi keretanya sudah lebih nyaman dari perjalanan yang kemarin.

    • addul says:

      Saya juga pengguna kereta api sejak pasangan saya (cieeee….) dia tinggal di kediri saya setiap bulan dua kali ke kediri naik kereta api rapih doho penataran dan yang paling saya suka kereta yang berangkat dr surabaya gubeng jam delapan karena kondisi kereta masih bersih dan apalagi waktu harus nunggu lumayan lama di kertosono untuk ganti kepala kereta saya bisa makan nasi pecel, hahaha …. untuk pedagang saya pernah dr surabaya sampai mojokerto ga ada pedagang satupun tetapi dari mojokerto baru mulai deh kacangggg…. kacanggg… keluar semua. Ya salammmm ……

  19. Kang Bordes says:

    untuk mamanya Kinan,sepertinya membandingkan KA Rapih Dhoho(yg memang banyak kekurangannya) dengan MRT (apalagi yg di negeri tetangga) kurang pas,tapi kalau yang dibandingkan adalah kereta Comuter Line yang beroperasi di BoDeTaBek dengan MRT mungkin baru pas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s